Legenda Tombak Halilintar
Tiga Monster Kuat!
Splash!
Saat mereka memasuki gerbang dan menuju lorong selanjutnya, mereka mendapati tempat yang berbeda. Mereka memasuki dimensi kedua di dalam dungeon Sky Lord.
Mata para Player silau, seperti ada ribuan lampu terang yang menyala. Mereka tak lagi berada dalam lorong goa seperti sebelumnya. Kini, mereka ada di sebuah tanah lapang. Mereka berada dalam sebuah arena, dan mereka dikelilingi oleh dinding yang tinggi. Ada tiga lubang besar yang membentuk segitiga dari dinding lingkaran. Lubang itu tertutup dengan pintu besar.
Crak! Crak! Kratak!
Tiga pintu itu naik perlahan terbuka ke atas dan membuka. Para Player waspada, dan nampaklah dari tiap lubang pintu itu. Masing-masing dari pintu ditempati oleh makhluk besar, mereka bertiga sedang duduk di kursi besar mereka masing-masing.
[Karkash, Orc Gurun. Senjata kapak item Epic dengan kekuatan penghancur, mampu menggetarkan langit]
Karkash berdiri dari duduknya, dia maju ke depan, dan keluar dari lubang tempatnya bersemayam sebelumnya.
”Sepertinya, sudah saatnya aku bangun dan memusnahkan Player sombong seperti kalian semua. Kalian Player lemah! Player yang percaya diri untuk memasuki wilayah Sky Lord!”
Suaranya menggema. Ada Player yang bergidik gemetar kakinya karena tekanan kuat dari Karkash.
[Gomu, Keturunan dari Yakash yang merupakan monster kuat yang memiliki ketahanan dan pukulan yang mematikan. Pukulannya mampu membuat tanah bergoncang]
Gomu bangun dari duduknya, dia pun maju ke depan. Tangan kanannya memiliki armor yang sangat besar, dan ketebalannya lebih besar dari kepalanya. Tangan kanannya diselimuti armor hingga ke pundaknya.
”Hancurlah kalian bagaikan debu, Player-Player payah! Aku akan menghancurkan semua tulang kalian!” suara Gomu menggema menembus dinding-dinding colosium tersebut. Para Player semakin bergidik.
[Ruby, wanita dari bangsa Beast. Kekuatan sihir penghancur dan mampu menggunakan sihir dengan kemampuan lingkaran sihir. Dia mampu melenyapkan sebuah kota dan menghancurkannya menjadi debu]
Crak! Brush! Boom!
Langkah kaki Ruby mampu menggetarkan seluruh arena colosium tersebut. Dia keluar dan tersenyum, ada taring dua yang keluar dari ujung-ujung bibirnya. Salah satu taringnya patah.
”Berlututlah dan menyerah, maka aku akan membuat kematian kalian lebih cepat tanpa kalian merasakannya. Jika kalian menolak, maka aku akan menyiksa kalian semua!”
Lengkap sudah! Tiga monster kuat yang menempati tiap ujung segitiga dari colosium itu menggerakkan kepala mereka. Siap bertempur. Ada Player yang bahkan harus bersembunyi di belakang Player lainnya. Ini benar-benar menakutkan. Sky Lord benar-benar neraka.
Ini memang game, tapi kenapa seperti nyata! Mereka ketakutan bahkan mereka menyesal, kenapa tidak memilih untuk keluar dari lorong pertama sebelumnya. Alangkah beruntungnya Player yang sebelumnya memilih keluar dari Sky Lord.
”Tidak ada pilihan untuk keluar dari lorong ini. Kalian hanya bisa mati atau kalian mengalahkan kami!” suara Ruby seolah menjadi jawaban dari pertanyaan beberapa Player, yang mereka ingin keluar dari Lorong kedua ini.
Karkash tak menunggu kata lagi, dia melompat dari tempat berdirinya. Dia melompat tinggi dan mengarah ke tengah para Player, dia memutar kapaknya yang merupakan item Epic. Kekuatannya mampu membuat lingkaran sihir yang tercipta dari kapaknya.
”Pusaran Badai!”
Para Player bersiap, serangan raksasa Karkash yang kuat. Mereka menggunakan kekuatan buff, efek slow dan juga menggunakan perisai. Mereka bersatu dan menghadang serangan dari Karkash.
Boom!
Kerjasama yang baik, meskipun mereka dari tim raid yang berbeda. Mereka bekerjasama, untuk bisa keluar dari krisis di lorong kedua ini. Seratus orang menahan serangan Karkash, mereka pasti bisa mengalahkan tiga monster kuat tersebut.
Gomu tersenyum, ”Kamu sudah kesulitan, Karkash. Maka, giliranku untuk datang!” teriak Gomu dan menarik kedua tangannya ke belakang. Dia melompat maju dan menggunakan energi kedua pukulan dari tangannya. Energi super keluar dan membentuk efek lingkaran yang membesar. Menerjang sebagian besar dari Player dan juga mengenai Karkash sekaligus.
Brush! Wuunggg!
Energi tekanan yang kuat, energi itu adalah energi yang dikumpulkan dan dihentakkan sekaligus. Beberapa Player menahannya, ada juga yang levelnya belum tinggi dan dia terpental membentur dinding colosium. Setidaknya, mereka harus menahan dan terdorong ke belakang.
”Saatnya bergerak, Riki!” kata Dark Shadow yang mencabut pedangnya.
”Tentu saja! Dan ingat, jangan pikirkan Player lainnya, konsentrasi saja untuk mengalahkan mereka bertiga!”
Benar, di dalam game ini. Mereka tidak boleh disibukkan untuk membantu Player lainnya. Mereka punya tujuan, dan masing-masing Player juga punya tujuannya sendiri. Mereka sudah memutuskan untuk memasuki Sky Lord, maka mereka pun bersiap untuk mati.
Dark Shadow melesat dan melewati para Player, kecepatannya mampu membuat Riki terkesan. Mereka pernah bersama di raid saat bersama dengan nyonya Prilly. Dia tahu bahwa Dark Shadow masih menyembunyikan kekuatan tersembunyinya.
Kecepatan tinggi, energi yang masih dikeluarkan Gomu ditembus oleh Dark Shadow dengan kecepatannya. Dia mampu tidak terpengaruh dalam tekanan Gomu, ada juga beberapa Player yang levelnya tinggi tidak terlalu terpengaruh. Mereka juga ikut maju bersama dengan Dark Shadow, dan bersiap untuk mengalahkan Gomu.
Syuungg! Brush!
Sepuluh Player termasuk Dark Shadow melesat maju, Gomu sadar akan hal itu. Ada juga para Player yang memiliki kekuatan lebih. Ini menarik. Gomu menarik energinya, dia mempersiapkan tangan kanannya yang dipenuhi armor. Serangan datang dan Gomu menghadang serangan itu dengan tangan kanannya.
Boom!
Energi shield tercipta dari kekuatan armor di tangan kanan Gomu, itu adalah item Epic. Dia mampu membuat perisai kuat. Dark Shadow tahu hal itu, dia menarik serangannya dan memutar tubuhnya, para Player lainnya masih menyerang dari depan. Dark Shadow dengan kecepatan tinggi sudah ada di belakang Gomu, dan langsung mengayunkan pedangnya.
Slash!
Apa yang terjadi? Dark Shadow kaget, serangannya diyakini mengenai punggung besar Gomu, tapi serangan itu tertahan dan seolah menghilang. Dark Shadow melihat ke sisi Ruby yang tersenyum, Ruby membuka tangan kirinya dan memberikan sihir pada serangan Ruby. Serangan pedang itu hilang saat hampir mengenai punggung Gomu.
Tipe penyihir, dia juga mampu menggunakan sihir dimensi, sehingga mampu menghilangkan serangan. Ini benar-benar menyulitkan!
Riki di sisi yang lain, dia melesat ke arah Karkash yang sudah membuat beberapa Player terlog out. Dia mengayunkan tombaknya dengan energi halilintar, beberapa Player juga membantu dengan menyerang dari semua sisi.
Klang! Klang! Klang!
Karkash memutar tubuhnya, kapaknya berputar dan membentuk perisai di semua sudut sehingga membentuk pusaran energi. Semua serangan dipentalkan. Para Player terpental dengan energi yang keluar dari Karkash.
Regas, Player dari Prancis dengan level 145. Dia melewati Riki dengan cepat, dan dengan pukulan kuat mencoba menghentikan putaran energi dari Karkash yang besar itu.
Boom!
Karkash masih berputar, tapi mampu bergeser dari pergerakannya yang cepat itu. Dan, ada sedikit slow yang tercipta dari pergeseran tubuhnya.
Nana datang dari arah lain, dia juga Player serangan jarak jauh. Senapan panjang langsung diarahkan, tipikal sniper. Celah tersebut terlihat dan dia menembak dengan ultimate. Setidaknya, Karkash akan menerima damage kuat.
Dor!
Klap!
Tidak mungkin!
Masih tentang Ruby, dia menggunakan sihirnya dan membuat perisai yang muncul sebelum tembakan ultimate Nana mengenai tubuh Karkash.
Karkash mengamuk lagi, dan dia membelah bumi dengan kapaknya. Energi besar pecah dan membuat banyak Player terpental, ada juga Player yang terbelah dengan energi kapaknya.
Brush! Booom! Bumi bergetar.
”Hancurlah bersama kesombongan kalian!” teriak Karkash.
[Player terlog out]
[Player terlog out]
Benar-benar merepotkan! Pertarungan terus terjadi, Ruby terus melindungi setiap kali ada celah yang dibuat Player untuk mengalahkan Karkash dan Gomu. Mereka benar-benar tiga makhluk yang tercipta, untuk menghalangi Player untuk lulus dari Lorong kedua dari dungeon Sky Lord ini.
Klang!
Salah satu Player kuat, mencoba menahan kapak Karkash secara langsung. Dia berbenturan dan saling menekan dengan Karkash. Beberapa Player memiliki kesempatan, Riki juga melihat hal itu. Dia bersiap untuk menggunakan skillnya bersama para Player yang juga bertarung.
Namun lagi-lagi, kali ini berbeda. Riki terhenti di udara, ini sihir telekinesis. Dan, Ruby pun tersenyum melihat hal itu. Dia menggunakan kekuatan mutiara di dalam tongkat pendeknya. Kekuatan sihir yang kuat, menahan puluhan Player yang mencoba menggunakan serangan mereka pada Karkash. Karkash saat itu sedang beradu kekuatan dengan Player Basten dari Prancis yang memiliki kekautan Tank.
Mereka tertahan di udara, tak bisa bergerak. Karkash mampu mendorong Basten yang sudah mulai kelelahan. Basten terhempas, dan Karkash melemparkan kapaknya terbang berputar ke arah para Player yang tertahan di udara.
Slash! Syuuuunngg!
[Player terlog out]
[Player terlog out]
[Player terlog out]
Para Player banyak yang terkena energi kapak yang terbang berputar, dan mereka pun hilang kembali ke dunia nyata karena terlog out. Serangan kapak terus berputar dan kini mengarah pada Riki yang masih terkunci dari segel kekuatan sihir..
”Awas Riki!” teriak Dark Shadow yang melihat hal itu, tapi dia juga masih tertahan dengan pertempurannya melawan Gomu.
Serangan kapak terbang dan besar itu menghancurkan Player di depan Riki, dan selanjutnya mengarah pada Riki. Riki pun menajamkan matanya, dia masih tertahan dalam kekuatan telekinesis yang menjeratnya sangat kuat.
Brush! Klang!