Legenda Tombak Halilintar

Jangan Ikut Campur

Semua Player kewalahan dan terpental karena serangan dari kaki-kaki Scorgun. Melawan monster besar dengan tidak adanya level dan skill. Ini menyulitkan! Riki melihat para Player lainnya, Nana sudah terpental dan terluka. Kini, hanya Basten dan Regas yang melawan dengan kekuatan mereka. Basten masih terlihat kuat dengan pedangnya, Regas dengan kekuatan tangannya. Namun, mereka berdua sudah terluka karena serangan kaki Scorgun sudah beberapa kali mementalkan mereka.

Delapan kaki Scorgun menyerang Regas dan Basten sekaligus, mereka kesulitan dan terhempas jatuh ke tanah. Mereka terjatuh, dan saat itu Scorgun menggunakan pedangnya untuk mengakhiri Basten dan Regas sekaligus. Pertarungan mereka sudah tidak imbang lagi, manusia biasa yang melawan monster di dunia nyata. Tanpa skill game, semua perlawanan manusia seperti manusia yang melawan gajah.

Benar! Itu dia intinya! Riki melihat hal itu, kesempatan untuk menang selalu ada. Dia berlari melesat saat pedang besar Scorgun mengarah pada Basten dan Regas.

”Riki! Apa yang akan kamu lakukan!” teriak Dark Shadow yang melihat Riki yang melompat dengan cepat ke arah Scorgun.

Senjata Scorgun mendekati Basten dan Regas, mereka sudah pasrah karena sudah tak kuat bertarung lagi.

Klang!

Riki datang membantu, dia melompat tepat di depan Scorgun. Riki mengarahkan tombaknya, dan menahan pedang besar Scorgun dengan tombaknya yang dibuat sejajar. Item Jarum Halilintar menempel pada ujung tombak Riki.

[”Riki, aku tak bisa menggunakan kemampuanku. Jadi, sekarang adalah tugasmu untuk melakukan pertarunganmu sendiri. Duel ini, akan ditentukan bagi mereka yang memiliki mental dan kemauan yang kuat. Pertarungan dengan mempertaruhkan tenaga murni yang sudah dilatih di dunia nyata!”]

Riki tersenyum dan menahan sekuat tenaga pedang yang mengarah padanya. Memang, di lorong ini, kemampuan skill dan level tak berguna. Namun, kekuatan sejati sebagai petarung untuk menciptakan legenda tidak akan ternodai dengan batasan level dan skill. Semua ini, adalah pertarungan mental dan kesungguhan!

HIAAAAAAAA!

Riki menguatkan pegangan pada tombaknya, tangan kirinya menahan gagang tombak. Tangan kanan Riki gemetar, dan dia menahan sekuat tenaga. Scorgun melihat kekuatan Player itu, dia pun mengangkat kaki-kakinya untuk menyerang Riki. Ujung kaki-kaki itu tajam dan bersiap menghunjam ke arah Riki, saat Riki sedang menahan tekanan dari pedang Scorgun.

”Awas Riki!” teriak Dark Shadow.

Slap!

Serangan itu tak mengenai Riki, dia melompat dan menjejak tanah. Dia memutar tubuhnya sambil tetap memegang tombaknya. Dia melompat tinggi dan melewati kepala Scorgun, kesempatan tak dilewatkan. Riki mengayunkan tombaknya ke arah kepala Scorgun, tapi Scorgun bukan monster biasa. Bukan tanpa alasan, Scorgun dipercaya menjaga lorong ini. Tanpa skill dan magic, dia adalah petarung yang sudah dilatih dengan kekuatan reflek dan kekuatan besar.

Klang!

Riki menahan dengan tombaknya, tapi Riki tetap terhempas karena energi Scorgun yang kuat.

Scorgun memutar kaki-kakinya dan mengayunkan pedangnya menangkis ujung tombak Riki. Riki masih belum bisa melukai Scorgun, dia terpental dan mundur. Dia turun ke tanah dan berdiri kembali. Memang, dia belum bisa melukai apapun dari tubuh Scorgun. Namun, dia merasakan bahwa pertarungan ini memang ditujukan padanya. Pelatihan di dunia nyata dalam menggunakan tombak dan latihan fisik tanpa henti.

Memang, kita belum tahu untuk apa latihan di dunia nyata setiap harinya. Itu semua adalah saran dari Tombak Halilintar untuknya. Tombak Halilintar hanya menyebutkan bahwa pelatihan di dunia nyata, akan menjadi beberapa kali lipat peningkatan di dalam Sky Legend. Jadi, itu ada benarnya saat ini. Pelatihannya, lompatan, ketepatan, akurasi, kekuatan otot. Semuanya membuat gerakan Riki mampu dikontrol dengan baik.

Saat ini, kemampuan fisik dari latihan itu dapat ditunjukkan ketika skill dan level tidak berguna sama sekali. Jadi, pertarungan ini memang untuk membuktikan sejauh mana pelatihan dan olahraganya di dunia nyata. Riki memundurkan kaki kanannya ke belakang, dia menggenggam tombak, dan ujungnya maju ke arah Scorgun. Dia siap bertarung fisik sekarang. Mencoba menusuk Scorgun.

Player yang lain melihat Riki, mereka semua merasa sudah tak akan mampu melawan Scorgun. Mereka kini mundur, menyadari kalau Riki akan berhadapan dengannya, satu lawan satu.

”Jangan ikut campur dengan pertarungan ini, teman-teman! Biarkan aku yang akan melawannya! Kalian mundur dan jaga jarak dari Scorgun!” teriak Riki. Riki ingin melawannya dengan pertarungan satu lawan satu. Namun, di balik itu semua, Riki tidak mau ada di antara lainnya yang akan terkena serangan dari Scorgun lagi dan terlog out. Dia tahu, rekan-rekannya tidak berlatih fisik terlalu kuat, kecuali Regas. Dua wanita sisanya, mereka tak akan sanggup tanpa skill dan level mereka.

Empat Player yang melihat Riki, mereka pun mundur. Riki sedang bertarung dan mereka hanya bisa memberinya semangat.

”Riki! Aku percaya padamu, kalahkan dia dan bertarunglah selayaknya Pejuang!” teriak Regas sambil mengangkat tangannya. Dia memberikan motivasi pada Riki, sebelumnya dia sudah diselamatkan oleh Riki. Maka, dia mencoba percaya pada player tersebut sekarang.

Riki menajamkan matanya, fokus dan dia melesat ke arah Scorgun. Scorgun menghadangnya. Delapan kakinya maju, empat di bagian depan menghadang Riki.

Klang! Klang! Klang!

Riki menangkis kaki-kaki bagian depan Scorgun. Dia sudah berlatih menggunakan tombaknya dengan baik. Riki mampu melihat arah serangan lawan dan menghadangnya dengan tombak, dia memutar tubuhnya. Tombaknya mampu menahan kaki-kaki Scorgun yang menyusul menyerang. Riki tidak mau kehilangan fokus, dia memutar tubuhnya. Melompat ke kiri dan ke kanan, meski tak bisa menggunkan skill God Speed, dia masih bisa melompat dan berlari. Itu cukup untuk modal untuk melawan.

Klang! Klang!

Dua kaki maju, Riki menghadangnya. Scorgun semakin cepat menyerang dengan kaki-kakinya. Kepala Riki hampir terkena serangan kaki Scorgun, tapi Riki berkonsentrasi dan menghindarinya. Namun, Scorgun tetap mampu mendesak Riki.

Brush!

Riki terpental dan bergulingan karena sabetan kaki panjang itu mengenai perut kirinya. Dia terseret dan tombaknya jatuh.

”Riki!” teriak Dark Shadow dia akan bergerak membantu Riki, dia mempersiapkan pedangnya lagi. Dia akan bertarung bersama Riki, mungkin akan ada kesempatan untuk menang.

”Berhenti di sana, Dark Shadow!” Riki membuka tangan kirinya ke arah Dark Shadow, tangan kanannya masih memegang bagian yang terluka. Ada luka yang terbuka, Armor pun tak bisa digunakan dalam lorong dimensi kali ini.

Riki berdiri lagi, mengambil tombaknya yang terjatuh, ”Ini adalah pertarungan antar One By One, jangan ikut campur hingga aku atau Scorgun yang mati! Ini adalah permainan yang sebenarnya, jangan ganggu aku kali ini!”

Riki menguatkan tombaknya, dia berlari dan sudah mempelajari bagaimana pertarungan yang dilakukan Scorgun. Dia sudah mengamatinya, maka kali ini dia akan menggunakan celah yang sudah dipelajarinya selama beradu kekuatan dengan Scorgun.

HIIIAAAAAAAAA!

Semua mata melihat Riki, mereka juga terluka. Dark Shadow gemetar di tempatnya berdiri, apakah Riki sedang melindungi dirinya! Lelaki itu, apakah dia tahu bahwa jika dirinya ikut maju maka dia akan terbunuh! Riki ....

HIIIAAAAAAAAA!

Riki menerjang dengan berani, menerjang lawannya kali ini. Dark Shadow tak percaya, kini dia melihat Riki yang bertarung untuk melindungi player lainnya, juga dirinya.

Brush! Klang!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!