Legenda Tombak Halilintar
Melawan Api Sakhor
Riki berada di depan dungeon tingkat lima. Dungeon dari monster Sakhor. Dia sempat mengingat saat pertama kali harus mengorbankan dirinya di dalam dungeon fire dragon. Dungeon tingkat enam, dan saat itu Riki harus berkorban untuk mendapatakan kristal cukup banyak. Hingga, dia tertinggal sendiri di dalam dungeon dan mendapatkan Dragon Spear.
Kini, dia akan memasuki dungeon tingkat lima, hanya selisih satu tingkat dengan dungeon tingkat enam yang pastinya akan sulit diselesaikan. Saat mendapatkan Tombak Halilintar, item legendary yang memiliki nama awal Dragon Spear. Riki mengubah namanya, kini dia tak lagi takut pada dungeon seperti apapun.
Riki tersenyum, sudah sejauh ini. Dan, hanya ada keberanian yang mengikuti langkahnya saat ini. Riki harus bergegas, dia harus segera menemukan informasi tentang Legenda Marsen. Dia maju sendirian tanpa player tambahan atau tim, tak masalah lagi bagi Riki!
[”Kamu tidak takut, Riki?”] tanya Tombak Halilintar.
”Selama ada harapan, maka di sanalah Legenda akan berbicara, bukankah begitu Tombak Halilintar!”
[”Ha.. ha.. ha.. Aku suka kata-katamu itu, Riki!”]
Riki pun memasuki sebuah dimensi, di bawahnya semua bebatuan dan terlihat ada api yang membara di bawah tanah.
Crak!
Retakan tanah terjadi seperti gempa bumi. Riki menstabilkan kaki-kakinya, dia melompat ke arah tanah yang tidak terbelah dan masih bisa dipijak. Musuh kali ini, mungkin merupakan beast yang memiliki kekuatan api.
[Beast Sakhor muncul dari retakan magma di dalam tanah. Dia akan menghancurkan apapun dan, menjadikan semua rata menjadi debu yang terbakar]
Crak! Crak! Brush!
Sebuah tangan yang membara dengan api menyala keluar dari tanah, sangat besar dan menekan tanah bebatuan. Tangan itu semakin terlihat, dan makhluk besar itu menunjukkan kepalanya. Kepalanya memiliki dua tanduk di kanan dan kiri kepalanya. Di seluruh kepala dan tangannya yang sudah muncul, semua memiliki retakan yang terlihat membara dengan apinya.
”Siapa yang membangunkanku! Aku akan menjadikannya debu yang hancur dengan kekuatan apiku!” suara Sakhor menggelegar. Bahkan, atap goa seolah hendak runtuh dan tergoncang.
Sakhor terus keluar dari tanah, tangan satunya ikut keluar dan dia pun berdiri sepenuhnya. Dia melihat ke arah Riki.
”Kamu, manusia? Sungguh berani, manusia datang ke sini dan membangunkanku. Bahkan, kamu datang seorang diri. Sungguh, keberanianmu aku akui! Namun, kamu akan menjadi tumbal dari apiku yang membara!”
Sakhor menggerakkan tangan kanannya, dia membuka tangan kanannya ke bawah. Dan dari tanah, keluar sebuah benda yang langsung ditangkap dengan tangan kanan Sakhor.
[Pedang Magneto, item Epic yang menyulut api dan membakar apapun]
Pedang itu besar dan menyala. Di setiap sudutnya, terbakar dengan api yang membara dan sangat merah menyala.
”Apakah kamu sudah siap terbakar, Manusia?” tanya Sakhor.
”Dari tadi, kamu sangat berisik, Sakhor! Apakah kamu tahu, Api itu memang membara. Namun, aku akan memadamkan apimu itu dan menghancurkan kesombonganmu!”
”Manusia sombong!”
Sakhor memutar pedangnya di belakang punggungnya, dia menghantamkan pedangnya ke arah Riki. Pedang itu terlihat membara dan terbakar, energinya sangat besar.
[Fusion diaktifkan]
Crak!
Bagian dari Tombak Halilintar terpecah dengan energi, armor kuat menutupi tubuh Riki. Dia bersiap, lalu menahan serangan pedang raksasa milik Sakhor dengan tombaknya. Energi yang kuat itu mampu ditahan dengan energi shield dari tombak. Riki mengeluarkan energi untuk menahan serangan pedang besar Sakhor.
Brush!
[Perisai Basilisk fusion dengan Mantel Bajra. Menahan tekanan api dari Sakhor]
Riki mempertahankan kekuatannya untuk menahan serangan api Sakhor. Riki juga penasaran, sebatas mana kekuatannya saat ini. Apakah dia bisa menahan serangan kuat dari Sakhor yang merupakan bos dari dungeon tingkat lima atau tidak. Apa yang sudah dilatihnya selama ini, akan mampu untuk menahan kekuatan dari Sakhor.
Api dari tekanan yang dikerahkan Sakhor sangat kuat, bahkan mampu membakar apapun di sekitarnya. Tekanan dari api yang panas itu menjalar hingga tombak Riki. Riki berusaha sekuat tenaga menahan serangan tersebut. Api pun menjalar terus-menerus ke tombak Riki, dan mengarah pada tubuhnya. Riki ikut merasakan panas tersebut.
”Jangan meremehkan apiku! Kamu hanya akan habis terbakar! Rasakanlah api yang mampu membakar langit dan bumi! Api yang mampu menciptakan panas terkuat di muka bumi!”
Brush!
[”Apinya sangat kuat, Riki. Kamu perlu menggunakan kekuatan skill yang lain. Tubuhku sangat panas dan membara!”] teriak Tombak Halilintar. Dia yang bertemu dengan pedang api milik Sakhor secara langsung. Tentu saja, dia yang merasakan panas luar biasa.
Boommm!
[Skill God Speed aktif!]
Riki merasakan panas tersebut, dia tak boleh diam saja. Dia pun mundur dan pedang energi besar milik Sakhor menghantam tanah dan meledak besar. Riki menyamping ke arah kanan sambil menghindari efek ledakan panas dari pedang Sakhor. Dinding-dinding goa nampak bergetar hebat. Riki berlari dengan kecepatannya, memutar pergerakannya dan menyerang ke arah belakang Sakhor.
Kesempatan, ada celah terbuka!
Riki segera bertindak, kecepatan digunakan dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dia menggunakan kekuatan penuh dan melompat ke atas dan melewati tubuh Sakhor.
[Skill pusaran badai fusion magic slow thunder]
Woooshh!
Brush! Boom!
Riki tak percaya, Sakhor mampu menghadang serangan darinya. Hal itu karena saat diserang, Riki menyerang bagian belakang dengan ujung tombaknya. Namun, Sakhor tiba-tiba dengan cepat sudah mengubah posisi dan berbalik arah dengan cepat. Tubuh Sakhor seolah bisa berpindah antara depan dan belakang dengan cepat.
Punggung Sakhor kini menjadi bagian depannya, Riki yang menebaskan tombaknya langsung dihadang dengan semburan api yang berkobar.
[Monster Sakhor mampu membuat tubuhnya lentur, dia mampu berbalik antara depan dan belakang. Kemampuan teleportasi organ mampu dilakukan oleh Sakhor]
Serangan Riki gagal, kekuatan yang sudah disiapkan pada waktu yang tepat. Nyatanya, serangan itu gagal dan api besar menerjang ke arah Riki. Riki pun menggunakan kekuatannya, untuk menghancurkan serangan api dari Sakhor. Kekuatan yang besar yang dikeluarkan Sakhor mampu membuat Riki terdorong ke belakang dengan kuat. Sakhor juga menebaskan pedang besarnya, pedang Magneto bersama api yang membara. Serangan kuat itu menghantam Riki yang sudah terpental.
Bruk!
Tubuh Riki membentur dinding goa di belakangnya, dindingnya goncang dan ada bebatuan yang jatuh di sekitar Riki. Serangan yang kuat!
[Anda menerima Damage 25 magic power; hal itu sudah dikurangi dengan kekuatan Armor Halilintar, Perisai Basilisk, dan Mantel Bajra]
Kekuatan yang menakutkan, dan itu memang pantas karena ini adalah Dungeon tingkat 5. Dungeon yang seharusnya dimasuki minimal lima orang dengan level setidaknya di atas 130 setiap Playernya. Riki maju seorang diri, sendirian di level 111. Ini benar-benar tidak masuk akal bagi seorang Player di permainan Sky Legend.
Namun, inilah Riki sekarang. Dia bangkit kembali dan memegang tombaknya yang tergeletak di sebelahnya.
[”Apa kamu siap, Riki?!”] Tombak Halilintar memberikan semangat pada Riki, dia adalah mentor yang selalu menyemangati Riki.
”Berisik! Maju saja!”
”God Speed!”
[Skill God Speed diaktifkan]
Jika musuh bisa berbalik arah dengan cepat, maka tidak perlu menunggu dan menyerang dari belakang. Cukup menyerang dari depan!
”Tusukan Halilintar!” ujung tombak diarahkan ke depan.
Riki menggunakan kekuatan penuh, ujung tombak yang dirasakan sebagai bagian darinya. Dia menyerang dengan kekuatan penuh, menyambar dengan keyakinan dan kekuatan dipusatkan pada ujung serangan tombaknya.
”Istirahatlah sekarang juga, Sakhor!”
Brush!
Ujung tombak mengarah pada jantung Sakhor, yang terlihat berdetak dan merah membara. Adu kekuatan ingin dilakukan sekali lagi oleh Riki, dengan menggunakan kekuatan penuhnya. Riki menerjang tanpa rasa takut. Skill yang sudah dipelajari dengan kekuatan terkuat, dan pelatihan tiada henti di dunia nyata. Kekuatan untuk menusuk!
Syuunngg!
Tidak lagi!
Riki melihat perubahan bentuk pada Sakhor lagi. Kali ini, dia memundurkan tubuhnya ke belakang, dia menjadi makhluk panjang. Tangannya menangkap tombak Riki, dan tubuhnya membentuk cekungan ke belakang. Hal itu untuk menghindari serangan energi tusukan tombak Riki. Riki tertipu karena area yang diincarnya menjadi sangat jauh di belakang. Sedangkan, kepala dan tangan besar Sakhor masih di tempatnya semula.
Dia bergerak memuncurkan tubuhnya ke belakang dengan jauh, itulah yang disadari Sakhor sehingga dia melindungi jantungnya.
Klap!
Riki tertangkap, serangan tombak energinya menghempas ke arah tubuh Sakhor. Namun, Sakhor mampu meliukkan tubuhnya. Hal itu membuat serangan dahsyat Riki menghantam dinding goa di belakang Sakhor, dan dinding goa meledak dahsyat.
Duarrr! Boommm!
Riki terkunci, dia tak bisa bergerak. Bahkan, Tombak Halilintar juga ikut tertekan dengan kedua tangan raksasa yang menghimpit tubuh Riki dan Tombak Halilintar.
AAAAAAHHHHHHH!
Api membara, membakar seluruh tubuh Riki. Api yang sangat panas dan menyala, dan Sakhor yakin Manusia itu sebentar lagi akan terbakar habis, dan menjadi abu yang halus dan hilang diterpa angin.
”Istirahatlah dengan damai, Manusia! Banggalah karena terbakar bersama apiku yang membara dari magma terdalam di kerak bumi!”
Brusshhh!
Semburan api, mulut Sakhor membara dan mengeluarkan api yang menyebar besar. Api itu menyerang tubuh Riki yang kini dalam tekanan kedua tangannya.
[Anda menerima damage api yang sangat kuat]
Wooossshhhh!
Riki menahan rasa sakit yang membakar, ini luar biasa panas. Namun, mata Riki menyala. Kobaran api juga muncul dari matanya. Riki tidak mau berhenti, Riki harus terus maju. Dia tak bisa menyerah di sini. Riki memiliki tekad, dia ingin menjadi Legenda terkuat di seluruh benua Sky Legend!
[Evolusi Light Speed, Mata Halilintar dari Crimson menyala. Player mampu membuka segel kekuatan pertama dari warisan Leluhur Naga. Light Megamagma]
AAAAAAHHHHHHH!!!!