Legenda Tombak Halilintar

Lanjutkan, Legenda Riki!

Woosh!

Riki berlari, latihan yang selalu dilatihnya di dunia nyata. Kini, dia merasakan bahwa ini seperti bukan permainan, dan Riki menerjang ke arah Scorgun. Dia teringat latihannya, saat melatih dengan menusuk kayu yang terayun. Titik tusukan tombak dari kayu yang bergerak, yang harus menjadi pusat serangan. Suatu hari, Riki teringat kembali dengan latihannya. Dia ingat kata-kata Tombak Halilintar.

***

Riki cukup lelah berlatih menusuk, dia istirahat sebentar sambil menikmati sepoi angin yang mengipasi wajahnya.

[”Riki, apakah kamu tahu kenapa senjata tombak jarang digunakan oleh Player?”]

”Aku tidak tahu Tombak Halilintar. Aku hanya mencoba belajar dan menyesuaikan dengan tombak. Hanya itu yang aku tahu,” jawab Riki.

[”Hal itulah yang banyak dilakukan pengguna senjata. Mereka banyak memilih pedang karena efisien untuk menggunakannya. Mereka sangat jarang memilih tombak, hal itu karena bagian tombak hanya hebat di ujungnya saja dan sulit untuk mampu menguasai tombak yang memilih panjang dan kesulitan untuk memainkannya. Dan, hanya ujung tombak yang memiliki damage tertinggi.”]

”Kamu benar, Tombak Halilintar,” Riki melihat pemandangan di belakang rumahnya, udara yang sejuk dan langit yang terbuka begitu cerah. Riki paham hal itu, tusukan yang dimulai dari ujung tombak tentu memiliki tekanan dan ketajaman tertinggi dari semua bagian tombak.

[”Riki, berlatihlah untuk menusuk dengan tombakmu itu. Tak peduli meskipun kamu harus melakukannya jutaan kali. Hingga kamu mampu menyatu dengan ujung tombakmu. Kamu harus mampu merasakan bahwa ujung tombakmu adalah bagian dari tubuhmu. Saat kamu mampu melakukannya. Kamu tidak akan bisa dikalahkan oleh siapapun!”]

Riki melihat ke arah gelangnya, kamuflase dari Tombak Halilintar. Latihan jutaan kali! Menyatu dengan ujung tombak!

Tusukan tombak, menjadi bagian dari tubuh kita. Perpanjangan dari tangan, itulah hal yang dipahami oleh Riki, sekarang.

***

Kali ini, Riki paham akan percakapan itu. Pelatihannya selama ini hanya untuk membuat tombak menjadi perpanjangan dari tubuhnya. Kali ini, dia harus membuktikannya semua pelatihan yang sudah dilakukannya.

”Player yang menarik! Kali ini, aku tidak akan membiarkanmu hidup, Player. Aku akan membunuhmu dengan serangan kali ini!” teriak Scorgun dan dia juga berlari menerjang Riki. Dia memutar pedangnya dan mengangkatnya ke belakang punggungnya. Bersiap untuk menebas Riki. Kaki-kakinya terus berputar, dan ekor di belakangnya juga bersiap menusuk jika serangannya yang lain gagal.

[”Maju Riki!”] Tombak Halilintar menyemangati.

”Berisik!” Riki berlari, dia melompat dan menerjang ke arah Scorgun.

Pertempuran yang menegangkan. Keempat Player bahkan tak bisa berkedip. Mereka tak percaya bisa melihat pertarungan super epic, pertarungan yang sedang mempertaruhkan kepercayaan dan kesungguhan tekad.

Riki Fokus, menerjang ke arah Scorgun. Tombaknya hanya satu tujuan, tusukan. Ujung tombak adalah bagian darinya, semangat Riki membara. Kekuatan manusia yang mampu menyatu dengan senjatanya.

Serangan empat kaki Scorgun menghadang serangan Riki, dan menarget untuk menusuk tubuhnya. Riki melihat hal itu, dia menarik tangan kanannya yang memegang tombak. Serangan empat kaki itu, dapat dilihat oleh Riki. Konsentrasi penuh dan Riki menggunakan kekuatan ujung tombak untuk membuat pantulan pada tiap kaki Scorgun yang menghadangnya. Semua arah dapat dilihat.

Klang! Klang! Klang! Klang!

Tusukan, dan ayunan tombak. Fokus untuk menghadang serangan kaki-kaki Scorgun.

Fokus serangan Riki hanya ujung tombak, mencari kesempatan yang tepat untuk menggunakan tusukan tombaknya. Empat kaki itu bahkan dapat dipentalkan dengan ayunan dan ujung tombak, yang bergantian digerakkan dengan kedua tangannya. Kaki-kaki Scorgun bahkan terdorong dengan tekanan tombak, posisi Scorgun menjadi limbung dan tidak bisa seimbang karena empat kaki depannya yang menyerang terdorong kuat.

Scorgun melihat celah pada Riki, kini pedang yang disiapkan dihempaskan ke arah Riki yang melompat menuju ke arahnya.

”Habislah, Player sombong!” teriak Scorgun, meskipun tubuhnya agak limbung dia masih mendapatkan fokus untuk menebas Riki dengan pedang besarnya.

Riki melihat arah pedang, dia menggunakan tangan kirinya dan menahan pergelangan tangan Scorgun yang besar. Latihan meninju yang dilakukan selain tusukan halilintar. Dia memukul pergelangan tangan Scorgun dengan kecepatan pukulan yang kuat. Tangan Scorgun terkena pukulan cepat itu, dia tak menduga serangan pukulan itu sehingga membuatnya kesakitan, dan pedangnya bergetar dan terhenti dari serangannya. Dia kehilangan fokus pada serangannya.

”HOOOOAAAAA!” teriak Scorgun, dan senjata terakhirnya adalah ekor panjang yang ujungnya adalah senjata tajam. Itu kesempatan terakhirnya, dan dia mengarahkan tusukan ekornya menuju Riki, dan melihat punggung Riki yang terbuka. saatnya menusuk punggung lawan.

Crop!

Sring!

Ketajaman fokus Riki, insting pertarungannya meningkat. Dia memutar tubuhnya, dan tusukan ekor Scorgun hanya menyerempet pinggang kirinya. Riki berputar dan inilah yang ditunggunya. Dia memasukkan serangan tangan kanannya maju dengan kekuatan penuh. Ujung tombak yang menjadi penerus dari tangannya, bagian dari tubuhnya. Tombak itu menembus tubuh Scorgun dengan kekuatan terkuatnya.

”Tusukan Halilintar!” Riki sudah terbiasa melakukan hal itu, meskipun tidak ada kekuatan skill energi. Namun, itu mampu meledakkan tubuh Scorgun dan membuat Scorgun perlahan pecah tubuhnya, menjadi serpihan cahaya.

Bruk! Klang!

Tubuh Riki turun ke tanah dan tombaknya terjatuh di sebelahnya. Riki merasakan lelah dan tubuhnya sedikit kaku. Dia menggerakkan tubuhnya, menghadap ke atas dan masih terbaring. Tubuhnya kaku, dan dia melihat serpihan Scorgun yang mulai pecah seperti cahaya yang pudar.

”Kamu adalah Player satu-satunya yang mampu mengalahkanku, Pejuang. Aku mengakuimu!”

Splash! Woosh!

Dark Shadow berlari ke arah Riki, dia terlihat khawatir dan meneteskan airmatanya. Riki melihat hal itu, dia menarik napasnya. Lukanya cukup sakit untuk dirasakan.

[Scorgun sang Legenda kematian dikalahkan. Skill dan level dikembalikan, magic divine dipulihkan. Skill magic Return]

Energi para Player kembali. Nana berlari cepat dan mendekati Riki, Riki sudah dibantu duduk oleh Dark Shadow. Nana melakukan healing pada luka dua sobekan di perut kiri Riki. Riki terseyum.

”Apakah itu sakit?” tanya Dark Shadow.

Riki tersenyum, ”Ini tidak sakit, ini adalah luka kebanggaan. Jika kita tidak terluka, maka kita tidak akan bisa mencapai puncak! Luka itu adalah duri yang mengelilingi bunga mawar yang mekar.”

Basten dan Regas sudah memulihkan diri, mereka berdua mendekat ke arah Player lainnya. Riki sudah pulih.

[Lorong selanjutnya terbuka untuk Player. Kini, Player menentukan pilihannya. Apakah akan meneruskan raid Sky Lord atau berhenti. Maju atau Berhenti]

”Pilihan yang sulit, sekaligus menantang. Seorang pejuang pasti akan maju, benar begitu bukan, Riki?” tanya Basten pada Riki.

”Tentu saja, Player Basten. Jadi, ayo maju bersama!”

”Tidak, Riki. Aku sudah tahu kemampuanku, aku berhenti. Sky Lord ini hanya ditakdirkan untuk menjadi bagianmu. Aku memutuskan berhenti, kamu yang layak meneruskannya. Aku akan mendoakan keberhasilanmu,” Basten tersenyum dan menekan kata berhenti.

”Aku juga, Pejuang Hebat, Riki. Kita akan selalu berteman, kamu harus berhasil,” suara Regas yang juga menekan pilihan untuk berhenti.

Nana yang melihat hal itu tersenyum. Dia menepuk pundak kanan Riki, ”Sampai di sini aku membantumu, Riki. Aku juga harus pergi, di sini bukan tempatku. Harus aku akui, aku akan berlatih lebih keras lagi, dan aku akan menyusulmu suatu hari nanti!”

Nana menekan petunjuk berhenti pada windownya sendiri.

”Kalian semua, tapi kenapa? Bukankah kita bisa bertarung bersama!” kata Riki

Basten tersenyum, ”Kamu tahu, kami tidak akan bisa meneruskan pertarungan. Kamu sudah menyelamatkan kami dan menunjukkan jalan seorang pejuang. Maka, majulah, Legenda. Jangan pernah menyerah!”

”Kalian semua!” Riki gemetaran memegang tombaknya.

[Memilih Berhenti]

Kali ini, Riki harus melihat hal yang sama pada Dark Shadow. Dia memilih berhenti. Dia terseyum pada Riki.

”Lanjutkan perjuanganmu, Riki. Aku akan selalu menunggumu!” Dark Shadow tersenyum pada Riki, ”Aku tidak mau menjadi bebanmu di lorong selanjutnya. Jadi, fokuslah dalam pertarunganmu!”

Riki tersenyum dan menguatkan pijakan kakinya, ”Terima kasih teman-teman! Aku akan berjuang hingga menaklukkan Sky Lord!”

Splash! Splash! Splash!

Riki sendirian sekarang. Dia melihat ke arah lorong yang sudah terbuka.

[Lorong terakhir dari Sky Lord terbuka untuk anda. Player Riki, anda adalah satu-satunya Player yang tersisa dan menuju puncak lorong terakhir dari Sky Lord]

Saka tersenyum, ”Ayo maju, Tombak Halilintar!”

[”Tentu saja, Riki!”]

Riki berjalan percaya diri, dan memasuki portal yang terbuka bercahaya. Akhir dari Sky Lord, perjuangan sedang dimulai.

[Crimson, Black Dragon menunggu anda]

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!