Legenda Tombak Halilintar

Level dan Skill Dihilangkan!

Lorong ketiga diselesaikan, mereka bersiap untuk tantangan lebih besar lagi di depan mereka. Dan, pilihan kembali muncul di depan mereka masing-masing.

[Player diwajibkan memilih, Maju atau berhenti. Durasi waktu 300 Detik]

Waktu untuk memilih lebih lama dari biasanya. Biasanya waktu durasi adalah 60 detik. Jadi, apakah ini berarti Player harus menggunakan waktu cukup panjang, untuk memilih suatu keputusan yang besar.

Hal itulah yang dipikirkan para Player sekarang, 17 Player yang tersisa adalah Player terkuat dari 1.001 Player. Mereka yang tersisa pasti adalah Player yang memiliki kemampuan. Pertarungan yang sudah mereka lakukan dan juga kekuatan defensif dari serangan kuat Antgora. Mereka yang selamat, Player terpilih bukan karena kebetulan.

Jadi ... mereka pun memilih.

[Waktu habis, pilihan Player sudah ditetapkan]

[12 Player diteleportasi ke tempat sebelumnya, mereka memilih berhenti. Hadiah pencapaian akan diakumulasikan pada masing-masing Player]

Splash! Splash! Splash!

Para Player saling melihat, sebelum melihat Player lainnya menghilang. Lima Player tersisa untuk melanjutkan perjalanan mereka menyelesaikan Sky Lord. Lima orang yang tersisa, mereka saling memandang. Hanya mereka yang memilih maju, keberanian mereka pun membutuhkan mental yang sangat kuat. Mereka saling mengangguk untuk saling memberikan penguatan.

[Pintu lorong terbuka, keberanian kalian para Player yang akan menjadi Panutan untuk generasi selanjutnya. Keberanian kalian akan membawa jalan baru untuk menjadi legenda di Sky Legend]

Mereka berlima adalah; Basten, Riki, Dark Shadow, Nana, dan Regas. Lima tersisa dan mereka memasuki pintu lorong yang sudah terbuka tersebut.

Splash!

[Scorgun menunggu para Player pemberani. Scorgun belum pernah terkalahkan dan siapapun yang pernah bertarung dengannya, berakhir dengan kematian]

Status window yang muncul di depan mereka, hal itu membuat mereka sedikit ketakutan. Namun, mereka sudah memutuskan untuk memasuki Lorong keempat ini. Maka, pilihan itu harus mereka pertanggungjawabkan.

Mereka memasuki sebuah ruangan serba putih, sebelum memasuki pertandingan yang mengerikan. mungkin ada waktu sedikit untuk berbincang antar player tersebut.

”Riki, bolehkan aku tahu level berapa kamu sekarang tepatnya?” tanya Nana yang heran, levelnya terlihat masih berwarna pemula di level 100an. Namun, dia mampu mengalahkan Antgora dengan kekuatannya. Damage dan kecepatannya sangat tinggi. Nana masih penasaran, apakah ada Player yang bisa menyembunyikan tingkat levelnya?

Riki hendak menjawab, tapi suara besar dari Basten menghentikannya.

”Sudahlah Nana, kamu harusnya tahu. Di dalam permainan, bukan level yang penting tapi skill. Harusnya kamu tahu akan hal itu. Benar bukan, Riki?” tanya Basten sambil tersenyum pada Riki. Dia mencoba membantu Riki menjawabnya. Basten tahu betul bahwa Riki masih di level 110an. Namun, kekuatannya memang kuat dan pasti dia memiliki skill yang bagus.

”Benar! Saudara Basten memang benar,” kata Riki menyambut kata-kata Basten.

”Baiklah, jadi level tidak penting. Aku perlu belajar lagi sepertinya untuk menggunakan skillku dengan baik,” kata Nana menyerah, dia adalah Player dari Jepang level 144 sekarang, ”Mungkin saja, jika kamu bertarung dengan Hanzo, aku pikir kalian bisa imbang.”

Riki penasaran, ”Hanzo?”

”Benar! Dia adalah Player top global dari Jepang. Dia juga sangat cepat dalam pertarungan.”

Mereka pun sedikit berbincang, hingga menjadi cukup akrab. Dan, kondisi serba putih di sekitar mereka pun sirna. Sebuah lorong goa yang sangat luat. Kali ini, mereka berada dalam ruangan goa yang luas, di atapnya bebatuan yang besar. Jadi, pertempuran kali ini dalam ruangan besar di dalam goa. Musuh seperti apa di dalam lorong kali ini?

Ada bayangan yang muncul dari ujung lorong, gerakan dari langkah seseorang yang cukup besar dan tinggi. Dia berjalan mendekati para Player dan masih dalam kegelapan bayangan atap goa. Perlahan dan semakin terlihat sedikit demi sedikit. Hingga, jelaslah sosok yang datang tersebut.

[Scorgun datang, kalian akan menghadapi pertarungan fisik yang  tidak terbayangkan. Scorgun yang kuat dan belum pernah terkalahkan]

”Jadi kalianlah, Player tim keempat yang datang untuk menaklukkan Sky Lord! Tiga tim sebelum kalian sudah aku kalahkan, dan belum pernah ada yang berhasil melewatiku. Kali ini, aku berharap kalian punya kemampuan yang cukup baik, sehingga membuatku tertantang untuk bertarung!”

Lima Player menguatkan kuda-kuda di kaki mereka, mereka bersiap. Apakah musuh di depan mereka benar-benar kuat? Ada sesuatu yang aneh yang mereka rasakan saat ini.

Scorgun itu, dia setengah tubuhnya adalah manusia dengan dua tangan. Dua tanduk di keningnya yang maju ke depan. Masalahnya, bagian bawah dari Scorgun memiliki delapan kaki yang sangat mirip dengan kalajengking, dan ada ekor di belakangnya yang terangkat di atas kepala Scorgun. Ekor itu memiliki senjata tajam seperti ujung tombak.

Satu hal yang sekarang dirasakan oleh para Player. Kenapa energi dari Scorgun tidak mampu mereka rasakan. Seolah-olah, energi divine dan kekuatannya tersembunyi. Sense mereka tak mampu merasakan kedalaman dari kekuatan Scorgun.

[Syarat penyelesaian dan syarat lorong keempat, kekuatan level dan skill dihilangkan!]

”Apa! Ini tidak mungkin!” teriak Nana, apa ada sesuatu di dalam Sky Legend yang memang mampu memblokir kekuatan level dan skill. Apakah ini benar-benar permainan yang adil. Bagaimana dengan kekuatan dari Scorgun?

Dan, jawaban mereka tentang pertanyaan sebelumnya terjawab. Scorgun juga tak memiliki kemampuan skill dan energi magic sama sekali. Artinya, mereka imbang dalam hal ini. Bisa disimpulkan, ini adalah pertarungan fisik dan pertarungan adu kekuatan sesungguhnya.

Nana masih tak percaya, dia sudah mencapai level tinggi. Tidak mungkin hal itu tidak berguna sama sekali. Dia mengangkat senapannya, mengarahkan lubang tembakan ke arah Scorgun. Dia mengalirkan energi dan menyerang dengan kekuatan peluru magicnya.

Scrap!

Dan, Nana harus mengakui hal itu sekarang. Tidak bisa memunculkan energi dan tidak bisa memasukkan peluru energi. Senapannya di lorong dimensi ini, tidak berguna sama sekali. Lalu, apa gunanya dia datang ke sini tanpa kekuatan penghancur dari senapannya?

”Mari bertarung selayaknya ksatria, beradu kekuatan dan beradu kecepatan. Apakah kalian sudah siap untuk mati?” tanya Scorgun, suaranya tampak memantul, seperti suara beberapa orang yang bergabung menjadi satu.

Kini, Player lima itu menyadari. Mereka tak bisa menggunakan sihir maupun skill mereka, jadi ini seperti pertarungan di dunia nyata. Pertarungan dengan adu kekuatan semata, sebagaimana pertarungan antar petinju atau antar seniman bela diri.

Mereka memang memegang senjata, tapi senjata itu tidak berfungsi dengan skill. Ini benar-benar aneh bagi mereka.

”Kita tidak tahu sebelum mencobanya, jadi ayo kalahkan dia!” Regas, dia adalah seorang martial artis dan mengambil hobi sebagai petinju di dunia nyata. Maka, skill terkuatnya dalam Sky Legend adalah pukulan penghancur. Dia maju dan memasang posisi sebagaimana seorang petinju.

”Baiklah!” teriak Basten, ”Kepung Scorgun dari lima  sisi, dan selesaikan pertandingan ini dengan kerjasama kita!”

Mereka memahami, tiga Player lelaki dan dua perempuan. Mereka membuat lima titik yang mengelilingi Scorgun. Scorgun sendiri memiliki tubuh besar dan kaki delapan yang panjang. Setidaknya, seluruh tubuh Scorgun ukurannya seperti mobil truk.

”Kalian pikir bisa menipuku dengan mengelilingiku! Habislah kalian Player lemah!” kaki-kaki Scorgun bergerak. Dia memutar tubuhnya, kaki-kakinya bergerak dan berputar. Kaki panjangnya itu menyerang para Player dengan tepat.

Serangan itu dihindari dengan insting pertarungan para Player. Nana menahan serangan kaki Scorgun dengan memajukan senapannya.

Klang! Brush!

Nana hendak mengeluarkan defensif energi, tapi itu percuma. Mereka semua kehilangan energi dan skill di sini. Dia terpental ke belakang dan senapannya terpelanting. Dia terluka, Nana mencoba untuk bangkit kembali. Begitu susahnya berada di sini, dia bahkan tak bisa mengeluarkan energi penyembuhan. Jadi, jika terluka maka dia belum bisa sembuh karena tak bisa menggunakan heal magic.

Perputaran kaki-kaki Scorgun seperti mesin piston, dia bisa memutar dan fleksibel. Berputar kencang dan menghantam para Player yang mengelilinginya.

Klang! Brush!

”Dark Shadow!” teriak Riki yang melihat Dark Shadow terpental, dua pedangnya ikut terpelanting karena serangan dari kaki-kaki kuat Scorgun.

Riki memainkan tombaknya, dia bisa menahan dua kaki yang menyerangnya dari atas dan bawah. Dia tetap konsentrasi agar bisa melihat arah serangan dari Scorgun. Dia melompat ke belakang dan segera berlari ke arah Dark Shadow. Riki menghulurkan tangannya, dia membantu Dark Shadow untuk bangun.

”Tanpa Skill, kita tak bisa mengalahkannya. Bagaimana kita bisa mengalahkan monster itu dengan kemampuan seperti manusia biasa tanpa memiliki level. Level dan skill ditiadakan, bagaimana manusia biasa mengalahkan monster besar seperti itu?” Dark Shadow terlihat putus asa. Bagaimana tidak, monster yang melawan manusia biasa.

Riki paham sekarang, jika tanpa skill. Maka, ini adalah petarungan yang tidak imbang. Monster melawan manusia!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!