Legenda Tombak Halilintar

Legenda Akan Dimulai Kembali

”Riki! Riki! Ayo bangun Jagoan!”

Usapan di rambut membuat Riki mulai menggerakkan kepalanya, rasanya begitu nyaman. Mungkin, Riki sudah berada di surga. Begitu  pikiran Riki.

”Cepat bangun, Jagoan. Sudah siang!”

Riki mencoba membuka matanya. Itu adalah ...

”Ayah!”

Lelaki yang disebut ayah itu mengucek rambut Riki.

”Bangun, sudah siang. Ini memang hari minggu, tapi kamu tidak boleh bangun telat. Cepat bangun, ayah akan berangkat kerja dulu. Pabrik sudah hampir buka, nanti kamu dimarahi Ibumu!”

Riki masih bingung, dia pun duduk.

Sang ayah memeluk Riki dan mencium keningnya, dan dia pamitan untuk kerja.

Riki masih duduk di kamarnya. Masih menggoncangkan kepalanya, dia masih bingung. Ayahnya sudah keluar dan terdengar motornya berbunyi.

Riki melihat ke arah meja, kalender di dinding, jam beker. Dan, mata Riki melihat ke kalender, tanggal 02 Agustus xxxx.

Kenapa kalender tua di sini!

Riki mengucek matanya, melihat ke arah cermin. Dan, dia kaget bukan main. Wajahnya! Kenapa imut seperti itu. Dia masih kecil? Dia menyadari sesuatu, semua memori berputar dalam pikirannya. Aku sudah  menghancurkan Sky Legend! Aku adalah legenda game!

Kalender!

Ini adalah hari di mana ayahnya meninggal dunia karena kecelakaan! Dia masih SMP saat itu, kelas dua SMP tepatnya.

Apakah dia kembali hidup di masa kecil?

Dia harus menyelamatkan Ayahnya!

Riki berlari keluar kamarnya, dia melihat Ibunya sedang memandikan bayi kecil. Itu adalah Sendi kecil! Dia benar-benar kembali di masa kecil!

”Riki! Mau kemana kamu!” teriak Ibu Irma.

Riki bingung, ”Minuman Ayah tertinggal Bu, Riki akan mengejarnya!” teriak Riki.

”Hati-hati, Riki!”

Riki berlari keluar, ayahnya sudah menghilang. Dia tidak boleh terlambat, dia mengingat kecelakaan ayahnya dulu, terjadi di perempatan jalan utama.

Riki terus berlari, dia sudah kehilangan jejak ayahnya.

Dia tidak boleh terlambat.

[Skill digunakan, God Speed]

Wooosh!

Apa-apaan ini. Riki hanya berpikir seperti di dalam game, tapi dia berlari sangat kencang seperti kilat.

Ini luar biasa!

Bahkan, Riki tak terlihat siapapun karena cepat. Dia melompati gedung, berlari cepat di atas genting rumah. Ini luar biasa. Dia harus cepat. Sistem game benar-benar nyata, dia kembali hidup dan bahkan memiliki kekuatan seperti di dalam game.

[Player Riki, anda memiliki akses kekuatan Sky Legend]

Riki melompati gedung, melewati pepohonan dan mencapai sebuah gedung tinggi. Perempatan itu terlihat, tempat kejadian kecelakaan ayahnya dulu.

Dari arah jalan besar, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi terlihat. Mobil itu tak terkendali, kecelakaan ayahnya dulu bertabrakan dengan mobil dengan kecepatan tinggi. Dari arah jalan gang, motor ayahnya terlihat dan sudah dekat dengan mobil dengan kecepatan tinggi itu.

Inilah kejadian itu!

Ayahnya naik motor dan mendekati jalan besar, sementara mobil dengan kecepatan tinggi datang. Mobil oleng tidak terkendali dan mengarah pada motor ayahnya.

[Skill pusaran badai diaktifkan]

Riki melompat dengan cepat, dia menggunakan energi halilintar untuk menyambar dan menghilangkan jejak.

JEGLAAARR!.

Halilintar menyambar tepat sebelum mobil berkecepatan tinggi menabrak motor ayahnya. Angin terlihat kencang bersama sambaran halilintar, Riki melompat dengan kecepatan tinggi. Motor ayahnya oleng dan jatuh di pinggir jalan, sebelum sempat dihantam mobil. Mobil didorong oleh Riki dan berbelok arah.

Ayahnya selamat, tapi dia pingsan di samping motor.

Riki mendekat ke arah ayahnya yang pingsan. Kejadian itu masih pagi dan terlihat sepi, mobil yang berhenti terlihat berasap. Ada suara batuk di dalam mobil, Riki sadar harus menolong penumpang mobil tersebut.

Riki berlari dan memegang mobil, mobil itu sangat panas. Mobil akan meledak karena asap semakin mengepul. Dua penumpang, lelaki dan perempuan yang tak bisa bergerak. Si wanita pingsan dan lelaki itu terbatuk-batuk.

Riki menarik pintu mobil, sulit karena terkunci. Terpaksa, Riki menggunakan kekuatannya dan menarik paksa. Pintu terlepas. Riki membantu wanita itu turun dan menarik lelaki yang terbatuk-batuk.

”Cepat, Pak. Keluar, mobil akan meledak!”

Riki berhasil menjauhkan keduanya dari mobil. Dan, mobil itu benar-benar terbakar. Bantuan mulai datang. Mereka terluka dan dibawa ke Rumah Sakit. Riki terpaksa membantu Ayahnya dan di bawa ambulance. Ibu di rumah sudah dikabari, dan Riki menunggui ayahnya di Rumah Sakit hingga siuman.

Apakah ini nyata?

Riki masih terduduk di koridor Rumah Sakit. Dia tak percaya dengan apa yang terjadi. Pertama, kehancuran dunia tak terjadi. Kedua, dia kembali ke masa kecil. Dan, ketiga dia bisa bertemu dan menyelamatkan ayahnya. Apakah ini mimpi!

Ah!

Riki mencubit lengannya sendiri, rasanya sakit. Dan lebih aneh lagi, kekuatan dalam game yang masih dimilikinya.

Dua orang berjalan mendekati Riki yang tengah duduk.

”Hai Nak, siapa namamu?” tanya lelaki itu dan ikut duduk di samping Riki, isterinya juga ikut duduk.

”Riki, Paman.”

Riki tahu, lelaki itu adalah dua orang yang berada dalam mobil yang seharusnya menabrak ayahnya. Kecelakaan yang membuat ayahnya meninggal  dalam kecelakaan maut.

”Terima kasih karena sudah membantu kami, kami tidak tahu mobil kami tidak bisa dikendalikan dan hampir menabrak ayahmu.”

Riki tersenyum, ”Lain kali, hati-hati Paman.”

Saat itu, ayah Riki pun sudah siuman. Dia hanya diperban di sikunya yang terluka. Ayah Riki dan dua orang pengemudi mobil pun saling menyapa. Mereka tidak masalah dan mengobrol akrab. Mereka saling bertukar nama.

Saat itu, dari lorong muncul beberapa orang, dan mereka segera menuju ke tempat Riki.

”Ayah, Ibu. Kalian tidak apa-apa!” seorang gadis kecil membawa sebuah boneka datang bersama pengasuhnya.

Riki masih duduk dan tak mengerti, apakah ini nyata atau tidak. Namun, ini adalah kenyataan. Dia telah kembali, tapi dalam kondisi masih kecil. Percakapan yang ramai, Riki tak peduli dan masih memikirkan apa yang harus dilakukannya sekarang.

”Hei, namamu Riki kan?” suara kecil mengagetkan Riki.

Riki pun menyadari bahwa ada orang yang memanggilnya. Dia sadar dari lamunannya.

Riki melihat gadis yang memegang boneka itu, dan pandangannya tertancap pada wajah gadis tersebut. Dia mirip dengan...,

”Terima kasih karena sudah menolong Ayah dan Ibuku, kata Ayahku kamu hebat karena tak takut menolong orang lain.”

Riki mematung dan masih melihat wajah gadis kecil itu.

”Oh ya, apakah kamu juga pernah bermain Sky Kingdom. Kita bisa bermain bersama dan membuat kerajaan dengan para Dwarf!” kata gadis itu lagi.

”Apakah kamu bernama ..., Suci?” tanya Riki, suara itu yang langsung keluar dari mulut Riki yang gemetaran.

”Apakah Ayahku sudah mengenalkanku padamu?” tanya gadis kecil itu balik.

”Apakah kamu, Suci?” tanya Riki lagi.

Gadis kecil itu terdiam sejenak.

”Benar, namaku Suci. Nama di dalam Sky Kindom-ku adalah Dark Shadow!”

Airmata Riki tak bisa ditahan. Dia menangis, dia bahkan bertemu Suci di awal segalanya.

”Kenapa kamu menangis?”

Riki mengusap airmatanya, ”Tidak apa-apa, melihatmu baik-baik saja sudah membuatku bahagia.”

Suci heran dengan sikap Riki. Riki pun berjalan karena ayahnya sudah memanggil. Mereka berpisah dan Riki sudah tahu, segalanya baru dimulai. Mulai sekarang. Semuanya akan berbeda. Legenda Sky Legend! Akan dimulai kembali.

Sebelum pergi, Riki berpesan pada keluarga Suci. Mobil yang ditumpangi oleh ayah Suci sudah dibuat remnya blong. Ada yang mencoba membunuh mereka berdua, dan tentu saja. Riki menyembunyikan sesuatu kalau adik dari ayah Suci yang sudah melakukannya.

Riki meminta untuk kedua orangtua Suci untuk menyelidiknya. Dan, Riki akan membantu dari belakang dengan mengungkap dalangnya.

Riki pun meninggalkan koridor rumah sakit bersama ayahnya. Ibunya, Irma dan bayi kecil Sendi menunggu mereka.

Dari jauh, Suci melihat kepergian Riki.

”Bocah ajaib!” begitu komentar ayah Suci, ”Sepertinya, dia adalah seorang superhero!”

”Apakah ayah sudah mencatat nomor ayahnya?” tanya Suci.

Sang ayah pun tersenyum, ”Sudah nak, kita harus berterimakasih dengan baik padanya.”

 

 

Alhamdulillah, selesai juga.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!