Legenda Tombak Halilintar

Dungeon Melissa

Dungeon pertama dimasuki Riki, dia mulai menjelajah ke pegunungan Kaukatus dan mencoba menyelesaikan semua dungeon di sana. Dungeon di Kaukatus adalah salah satu cara bagi Riki untuk menyelesaikan misinya kali ini.

Splash!

Riki masuk ke dungeon, itu adalah dungeon Romax. Di dalamnya, Riki berpindah tempat di atas kapal yang besar. Riki berada di atas perairan, dan kini sudah berada di atas kapal yang sangat besar. Air dari bawah kapal bergelombang tinggi, kapal bergerak ke kanan dan ke kiri karena angin begitu kencang. Di sana, tidak ada siapapun kecuali Riki seorang diri. Kapal seperti hancur berantakan di setiap sisi. Kapal itu seperti habis diserang.

Dari kajauhan, ombak terlihat besar dan menggulung. Di sanalah, nampak barisah hewan laut yang berenang dengan kecepatan tinggi ke arah kapal di mana Riki berada. Riki mampu merasakan energi kuat datang. Sosok-sosok makhluk keluar dan masuk lagi ke dalam air, menyelam dan muncul seperti penyelam hebat.

Mereka semua mengarah pada Riki, dengan jumlah makhluk yang sangat banyak. Semakin dekat, mereka semakin terlihat memiliki dua tangan. Mereka memegang senjata trisula panjang di tangan mereka. Mereka adalah Romax.

[Pertahankan diri anda dari Romax dan kalahkan Bos Romax. Kemenangan akan membuat anda menyelesaikan Dungeon Romax]

Brush! Brush! Brush!

Makhluk-makhluk seperti ikan Hiu. Mereka keluar dari air dan melompat menuju kapal besar di mana Riki berada. Mereka memakai tombak dengan ujung trisula. Ada sirip lebar di bawah lengan mereka. Mereka bisa berenang dan kaki-kaki mereka berwarna biru serta bersisik besar. Mereka langsung menerjang Riki dari segala arah.

[Pusaran Badai diaktifkan]

Riki tidak punya waktu hanya untuk meladeni para monster Romax tersebut. Dia memutar tombaknya dan melompat dengan kecepatan tinggi. Menciptakan energi pusaran energi.

[Skill God Speed fusion Pusaran Badai]

Seperti kilatan cahaya, Riki menerjang ke sana dan kemari dengan tombaknya. Dia menghabisi para monster Romax itu dengan cepat. Dia membelah mereka dan menghantam mereka hingga hancur satu persatu. Semuanya dimusnahkan dengan cepat.

Slash! Slash! Slash!

[Anda mengalahkan Prajurit Romax, 999/1.000]

Satu lagi, Prajurit Romax yang tersisa dan sedang menuju ke arah Riki. Riki pun menerjang cepat, dan prajurit Romax itu juga menerjang ke arah Riki. Saat mereka hampir bertemu dengan energi besar, sebuah gerakan cepat dan besar keluar dari belakang prajurit Romax. Makhluk besar itu baru saja keluar dari air.

Bruuusshhh!

Makhluk sebesar rumah, bentuknya seperti ikan Hiu dan memiliki tangan yang besar serta memegang tombak Trisula yang panjang. Dia membuka mulutnya yang besar, dan menelan satu prajuritnya yang tersisa. Mulutnya masih terbuka lebar dan hendak menelan Riki sekaligus.

”Mau menakutiku! Jangan harap!” teriak Riki.

[Tusukan Halilintar diaktifkan!]

Brush! Booommm!

Ledakan besar, tombak yang menyala dan menusuk itu menghancurkan tubuh Raja Romax yang besar tersebut. Tubuh raja Romax bagaikan serpihan data yang hilang. Putaran empat Jarum Halilintar mengeliling ujung tombak Riki.

[Anda menyelesaikan Dungeon Romax, hadiah Tombak Trisula item Rare. Kristal diberikan, experience meningkat. Seluruh stat naik]

Tubuh Riki menembus ledakan tubuh Raja Romax. Dia melihat matahari indah yang berada di ujung lautan. Angin berhembus dan mengipasi wajah dan rambutnya. Indah sekali!

[”Riki, itu makananku!”] teriak Tombak Halilintar sumringah. Jika dia manusia, pasti dia melompat-lompat kegirangan karena mendapatkan apa yang disukainya.

”Makanlah sesukamu, kamu harus kenyang dan menjadi lebih kuat!” Riki mencandai Tombak Halilintar.

[”Berisik, dasar manusia!”] teriak Tombak Halilintar.

”Ha.. ha.. ha..,” Riki tertawa, ”Bahkan kamu ikut-ikutan seperti aku. Kamu mengikutiku  mengatakan Berisik!”

Riki dan Tombak Halilintar selalu bersama. Mereka dapat merasakan seperti seorang teman yang sedang bercanda. Mereka telah saling bekerjasama selama ini, dan menyelesaikan banyak rintangan yang menghadang mereka.

[Keterangan; Raja Romax pernah terluka karena tekanan Legenda Tombak, Marsen. Saat itu, Marsen sedang bertempur melawan Pasukan kejahatan. Raja Romax menjadi penunjuk di mana Legenda Marsen bersembunyi. Pertarungan yang dahsyat terjadi, dan energi kuat mengenai tubuh Raja Romax meskipun dia bersembunyi di lautan]

[Luka bekas tombak Marsen, mampu membelah lautan dan tanpa sengaja mengenai tubuh Raja Romax]

Splash!

[Keluar dari Dungeon Romax]

Riki kini menjadi paham. Setiap dungeon sedang menunjukkan arah baginya untuk menguak misteri di mana legenda tombak Marsen. Legenda Marsen memang ada di sekitar gunung Kaukatus, mungkin dia tengah bersembunyi di sekitar Kaukatus. Riki menggunakan kecepatannya, dungeon selanjutnya tidak jauh dari tempat itu. Dungeon tingkat 3, ada di depan Riki saat ini.

[Konsumsi kristal diberikan, anda diizinkan memasuki Dungeon]

Riki memasuki dungeon tersebut.

[Dungeon Kaukatus tingkat tiga, Dungeon Beast Melissa]

Splash!

Riki terus melangkah. Memasuki dungeon selanjutnya, dia tak mau istirahat atau menunda. Riki tak peduli apapun yang menghadangnya, dia harus mendapatkan pencerahan dari raja tombak, Marsen. Misi selanjutnya adalah mencari keberadaan Legenda Marsen. Riki memasuki ruangan yang sangat luas. Mirip sebuah aula dari sebuah kerajaan. Terdapat patung-patung raksasa di barisan dinding kanan dan kiri. Patung-patung itu sama bentuknya, mereka semua seperti seorang dewi tetapi tubuh bagian bawah mereka adalah ular.

Dan... di kursi ujung singgasana. Nampaklah ular yang sangat besar dan kepalanya adalah manusia. Wanita dengan wajah yang cukup menyeramkan dan bola matanya seperti bola mata ular yang meruncing. Rambunya, gimbal dan semuanya adalah ular dari tiap helainya. Kepala ular di ujung rambut mengelurkan lidahnya bergantian ke arah Riki.

[Melissa akan menghukum siapapun yang berani masuk ke wilayahnya, mata Melissa mampu membuat musuhnya tak bisa bergerak dan terjerat dalam ilusi]

”Manusia! Kamu sudah berani memasuki Kaukatus dan bahkan masuk ke wilayah terlarangku. Maka, aku akan menghukummu dengan ribuan mimpi buruk!”

Riki mempersiapkan tombaknya kembali, empat Jarum Halilintar berputar di ujung tombak dan Riki mempersiapkan kakinya. Pertempuran lagi, dan Riki bersiap untuk melawan siapapun yang menghalangi jalannya. Jalan untuk mencapai puncak dari Sky Legend.

Wooosh!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!