Legenda Tombak Halilintar
Keinginan Guratin dan Upgrade Game
Semua Player yang tersisa dari Pertandingan global, semuanya kembali dari game. Sistem yang memaksa mereka untuk kembali ke dalam dunia asli.
[Log out dilakukan secara otomatis oleh sistem]
Drrrrttt! Clak!
Kapsul tempat Riki memasuki Sky Legend terbuka. Dia bangun dari tidurnya, dia duduk. Helm gamenya terbuka perlahan.
[Riki, Anda kembali ke dunia nyata]
Riki melepas helm gamenya. Matanya sedikit buram, beberapa rekannya sudah keluar dari kapsul mereka. Riki baru sadar, dia segera melompat ke arah luar kapsul. Dia berlari ke arah kapsul, di mana Dark Shadow berada. Dan, di sana. Gayatri sudah berdiri melihat Suci yang helm gamenya sudah terbuka.
Riki mencapai di sebelah Suci, Gayatri melihat Riki sejenak. Dua orang menyusul mereka, mereka adalah satu tim. Bayu dan Dinda datang. Ruangan yang luas itu menjadi saksi, Riki mengerakkan tangannya dan memegang kepala Suci.
”Aku mencintaimu, Suci. Meskipun hubungan kita hanya kebohongan. Aku telah jatuh cinta padamu.”
Suara Riki bergetar, airmatanya menetes. Tiga orang lainnya tak bisa menahan diri, mereka menutupi mulut mereka. Mereka juga meneteskan airmatanya.
Suci telah pergi, sebagai seorang pahlawan. Dia akan selalu dikenang karena membela negaranya. Dia juga bertarung dengan gagah berani, dalam pertandingan dari awal penyisihan hingga masuk ke final pertandingan. Dia sudah bertarung dengan berani.
Riki mengangkat tubuh Suci. Dia adalah pahlawan, sejak awal. Dia ingin menjadi pahlawan, dia berjuang seorang diri selama ini. Dia sudah mendapatkan banyak teman dan pujian. Seorang yang selalu mendapatkan perundungan dari bibinya. Dia telah berjalan bagaikan pahlawan dan legenda.
Riki terus membopongnya. Rekan-rekannya yang lain mengikutinya. Saat itu, Dita yang merupakan asisten dan penanggung jawab dalam semua player Indonesia. Dia datang dengan wajah penuh senyuman. Dia akan memberikan selamat kepada lima player tersebut. Sayangnya, dia harus melihat empat wajah yang sedang bersedih, dan satu di antara mereka. Suci, sedang diangkat oleh Riki.
Saat itulah, Dita menyadari bahwa apa yang terjadi di dalam pertandingan final. Suci sudah tiada. Saat itu juga, ipad yang dipegangnya jatuh ke lantai begitu saja. Tangannya bergetar. Dan, pahlawan itu pulang dengan jiwa yang tenang.
***
Pesawat turun di bandara Ibukota. Mereka adalah rombongan khusus yang langsung pulang dari Rusia setelah pertandingan final. Mereka membawa kemenangan. Mereka disambut dengan pasukan khusus yang disiapkan pemerintah.
Pintu pesawat terbuka, di sepanjang jalan pasukan negara sudah siap menyambut. Di antara para penyambut, paling depan ada keluarga dari Suci dan keluarga Player lainnya. Nyonya Prilly juga ada di antara mereka. Namun, wajahnya tak bisa menutupi kesedihannya. Dia sudah mendapatkan kabar tentang Suci. Takdir memang harus berkata lain. Namun, Suci pasti tenang dan bangga. Dia sudah membuktikan bahwa dirinya adalah pahlawan bagi banyak orang.
Pengawal sudah turun lebih dulu, disusul asisten pak Johan yaitu nona Dita. Mereka turun, di belakang mereka para player yang nampak muram wajahnya. Dan, di depan para player sebuah tandu. Riki ikut membawa tandu itu di belakang dan di bagian depan ada pasukan khusus dari pemerintah.
Mereka semua menuruni tangga dan mulai berjalan, di samping kanan dan kiri. Pasukan pemerintah dipersiapkan menyambut mereka dengan penyambutan yang terbaik. Mereka telah membawa kemenangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Riki melihat semua itu, para Player yang pulang dengan membawa kemenangan benar-benar dihormati. Namun, Riki tak peduli akan hal itu. Dia hanya melihat pada jasad yang ditutupi kain putih yang di angkatnya dengan tandu.
Wajah wanita itu, dia ingat betul. Wanita yang selalu memiliki pandangan dan wajah datar. Namun, semua mulai berubah ketika mereka mulai melakukan raid bersama. Mereka mulai saling mengenal. Pernikahan palsu yang mereka siapkan dan hanya menunggu waktu. Riki bahkan tak menduga, dia telah jatuh cinta pada wanita itu.
”Beri penghormatan!” teriak salah satu komando.
Prajurit di kanan dan kiri memberikan hormat. Para Player dan juga nona Dita terus maju. Mereka mencapai ujung dari pasukan yang menyambut. Saat itu, seorang wanita setengah baya berlari dan langsung memegangi jasad Suci.
”Suci, oh Sayangku! Bibi tak percaya kamu pulang begitu cepat! Sayang, kenapa kamu pulang dengan cepat! Kami semua menyayangimu!” itu adalah bibi Suci. Riki tahu dengan pasti siapa dia. Dia adalah duri yang selalu membuat Suci tak bisa menikmati hidupnya, Suci selalu menerima bully darinya.
Wanita itu terlihat sangat sedih, dia bahkan mencoba memeluk tubuh Suci yang tertutup kain.
”Tidak usah berakting di sini!” Riki tak peduli lagi. Dia masih memegang tandu dan berkata hal itu pada Bibi Mina. Itu adalah namanya. Riki tak peduli apapun lagi, dia sudah muak dengan semua ini. Semua orang di sana melihat ke arah Riki. Bagaimana bisa seorang pemuda player terbaik itu berkata tak sopan pada keluarga dari player Dark Shadow?
”Apa maksudmu, Pemuda. Dia adalah keponakanku tercinta. Dia telah mengorbankan dirinya untuk negara ini. Aku sudah kehilangan dia!” kata bibi Mina sambil meneteskan airmatanya.
”Simpan saja airmatamu itu, Suci bahkan tidak pernah menyukaimu. Kamu adalah duri, kamu hanya ingin harta peninggalan dari orangtuanya saja!” kata Riki dengan tegas.
Bibir Mina tak bisa menahan diri, mulutnya bergetar. Dia benar-benar tak menyangka bahwa pemuda yang dia benci itu, berani menjatuhkan namanya di depan banyak orang.
”Pemuda kurang ajar! Apakah itu caramu menyapa dan memfitnah wanita tua sepertiku!” teriak Mina lantang.
Semua menjadi penonton dari perdebatan Riki dengan wanita tua yang merupakan bibi dari Suci. Mereka yang menonton itu cukup kaget, bahkan ada yang merekamnya. Mereka kaget karena Riki bisa begitu berani pada wanita tua tersebut.
”Ibuku mengajariku baik terhadap orang yang baik. Namun, jika orang itu jahat. Maka, dia harus mendapatkan hal yang pantas dari perbuatannya!” kata Riki tegas.
Saat itulah, kemarahan Mina tak bisa lagi dibendung. Empat penjaga di belakang wanita itu tahu dan mereka mencoba memegang kedua pundak Riki. Dua orang memegang masing-masing dari pundak Riki. Riki tidak bergerak, dia masih memegang tandu yang membawa Suci.
”Tidak baik bertarung di tempat terbuka, dan apalagi ada mayat di belakang kalian. Menyingkir dari sini, aku harus membawa Suci ke tempat peristirahatan terakhirnya!” kata Riki lagi.
Para pasukan dari pemerintahan bingung hendak melakukan apa. Mereka tahu bahwa Riki adalah pahlawan Player terbaik saat ini. Mereka juga melihat ke arah empat orang yang menatap tajam serta memegang pundak Riki. Mereka hanya bisa melihat untuk sementara waktu. Mereka akan bertindak jika ada pergerakan yang berbahaya.
”Beri pemuda ini pelajaran, dia telah berani pada wanita tua ini!” Mina kehabisan kesabarannya. Perintah itu langsung dilaksanakan. Mereka mencoba menangkap Riki dan memegang kuat kedua pundaknya.
Woosh!
Bug! Bug!
Riki tak mau melepaskan tandu. Dia hanya mengangkat kaki kanannya dan memutarnya, menendang dua lelaki kekar yang memegang pundaknya dengan keras. Keduanya langsung terjatuh di kanan dan di kiri. Mereka jatuh di tanah. Semua orang panik, para player pun tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa mundur. Penjaga di depan masih memegang tandunya, dia juga tak mau melepaskan. Hal itu bisa membuat jasad Suci jatuh.
”Tahan saja, prajurit. Serahkan mereka padaku,” kata Riki pada prajurit yang merupakan prajurit bagian kesehatan. Dua orang datang lagi, Riki dengan cepat menggerakkan satu kaki kananya. Kecepatan dan semua refleks telah menyatu dalam kekuatan Riki di dunia nyata.
Dua tendangan cepat mengarah pada perut kedua anak buah Mina. Mereka terpental ke belakang beberapa meter dan terseret.
Sraak!
Empat orang sudah dijatuhkan. Mereka kesakitan, mereka berdiri lagi. Mereka cukup ragu. Namun, saat mereka mulai mendekat dan akan menyerang Riki secara bersamaan. Prajurit pemerintah segera bertindak cepat, dan mengamankan empat orang tersebut sebelum menyerang Riki. Pasukan pemerintah dalam jumlah lebih dari sepuluh itu pun mudah dalam membekuk empat orang anak buah bibi Mina.
Mina kebingungan, dia tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia berkata dengan kasar dan sembarangan. Pasukan pengaman pun menghentikannya dan membawanya ke tempat lain. Riki tidak mau diganti oleh prajurit pemerintah. Dia ingin membawa Suci hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Mereka melihat bagaimana Riki bertindak, dia adalah seorang pria sejati yang berani. Selain di dalam game Sky Legend. Dia juga berani bertarung dengan kedua tangan masih memegang tandu untuk Suci.
Pemakaman pun dilaksanakan dengan khidmat. Semua pulang dan Riki masih tertahan di kuburan Suci. Dia bersama dengan nyonya Prilly. Hanya mereka berdua yang tersisa.
”Maafkan aku, nyonya Prilly. Aku tidak bisa menjaganya,” kata Riki sambil duduk dan terus memainkan tanah di atas pekuburan Suci.
”Semua sudah terjadi, Riki. Suci pasti sangat bahagia di sana, aku yakin itu. Dia pasti bahagia bisa bertemu dengan kedua orangtuanya lagi. Lanjutkan saja hidupmu, Riki. Gunakan kekuatanmu untuk membantu manusia.”
Nyonya Prilly pun meninggalkan Riki sendiri. Riki pada akhirnya meninggalkan pekuburan Suci, dan tersenyum pada Suci untuk terakhir kalinya. Saatnya untuk pulang.
***
2 jam sebelum upgrade besar-besaran untuk game terhebat sepanjang masa, Sky Legend. Semua player yang bermain dan menonton final di Rusia. Semua sudah pulang ke negara dan rumah mereka masing-masing. Indonesia membawa nama baik tertinggi. Hanya saja, mereka harus menelan pil pahit.
Satu player yang bersama mereka meninggal dunia saat permainan di final. Dia mengalami sakit dan kambuh dari sakit yang dialaminya. Tidak ada yang tahu, bahwa selama ini Suci sakit. Prilly yang mengetahui hal itu menyampaikan hal itu pada Riki.
Riki masih duduk di dalam kamarnya. Dia memperhatikan kapsul game yang masih terbuka di sebelahnya. Entah apa yang dipikirkannya. Semua berkecamuk dalam pikirannya. Riki teringat saat pulang dari pertandingan dari Rusia. Suci langsung dikuburkan sebagai seorang pahlawan.
Kejadian yang cukup menghebohkan terjadi saat penyambutan jasad Suci yang sudah dibawa dari Rusia. Sebagai pahlawan, dia harus dikuburkan di Indonesia. Semua sepakat untuk memulangkan Suci.
[”Kamu tidak apa-apa, Riki?”] kata Tombak Halilintar yang menyamar menjadi gelang pada tangan Riki.
Riki diam sejenak. Dia juga sudah bertemu dengan Ibu dan adik lelakinya. Mereka sudah bicara cukup lama. Mereka berdua membiarkan Riki untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu di kamar.
”Aku tidak apa-apa, Tombak Halilintar. Aku hanya tak menduga bahwa Suci akan pergi begitu cepat.”
[Kamu perlu tahu, Riki. Aku mengambil data dari setiap kehidupan di duniamu. Setiap manusia akan mati. Mereka semua mati pada waktu yang sudah ditetapkan untuk masing-masing manusia. Mereka bisa mati di manapun mereka berada. Saat energi atau di dunia kalian disebut sebagai ruh. Mereka yang mati, maka ruh manusia itu memasuki wilayah dimensi lainnya]
Riki hanya mengangguk mendengar penjelasan Tombak Halilintar. Penjelasan Tombak Halilintar itu memang tepat berdasarkan pemahamannya.
Mereka terus berbincang, Riki mendapatkan teman yang tepat. Tombak Halilintar bukan hanya sekedar senjata, dia adalah teman yang selalu menguatkan Riki.
[Pemberitahuan game; Satu jam menuju upgrade terbesar di dalam Sky Legend akan dimulai]
Riki melihat kapsul game miliknya yang menyala. Tulisan itu seperti biasa muncul pemberitahuan pada layar di atas penutup kapsul game.
[Upgrade permainan Sky Legend menjadi wajib. Mereka yang tidak masuk dalam game hingga waktu enam jam sejak waktu mulai upgrade. Maka, mereka akan kehilangan akses akun player mereka dan akun mereka yang lama dianggap hilang]
”Apa-apaan dengan permainan Sky Legend saat ini?” kata Riki, ”Apa ini artinya, semua player akan masuk bersamaan saat upgrade terbuka secara publik server?” kata Riki.
[”Riki, sudah saatnya kamu tahu. Misi Genos akan dimulai, mereka akan menguasai duniamu. Ini adalah langkah pertama yang sudah dipersiapkan oleh Guratin!”]
Penjelasan tersebut dari Tombak Halilintar. Riki baru menyadari bahwa bisa jadi, dunia nyata sedang terancam.
Dug! Dug! Dug!
Suara cepat dari pintu.
”Kakak, kakak!” teriak Sendi dari balik pintu kamar Riki.
Riki bergegas karena Sendi terlihat sangat cemas. Riki membuka pintu kamarnya.
”Ada apa, Sendi?” tanya Riki penasaran.
”Ibu, Kak!” Sendi terlihat sangat cemas dan ketakutan. Riki tak lagi mendengarkan kata-kata Sendi. Dia berlari menuju kamar ibunya.
Ada apa dengan Ibu?