Legenda Tombak Halilintar
Lawan Mereka! Lencana itu Milik Kami
Di hari ketiga, pertandingan ketiga tim Riki dan teman-temannya berhasil mengalahkan lawan mereka. Tim lawan ketiga mereka adalah tim dari negara Myanmar. Squad Garuda menang dengan kerjasama tim yang baik. Kekuatan mereka sudah diperhitungkan, mereka mampu memaksimalkan kemampuan tim dengan baik.
Pesta kemenangan dari rakyat Indonesia terjadi di rumah-rumah mereka. Termasuk, Irma dan Sendi yang ikut bahagia. Mereka bangga pada Riki, kini dia telah banyak dibicarakan oleh orang-orang, karena ikut dalam pertandingan paling bergengsi.
Tidak ada lagi orang yang meremehkan mereka.
Tiga hari tim Indonesia bertanding, mereka belum pernah terkalahkan. Mereka menjadi salah satu trending topik di seluruh dunia. Mereka adalah tim yang belum pernah bisa memasuki kualifikasi pertama. Namun, kali ini mereka mampu menang dalam tiga pertandingan dan mendapatkan tiket otomatis untuk kualifikasi kedua.
100 negara sudah ditetapkan. Ada libur dua hari bagi semua peserta yang tergabung dalam 100 tim Player yang lolos. Mereka punya waktu dua hari untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya.
Riki sedang menikmati malam di luar, dia keluar untuk jalan-jalan di kota tempat pertandingan turnamen global.
”Tombak Halilintar, apakah kamu tahu bagaimana nasib kelima legenda?” Riki teringat dengan kejadian sebelum dirinya ikut dalam turnamen ini. Pertarungan besar itu, saat di mana Guratin datang dan semua serba hancur dan terlihat.
[”Mereka ditahan oleh Genos!”]
”Apa? Bagaimana hal itu bisa terjadi?” tanya Riki penasaran. Jadi, dia baru tahu bahwa lima legenda tertangkap oleh pasukan Genos.
”Jika mereka ditahan oleh Genos, kenapa kita tidak bergerak untuk membebaskan mereka, Tombak Halilintar?” tanya Riki.
[”Kita sulit menemukan titik koordinat pasti keberadaan mereka. Namun, kita mengikuti turnamen ini adalah untuk mengetahui hal itu.”]
”Apa yang kamu maksudkan, Tombak Halilintar? Ada hubungan antara Genos dan turnamen global yang sedang berlangsung?” tanya Riki lagi.
[”Aku juga tidak tahu sepenuhnya Riki, tapi Genos sudah membajak turnamen ini dan dia ingin melakukan sesuatu yang menjadi bagian dari rencananya.”]
Riki menjadi penasaran, Tombak Halilintar juga belum memahami sepenuhnya apa yang terjadi. Dia hanya mendapatkan beberapa informasi setelah kejadian dia ditahan, saat pertempuran besar yang terjadi sebelumnya. Saat itu, para Player terbunuh dan Guratin muncul. Hanya Tombak Halilintar yang tersisa, dan dia mendapatkan beberapa data penting tentang rencana-rencana Guratin untuk menguasai seluruh dunia.
Riki pun memutuskan untuk mengikuti pertandingan ini hingga selesai, dia harus tahu tentang tujuan Guratin sebenarnya. Dan, Tombak Halilintar mengatakan dia ingin tahu apa yang direncanakan Guratin. Maka, mereka harus sampai hingga ke titik final pertandingan.
***
Libur dua hari sudah selesai, kualifikasi kedua dimulai.
Domar memberikan arahan dalam stage kedua dalam lomba kali ini. Dari 100 negara yang sudah memasuki kualifikasi kedua, delapan puluh negara akan dieliminisi. Tersisa dua puluh negara ke depannya untuk pertandingan selanjutnya. Dua puluh negara tersebut akan menjadi negara yang memasuki putaran final.
Pertandingan kali ini adalah, pertandingan dengan keseluruhan tim player dari masing-masing negara. Mereka akan dikumpulkan dalam suatu area yang cukup luas. Ada beberapa titik di mana setiap tim akan dipindahkan. Ada titik tertentu. Tugas mereka adalah, mendapatkan lencana yang jumlahnya tersebar di beberapa area. Jumlah lencana sangat banyak, dua puluh negara yang mendapatkan lencana terbanyak. Maka, mereka akan melewati kualifikasi kedua dan memasuki pusaran final.
Seratus negara, mereka semua memasuki masing-masing kapsul game. Mereka login dan pertandingan dimulai.
Splash! Splash! Splash!
Mereka semua sudah dipindahkan di dalam Sky Legend. Area didapatkan.
[Lencana akan segera dimunculkan dalam area tertentu. Tugas kalian, ambil lencana itu meskipun harus bertarung dengan tim lawan. Dua puluh tim yang mendapatkan lencana terbanyak, maka mereka akan dinyatakan lolos ke putaran final]
”Berkumpul, jangan berpisah. Kita ikuti arahan dari pak Domar!” kata Bayu yang memberikan pesan. Kali ini, musuh kuat dari negara yang menjadi lawan persaingan pasti sangat kuat. Hal ini karena seratus tim yang ada dalam putaran kali ini, adalah negara yang sudah pasti melewati pertempuran di putaran ke satu. Mereka pasti memiliki kekuatan yang besar.
[Bersiap untuk semua tim, waktu akan dihitung mundur. 10, 9, 8, 7 ...]
Semua tim melihat layar besar di atas, mereka sudah ada dalam dimensi area game yang dibentuk khusus untuk turnamen kali ini. Ketika start dimulai, mereka akan segera pergi ke setiap penjuru dan mencar lencana. Bahkan, mereka akan bertarung dengan banyak tim yang muncul dan berebut lencana.
[3, 2, 1 Start. Go!]
Woosh!
Mereka bergerak dari masing-masing titik yang mereka muncul di sana secara tim. Mereka berada dalam sebuah pulau yang di mana, lencana terlihat melayang di udara atau bahkan tersembunyi di titik tertentu. Ada kotak-kotak yang tersedia, ada tempat tersembunyi. Mereka harus menemukan lencana sebanyak mereka bisa mengumpulkan dalam waktu dua jam.
[Waktu Permainan menemukan lencana 120 Menit, tim diperbolehkan merebut lencana dari tim lainnya]
Jadi, ini adalah battle player dengan semua tim? Mereka bisa bertarung dan merebut lencana musuh.
”Itu dia!” Dinda melihat ada lencana yang melayang di atas sebuah pohon. Mereka menyusuri hutan, Dark Shadow dengan kecepatan tinggi mengambil lencana itu dan kembali ke timnya.
”Kita dapat satu, harus ada yang menjaganya!” kata Dark Shadow.
”Aku yang akan menjaganya,” kata Riki.
Empat orang lainnya tidak ada yang protes. Riki menerima lencana itu dan menjaganya dalam kantong armornya. Mereka bersama lagi, ada beberapa kotak yang mereka temukan. Bayu menghantamkan pedangnya ke kotak-kotak tersebut bergantian.
Kosong! Kosong! Kosong!
Sepuluh kotak, dan ada satu yang memunculkan satu lencana. Mereka terus mencari lencana sambil terus menyusuri semua tempat.
Klang! Brush! Booom!
Pertarungan antar tim, tidak hanya antar tim bahkan beberapa tim sedang bertarung. Riki dan teman-temannya mengambil jalur lain, dan tidak mau terlibat lebih dulu di awal pertandingan.
[Player terlog out]
[Player terlog out]
[Player terlog out]
Pertandingan itu seperti di dalam petualangan, bahkan ada beberapa tim yang sudah kalah di dalam pertandingan ini.
[Pertarungan antar tim diperbolehkan, mereka yang terlog out maka secara otomatis tak bisa melanjutkan dan gugur dalam kualifikasi kedua ini]
Pertandingan antar tim menjadikan tim negara yang kuat. Mereka akan menghancurkan tim lawan yang mereka temui. Hal itu akan menjadi lebih mudah. Selain memperebutkan lencana, ketika tim player lawan sudah dikalahkan dan terlog out. Maka, hal itu akan mempersempit jumlah tim yang tersisa. Dan, kesempatan menang dalam putaran final jadi lebih mudah.
”Lebih baik, kita hindari pertempuran di awal,” kata Gayatri.
Semua setuju dengan pendapat itu. Mereka sudah mendapatkan lebih dari sepuluh lencana. Mereka mengambil jalur lain ketika bertemu tim dari negara lain. Namun, mereka juga bertemu dengan tim player lawan. Mereka hanya lewat saja dan tim lawan tersebut tidak menghentikan mereka.
Durasi waktu masih lama. Mereka tidak mau menghabiskan energi di awal pertandingan. Jika mereka sudah bertarung di awal, mereka akan kelelahan dan tim yang bertahan akan mengambil keuntungan. Mereka pun memikirkan hal itu. Kecuali, jika mereka sudah percaya diri dari tim player mereka.
”Di atas air!” kata Bayu yang berjalan paling depan. Di sungai yang berada di depan mereka. Ada dua lencana yang melayang di atas air. Mereka semua tersenyum.
”Aku yang akan mengambilnya,” kata Gayatri. Dia melayang melewati Bayu. Dia mendekat ke pinggir sungai, dan menggunakan kedua tangannya untuk menarik kedua lencana tersebut.
Woooosh! Dua lencana tergerak ke arah Gayatri.
Splash! Wooosh!
”Awas!”
Sebuah tembakan energi memutus energi Gayatri, yang mencoba menarik dua lencana itu. Di arah berlainan, lima player melihat mereka dari balik pepohonan di seberang sungai.
”Itu milik kami! Jika kalian tidak ingin kalah dengan cepat. Pergilah! Kami masih memberikan ampunan!” kata salah satu dari mereka, lelaki yang memiliki pedang di pundaknya.
Dari baju armor yang mereka kenakan, ada bendera yang menempel di armor pundak mereka.
Tim dari negara Irlandia.
”Apa yang akan kita lakukan?” tanya Bayu, dia tahu bahwa Irlandia memiliki player kuat, dan mereka biasanya pernah lolos menjadi dua puluh besar dalam putaran final.
Mereka semua saling melihat, apa pilihan yang mereka akan ambil?
”Lawan mereka!” suara Riki yang tak mau lagi lari dari pertarungan. Sudah cukup baginya menjadi pecundang dan selalu dipermainkan. Dia bersiap dengan tombaknya. Saat Riki mengatakan untuk melawan. Empat Player yang bersamanya tersenyum.
”Ayo Maju!”
Wooosh!