Legenda Tombak Halilintar
Skill Baru, Magic Thunder
Brush! Booom!
Serangan kuat dari energi yang dipusatkan menghantam Riki, Gamo menggunakan lock target pada serangan energinya. Jadi, Riki tidak akan bisa menghindari serangan tersebut.
Gamo memutar pedangnya, tamat sudah kali ini player sombong itu. Tidak mungkin, serangan kuat disertai dengan penargetan terkuatnya bisa dihindari. Satu serangan yang menghancurkan player tersebut. Dia tidak akan memiliki kesempatan, meskipun player Riki memiliki kecepatan yang sangat tinggi. Saatnya untuk membuat bangga kembali kerajaan Balka.
Ha.. ha.. ha..!
***
Sebelum serangan kuat Gamo mengenai Riki.
”Bagaimana ini Tombak Halilintar! Serangan pedang energi dalam satu serangan dan mengarah pada kita!” kekuatan besar mengarah pada Riki.
[”Tenang Riki, apakah kamu tahu bahwa setiap kali item di dalam diriku bertambah. Maka, kekuatanku bertambah. Jarum Halilintar yang diberikan Kamish di menara, telah memberikan kekuatan baru padaku.”]
”Apa maksudmu, Tombak Halilintar?” Riki masih penasaran.
[Skill bartu telah dibuat, Jarum Halilintar yang merupakan item yang didapatkan di puncak menara. Tombak Halilintar memberi skill baru. Magic Thunder!]
Riki kini menyadari menyadari, jika memang item yang mengitari ujung tombaknya memang bertambah satu. Hal itu terbentuk sejak diberikan Jarum Halilintar oleh Kamish. Jadi, apakah kekuatan Tombak Halilintar bisa terus bertambah dengan betambahkan Item Jarum Halilintar yang mengelilinginya?
”Baiklah! Saatnya mencoba kekuatan baru!”
Booooooooommmm!
Player yang menonton dan semula kehilangan antusias dan harapan, mereka mengira pertandingan akan selesai dengan mudah. Mereka mengira bahwa Player Riki yang menghadapi Gamo akan memberikan perlawanan yang lebih. Namun, kekuatan serangan dalam satu titik ledakan energi pedang. Membuat Player Riki tak punya kesempatan, apalagi dia hanyalah Player dengan level di bawah level 100.
Selesai sudah!
”Ha.. ha.. ha..!”
Gamo tertawa dan membuka kedua tangannya. Dia merasa sudah pasti menang, Player Riki sudah dikalahkan. Ledakan besar terjadi dan asap masih bergumpal. Pasti, dia sudah terlog out dan hancur berkeping-keping.
”Level rendah seperti itu mau melawanku! Hanya pungguk yang merindukan bulan! Ha.. ha.. ha..!” Gamo terus tertawa.
”Hei Gamo!”
Gamo kaget mendengar suara itu, bukan dari arah ledakan dan asap yang tersisa. Tapi, sebuah suara di angkasa, dan sosok Player yang melayang di udara. Semua penonton kaget melihat hal itu, mata mereka tak bisa lepas dari sosok Player yang melayang tersebut. Itu adalah .... player Riki!
”Aku sudah bosan mendengar tawamu yang menjijikkan itu. Kamu hanya bisa membully Player yang lebih rendah levelnya. Kali ini, aku akan mengakhiri riwayatmu sebagai Ksatria Balka!”
Gamo tak percaya, bagaimana dia bisa menghindari serangan energi pedangnya. Serangan itu adalah serangan yang tak bisa hilang kecuali mengenai targetnya. Namun, ada perubahan dalam tampilan Player Riki.
Itu adalah ...
[Armor Halilintar diaktifkan]
[Booster magic diaktifkan. Booster magic adalah orb magic yang muncul di armor belakang Player. Mampu berputar dan menyerap energi alam dengan cepat]
[Tombak Halilintar dibentuk]
Riki memakai armor kuat, tombak yang berkilauan dan di punggungnya booster lingkaran disc dengan lubang energi. Sayap yang menempel pada punggunnya meskipun kecil. Bagaimana mungkin seorang level rendah seperti Player Riki memiliki armor semegah itu? Itu hanyalah milik mereka yang memiliki level di atas 150.
Apa yang dimiliki bocah itu! Gamo dan para Player menjadi penasaran. Sekuat apa player itu dengan armor megah yang dipakainya?
Gamo tidak terima, dia diremehkan oleh seorang Player rendahan. Gamo memusatkan kekuatan pedangnya, Magic Swordman terkuat untuk serangan puncak. Jika Gamo menggunakan ultimate dari serangannya. Maka, musuh tak akan bisa memiliki kesempatan lagi.
”Bersiaplah, apapun yang kamu lakukan. Kamu tidak akan bisa menang melawanku!” teriak Gamo, dan dia mengumpulkan energi puncak ke pedangnya. Energi pedang seperti ribuan pecahan energi, yang membuat pedang Gamo memiliki energi yang menembus awan. Mendung seperti mengitari energi pedang yang menjulang ke langit. Bersiap menghempaskan serangan yang akan membuat Riki hancur.
”Apa kamu siap, Tombak Halilintar!”
[”Tentu saja, apa kamu pikir kekuatanku bisa disandingkan dengan kekuatannya yang merupakan bagian dari item? Kamu perlu tahu, lawanmu hanyalah mengandalkan item pedang dan sihir di gagang pedangnya. Sedangkan kamu dan aku berbeda, kita dihasilkan dari latihan tiada henti dan mental seorang legenda. Hal itu adalah berbeda!”]
Riki bersemangat, saatnya menggunakan kekuatan barunya.
Serangan Gamo dipersiapkan dan energi pedang dihempaskan ke arah Riki. Tamat sudah Player Riki yang sombong itu, dia tidak akan mungkin bisa menahan serangannya. Kecuali, dia memang menggunakan item kuat atau setidaknya Legendary di tangannya. Hal itu karena, kekuatan pedangnya, merupakan item mytic yang dihadiahkan raja Balka khusus untuknya.
”Ultimate Magic Swordmanship!”
Brush!
Serangan menjulang ke awan, dihempaskan ke arah Riki. Radius lebar energi serangan yang sangat pekat. Hal itu membuat penonton bersiap menerima tekanan kuat dan menahan mereka dengan defensif, agar tidak terkena efek serangan dari tekanan kuat serangan Gamo.
Riki pun bersiap, mengarahkan tombaknya ke langit. Mengaktifkan kekuatan Jarum Halilintar ketiga, kekuatan energi yang sangat kuat diciptakan dengan bantuan orb di punggungnya.
[Magic Thunder diaktifkan!]
Energi spear muncul di sekitar Riki, saling terhubung dengan benang-benang bercahaya. Hal itu didorong oleh kekuatan Orb booster magic di punggung armor Riki. Kekuatan energi dari Riki bertambah besar dengan booster orb tersebut. Ada energi suntikan yang begitu besar mampu dimanipulasi oleh Riki. Kekuatan spear energi berbentuk tombak, yang muncul mengelilingi Riki bentuknya juga semakin besar.
Serangan energi kuat dari Gamo datang, dan semuanya ditahan oleh ribuan spear energi raksasa yang diciptakan Riki.
Bang! Brush! Booom!
Benturan energi terjadi. Energi pedang dengan energi dahsyat ditahan ribuan Spear bercahaya raksasa. Bumi bergoncang karena efek pertemuan dua kekuatan besar itu.
HIIIIAAAA!
Gamo tak terima, dia menahan kekuatan pedangnya untuk bisa menghempaskan Riki. Namun, Riki juga berkonsentrasi untuk memperkuat spear energi. Energi dalam dirinya terus mengisi kekuatannya. Energi Orb di punggungnya berputar lebih cepat dan menghasilkan energi listrik yang melingkupi tubuhnya.
Keduanya, baik Gamo maupun Riki. Mereka berdua saling menekan dan mencoba mendorong musuh. Jika ada yang bisa mendorong dan menghempaskan lawannya, maka dipastikan dia yang akan menang. Maka, keduanya tidak mau menyerah dalam adu kekuatan ini.
HIIIAAAAAAA!