Legenda Tombak Halilintar
Skill adalah Keahlian, bukan Omong-kosong!
Misi di lantai 14 cukup menantang dan berbeda. Riki akan dipasangkan secara acak dengan Player lainnya. Tim terbentuk dari dua orang Player. Dua orang Player bekerjasama untuk mengalahkan musuh yang harus mereka kalahkan untuk naik ke lantai selanjutnya.
Tidak masalah! Riki akan berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan monster yang akan menjadi ujian di lantai 14.
Riki memegang tombaknya, dia menunggu untuk dipasangkan dengan Player yang akan menjadi satu tim dengannya. Siapa pun yang akan dipasangkan dengannya, Riki tidak peduli. Dia hanya membutuhkan kekuatan untuk naik level lebih cepat, dia harus menaiki hingga akhir dari semua lantai dalam menara ini.
Tombak Halilintar nampaknya masih bosan di lantai bawah di dalam menara ini. Dia pun meminta izin pada Riki untuk shut down. Dia menyimpulkan bahwa di lantai bawah ini, Riki dapat menyelesaikan semua ujiannya dengan mudah. Tak perlu keterlibatan Tombak Halilintar dan mengajarkan pertarungan strategi pada Riki.
[”Aku akan diam saja dan menikmati konsumsi hadiah item, aku akan istirahat. Jika kamu membutuhkanku atau kamu terdesak, maka bangunkan aku saja, Riki.”]
”Tentu saja, Tombak Halilintar. Biarkan aku Solo leveling dulu.”
[Konfirmasi Rekan tim, Selena]
Penjelasan sistem, sepertinya Riki menunggu cukup lama, dan dia disandingkan dengan Player baru yang akan menjadi bagian dari timnya. Selena! Seorang wanita rupanya.
[Kalahkan Dark Magician, Lantai 15 akan terbuka untuk Anda]
Sebuah bayangan muncul di depan Riki, itu adalah seorang Player. Mungkin, itulah Player Selena yang baru saja disebutkan sistem. Player yang baru muncul, memakai penutup kepala yang menjadi bagian dari bajunya. Armor kuat menghiasi tubuhnya, dan dia mirip dengan pahlawan super dalam film-film Superhero. Namun, wajahnya juga sangat cantik dan putih kemerahan. Mungkin, dia orang Eropa.
”Kamu adalah..., teman satu tim denganku?” tanya wanita itu tegas.
”Benar, namaku adalah Player Riki dari Indonesia.”
” Hal itu tidak penting! Selamat karena kamu telah menjadi satu tim denganku, bahkan jika kamu diam saja, kamu akan naik ke lantai selanjutnya. Aku sedang terburu-buru, jadi ayo selesaikan Dark Magician itu!” kata Selena begitu percaya diri.
Riki tersenyum, begitu banyak di Sky Legend yang memiliki karakter percaya diri, atau bahkan terlalu percaya diri. Kadang, mereka yang sudah sombong dengan kemampuannya akan meremehkan Player lainnya. Apalagi, jika mereka tahu bahwa Player itu jauh di bawah dirinya untuk rank. Para Player level rank tinggi, terkadang mereka tanpa sengaja membully Player lemah dan rank levelnya rendah.
Wanita itu terus berjalan, meninggalkan Riki di belakang. Riki menghembuskan napasnya perlahan, biasa! Seperti itulah dalam dunia game. Terkadang, ada Player yang memang merasa sudah sangat jago bermain, dan meremehkan orang lain. Memang, ada beberapa Player yang memang sesuai dengan kemampuannya dalam hal kesombongannya, namun ada juga yang hanya bisa omong besar.
Faktanya, Player tidak akan diketahui mampu bermain dengan baik jika belum bertarung dan memperlihatkan skill dan permainan yang epic. Jadi, Riki mencoba untuk berprasangka baik pada wanita yang meninggalkannya tersebut. Jika benar, maka Riki tidak perlu susah-susah untuk naik ke lantai selanjutnya. Semoga saja, player bernama Selena memiliki kemampuan skill yang kuat dan dapat mengalahkan monsternya dengan cepat.
Lahan terbuka dan di depan sana, seorang wanita yang tertutup dengan jubah sedang melayang di udara. Dia memperhatikan Player wanita yang bernama Selena, dan Riki yang berjalan di bawah.
”Tunjukkan kemampuan kalian! Apakah kalian layak untuk melewatiku, dan meneruskan petualangan kalian!” teriak wanita yang melayang tersebut.
Crak! Crak! Brush!
Tanah tempat mereka berpijak retak, dan golem dengan tinggi empat meter muncul di beberapa tempat setelah tanah pecah. Mereka Golem yang terbuat dari tanah, sehingga tubuh mereka terlihat kekar dan keras.
[Dark Magician mengeluarkan summon makhluk Golem, kalahkan Dark Magician untuk memasuki lantai 15]
”Golem-golem sialan ini!” Selena menarik kedua pedangnya, pedang itu berbentuk Nano atau disimpan dalam inventorynya. Senjata itu keluar dan bercahaya, Selena langsung menerjang dan menghantam Golem-golem tersebut. Dia memutar tubuhnya, menghindari serangan Golem. Selena berputar ke udara, dan dua Golem langsung hancur. Serangan kuat dari Selena mampu menghacurkan Golem tanah yang dibentuk Dark Magician.
Golem tanah muncul di semua tempat, mengepung Riki dan juga Selena. Golem-golem itu dikendalikan oleh Dark Magician.
[Dark Magician memanggil makhluk golem tanah. Mereka muncul dan dikontrol dengan kekuatan kuat dari penyihir Dark Magician. Kekuatan mereka tidak bisa dikalahkan dan mereka bisa bangkit kembali dengan kemampuan Dark Magician]
Riki diserang dari beberapa arah, mereka melompat dna menghantam bumi.
Boom!
Riki mundur ke belakang, dan menusukkan tombaknya ke leher Golem yang mencoba menyerangnya, tapi Riki lebih dulu menghantam Golem tersebut.
Crash! Brush!
Golem tanah itu hancur. Baik Selena maupun Riki, mereka dapat mengalahkan Golem-golem itu. Namun, mereka bisa dibangkitkan lagi oleh Dark Magician, dan batu yang hancur terbentuk lagi. Jumlah para Golem itu juga puluhan dan tak ada habis-habisnya.
”Sial! Kalau begini terus gak ada habisnya!” kata Selena. Dia melompat ke atas, ultimate diberikan, dan dua energi pedangnya berputar. Riki diminta merunduk, dan semua Golem hancur seketika! Mereka semua pecah oleh energi kuat dari Selena.
Brush!
”Sudah berakhir, energi mana power milikmu pasti sudah habis Monster. Saatnya untuk mengakhiri nyawamu!” teriak Selena, dia bersiap hendak melesat terbang, menuju Dark Magician.
Klap!
Sesuatu nampak aneh, Selena tak bisa melompat ke atas. Sesuatu membelit kedua kakinya! Dan, senyuman sinis terlihat dari Dark Magician yang masih melayang di udara. Tanah di bawah Player, semuanya menjadi hitam dan seperti ada tangan-tangan hitam keluar dari tanah serta menjerat Selena dan Riki. Tangan-tangan dari tanah yang berwarna hitam, jeratan segel itu menjerat dua Player tersebut.
Dari atas, Dark Magician membaca mantra dan spear hitam yang dipenuhi asap kehitaman keluar dari sisi-sisinya. Satu terbentuk, dua dan akhirnya puluhan spear raksasa terbentuk. Semuanya seperti asap yang memiliki asap hitam bergoyang. Bagaikan api yang mengelilingi spear magic milik Dark Magician.
”Matilah kalian semua!” teriak Dark Magician. Puluhan Spear hitam menyerang berbarengan pada Riki dan Selena. Selena melihat itu, dia menggunakan energinya, tetapi jeratan hitam itu tak bisa dia hancurkan.
”Tidak! Aku tidak mau Log out! Aku harus lulus di ujian lantai ini!” teriak Selena.
Tim tetaplah tim bagi Riki, dia memusatkan energinya. Bayangan yang mengekangnya hancur berkeping-keping. Hal itu karena Riki memiliki mental yang kuat dan mampu menghilangkan ilusi. Riki paham bahwa Dark Magician menggunakan Ilusi, mereka yang terpengaruh ilusinya adalah mereka yang mentalnya mudah dipengaruhi.
Spear Hitam yang menyerang Riki dan Selena tentu berbeda, mereka semua asli. Jadi, Riki melesat dan menghadang semua serangan Spear hitam itu.
[Skill Pusaran Badai diaktifkan]
Syuungg! Brush!
Riki maju dengan tombaknya. Dia juga harus melindungi rekan setimnya. Maka, dia pun harus menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan Dark Magician.
Booom!