Legenda Tombak Halilintar
Mari Bertarung Bersama!
”Guratin! Hentikan semua ini!” suara Riki menggelegar, dia berada di atas dan menatap ke arena, yang terkurung dengan energi sebagai dinding yang melindungi. Lima legenda dan lima Developer, masih dikurung dalam tabung dan berada di dalam dinding energi tersebut.
”Ha.. Ha.. Ha..! Player sampah telah datang! Aku tidak menduga, ada kejutan yang datang di akhir usahaku untuk menguasai dunia. Aku tahu siapa kamu, Ksatria Riki. Aku sudah tahu, siapa dirimu dan bagaimana petualanganmu. Bahkan, kamu memiliki ibu yang sedang sakit bukan?”
Riki kaget, Guratin telah tahu segalanya. Namun, Riki mulai mencerna semua hal. Dari pertarungan yang selama ini dia lakukan. Bahkan, ketika bertarung melawan Naga Kemmin. Dia sudah diingatkan, siapa musuh yang sebenarnya. Guratin, dia yang memiliki kekuatan dan memahami semua hal dengan baik.
Benar! Guratin telah menguasai semua line di dalam Sky Legend, bahkan dia juga mampu keluar dari game dan menggunakan kekuatan dari Lima Developer. Dia mendapatkan kunci dari lima developer untuk menggunakan semua akses dari Sky Legend.
Itulah sebabnya, dia memiliki semua data dari Sky Legend. Termasuk, Player seperti dirinya.
”Aku sudah membiarkanmu berkembang hingga sejauh ini, Player Riki!” suara Guratin menggema, dan semua Player yang tersisa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Guratin.
”Perkembangan levelmu memang sangat cepat, jauh melebihi perkiraanku. Namun, aku memang membiarkan dirimu kuat karena, ada satu hal yang aku inginkan darimu. Bukan berarti, kamu kuat karena dirimu sendiri. Namun, aku memang menginginkan kamu kuat karena ada bagian dari dirimu yang bisa menjadikan dunia bersatu. Kebebasan kami para NPC, salah satu caranya adalah dengan membuatmu kuat!”
”Aku tidak peduli dengan retorikamu, Guratin. Kini, saatnya untuk menghentikanmu. Kamu hanya mencoba memperlambat waktu, agar proses penyatuannya berhasil!”
”Ha.. ha.. ha..! kamu memang tetap saja bodoh, player payah!”
Riki menggenggam kepalan tangannya dengan kuat, dia tak mau lagi mendengarkan ocehan dari Guratin. Waktunya terbatas, proses penyatuan hanya tinggal sedikit lagi. Jika berlama-lama, dunia sedang terancam.
Woooosh! Wooosh! Wooosh!
Tanpa Tombak Halilintar, kekuatan Riki tentu berkurang. Namun, sejauh ini. Riki memiliki keyakinan dan sudah mempelajari beberapa skill, tanpa bantuan Tombak Halilintar. Dan, saatnya menggunakan kemampuan dirinya.
[Konsentrasi energi pecahan jiwa fusion Pukulan Gigantik]
Energi berputar di kepalan tangan Riki. Dia harus membuka akses terlebih dahulu, dia harus menghancurkan dinding energi yang menutupi arena tersebut.
[Skill God Speed diaktifkan]
Wooosh! Wooosh!
Kecepatan tinggi digunakan, Riki mencapai dinding energi dalam waktu sekejap, dan pukulan kuat menghantam dinding tersebut.
Crak! Crak! Brush!
Prang!
Dinding energi itu hancur, Riki dapat menghancurkannya. Dari rumah-rumah penduduk bumi, mereka menyaksikan streamer yang memang dihidupkan oleh Guratin. Mereka dapat melihat Riki, yang datang dan berusaha untuk menyelamatkan bumi. Mereka semua berdoa, agar player dari Indonesia itu mampu mengalahkan Guratin. Hanya itu, kesempatan untuk menghilangkan bayangan monster yang muncul di seluruh sudut dunia.
Portal-portal masih menyala dan di bawahnya, ribuan monster dalam bentuk portabel masih menakutkan. Jika mereka hidup, mereka tak tahu seperti apa bumi dengan mengamuknya para monster tersebut.
Klap! Klap!
Riki turun dari udara, dia berjalan menuju ke arah Guratin yang berada di singgasana. Riki melewati banyak Player yang terluka di belakang. Mereka melihat Riki berjalan tenpa menoleh mereka. Tujuan Riki jelas, menghentikan proses penyatuan yang dilakukan oleh Guratin. Mereka semua menyadari, harapan itu hanya tersisa pada player bernama Riki tersebut.
Riki terus melewati para Player, dia melewati Gayatri dan juga Dinda yang sudah kelelahan, ada Kamuzu yang juga menyembuhkan heal banyak player. Segalanya telah berubah sekarang, para Player yang menjadi diburu dan para musuh yang memburu mereka.
Riki melewati semua player, kini di hadapannya pasukan Genos yang bersiap melindungi raja mereka, Guratin.
”Riki! Mari selamatkan dunia!” Gayatri tertatih maju dan mendekat di belakang Riki. Tak peduli hidup atau mati, mereka kini harus bertarung untuk menghentikan kejahatan.
”Aku juga, mari bertarung bersama!” Dinda maju
”Aku juga!” Kamuzu juga berada di belakang Riki.
”Aku juga!”
”Aku juga!”
”Mari bertarung habis-habisan!”
Banyak Player yang maju, para ksatria Player mereka mendukung langkah Riki. Mereka siap dengan kematian yang akan menghadang mereka. Mereka mendapatkan semangat baru dengan kedatangan Riki, dan mereka siap dipimpin oleh Riki untuk melawan pasukan Genos.
”Pimpin kami, Riki!” suara Bayu di belakang. Semua player setuju, mereka memang sudah lelah dan terluka. Namun, mereka harus menyelamatkan dunia!
Riki melihat mereka semua dan mengangguk, ”Mari bertarung bersama-sama!”
”Ha.. ha.. ha.. !” tawa Guratin terdengar kambali, ”Pertunjukkan yang sangat menarik, meskipun kalian akan mati. Namun, manusia memang selalu begitu. Pura-pura kuat meskipun mereka sebenarnya berada di ujung kematian. Aku suka itu, itulah manusia! Dan, aku akan menghancurkan semua harapan kalian semua!”
Guratin memerintahkan semua pasukan Genos bersiap, pertempuran akhir ini memang tak bisa lagi dihindari. Ini adalah pertarungan terbesar yang pernah ada di Sky Legend. Lima Legenda dan Lima Developer melihat hal itu. Terutama, Dae Jung, dia melihat bahwa harapan untuk Riki memang benar. Dia benar melakukan upgrade pada satu avatar game, dan kapsul yang dirancang khusus untuk memasukkan Riki. Ji Won telah bekerja dengan baik.
Harapan itu masih ada. Dae Jung ingin berteriak, tapi dia masih dibelenggu dan tak bisa berbicara sama sekali.
”Bersiap untuk menghancurkan semua manusia itu, prajuritku! Gunakan semua kekuatan yang sudah aku berikan pada kalian. Tunjukkan pada para manusia itu, bahwa mereka semua adalah sampah!”
”Baik Lord Guratin, hancurkan para manusia!” teriak para pasukan Genos.
Riki membuka kedua tangannya, dua energi dari telapak tangan Riki menyala. Para Player pun bersiap, mungkin itu adalah tanda player Riki sedang mempersiapkan perlawanan.
”Apa kalian akan diam saja, para Pengecut!” teriak Riki, para Player bingung siapa yang dimaksud pengecut oleh Riki.
”Kalian telah membuat permainan ini, lalu kalian tidak mau mengambil tanggungjawab ketika semuanya sudah kacau!” teriak Riki lagi.
Riki menggunakan energi dari dalam tubuhnya. Tubuhnya berpendar dan para Player sedikit mundur. Pecahan energi pecah dan membentuk energi panjang dan naik ke atas. Energi-energi itu seperti benang-benang energi yang terus naik ke atas. Saling bersinggungan dan berputar naik ke atas.
Tujuan dari energi-energi itu adalah ...
Tabung dari Lima Legenda dan Lima Developer.
Jadi, tujuan Riki adalah untuk membebaskan Lima Developer dan Lima Legenda. Apa dia bisa melakukannya?
”Hancurlah!”
Riki mengangkat kedua tangannya, menggenggamnya dan energi-energi itu menghancurkan tabung yang membelenggu para developer dan lima legenda.
Prak! Brush!
Tabung-tabung itu pecah, ikatan yang menyelubungi mereka hancur, dan mereka dapat bergerak di udara. Mereka telah bebas.
Guratin kaget, dia tak menduga bahwa Riki bisa melepaskan kekuatan dari item penjerat yang sudah ditanamkan pada lima developer, dan lima legenda Sky Legend.
Apa ada yang terlewat dari Riki? Guratin tidak memprediksi bahwa Riki mampu melakukan hal itu.
[Kunci dari ikatan Lima Developer, dan Lima Legenda adalah energi pecahan jiwa]
Riki tahu hal itu dari sistem yang muncul di depannya. Kalau itu adalah kunci dari Pecahan Jiwa, maka Riki sudah mampu menggunakan energi pecahan jiwa yang sudah diserapnya. Selama energi yang sama digunakan, maka kunci dan melepaskannya hal itu bisa dilakukan. Riki sudah mempelajari hal itu.
Sepuluh orang sudah bebas dan melayang di udara, sudah saatnya mereka bergabung dalam pertempuran.
”Mari bertarung bersama, Dae Jung!” suara Edmon yang hampir meneteskan airmatanya dan melihat ke arah Dae Jung.
”Tentu saja! Kita harus bertanggung jawab dan menyelamatkan bumi!”
Lima Legenda pun bersiap dengan energi mereka.
Dan, pertempuran besar pun terjadi.
”Maju!”