Legenda Tombak Halilintar
Jebakan Melissa, Ilusi!
Dungeon Melissa, Riki mengarahkan tombaknya ke arah Melissa yang bergerak meliuk dan menyerang Riki. Melissa menggerakkan tubuhnya yang merupakan tubuh ular, gerakannya sangat cepat dan mampu mengimbangi kecepatan Riki. Melissa memutar tubuhnya, dia mengitari singgasananya.
Pola serangan Melissa benar – benar seperti ular, dia bergerak cepat ke sana dan kemari. Riki menghantamkan tombaknya untuk menghalau serangan Melissa. Namun, kecepatan Melissa juga cukup bagus, dan beberapa kali serangan Riki gagal mengenai kulit tubuh dari Melissa. Melissa berputar lagi, dan kini gilirannya menyerang Riki, dari arah atas kiri.
Semburan energi, mulut Melissa mengeluarkan energi yang kuat.
Wooosh!
Booom!
Riki menguatkan kakinya dan melompat dengan cepat ke belakang. Dia menghindari serangan Melissa. Ledakan besar tercipta dan tanah yang terkena serangan itu hancur berantakan. Riki melompat mundur, dia tidak bisa lengah, Melissa sudah menyerang kembali dengan tangannya yang memegang tombak tajam.
Woosh!
Brush! Brush! Brush!
Melissa menyabetkan tombaknya berulang kali, tapi Riki mampu menghindari semua serangan Melissa. Riki terus mundur untuk menghindari serangan – serangan Melissa. Dia juga mempersiapkan pedangnya dengan baik. Riki mengitari tempat itu, dan serangan dari Melissa menghancurkan singgasananya sendiri.
Brush! Boom!
Singgasananya hancur berantakan karena tekanan dan energi tombak Melissa, ekornya menyambar apa saja di sekitarnya. Besarnya tubuh ularnya seperti sebuah drum besar, berdiameter sekitar 1,5 meter persegi. Melissa menerjang, dan tangannya menggunakan tombak tajam berkilauan.
Klang! Tombak bertemu dengan tombak.
Sudah cukup bagi Riki terus menghindari serangan Melissa, dia menahan serangan tombak tersebut dengan tombaknya. Keduanya saling menekan dengan energi mereka. Ekor ular milik Melissa berputar dan terangkat, memutar arah dan menyambar tubuh Riki dari arah belakang.
”Kena kau, Manusia!” Melissa begitu percaya diri untuk menjatuhkan Riki, hal itu karena Riki sedang kesulitan menghadang serangan tombaknya.
Brush!
Booommmm!
Ledakan kuat, batu beterbangan karena lantai pecah. Riki sudah tidak ada di tempatnya, dia menggunakan celah untuk melesat pergi. Kecepatan digunakan.
[Skill God Speed diaktifkan]
Riki melesat ke arah patung besar di sisi kanan, dia berada di arah dinding. Melissa melihat Riki yang menghindarinya, dia marah dan menerjang kembali dengan merayap di lantai dengan kecepatan tinggi. Kepalanya segera diangkat dan dia menggunakan tombak berkilaunya. Melissa memegang gagang tombak dengan kedua tangannya. Dia mengarahkan dengan sekuat tenaga tombak tajam itu ke arah Riki.
Klang!
Ujung tombak Melissa dihadang dengan tombak, ujung tombak saling bertemu.
Brush!
Riki belum menggunakan armornya, dia hanya menggunakan perisai Basilisk untuk menahan serangan Melissa. Tekanan kuat ditahan oleh Riki, mereka berbenturan energi. Saat Riki mengumpulkan energi dan bersiap mendorong Melissa serta mengakhiri pertempuran. Mata Melissa bercahaya dan menatap mata Riki.
Snap!
[Anda terkena ilusi terkuat Melissa, mimpi buruk menjerat anda]
Splash!
”Riki ....! tolong!” suara wanita setengah baya yang sedang disandera oleh monster besar. Wanita setengah baya itu diseret. Itu adalah, Irma, Ibu dari Riki.
”Ibu! Ibu...! lepaskan dia!”
Monster itu tertawa dan mengangkat pedangnya, ”Menyerahlah, atau kamu akan kehilangan Ibumu!” suara monster itu menggelegar. Dia mengangkat pedangnya, ”Cepatlah pilih, menyerah atau kamu akan kehilangan Ibumi!” suara monster itu terlihat mengancam. Riki berada di antara dua pilihan yang harus dipilihnya. Pilihan yang sulit.
”Riki .....!” teriak Ibuya lagi, dia merasa kesakitan karena leher belakangnya dicengkeram monster tersebut.
”Pilih sekarang Juga, Manusia!”
”Aku ....!”
Riki kebingungan. Ibu adalah segalanya bagi Riki. Semua yang dia lakukan selama ini untuk ibunya. Apakah dia harus mengalah? Dan, apapun akan dikorbankan Riki untuk kebahagiaan Ibunya.
”Tolong Ibu, Riki! Berhenti saja dan menyerahlah, dan mari hidup seperti biasa. Menyerah saja, Ibu sudah kesakitan!”
Irma berteriak dan memelas, makhluk besar yang merupakan monster berbentuk kerbau memegang rambut wanita setengah baya itu. Monster itu memegang Irma dengan kasar.
”Cepat pilih sekarang! Atau semuanya akan berakhir!” teriak Monster itu lagi.
”Aku ..., aku memilih untuk terus melangkah!” mata Riki menyala. Dia sudah memutuskan untuk maju. Dia memegang tombaknya dengan kuat, bersiap mengarahkan ujung tombaknya ke arah monster tersebut.
[Tusukan Halilintar diaktifkan]
Riki menerjang ke arah monster itu, menusukkan tombaknya dengan kekuatan penuh. Dia melesat cepat, Tusukan dengan energi besar menghancurkan monster kerbau bertanduk, dan juga bayangan Ibunya.
Snap!
”Bagaimana ..., bagaimana kamu bisa kamu tidak terpengaruh oleh mimpi buruk. Belum pernah ada manusia manapun yang bisa lepas dari mimpi buruk! Kenapa! Kenapa kamu bisa melaluinya!” teriak Melissa yang kini menahan kekuatan tusukan tombak Riki, yang sudah sadar dari pengaruh matanya.
Riki tersenyum, dia menggunakan kekuatannya untuk terus menekan Melissa. Dia sadar bahwa apa yang terjadi sebelumnya hanyalah ilusi untuk membuatnya menyerah.
”Aku sudah tahu sejak awal kamu menggunakan ilusimu. Karena Ibuku, tidak akan pernah bilang untuk berhenti! Ibuku selalu bilang untuk aku terus maju dan tidak boleh menyerah apapun yang terjadi!”
Riki mempersiapkan energi dengan cepat, ujung tombak berpendar cahaya energi.
”Tusukan Halilintar!”
Brush!
[Melissa dikalahkan, dungeon diselesaikan. Item sihir, mata ilusi didapatkan]
Riki melihat item bercahaya yang muncul dari pecahan tubuh Melissa. Dia mengambilnya dan melayang di atas tangannya. Mungkin, suatu saat dia akan bisa menggunakan item itu.
[Menyimpan di inventory Player]
[Melissa, salah satu pasukan jahat yang bertarung melawan Legenda Marsen]
Riki keluar dari Dungeon kedua.
[”Kamu akan bisa menemukan semua petunjuk tentang Legenda Marsen, Riki. Selesaikan semua Dungeon di Kaukatus.”] jelas Tombak Halilintar.
Riki mempercepat langkahnya, God Speed digunakan. Dungeon tingkat lima, dan ini adalah Dungeon ketiga yang akan diselesaikan Riki. Riki segera bergerak cepat di pegunungan Kaukatus, untuk menemukan informasi tentang legenda Marsen.
[Konsumsi kristal diberikan, anda diizinkan memasuki Dungeon]
Harga kristal untuk Dungeon tingkat 5 cukup mahal. Hal itu sesuai dengan hadiah dan sulitnya menyelesaikan Dungeon tersebut. Satu lagi yang harus diketahui, Dungeon tingkat lima adalah Dungeon yang sulit diselesaikan. Kebanyakan, para Player akan membentuk tim untuk menyelesaikannya. Dungeon tertinggi adalah tingkat 7, dan itu jarang ada. Namun, Dungeon tingkat 5 juga sulit, biasanya membutuhkan minimal lima Player dengan role penuh.
Riki memasuki Dungeon tersebut.
[Dungeon Kaukatus tingkat lima, Dungeon Beast Sakhor]
Splash!