Legenda Tombak Halilintar

Keluarga dan Petualangan Baru

Update terbaru memang menggiurkan bagi Player dengan adanya kristal darkness. Hal itu karena kecepatan leveling Player, dan juga keuangan mereka akan semakin cepat berkembang. Mereka yang membutuhkan uang di dunia nyata, pasti akan tergiur mendapatkan kristal darkness.

Uang adalah segalanya, bahkan mereka yang tidak memiliki iman, uang adalah tuhan bagi mereka.

Hal ini pun terlihat karena di dalam game Sky Legend. Banyak Player yang memilih menjadi penjahat, karena tergiur untuk mendapatkan uang dan kekuatan lebih banyak dengan jalan cepat.

Evans berbisik pada Riki, ”Seharusnya kamu ikuti apa yang aku lakukan, Riki. Kamu akan bisa cepat naik level jika kamu mengkonsumsi kristal darkness.”

Lagi-lagi, Evans menggoda Riki, tapi Riki tahu bahwa Evans juga hanya sekedar omong kosong semata. Hal itu pasti yang dipikirkan Evans karena Riki Stagnan di level rendah, dan hanya menjadi kuli mencari kristal di dalam game.

Riki juga tahu dari Prilly sebelumnya, kristal darkness akan menaikkan level menjadi 1,5 kali lebih cepat, ketimbang kristal biasa atau bahkan kristal justice. Kristal justice sama dengan Diamond biasa, namun dia diberikan sebagai hadiah bagi player yang melakukan misi kebaikan di dalam Sky Legend.

”Apakah kamu membunuh Player lain untuk mendapatkan kristal darkness, Evans?” tanya Riki penasaran.

”Tentu saja tidak separah itu, Riki,” Evans mendekatkan bibirnya ke telinga Riki, ”Aku hanya mengganggu para Player pemula, ketika mereka akan berburu Rabbit atau bahkan Big Rabbit. Mereka adalah Player baru, jadi aku mengganggu mereka agar tidak mendapatkan buruan mereka.”

”Kamu tidak boleh melakukan hal itu, Evans. Kamu sudah membully para Player pemula.”

”Mau bagaimana lagi, itu adalah cara paling rendah untuk mendapatkan kristal darkness. Aku tidak mau melakukan sesuatu yang lebih jahat dari itu. Anggap saja, itu sekedar jahil,” kata Evans membela diri.

Game semakin aneh dengan update patch terbaru Sky Legend. Ada sesuatu yang sedang dipikirkan dan akan dikembangkan oleh pengembang. Seperti kata Tombak Halilintar, akan ada perubahan meta besar pada game selanjutnya, setelah update terbaru tersebut.

[”Kamu harus naik level dengan cepat, Riki. Sesuatu yang buruk sedang terjadi dalam Sky Legend. Jadi, kamu harus menjadi lebih kuat dengan cepat, melebihi siapapun.”]

Suara Tombak Halilintar lagi dalam manipulasinya sebagai gelang di tangan Riki.

”Oya Riki, kamu sudah di level berapa sekarang? Apakah kamu setidaknya sudah level 25 atau lebih bukan?” tanya Evans masih penasaran. Dia begitu ingin melihat rekannya itu naik level di level 30, sehingga mereka bisa melakukan raid bersama.

”Tenang saja, kamu naik level saja terus dan kita pasti akan bermain bersama lagi nanti. Ingat pesanku, tidak perlu kau gunakan lagi kristal darkness. Meskipun di dalam game, kamu harus menjadi seorang yang baik dan pahlawan, Evans.”

Evans mengangguk pelan, masih seperti yang dulu. Evans percaya bahwa rekannya tersebut selalu membela kebenaran dan selalu mengagungkan keadilan. Dari dulu, dia begitu menghormati Riki, meskipun dia selalu dihina mahasiswa yang paling miskin dan paling payah di kampusnya. Namun, jiwa patriotismenya untuk membela keadilan tak pernah luntur. Dan, dia selalu bermimpi menjadi pahlawan yang mengguncang dunia. Meskipun tak masuk akal, tapi Riki selalu berbuat baik di manapun dia berada.

”Kalian ribut terus, Riki! Evans!” teriak pak Lukman di depan kelas.

”Maaf Pak!” teriak Riki dan Evans hampir berbarengan. Rekan-rekannya hanya menggelengkan kepala mereka. Sudah payah di dunia nyata, dan payah juga di dalam game. Dasar sampah!

Para Mahasiswa itu berbisik dan Riki mampu menangkap hal itu. Kekuatan pendengaran dan inderanya benar-benar diperkuat, dengan adanya gelang dari Tombak Halilintar yang berkamuflase.

Waktu pulang kuliah, itu adalah saat paling bahagia bagi Riki. Dia sudah menjual cukup banyak kristal. Dia akan pergi ke sales property terlebih dahulu untuk membeli sebuah rumah sederhana dengan kisaran harga setengah milyar. Setidaknya, mereka tidak akan lagi bingung dengan cicilan rumah kontrakan. Itu adalah hadiah terindah buat Ibu dan adik lelakinya.

Riki langsung menemui sales property. Dia mendapatkan brosur, memilih salah satu rumah yang cukup bagus. Rumah itu tidak jauh dari tempatnya sekarang tinggal. Cash, Riki bersama sales itu melihat rumahnya, dan Riki pun cocok. Dia langsung mengirim transfer dari uang hasil menjual kristalnya.

Kunci rumah sudah diserahkan, berkas dan kelengkapan sudah selesai ditandatangani. Si Sales bahkan bertanya pada Riki, di usianya yang masih muda sudah bisa membeli rumah. Riki pun membuka percakapan, bahwa dia menghasilkan kristal di dalam Sky Legend. Dan, sales tersebut ternyata juga bermain game tersebut.

Namanya Riko, dia hanya bermain untuk kesenangan saja, dan tidak berburu sepenuhnya. Dia hanya sekedar mengisi waktu senggang ketika bosan, dan hanya menikmati Sky Legend untuk berkeliling di dunia fantasi yang indah. Dia tidak tertarik untuk naik level atau bahkan menjadi top global. Bahkan, dia mencari pasangan jika bertemu player yang cocok dengannya.

Sungguh aneh! Tapi, itulah manusia. Riki tidak akan menyalahkan apapun, setiap orang memiliki mimpi dan harapan sendiri-sendiri di dalam hidupnya. Mereka punya impian berbeda dan tentu saja, mereka punya pilihannya untuk menetapkan tujuan hidupnya. Setiap orang berhak memiliki itu semua.

Salah satunya adalah, Riko. Dia tak peduli dengan top global atau pertempuran dahsyat dengan para monster. Dia hanya ingin bersenang – senang, dengan destinasi di dunia Sky Legend. Sesimpel itu, dan dia sudah menikmatinya dengan baik.

Mereka pun berpisah. Riki pulang dan disambut Ibunya, Sendi juga sudah pulang dari sekolah.

”Ibu, besok kita akan pindah rumah.”

Bu Irma yang masih memijat kakinya kaget, Riki kemudian mendekat lagi dan memijit kaki ibunya tersebut. Sendi yang masih belajar kemudian ikut mendekat, dan ikut memijit kaki Ibunya juga. Riki dan Sendi memijat masing-masing satu kaki.

”Kenapa harus pindah, Riki? Kita masih bisa membayar kontrakan ini dengan lancar. Kamu harus tahu nak, Ibu akan berusaha untuk tetap bekerja membantu tetangga untuk mencuci, atau membersihkan rumah mereka. Itu pasti cukup, Riki.”

Riki tak bisa menahan airmatanya. Dia menjadi anak yang benar-benar durhaka hingga sekarang. Bahkan, hanya untuk kesenangannya bermain Sky Legend. Ibunya harus menjual lahan kebun terakhir, sehingga bisa membeli kapsul game Sky Legend.

Mereka ditimpa kemiskinan, dan akhirnya rumah kecil mereka terjual, dan mereka harus mengontrak.

”Kenapa Kakak menangis?” tanya Sendi, dia juga ikut meneteskan airmatanya.

Riki tak bisa lagi berkata, dia merangkul ibu dan adiknya bersamaan. Dunia ini begitu kejam pada mereka yang miskin, dan tak memiliki apa-apa. Riki tak bisa menahan lagi tangisnya. Mereka bertiga pun larut dalam tangis mereka masing-masing. Hingga cukup lama, tangis mereka pun mereda.

Riki mengeluarkan sebuah kunci, ada tiga kunci dan dua diantaranya kunci cadangan.

”Riki membeli rumah untuk kita, Ibu. Riki mendapatkan uang yang cukup dari game, dan menjual kristalnya untuk dijadikan uang. Ini uang halal, Ibu.”

Riki memberikan kunci itu pada Ibunya untuk disimpan, dan lagi-lagi Ibunya tak kuasa menahan tangisnya. Mereka syahdu dalam tangisan, berkah Tuhan akhirnya datang, dan mereka bisa hidup seperti orang normal kebanyakan. Setiap saat, mereka selalu diburu oleh tagihan dan terjepit hutang.

Rik janji, mulai sekarang. Semua akan berubah.

[”Sial! Aku jadi terharu juga. Kalian sungguh keluarga yang sangat bahagia!”] Tombak Halilintar bahkan ikut berkomentar.

***

[Selamat datang di Sky Legend]

[Anda memasuki awal permainan, Kota Mercury]

Saatnya untuk menjadi Legenda kembali.

[”Ayo maju, Riki!”] seperti biasa, Tombak Halilintar begitu bersemangat.

Legenda baru, dimulai! Tombak Halilintar berkamuflase menjadi tombak biasa, mereka akan melakukan solo leveling dengan cepat.

”Tombak Halilintar, katakan padaku apa yang harus aku lakukan agar aku cepat naik level sekarang!” Riki bertanya pada Tombak Halilintar. Dia tahu bahwa untuk masuk Dungeon dia harus membuat tim raid. Namun, jika dia ingin solo leveling sendirian di Dungeon, maka dia harus level di atas 100. Jadi, dia merasakan tepat untuk bertanya pada Tombak Halilintar.

[”Ada dua cara yang bisa kamu lakukan, Riki. Pertama, kamu bisa mengikuti Battle Player atau yang kedua, kamu menaiki Menara Sky Legend.”]

Riki memang pernah mendengar hal itu, Battle Player dan Menara. Battle Player adalah pertarungan personal player atau bahkan tim squad. Mereka akan mendapatka experience lebih banyak dan cepat naik level jika memenangkan pertandingan. Kedua, dengan menaiki Menara di dalam Sky Legend.

Player yang menaiki Menara lebih sedikit ketimbang yang bertarung di arena Battle Player. Monster kuat, dan pertarungan mengerikan menunggu di dalam menara. Namun, itulah yang dicari oleh Riki. Naik level dalam kesenyapan, meskipun harus mati dan tersiksa. Itu adalah jalan yang harus ditempuh oleh seorang legenda.

”Kita akan memasuki menara, Tombak Halilintar!” Riki juga sudah berlatih setiap hari ketika di dunia nyata. Tombak Halilintar yang berkamuflase menjadi gelang di dunia nyata, mengajari Riki untuk berlatih menusuk dan fokus pada kekuatannya. Tusukan tombak milik Riki sudah mencapai tingkat yang tinggi.

Skill terkuat Riki adalah Tusukan Halilintar, dia berlatih dan melatih hal itu sebagai fokus dari serangan damage yang kuat. Riki menusuk dengan berulang kali melakukannya, dia semakin efisien dalam melakukan tusukan, dengan senjata tombak latihan di dunia nyata. Menusuk dan terus menusuk.

[Simcal di gunakan, area tujuan. Menara Mengerikan di Sky Legend]

Mereka sampai di menara ujian dengan menggunakan Simcal, kristal 100 digunakan untuk konsumsi biaya dengan Simcal karena Menara Sky Legend letaknya sangat jauh dan bahkan di sebut sebagai ujung dunia di dalam dunia Sky Legend.

Menara di depan Riki, besar dan menyeramkan. Menara dengan besar seperti gunung dan tingginya menjulang ke langit, yang tidak terlihat ujungnya sama sekali. Tempat paling menakutkan bagi sebagian besar Player Sky Legend.

Riki mendekati gerbang pintu masuk ke Menara.

[Deteksi Player, Riki Level 46. Akses diterima]

Saatnya memulai petualangan baru!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!