Legenda Tombak Halilintar
Ultimate Dua Ksatria
Serangan dari Ksatria Emas datang, dia lebih dulu menyerang Riki. Dia menggunakan pukulan yang kuat, tangannya diselimuti energi menyala. Riki kaget karena gerakan Ksatria Emas sangat cepat. Benar-benar level yang berbeda.
Ksatria Emas sudah berada di depan Riki, dan pukulan kuat mengarah padanya.
[”Awas Riki!”] teriak Tombak Halilintar. Riki hanya bisa membuat perisai Basilisk dari tombaknya. Defensif tercipta, tapi persiapan Riki masih kurang. Perisai Basilisk hanya mampu menahan sebagian serangan Ksatria Emas.
Brush! Woosh!
Perisai pecah dan Riki terpental, tekanan kuat itu membuat Riki harus terseret beberapa meter. Tanah di bawah kaki Riki pecah terkena efek penahan yang dilakukan Riki. Perisai Basilisk masih bisa mengurangi damage yang diberikan oleh Ksatria Emas.
Riki menarik napasnya cepat, dan dia mengumpulkan energi kembali. Musuh kali ini sudah dipastikan memiliki kekuatan besar. Ditambah, dia tidak sendiri dan Riki harus melawan dua sosok Ksatria sekaligus. Kekuatan dan fokus, Riki tidak boleh teledor lagi kali ini.
”Gunakan semua kemampuanmu, player Riki!” ucap Ksatria Emas.
Riki menajamkan matanya, dia harus konsentrasi dan tidak boleh teralihkan. Kekuatan dan kecepatan dua Ksatria itu tidak bisa dianggap main-main. Riki sudah memaksakan kekuatannya hingga level tertinggi. Dia memang memiliki kemampuan yang tinggi dibandingkan dengan level sebenarnya. Maka dari itu, dia mendapatkan perhatian khusus dari pemilik Gladiet, yaitu Gitanos.
Gitanos mengutus kedua puteranya, untuk mencoba kekuatan Riki yang telah mengalahkan Gamo dari Balka. Gladiet hadir untuk mencari ksatria yang kuat, karena itulah semua pertandingan di arena Gladiet diadakan.
Melawan satu Ksatria memang bisa diantisipasi oleh Riki, tapi jika mereka berdua bergabung. Mereka tidak punya celah untuk bisa ditemukan kelemahannya. Pertarungan pun terlihat tidak imbang, Riki kesulitan menghadapi gabungan dari Ksatria Emas dan Ksatria Perak.
Serangan dari kedua sisi dan berlawanan, Riki harus bisa menahan serangan bertubi-tubi dari dua Ksatria; Emas dan Perak. Keduanya memiliki kekuatan yang besar dari damage serangan mereka, mereka juga memiliki kecepatan yang tinggi. Pedang mereka besar dan memiliki energi kuat. Mereka berdua kompak bekerjasama, jika satu menyerang maka satunya beristirahat mengumpulkan energi. Mereka berirama dalam menyerang.
Benar-benar merepotkan!
Mereka berdua telah berlatih dengan baik, sebagai petarung yang memiliki penyatuan kekuatan ganda.
[Ksatria Emas dan Ksatria Perak. Keduanya memiliki Kekuatan irama dalam pertarungan. Mereka berlatih untuk pertarungan ganda, ketika mereka bertarung bersama. Maka, mereka menjadi kekuatan yang tak memiliki celah kelemahan]
Riki menghindari serangan dari Ksatria Perak, menggunakan kekuatan God Speed dan berputar di udara. Namun, Ksatria Emas sudah menghadangnya. Seolah, Ksatria Emas tahu kalau Riki akan menghindari dengan arah yang sangat mudah ditebak oleh Ksatria Emas.
Bang!
Riki hanya bisa menciptakan perisai dari putaran tombaknya, di udara Perisai Basilisk tidak bisa menampilkan kekuatan penuhnya. Riki terhempas lagi, dan dia berusaha stabil agar tidak jatuh menghantam bumi.
Boom! Sraaakk!
Riki terseret dan lantai Arena pecah karena menahan kekuatan di kakinya. Ksatria Emas dan Ksatria Perak turun dari dua sisi. Mereka bersiap kembali untuk menyerang player Riki, mereka memberikan kesempatan bagi Riki untuk bersiap kembali.
”Apakah kamu menyerah, Player Riki?” tanya Ksatria Perak di sebelah kiri Riki.
Riki tersenyum, ”Itu belum cukup, Ksatria Perak. Aku masih melihat dan mengamati kemampuan kalian berdua. Aku belum kalah!”
Ksatria Perak tidak menjawab, tapi dia menggunakan pedangnya. Sambaran pedang besarnya menciptakan energi ke arah Riki. Dia merasa dipermainkan oleh Player tersebut.
[Magic Thunder diaktifkan]
Riki menciptakan spear energi tombak, dan langsung melemparkannya ke arah serangan Ksatria Perak.
Bang! Boom!
Ksatria Perak memang terbilang lebih emosional ketimbang kakaknya, Ksatria Emas. Ksatria Emas lebih tenang, hal itu membuat Riki memiliki kesempatan setelah melihat sifat keduanya yang berbeda. Ksatria Perak menerjang ke arah ledakan, dan mengarahkan pedangnya. Dia menembus ledakan energi sebelumnya.
Dapat! Dia melihat Riki sedang bersiap. Dia menggunakan kekuatan penuh dan berharap mengakhiri pertarungan ini dengan pedangnya.
”Tunggu, Perak!” teriak Ksatria Emas, tapi Perak tidak mempedulikannya.
Slash!
Kena!
Splash!
Itu adalah tipuan. Saat Perak yang memegang pedang itu menghantam ke arah Riki, tubuh itu lenyap bersama serangan Perak. Ksatria Perak pun kaget dan melihat ke atas, Riki melayang di udara dan memberikan serangan spear energi tombak yang sudah dibentuk. Puluhan Spear raksasa itu menyerang seluruhnya pada Ksatria Perak dari atas.
”Magic Sword Thunder!”
Brush! Boom!
Aliran listrik saling berkait dan menghempas dari atas. Itu adalah kekuatan seorang penyihir, bagaimana bisa seorang warrior yang bertarung sebagaimana seorang penyihir? Para penonton tak bisa menutup mulut mereka karena kagum. Selama ini, mereka heran ketika melihat swordmanship, seorang ahli pedang yang menggunakan sihir. Dan, kini mereka melihat dengan mata mereka sendiri, seorang pengguna tombak dan memiliki sihir sekaligus.
Kali ini, mereka melihat seorang ahli tombak yang memakai sihir pada kekuatan tombaknya.
Ledakan kuat terjadi dan lantai arena bergoncang. Serangan selesai, asap mulai memudar. Ksatria Emas menggunakan semua kekuatan dengan pedangnya. Dia menahan kekuatan serangan spear raksasa milik Riki. Dia mampu menahan serangan kuat itu dan melindungi adiknya, Ksatria Perak.
Riki bersiap kembali. Mereka berdua sangat kuat, bahkan serangan Spear Sword Thunder masih bisa mereka tahan. Riki masih melayang, dia pun turun. Ksatria Emas dan Ksatria Perak bersiap kembali, mereka saling menatap dan menganggukkan kepala. Riki paham bahwa mereka belum menggunakan kekuatan terkuat mereka. Riki pun bersiap kembali.
”Bersiaplah, Player Riki,” kata Ksatria Emas, ”Kami akan menggunakan kekuatan ultimate kami. Jadi, bertahanlah sekuat yang kamu bisa.”
Riki tersenyum, ”Tentu saja, Ksatria Gladiet. Aku juga akan berusaha dengan seluruh kekuatanku!”
Kedua Ksatria itu mengalirkan energi mereka ke pedang besar yang mereka pegang, Riki paham bahwa kedua pedang itu adalah pedang yang sangat mirip. Keduanya adalah item yang sangat kuat, satu hal yang pasti. Pedang itu setidaknya item rank Minimal di Mytic. Aliran energi saling terhubung dari kedua pedang. Keduanya mengayunkan pedangnya dan pedang itu bersentuhan dengan mengangkat ke atas, pedang saling terikat.
Klang!
[”Riki. Mereka melakukan buff Fusion, kekuatan mereka menjadi berlipat ganda. Kamu tidak boleh meremehkan kekuatan mereka,”] kata Tombak Halilintar.
”Baiklah, Tombak Halilintar.”
Kedua Ksatria tersebut diselimuti energi yang berpendar, menarik pedangnya masing-masing. Dan, mulai dari sekarang. Mereka telah menjadi beberapa kali lebih kuat dari sebelumnya. Mereka setara dengan level Player 130 an lebih. Jadi, sekarang mereka ditambah dengan buff energi yang kuat. Serangan mereka dilihat dengan baik oleh Riki, kecepatan mereka jauh berbeda.
Brush!
Serangan Ksatria Perak yang melesat lebih dulu ke arah Riki dengan pedangnya. Jauh lebih cepat dan lebih kuat dari sebelumnya. Riki membuat penghalang dengan Perisai Basilisk. Dan, kekuatan pedang itu menghancurkan perisai yang dibentuknya. Riki terpental, dia tak menduga kekuatan serangan itu menjadi sangat kuat.
Riki terpental dan di belakangnya, Ksatria Emas menyala matanya sudah menghadang tubuh Riki. Ksatria Emas mengayunkan pedangnya ke arah di mana Riki terpental. Pedang sudah diayunkan dengan energi yang kuat. Riki pun memutar tubuhnya, dan keseimbangannya terjaga dengan baik, latihan fisik di dunia nyata sangat bermanfaat. Riki bisa leluasa untuk mengubah gerakannya di saat yang genting.
Klang!
Riki harus bisa menahan serangan mereka berdua, dan jika memiliki peluang maka Riki akan menyerang mereka berdua dengan ultimate serangannya.
Riki harus menunggu kesempatan yang tepat!
Brush!