Legenda Tombak Halilintar

Memulai Battle Player (2)

Arena champion yang besar, battle player memang mengagumkan untuk dilihat sebagai tontonan mereka yang suka dengan pertarungan.

Semua Player yang hadir dan berjalan di semua tempat, arena di semua sisi. Ini sangat hebat! Player yang akan melakukan Battle Player, bisa mendaftarkan dirinya dalam battle player resmi di Gladiet. Bagi Player yang memilih tantangan, maka mereka bisa melakukan pertarungan dengan lawan level tinggi. Mereka akan mendapatkan hadiah besar dan pencapaian level yang tinggi untuknya.

Kebanyakan para Player yang bertanding adalah level minimal level 100. Player dengan level di bawah 100, mereka hanya menjadi penonton, atau mereka melakukan battle tim player dalam Gladiet tersebut.

Di tiap arena, ada pertandingan yang memperebutkan hadiah besar. Para penonton ada yang bertaruh untuk hal itu. Setiap kerajaan juga membawa pasukan terkuat mereka untuk bertandingan di Gladiet. Hal itu untuk membuat kerajaan mereka terlihat kuat, jika jagoan mereka menang dalam pertandingan. Beberapa kota juga demikian, mereka mengutus utusan yang siap mengharumkan nama kota.

Riki pun sudah mendaftarkan dirinya. Bagian penerima pendaftaran menasehati Riki, agar berhenti dan lebih baik ikut ketika levelnya sudah tinggi. Riki tidak mau dan tetap mendaftarkan dirinya, kasir tersebut pun tak peduli lagi. Jika memang mau mati, maka itu bukan urusannya.

Riki mengharapkan segera mendapatkan giliran, agar dia bisa segera bertanding. Dia harus segera mendapatkan level 100-nya. Itu merupakan tantangan dari Tombak Halilintar untuk bisa segera memasuki dungeon seorang diri. Dan, Sky Lord menjadi tujuan dari Riki untuk mendapatkan hadiah besar di dalamnya.

Riki menunggu panggilan akan dipertandingkan dengan siapa nantinya. Tiap arena ada pertandingan. Mereka menggunakan skill kekuatan mereka masing-masing. Pertunjukan yang menarik di tiap arena. Bahkan, ada monster yang memang dihadirkan untuk ditantang siapapun oleh Player.

Riki mendapatkan panggilan, dia bertanding dengan Player Heigel. Level 101. Riki tidak bisa dipasangkan dengan Player di bawah level 100 karena tidak ada. Dia pun naik ke salah satu menara, di sana juga sudah siap Player Heigel dengan wajahnya yang penuh senyuman. Sepertinya, Heigel mengira bahwa dia akan menang dalam sekali serangan saja. Pandangan itu adalah pandangan meremehkan seperti biasanya.

Pertandingan mereka dimulai dan wasit NPC menjelaskan pada mereka. Mereka akan kalah jika menyerah, atau tidak berdaya dalam pertandingan. Tidak boleh ada pembunuhan, itu peraturannya.

Riki bersiap, dia melihat para penonton semuanya. Mereka tidak dianggap, para penonton lebih suka melihat pertandingan yang memiliki level lebih tinggi. Mereka tak peduli dengan level seperti Riki maupun Heigel. Riki pun tidak peduli, tidak ada yang menonton bukanlah masalah, kini tujuannya hanyalah naik level!

”Kenapa kamu tidak menyerah saja?” kata Heigel dan mencabut pedang besarnya.

”Kita belum mencobanya, jadi ..., kenapa tidak bersenang-senang dulu,” jawab Riki.

Ucapan Riki membuat Heigel menjadi marah dan diremehkan. Dia menerjang ke arah Riki, level 101. Serangan yang kuat untuk menghempaskan Player lemah di bawah level 100. Namun, Riki berbeda dan dia mengayunkan tombaknya.

[Pusaran badai diaktifkan fusion Perisai Basilisk]

Woosh!

Serangan kuat dari Heigel ditahan dengan Perisai Basilisk yang tercipta di depan Riki.

Heigel kaget, bagaimana defensif energi yang kuat itu mampu menahan serangan kuatnya? Dan, saat Heigel menyadari hal itu. Sebuah pukulan dengan cepat sudah menghantam perutnya dengan kuat. Hingga, Armor yang dipakainya pecah dan dia terpental.

[Perisai Basilisk diaktifkan]

[Pukulan Gigantic diaktifkan, pukulan gigantic adalah pukulan skill karena mengalahkan banyak raksasa. Kekuatan Gigantic Fist]

Riki juga mempelajari pukulan, hal itu penting di mana suatu saat dalam pertarungan. Riki harus bisa menggunakan pukulan kuat, jika Tombak Halilintar tak bisa dipegangnya atau sedang terpental. Bisa jadi, suatu hari Riki harus bertarung dengan musuhnya dengan tanpa senjata. Maka, pukulan menjadi andalan baginya.

Pukulan keras Gigantic mampu menghempaskan Heigel, dan Heigel menyerah. Heigel tak menyangka pukulan itu mampu melukai bagian dalam tubuhnya. Dia sulit untuk bergerak lagi dan dia pun menyatakan menyerah. Riki mendapatkan hadiah dan levelnya naik. Saka perlu lawan yang lebih kuat lagi, dia harus naik level hingga level 100.

Riki diminta untuk menunggu kembali, dia akan menerima tantangan lagi ke depannya. Namun, ada sesuatu yang terjadi di arena paling tengah. Seorang lelaki kekar setinggi dua meter dan armor emas di tubuhnya. Dia menjadi pusat perhatian, dan semua penonton fokus padanya. Para Player yang sudah bertarung pun memperhatikannya. Ada sebuah pengumuman yang diucapkan oleh seorang administrator Gladiet.

”Hari ini adalah hari bahagia. Seorang ahli bela diri dari kerajaan Balka. Dia mencari penantang untuk bertarung dengannya. Tantangannya adalah, Player harus setara dengan level Player maksimal 125 dan minimal tidak terbatas.”

Penyiar itu menjelaskan bahwa Gamo adalah NPC yang sangat kuat. Dia bisa ditantang dengan Player dengan level di bawah 125 atau setara dengan 125. Siapapun yang bisa mengalahkan Gamo dengan adil, dan mereka yang berada di bawah level 100, atau setara dengan itu. Maka, dia akan naik 5 level sekaligus dan hadiah menarik lainnya. Namun, jika Player yang bertarung dengannya memiliki level di atas level 100. Maka, dia akan mendapatkan peningkatan level sebanyak 3 level.

Banyak Player penasaran, mereka mendaftar. Lima orang bahkan sudah dikalahkan oleh Gamo yang memakai pedang. Para Player di bawah level 125. Kekuatan Gamo memang sangat kuat, Player yang setara yaitu di level 125 atau di bawahnya. Mereka bahkan hanya bertahan beberapa menit dan akhirnya harus menyerah.

Para Player pun akhirnya berpikir untuk melawan Gamo. Saat itu, mereka belum ada yang berani maju lagi untuk menghadapi utusan dari kerajaa Balka tersebut.

Kesempatan bagi Riki, dia mengambil peluang dan pertandingan Riki menantang Gamo pun dimulai. Tidak ada lagi Player yang berani melawan Gamo. Mereka semua melihat kemampuan kuatnya, dan hanya satu yang berani melawan. Dia adalah Riki yang maju ke arena, dan menerima tantangan Gamo.

Riki pun bersiap dengan memegang tombaknya, Gamo juga menarik pedangnya. Gamo tidak perlu serius bertarung karena musuhnya masih level 96. Gamo pasti akan mengalahkannya dengan cepat, dan semua penonton akan menyaksikan pertandingan mereka. Gamo akan semakin tak terkalahkan.

[Battle dikonfirmasi, kalahkan Gamo prajurit kuat dari kerajaan Balka. Kekuatan terkuat dari Gamo adalah serangan Pedang Penghancur.]

”Mari bertarung, Bocah!” teriak Gamo yang tak sabar untuk memberi pelajaran dari Riki. Pemain dengan level di bawah 100 dan berani menantang dirinya. Tentu saja, itu seperti pertandingan melawan semut bagi Gamo.

Menarik untuk dilihat, pandangan semua penonton tertuju pada Gamo dan Riki. Riki pun tersenyum, tantangan yang lebih berat adalah langkah untuk mencapai puncak. Level 100, hal itu ada di depan matanya.

Wooosh! Pertarungan pun dimulai!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!