Legenda Tombak Halilintar

Alasan untuk Bertarung!

Senyuman Dark Shadow menandai dengan kemenangan Riki melawan Behemoth dan player Albert. Riki pun segera menggunakan kecepatannya menuju Dark Shadow.

Wooosh!

”Suci, Bertahanlah!”

Riki menggunakan kemampuan ruangnya, ketika sudah mengalahkan beast Behemoth dan player Albert dari Jerman. Pertarungan di beberapa  sisi masih terjadi, tapi kekuatan dari Dark Seid dan Yunai, mampu membuat beberapa top player global kesulitan menghadapi mereka.

Ini adalah kisah tentang Riki, seorang pemilik dari Tombak Halilintar yang mendapatkan item legendary dari sebuah game Sky  Legend. Riki berharap untuk bisa menjadi legenda permainan Sky Legend. Dia sejak awal diremehkan semua orang. Namun, Riki bangkit dan membuktikan dirinya hingga masuk ke pertandingan top global di pertandingan turnamen global.

Di pertandingan turnamen global, saat Riki menjadi salah satu dari player tim Indonesia yang memperebutkan juara pertama. Semua beast dilepaskan selama pertandingan final, beast kuat yang menempati dungeon tingkat enam. Mereka dilepaskan dalam jumlah ribuan untuk melawan para player yang  masuk dalam putaran final. Bahkan, tiga beast paling kuat yang menjadi raja dungeon tingkat tujuh pun ikut dilepaskan.

Para player yang tersisa, mereka harus bertarung dan juga memperebutkan lencana dari tim lawan mereka. Namun, beast itu sangat kuat dan beberapa player sudah terlog out. Riki baru menyadari bahwa Dark Shadow yang menjadi timnya, mengalami kesulitan napas karena sakit jantung yang dideritanya.

”Dark Shadow, bertahanlah!” teriak Riki yang sudah memangku kepala wanita cantik tersebut. Wanita itu biasanya sangat cuek dan kuat, dia adalah wanita yang sebentar lagi akan menikah dengan Riki.

”Dark Shadow!” teriak Riki menggoncangkan kedua pundak wanita itu. Riki kebingungan. Dari arah belakangnya, Dinda datang dan mendekat.

”Biar aku bantu, Riki!” Dinda segera duduk dan mengalirkan energi penyembuh. Kekuatannya memang seorang support dan healer, yang mampu memberikan kesembuhan bagi player. Game di putaran final kali ini memang memberikan beberapa peraturan, salah satunya tidak bisa log out kecuali terbunuh di dalam putaran final pertandingan global.

Gayatri ikut datang di belakang Riki, dia terlihat cukup cemas. Sementara, Bayu masih bersama player lainnya untuk melawan dua beast kuat yang tersisa.

Woosh! Booom! Klang!

”Energinya menipis!” kata Dinda.

”Aku akan membantumu, aku juga memiliki sihir buff!” kata Gayatri. Dia segera mengalirkan energi ke tubuh Dinda, untuk membantu memberikan penyembuh pada Suci yang kini berada dalam pangkuan Riki.

Riki masih tak bisa melakukan apapun, dia melihat wajah Dark Shadow. Riki melihat kedua mata Suci. Riki sangat cemas, dia hanya ingin melihat kedua mata itu terbuka dan senyuman Suci seperti biasanya bisa kembali. Senyuman tanpa ekspresi, hanya itu yang ditunggu Riki saat ini.

”Bangunlah, Suci! Aku mohon, bangunlah!” tanpa terasa air mata Riki menetes, dan jatuh hingga menetes di kening Suci.

Mata Dark Shadow terbuka perlahan, Riki melihat hal itu. Riki sangat bahagia, dia tersenyum pada Dark Shadow. Senyum Dark Shadow terlihat sangat lambat, matanya melihat ke arah Riki.

Gayatri dan Dinda paham, mereka merasakan energi yang redup dari avatar Dark Shadow. Energi Dark Shadow hanya tinggal sedikit, mereka tak tahu apakah Dark Shadow bisa bertahan lama. Hal itu secara alami akan menjadi tanda bahwa Dark Shadow akan terlog out. Apakah mungkin, tubuh asli Suci di dalam kapsul mengalami masalah kesehatan?

Ini berbahaya! Hal itu karena peraturan aneh bahwa mereka di final tidak bisa log out kecuali terbunuh.

”Suci, kamu harus bertahan. Aku akan membawamu kembali. Kita tak peduli dengan hasil pertandingan ini. Kita harus kembali dan membawamu berobat segera.”

Suci yang masih lemah, dia tersenyum dan menatap mata Riki. Dia tidak mengatakan apapun.

”Log out! Log out! Log out!” Riki memegang kepala Suci sambil mengatakan log out. Sayangnya, perintah gagal.

[Sistem gagal, log out player tak bisa dilakukan sebelum pertandingan final berakhir]

Apa-apaan dengan sistem game Sky Legend saat ini? Nyawa manusia sedang dipertaruhkan, dan game tak peduli akan hal itu!

***

[Player terlog out]

[Player terlog out]

Di satu sisi, di pertarungan di belakang mereka. Beberapa player top global yang sedang menghadapi dua beast kuat. Mereka pun terbunuh. Dark Seid dan Yunai masih mengamuk. Dua player antar bangsa sudah terbunuh.

”Kalahkan mereka semua, Riki. Bukankah kamu ingin menjadi legenda? Kalahkan monster itu, bawa lencana dari tim lawan. Itu adalah permintaan terakhirku, Riki. Biarkan aku tenang! Hahhhh!”

Napas Dark Shadow terlihat susah. Tidak ada jalan lain, Riki harus menyelesaikan pertandingan yang tersisa, agar dia bisa membawa Suci keluar dari Sky Legend.

”Aku akan bertarung, kamu harus bertahan, Suci. Aku janji untuk membawamu kembali, aku janji! Tunggulah!”

Gayatri paham, dia duduk dan mengangguk pada Riki. Dia menggantikan Riki untuk memangku kepala Dark Shadow. Dinda masih memberikan energi penyembuh secara simultan. Hal itu untuk mempertahankan energi di tubuh Dark Shadow. Riki berdiri dan memegang tombaknya, pertarungan di depan sana sudah tidak seimbang. Sudah banyak player top global yang terbunuh dalam final ini. Sementara, di atas udara, ada lima developer pemilik dari Sky Legend yang duduk di kursi dan juga ada pelindung energi yang mengitari mereka.

Mereka adalah penonton pada acara final pertandingan antar negara kali ini. Tersisa lima negara yang bertanding di putaran akhir. Mereka akan dikukuhkan sebagai pemenang jika mendapatkan lencana paling banyak. Lencana itu dipegang oleh masing-masing dari tim player dari lima negara yang masuk putaran final.

Mata Riki bersinar, dia melihat Dark Seid yang menghentakkan kakinya yang mirip dengan kaki kerbau. Tubuh Dark Seid yang besar membuat tekanan kuat dari pijakannya. Dia menghentak tanah, dan para player yang tersisa terkena efek tekanan dan terpental. Bayu masih menghadapi beast Yunai dan beberapa Player lainnya. Semua kewalahan, musuh kali ini bukanlah monster biasa. Mereka semua adalah puncak monster yang ada di Sky Legend.

Empat player dari Korea mundur karena tekanan dari energi Dark Seid. Mereka terpental dan melompat mundur. Kim Nara menahan energi tekanan Dark Seid dengan kemampuan dinding pelindung yang tebal. Serangan energi Dark Seid membentur dinding pertahanan dari kekuatan Kim Nara. Dia harus melindungi rekan-rekannya. Ini bukanlah pertarungan final biasa, ini adalah pembantaian.

Bagaimana bisa developer, memasukkan tiga monster mengerikan ini dalam pertarungan para player di putaran final?

Apakah semua ini untuk kesenangan mereka atau kesenangan semua player di seluruh dunia. Para player top global sedang mempertahankan nyawa mereka, dan ini menjadi tontonan yang mengasyikkan dari seluruh dunia? Tidak masuk akal!

Bagaimana dengan developer dari Korea Selatan, pak Dae Jung. Pikir Kim Nara.

”Tuan Dae Jung! Apa anda tidak melihat bahwa ini bukan lagi permainan! Ini adalah pemusnahan para player!” teriak Kim Nara kepada Dae Jung yang masih duduk di salah satu kursi, yang diselimuti dengan energi pelindung yang tidak bisa ditembus oleh apapun.

Dae Jung menutup matanya dengan kuat, dia tak bisa menahan dirinya untuk bergerak membantu. Mereka adalah para player yang telah mendapatkan item istimewa dari dirinya. Namun, bukan karena diam dia tak membantu. Dia tak bisa bergerak dari kursinya. Semua orang dan player yang menyaksikan para Developer, seolah mereka semua menikmati pertandingan ini.

Padahal, dia terkunci dan terkena efek pengikat magic yang melingkupi kursi yang didudukinya. Hal itu berlaku untuk semua developer yang kini melayang berjajar lima di atas udara. Mereka semua tampak menyaksikan pertandingan, tapi mereka semua sedang terkurung dan tak bisa berbuat apa-apa.

Kecuali satu orang yang merupakan dalang dari semua ini. Dia telah menguasai semua developer dengan keinginannya sendiri. Dia telah menjadi apa yang ditakutkan Dae Jung hingga saat ini. Apa yang ditakutkan Dae Jung benar-benar terjadi.

Keserakahan telah membuat Edmon bertindak arogan. Dia ingin menguasai dunia ini melalui game yang telah mereka kembangkan bersama.

Dae Jung bahkan kehilangan suaranya. Hal itu karena efek item sihir di dalam game yang mempengaruhi avatar gamenya. Dae Jung melihat ke kanan dan ke kiri. Dia melihat developer yang lain. Mereka saling melihat, dan mereka hanya bisa saling memberikan kode dengan kedipan mata mereka.

Edmon telah menjadi monster itu sendiri. Dia menggunakan game sebagai bagian dari caranya untuk memenuhi keserakahannya. Dae Jung melirik ke kanan, di ujung paling kanan setelah Daigo. Edmon tampak duduk santai, sambil menikmati pertandingan final para player yang melawan dua beast kuat. Para Beast pundak, mereka masuk dalam kategori beast kuat yang menempati dungeon tertinggi di Sky Legend.

Edmon nampak tersenyum, Dae Jung geram. Dia tak bisa berbuat apapun, dia merasa bahwa para player di bawah sana dalam beberapa menit atau detik. Mereka semua akan menjadi tumbal dari kekuatan dua beast yang tersisa; Dark Seid dan Yunai.

Tidak! Masih ada harapan!

Ada Riki yang merupakan pemilik dari Tombak Halilintar atau Spear Dragon. Kenapa Dae Jung bisa melupakannya? Dia juga belum lama telah mengalahkan Behemoth dan Albert. Kini, dia pasti bisa menjadi salah satu solusi agar ancaman kehancuran dunia bisa dihentikan.

Riki! Berjuanglah. Aku tidak tahu apakah Tombak Halilintar mampu membawa perubahan. Hal itulah yang aku harapkan dengan menjadi pencipta dari Tombak Halilintar. Meskipun awalnya, Dae Jung ragu dengan kemampuan Riki. Kali ini, tidak ada lagi yang bisa dia percayai kecuali sosok itu.

Hanya dia sekarang yang bisa membawa perubahan!

Pertempuran masih berlangsung. Dark Seid menggunakan kapaknya, dia melompat dan maju dengan sangat kuat. Dia melihat Kim Nara yang sedang melindungi ketiga rekannya, satu player yang menjadi rekan tim mereka sudah dikalahkan sebelumnya. Kali ini, Kim Nara harus bisa melindungi rekan-rekannya. Mereka juga sudah kelelahan karena bertarung sebelumnya. Kim Nara harus mampu menghadang serangan Dark Seid, dan memberi waktu rekan-rekan timnya untuk memulihkan diri.

Serangan datang. Kapak dengan energi besar.

Wooosh!

Dinding energi yang dibuat Kim Nara mencoba menghadang serangan Dark Seid. Benturan energi terjadi, kapak Dark Seid langsung membentur dinding raksasa yang dibuat oleh Kim Nara.

Boom! Booom! Bang!

Dinding defensif bergetar luar biasa. Kedua tangan Kim Nara tampak gemetaran. Dia mengeluarkan semua kemampuan terkuat dari sihir pelindungnya. Monster dengan kemampuan seperti Dark Seid memang harus dikalahkan oleh player kuat dalam jumlah banyak. Dia adalah boss monster yang menempati dungeon puncak di dunia Sky Legend.

Berharap mampu menahan serangan kuat dan kemampuan penghancur, maka sama saja itu bermimpi di siang hari. Berat bagi Kim Nara untuk mempertahankan kekuatan defensifnya. Dia hanya berharap rekan-rekannya sudah pulih dan mampu menyerang saat memiliki kesempatan.

”Matilah dengan seluruh teman-temanmu, Manusia! Hancurlah bersama kekuatan kapak penghancurku!” teriak Dark Seid. Serangan kuat itu mengalirkan tekanan lebih besar dan membuat penghalang energi besar milik Kim Nara retak.

Crak! Crak! Brush!

Dinding energi yang begitu tebal itu pada akhirnya hancur, Kim Nara terhempas ke belakang. Kekuatan serangan Dark Seid tak bisa ditahan lagi. Kapak besar milik Dark Seid mengarah pada Kim Nara yang terdorong. Kapak membara itu akan menghabisi Kim Nara, dan tiga rekannya yang berada dalam jangkauan serangan Dark Seid.

Woooosh!

Klang!

Serangan Dark Seid terhenti, ada kekuatan besar yang menghadang serangan kapaknya. Dan, Riki sudah berada di depan Kim Nara. Riki menggunakan kekuatan tangannya dalam mengontrol Enam Jarum Halilintar. Enam Jarum Halilintar membesar dan setiap ujung Jarum Halilintar menahan kapak Dark Seid sehingga Dark Seid tak bisa melanjutkan serangannya.

[Jarum Halilintar, kontrol player terhadap kekuatan enam Jarum Halilintar digunakan. Jarum Halilintar membentuk lingkaran. Setiap ujung Jarum Halilintar mengarah dalam serangan kapak Dark Seid dan meredam kekuatan senjata kapak]

”Waktumu habis, Dark Seid. Saatnya untuk menemani Behemoth dan hancurlah bersama kejahatanmu!” teriak Riki yang masih mengontrol enam Jarum Halilintar, untuk meredam kekuatan serangan Dark Seid.

”Kamu adalah ..., Riki!” Kim Nara segera menstabilkan kekuatannya. Dia sudah diselamatkan oleh player dari Indonesia tersebut. Kim Nara tersenyum, dia tidak salah menilai pada sosok yang menyelamatkannya. Dia ingat saat pertama kali bertemu dengan Riki di turnamen Gladiet, saat Riki menghadapi Ksatria Emas da Ksatria Perak. Waktu itu, kemampuan Riki masih lemah, dan kini dia telah mampu mengalahkan beast Behemoth seorang diri.

”Mundurlah, Nona. Biarkan Dark Seid menjadi lawanku!” kata Riki.

”Baiklah, aku akan mundur dan membantu yang lain.”

”Manusia! Jangan meremehkanku. Kamu bahkan tidak menanggapiku dan malah berbincang saat berhadapan dengan kekuatan agung raja Dark Seid! Aku belum pernah diremehkan seperti ini! Aku akan menghancurkanmu, manusia lemah!”

Brush! Brush!

Dark Seid menggunakan kekuatan kapaknya, untuk memecah penghalang enam Jarum Halilintar.

Riki terdorong, enam Jarum Halilintar bergetar menahan kekuatan Dark Seid. Monster besar itu menarik serangannya, mempersiapkan energi lebih besar, dan kapaknya membara.

”Matilah manusia sok jagoan!”

Woooosshh! Boooom!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!