Legenda Tombak Halilintar

Pertarungan Riki vs Draken

Guratin melihat pertarungan antara Riki melawan Draken, dia tersenyum. Hal itu hanya menjadi pertunjukkan semata baginya. Hal itu hanya untuk menjadi penghibur sebelum semua tujuannya terpenuhi. Guratin memiliki misi sendiri, dia tak peduli dengan apapun yang akan terjadi. Tujuannya, hanyalah kehancuran bagi dunia manusia dan menguasai dunia yang sebenarnya.

Guratin melihat ke arah bola energi yang terus berputar. Sedikit lagi, Samman masih menjaga energi tersebut agar tetap stabil dan proses penyatuan hampir berhasil.

Bagi Guratin, tak peduli jika Draken menang atau pun kalah. Dia hanya memanfaatkan apa yang menjadi tujuan orang lain, lalu mempermainkannya! Seperti para manusia itu, mempermainkan karakter game seperti dirinya!

Wooosh!

Klang!

Susunan dari enam Jarum Halilintar tersusun menjadi tombak saling tersambung, ujung tombak bertemu ayunan tombak Draken. Riki dan Draken saling menyerang. Mereka berusaha menjatuhkan lawan pertarungan, mereka memiliki gerakan yang hampir sama dan kecepatan yang seimbang.

Klang!

Riki melayang di udara, mencoba memukul punggung Draken sambil memutar tombaknya, setelah berbenturan. Kecepatan digunakan, God Speed digunakan.

Kena!

Tidak!

Draken dengan cepat, membuat pergerakan cepat dan menahan pukulan Riki di belakang punggungnya. Sangat cepat dan mampu mengimbangi serangan cepat dari Riki.

”Aku sudah mengambil data tentang semua kekuatan dan skillmu, Riki! Jadi, kemampuanku juga mampu untuk meniru semua kekuatanmu!”

Draken mengayunkan tombaknya, berbalik berputar dan mencoba memukul Riki. Riki menahan serangan itu, benturan kembali terjadi. Serangan demi serangan, mereka berbenturan di semua sisi di udara. Pertarungan mereka seperti kecepatan cahaya, dan benturan terjadi di semua tempat. Mereka melesat bagaikan bayangan yang semuanya bertemu dalam benturan energi senjata mereka.

Klang! Klang! Klang!

Brush! Brush! Brush!

Pertarungan maha dewa! Semua player dan pasukan Genos sulit melihat pergerakan kedua petarung tersebut. Lima Developer melihat hal itu, tapi mereka sibuk dengan pertarungan mereka sendiri. Lawan yang mereka hadapi juga memiliki kekuatan besar. Musuh mereka adalah pasukan tertinggi dari Genos yang dimiliki Guratin.

Di sisi yang lain, Kariga dan Fang Yin berbenturan energi serangan mereka. Api hitam melawan api merah, serangan kedua penyihir ini juga merupakan pertarungan yang membara. Kariga adalah penyihir terkuat yang dimiliki oleh Guratin. Kemampuannya, masih bisa menahan serangan kekuatan api Phoenix yang dilepaskan Fang Yin.

”Tahan seranganku jika kamu bisa, Kariga!”

Woooshh!

[Api Phoenix membara, ultimate penyatuan double fire]

Wooooshh! Booom!

Ledakan besar terjadi, Kariga masih menahan dengan kekuatan api hitamnya. Dia berusaha menelan api serangan dari kekuatan Fang Yin dengan api hitam.

Wooosh!

Boomm!

Kariga tak bisa menghalangi serangan dari Fang Yin, energi serangan itu kuat sehingga Kariga terpental. Di pertempuran yang lainnya, para developer lainnya  juga bisa mengimbangi, dan bahkan unggul melawan lima pasukan inti dari Genos.

Di sisi lain, Draken mampu mengimbangi semua serangan Riki, kekuatan skill Riki mampu dibaca dengan baik oleh Draken. Skill kecepatan God Speed, Pusaran Badai, hingga serangan Spear Magic. Semua itu juga dimiliki oleh kekuatan Draken. Mereka menggunakan energi dan skill yang sama untuk berbenturan energi.

Woosh! Klang! Klang!

[Lawan anda menggunakan Pusaran Badai]

[Lawan anda menggunakan God Speed]

[Lawan anda menggunakan Spear Magic]

Booom! Booom!

Ledakan energi bertemu, serangan yang sama dan kekuatan yang sangat mirip. Keduanya, bagaikan dua kekuatan yang memiliki standarisasi yang sama. Keduanya  mengeluarkan energi yang serupa dan keduanya terus mendesak untuk menjatuhkan.

[Lawan anda menggunakan Tusukan Halilintar]

”Tunjukkan kekuatanmu, Riki! Mana kekuatan yang kamu banggakan selama ini! Apa yang selalu kamu sebutkan sebagai Legenda! Omong kosong!” teriak Draken.

”Berisik seperti biasanya, Tombak Halilintar!”

[Tusukan Halilintar diaktifkan]

[Tusukan Halilintar diaktifkan]

Spash! BOOOOMMMM!

Ledakan super besar, cahaya berpendar-pendar dari dua ujung tombak yang bertemu. Riki menekan dan Draken juga menekan. Dua pasangan yang selalu bertarung bersama, kini mereka saling menunjukkan siapa yang berhak menang dan bertahan.

”Legenda pembual! Kamu tidak akan pernah mencapai puncak dengan kekuatanmu saat ini, Riki! Lebih baik kamu menyerah!”

”Jangan pernah meragukan kesungguhanku, Tombak Halilintar. Apapun yang kamu katakan, aku tidak pernah mundur meskipun satu langkah!”

”Dasar bodoh!”

”Dasar berisik!”

Woooosh!

***

Seorang lelaki sedang duduk di atas batu besar dan memandang rerumputan hijau, langit begitu cerah. Pemandangan yang sangat indah.

”Apa kamu tahu, Tombakku! Jika bukan tanpamu, selamanya mungkin aku tidak akan memiliki peluang. Mungkin, aku akan terus menjadi pecundang dan sampah. Aku bangkit hingga hari ini, semua karena keberadaanmu.”

Suara lelaki player itu memecah angin sepoi yang mengipasi wajahnya.

Senjata tombak yang tergeletak, bersandarkan batu besar itu menyala.

[”Tidak seperti biasanya kamu curhat seperti itu, Riki. Biasanya kamu selalu bergaya, meskipun sebenarnya skillmu hanya ampas!”] suara Tombak Halilintar mengejek Riki. Namun, Tombak Halilintar merasa tersanjung dengan ucapan tuannya itu.

”Hmmm..., setidaknya aku bisa jujur padamu, Tombak Halilintar. Setidaknya, meskipun mungkin, ucapan ini hanya sekali saja bisa kamu dengar. Aku berterima kasih padamu, kamu  mengembalikan tekadku untuk mencapai puncak Sky Legend!”

[”Apa kamu pikir, kamu bisa mencapai puncak Sky  Legend, Riki?”] tanya Tombak Halilintar.

”Aku akan mencapai puncak itu, Tombak Halilintar. Tentu saja, karena aku selalu bersamamu. Kita akan mencapai puncak bersama, dan menjadi legenda terkuat yang ada di seluruh Sky Legend!”

[”Ah! Selalu seperti itu, kamu hanya sering membual menjadi legenda. Kamu selalu berisik!”]

Ha.. ha.. ha.. keduanya tertawa lepas.

[”Riki ..., seandainya, aku menghilang. Kamu akan sendiri, apakah kamu akan tetap ingin menjadi legenda?”]

Pertanyaan Tombak Halilintar memecah keheningan. Riki keget mendengar hal itu, membayangkan kehilangan Tombak Halilintar saja, sudah merupakan sesuatu yang tidak ingin didengarnya.

Namun, segala sesuatu bisa saja terjadi. Apalagi, Tombak Halilintar adalah sebuah item senjata game. Mungkin, Tombak Halilintar sedang menguji dirinya.

Riki berdiri, di atas batu besar itu dan membuka kedua tangannya.

”Aku akan berjalan seperti matahari, Tombak Halilintar. Aku tidak mau tahu tentang esok hari, tugasku adalah bersinar dan menjadi legenda. Aku hanya berharap, kamu selalu menemaniku. Bahkan, bisa jadi aku yang akan meninggal lebih dulu. Karena, kamu tahu, di duniaku tidak ada yang abadi. Aku bisa mati, dan kamu bisa hidup lebih panjang bukan?”

Hening!

[”Baiklah, tidak perlu dipikirkan. Kita akan menjalani perjalanan kita dan menjadi legenda!”]

Riki tersenyum, dia mengembil tombaknya itu dan melompat. Saatnya menjadi legenda!

***

BOOMMM!

Riki dan Draken terpental, mereka terdorong cukup jauh dan terbentur dengan ledakan besar. Mereka bangkit kembali. Bertarung kembali dan menggunakan kekuatan mereka.

[Pusaran Badai diaktifkan]

[Pusaran Badai diaktifkan]

Woooooshh!

”Kalahkan aku Riki, jika kamu ingin melawan Guratin!”

”Majulah, Tombak Halilintar!”

”Namaku adalah Draken!”

”Sial! Itu nama yang buruk!”

”Tapi, aku menyukainya!”

BOOOMMM!

***

[”Riki, apa kamu tahu. Sebenarnya nama yang kamu sematkan padaku. Aku kurang menyukainya. Aku, sang senjata legendary dan kau beri nama Tombak Halilintar. Lebih bagus nama lama, Dragon Spear.”]

Riki berhenti, dia sedang memasuki dungeon dan bersiap menghadapi monster di dalam dungeon.

”Aku tidak peduli, Tombak Halilintar adalah nama terhebat yang ada dalam pikiranku, Tombak Halilintar.”

[”Pikiranmu itu memang seperti kosong, Riki! Apapun yang kamu pikirkan pasti akan buruk!”]

”Diam kamu, Tombak Halilintar. Kamu sangat Berisik!”

[ .... kamu yang berisik!”]

”Sial!”

***

[Skill God Speed diaktifkan]

Kecepatan, Riki menolak energi setelah serangannya dihadang dengan tombak milik Draken. Dia berputar dan mengayunkan pukulan tangan kirinya. Serangannya akan berhasil dan sebuah pukulan mengenai bagian kiri belakang dari Draken.

[Pukulan Gigantik]

[God Speed diaktifkan]

Draken menggunakan kecepatannya, dia mampu menghindar dengan cepat. Namun, dia masih terkena serangan pukulan itu dan terhempas karena pukulan gigantik.

”Nama Draken adalah nama terburuk yang ada di pikiranku, Tombak Halilintar!”

Booom!

Draken membentur sebuah bukit dan meledak, dia bangkit dan melesat ke arah Riki. Dia memunculkan tombaknya yang semula menghilang.

”Kamu tak akan bisa mengalahkanku, Riki!”

”Maju saja, Berisik!”

[Tusukan Halilintar diaktifkan]

[Tusukan Halilintar diaktifkan]

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!