Legenda Tombak Halilintar
Bertemu Kamuzu Kembali
Puncak dari pertandingan event global Sky Legend sudah di depan mata. Sepuluh negara terkuat sedang bersiap menghadapi pertarungan, untuk memperebutkan gelar juara pertama dari pertandingan Global kali ini.
Ini merupakan 10 negara besar yang menguasai seluruh dunia, mereka adalah player-player kuat yang mengisi line semua tim. Mereka akan menjadi player kebanggaan dan menjadi artis bagi permainan Sky Legend.
Sebelum pertandingan selanjutnya, libur diberikan untuk sepuluh tim yang akan bertanding di fase selanjutnya. Libur satu hari, setidaknya mereka bisa bersantai, atau bahkan membuat rencana untuk mengalahkan tim lawan nantinya.
Semua tim begitu percaya diri mencapai puncak, mereka sudah bekerja keras hingga saat ini.
”Hei, ksatria Riki!” suara dari kejauhan. Saat itu, Riki sedang bersama empat rekannya mengambil makanan. Makan siang disediakan dengan mewah, dari tuan rumah negara yang menyelenggarakan turnamen global kali ini. Mereka disediakan makanan dengan banyak menu. Mereka hanya tinggal memilih makanan yang mereka sukai saja.
Suci menajamkan matanya, melihat siapa yang datang sambil tersenyum. Top player dari Korea Selatan, Kim Nara. Bagaimana player kuat seperti dia mengenal Riki? Apakah mereka pernah bersama dalam satu raid di dalam game.
”Siapa anda?” Riki kaget dan dia menggunakan sedikit bahasa asing.
”Kamu lupa, ini aku. Kim Nara. Dulu kita berteman saat di Gladiet, saat kamu melawan Ksatria Emas dan Perak di Gladiet.”
Riki baru ingat sekarang.
”Boleh saya bergabung? Meskipun kita akan bertanding, kita bukanlah musuh. Itu semua hanya permainan bukan?”
Benar kata Kim Nara, dari jauh keempat timnya melihat dan tak peduli. Terutama, Chul Moo yang pernah mengalahkan Lufi dan membuatnya tak bisa ikut bertanding.
Kim Nara terlihat berbincang serius dengan player dari Indonesia. Dia sudah cukup mengenal empat orang yang bersama Riki, dia pernah mengunjungi mereka sebelum dimulainya turnamen global. Dan, Kim Nara juga meminta maaf tentang Chul Moo yang sudah membuat Lufi harus mundur dari pertandingan kali ini.
Kim Nara ikut makan dan terlihat akrab dengan player dari Indonesia. Dia menyebutkan bahwa Lufi yang tersingkir, membuat Riki bisa ikut dalam turnamen global. Dia sudah melihat semua pertandingan Riki dalam pertandingan tim sebelumnya. Kim Nara berharap bisa bertemu hingga putaran final.
”Aku akan menunggu hal itu,” kata Kim Nara, ”Dan ..., Dark Shadow. Aku berharap kita akan bertemu untuk beradu kekuatan nantinya!”
”Tentu saja,” jawab Suci.
”Baiklah, kita bermain untuk bersenang-senang di Sky Legend. Jadi, jangan jadikan orang lain musuh. Kita bermain game untuk mencari teman,” kata Riki.
Mereka semua sepakat. Pada akhirnya, game itu adalah permainan yang membuat manusia bersenang-senang. Bukan untuk menjadi penjahat dan mencari musuh.
Esok harinya, pertandingan dilanjutkan. Battle tim player masih dilakukan. Sebenarnya, ada tiga kriteria diambil juara. Pertandingan besok adalah penentuan para Player untuk mendapatkan titel sebagai top player global terkuat. Selanjutnya, pertandingan kompetisi tim player dengan perlombaan. Namun, antusias untuk perlombaan tim player memang sangat menegangkan. Hal itu terlihat dari kerjasama tim dalam pertandingan mereka.
Sepuluh tim player bertanding dan diacak kembali. Indonesia mendapatkan lawan dari tim player negar Mesir. Dari sini, Riki bertemu kembali dengan Kamuzu. Dia adalah salah satu anggota kegelapan Genos, yang pernah dikalahkan dalam pertarungan besar yang menghilangkan lima legenda Sky Legend.
Kedua tim sudah memasuki kapsul game mereka, di tempat lain empat pertandingan berlangsung di tempat terpisah. Jadi, lima pertandingan dilangsungkan bersamaan dalam pertandingan kali ini. Tim yang kalah akan gugur dan akan tersisa lima tim player untuk pertandingan puncak dalam final turnamen kali ini.
Tim dari Indonesia bersiap; Bayu, Riki, Gayatri, Dark Shadow dan Dinda. Penyiar menyebutkan nama-nama mereka semua dalam pertandingan kali ini. Kedua tim sudah berada di arena Sky Legend yang luas. Mereka keluar dari sisi portal sebelah kiri dan berjejer rapi lengkap dengan senjata mereka.
Dari tim Mesir; Kamuzu, Jabari, Odion, Mandisa dan Heba. Mereka semua begitu percaya diri dan memegang senjata masing-masing. Pertandingan akan dimulai ketika tanda start ditunjukkan dalam layar besar di atas mereka. Semua player bersiap menunggu aba-aba dimulai.
”Kali ini, aku tidak akan melepaskanmu, Gayatri! Dan, aku akan menghancurkan seluruh tulangmu, player Riki!” Kamuzu terlihat kesumat. Dia sudah mempersiapkan energi dari kedua tangannya. Kekuatannya adalah sihir healer terkuat, dia juga sudah mempersiapkan kekuatan besar yang diserap dari Genos.
Dia sudah menunggu saat ini, saat dia akan membalaskan dendam kematiannya di dalam game saat pertarungan besar sebelumnya.
Gayatri tersenyum dan maju satu langkah di antara teman-temannnya.
”Aku akan maladenimu, Kamuzu. Aku sudah tidak ingin lagi kembali ke Genos. Aku sudah menghilangkan ikatan dengan kalian!” teriak Gayatri. Tato di tangannya sudah hilang, itu semua berkat kekuatan Riki. Kamuzu masih memiliki tato tersebut dan itu tak bisa hilang dari tangannya.
[Pertandingan Battle tim player dimulai. Dalam game ini, semua player diperkenankan melakukan strategi apapun. Kalahkan musuh tim player lawan atau buat mereka menyerah]
[Pertandingan dimulai]
Woossh! Brush!
Ledakan besar segera terbentuk saat ketarangan mulai tergambar di atas mereka. Serangan kuat dari Heba. Dia adalah player wanita dari Mesir. Kekuatan sihirnya merupakan energi kuat dari armor di kedua tangannya. Dia memiliki kekuatan yang merupakan energi fusi dari kekuatan energi kuat. Hal itu karena item di armor kedua tangannya. Dia membuka kedua tangannya dan ledakan energi besar seperti panah energi besar langsung diarahkan ke player dari Indonesia.
Wooosh! Booom!
Serangan itu ditahan dengan dinding energi kekuatan Bayu, dia dibantu dengan kekuatan support buff dari Dinda. Kekuatan tersebut mampu menahan ledakan besar dari kekuatan serangan Heba tersebut.
Belum cukup!
Odion datang dari langit, dia mendapatkan kesempatan. Dia tersenyum dari atas, dia sudah menunggu saat mereka menahan serangan dari Heba. Dia menggunakan pedang besarnya. Dia sudah mempersiapkan energi besar, ujung pedangnya menembus langit dan pusaran badai tercipta di ujung pedangnya dan membuat gelombang besar di awan. Enegi yang luar biasa. Pantas saja dia menjadi salah satu top player global yang kuat.
Serangan datang dari atas, dia melihat tim lawan masih berkumpul karena merasa sudah bisa menghalang serangan dari Heba. Namun, itu hanya pengantar dan serangan sebenarnya sudah datang dari atas.
”Menyerahlah dari kekuatan pedang penghancur langitku!” teriak Odion.
Wooshh! Wooosh! Boooom!
Bumi bergetar, gempa terjadi dan angin yang sangat kencang saling bertabrakan. Gelombang energi dan tekanan dapat dirasakan oleh lima player dari Indonesia.
Riki hendak menggunakan tombaknya untuk menghadang serangan dari Odion. Namun, dia terhalang karena tangan Gayatri menghalangi dirinya.
”Biarkan aku menahannya, persiapkan kekuatanmu untuk yang lainnya!” kata Gayatri.
Gayatri dengan cepat mengarahkan kedua tangannya, energi kosmik api Abyss menyala dari tubuhnya. Lingkaran besar tercipta seperti portal energi. Namun, itu adalah api yang menyala merah kehitaman. Serangan pedang itu ditahan dengan api hitam milik Gayatri.
Boooom!
Tanah hampir-hampir tak bisa menahan kekuatan dari pedang Odion. Lingkaran kuat melindungi palyer dari Indonesia, dan ledakan pedang besar dari energi Odion menghancurkan apapun di sekitar player dari Indonesia. Tanah bahkan pecah berhamburan. Pedang Odion tertahan dari lingkaran api hitam yang melindungi player Indonesia.
Odion terus menekan, tapi dia juga paham bahwa kekuatan Gayatri sangat kuat. Seperti yang dikatakan oleh Kamuzu, karena Kamuzu bersama dengan Gayatri di Genos. Gayatri memiliki kekuatan ledakan dan sihir yang bisa menghancurkan apapun dengan api abyss miliknya.
Serangan Odion masih ditahan. Jabari mengambil kesempatan baik itu, damage yang kuat dipersiapkan. Dia berlari kencang seperti kecepatan roket. Kecepatannya sulit dilihat mata, bergerak zig-zag dan menghilang. Dia memusatkan kekuatan damage pada dua belatinya. Dan dia menyerang penghalang energi milik tim lawan. Dia membantu Odion dan mencoba menghancurkan dinding musuh.
Kesempatan, dia memiliki damage paling kuat di antara semua teman-temannya. Dua belati dialiri energi kuat, dan energi bertabrakan dengan energi penghalang yang diciptakan Gayatri.
Crak! Crak! Crak! Brush!
Penghalang itu retak dan pecah, kekuatan pedang dari Odion akhirnya bisa terus masuk. Odion tersenyum.
”Bagus, Jabari. Saatnya mengakhiri musuh!” teriak Odion. Dia memasukkan pedangnya dan serangan dari Jabari pun masuk ke lima player lawan.
Semua mata melihat pertandingan itu dan mereka yakin, tim Indonesia akan kalah kali ini.
Sudah berakhir.
Brush! Booom!