Legenda Tombak Halilintar
Menembus Batasan Kekuatan!
Menghindari semua serangan, itulah yang disarankan Tombak Halilintar dan itu pilihan yang bisa diambil Riki agar selamat dan aman. Genom akan kehabisan waktu, dan Riki menghindari semua serangan itu dalam sepuluh menit. Hal itu tentu bisa dilakukan oleh Riki dengan kecepatan God Speed yang semakin terasah. Hal itu akan memudahkan Riki menghindari semua serangan dari Genom.
Genom bisa tertawa sekarang, sepertinya manusia itu ketakutan karena melihat kekuatan mengerikan yang menjadi puncak dari kekuatannya. Namun, dia kaget karena manusia itu terus maju ke arahnya. Apakah dia memang ingin melawan dirinya saat ini, dengan perubahan mutasi kekuatannya yang maksimal?
”Manusia! Berani juga kamu, dan aku akan menghancurkanmu sebelum aku musnah dari dunia ini!” teriak Genom.
[”Riki, ayo kita ulur waktu saja!”] kata Tombak Halilintar lagi.
Riki tidak mempedulikan perkataan Genom. Dia berbicara khusus pada Tombak Halilintar.
”Tidak! Tidak Tombak Halilintar. Selama ini, aku sudah menjadi pengecut seumur hidupku. Aku telah berlari dan berlari seperti pecundang. Jika hari ini aku lari dan bertahan, maka aku tidak akan pernah menjadi Legenda! Jadi, mari bertarung bersamaku, Tombakku!”
[”Ha.. ha.. ha..! kamu memang gila, Riki! Dan, aku juga akan menemanimu, meskipun kita akan terbakar bersama dengan api Abyss. Jadi, mari bertarung dan satukan kekuatan kita!”]
”Dasar berisik! Maju saja sekarang!” Riki tersenyum, dia menerjang dengan tombaknya.
Tak ada lagi ketakutan. Kali ini, Riki mengobarkan semangatnya, tidak ada jalan kembali sebagai Legenda. Jika dia lari lagi, maka segalanya akan berakhir!
[Tusukan Halilintar diaktifkan]
”Tahanlah jika kamu bisa, Genom! Tusukan Halilintar!”
Whoos! Brush!
Riki mengarahkan semua kekuatannya, kekuatan di ujung tombak. Fokus secara penuh digunakan. Semua skill yang sudah dipelajari, Armor dan juga kekuatan Jarum Halilintar. Semua disatukan dan semuanya akan terlihat sekarang. Apakah Riki bisa mengalahkan Genom atau tidak dengan semua kekuatan yang sudah dimilikinya.
Genom melihat serangan yang dahsyat itu, tapi dia juga memiliki defensif yang besar sekarang. 10 menit pasti akan cukup menjadikannya bisa menghancurkan manusia itu dan menahan serangan manusia itu. Genom tak lagi takut, dia pun bersiap dengan kekuatannya.
Brusshh! Booom! Booom! Booom!
”Gunakan semua kekuatanmu, Manusia!” Genom tak membutuhkan kapaknya lagi. Dia mengarahkan kedua telapak tangannya, dan menahan serangan Tusukan Tombak Halilintar dari Riki.
Wooosh!
Sepuluh kali lipat power, benar-benar kekuatan di luar nalar. Serangan terkuat Riki ditahan dengan kekuatan api yang membara milik Genom. Satu menit berlalu, sembilan menit akan berakhir bagi Genom. Genom menyerap energi Abyss dari bawah bumi. Api yang tersedot dari tanah dan mengalir ke kaki Genom. Seperti benang-benang yang membara, dari kaki kekuatan itu mengisi seluruh tubuh Genom.
[Penyerapan Api Abyss, kekuatan penyerapan Genom]
”Saatnya untuk kehancuranmu, Manusia!”
Brusshh! Booom!
Kekuatan dari kedua tangan Genom. Serangan pekat yang membara menghempaskan Riki.
[Armor Black Dragon, menahan serangan Api Abyss milik Genom, meniadakan 90% kekuatan damage serangan Genom]
[Mantel Bajra aktif! Menahan serangan dengan pengurangan 10 % damage magic power]
[Perisai Basilisk menahan efek slow damage lawan]
[Empat Jarum Halilintar mengisi energi dengan rotasi penyerapan energi alam, menahan kekuatan serangan damage]
[Defense Magic dikerahkan sepenuhnya]
Boooomm!
”Kamu masih mau bertahan, Manusia! Aku mengakuimu, tapi sayangnya. Kekuatanmu belum cukup untuk menghentikan serangan terkuatku!”
Energi Api Abyss milik Genom semakin membara, itu serangan terkuatnya. Dia harus menghancurkan manusia itu, tiga menit sudah berjalan. Sisa waktu yang hanya tinggal sedikit lagi. Maka, Genom harus bisa mengalahkan musuh tersebut. Dia takut, suatu hari nanti, si manusia itu akan menjadi penghalang bagi tuannya, Raja Rasson.
”Aku akan mengakhirimu di sini, Manusia!”
[Serangan terkuat Genom, 10 kali kekuatan dikerahkan. Serangan yang mampu menghancurkan Dungeon Genom]
Brusshh!
Serangan semakin besar dan ini adalah puncak kekuatan dari Genom.
[”Riki! Semua serangan kita dan pertahananmu bahkan tidak mampu untuk menghalanginya, kita harus mundur, Riki! Kita harus mundur. Riki! Kita harus mundur sekarang juga!”] Tombak Halilintar tak bisa berhenti bicara. Dia tahu bahwa ini bisa menjadi akhir dari magic power Riki. Tekanan dari serangan Genom sangat kuat dan membara.
”Tombak Halilintar! Kamu berisik sekali. Aku tidak akan lari, sampai aku hancur sekalipun. Aku tidak akan pernah lari lagi!”
HIIAAAAAAA!
Serangan datang dan tekanan api yang membara, Riki tak peduli lagi. Dia akan menghadapi apapun yang ada di depannya.
Brush! Booom!
Splash!
[Mata Light Speed merespon semangatmu, Jantung Naga Legendaris berdetak kencang di dalam tubuh anda. Mata Light Speed, Light Megamagma diaktifkan]
[Menyerap kekuatan Api Abyss dan serangan terkuat Genom]
[Penyerapan dilakukan, energi full maksimal. Segel kedua dari Light Speed terbuka. Teleportation Speed]
[Teleportation Speed, memindahkan objek dengan kekuatan mata Light Speed]
Brusshh!
”Apa yang terjadi? Kenapa aku di sini!” teriak Genom tidak tahu, dia berubah posisi dengan manusia itu dalam waktu singkat.
[Aktifkan Teleportation Speed, memindahkan Objek yang ditargetkan dengan Player]
Boooomm!
”Tidaaakkkkk!” serangan Api Abyss mengenai Genom dengan teleportasi cepat. Posisi mereka berubah, jadi serangan itu mengenai Genom seluruhnya. Serangan kuatnya menghancurkan tubuhnya sendiri. Senjata apinya menghantam tubuhnya sendiri.
”Tidak!”
[Defensif diaktifkan, Genom menahan serangan Api Abyss-nya dengan Defense Magic terkuatnya]
Meskipun sanggup menahan Apy Abyss, Genom terluka dengan kekuatan damage tersebut. Lima puluh persen serangan itu mampu ditahan oleh Genom. Masih ada waktu 5 menit lagi, setelah itu tubuh Genom akan hancur.
”Aku masih punya waktu 5 menit, aku akan menghancurkanmu, Manusia!”
”Tidak perlu menunggu lima menit, karena sekarang adalah akhir dari kehidupanmu, Genom!” teriak Riki penuh semangat.
Riki menarik tombaknya ke belakang.
[Fusion Empat Jarum Halilintar, Booster Attack]
Muncul empat jarum besar cahaya di belakang punggung Riki, semua itu membentuk jarum besar dan ujung jarum mengarah pada Orb besar di punggung Riki, yang menyatu dengan armornya. Dorongan energi didapatkan.
”Istirahatlah dengan tenang, Genom!” Riki mengarahkan ujung tombaknya ke arah Genom.
”Tusukan Halilintar!”
Empat Jarum besar itu memutar Orb di punggung Riki, Orb Menyala dan berputar kencang. Mengalirkan energi ke tubuh Riki, energi internal menyatu dengan energi Jarum Halilintar. Energi mengalir ke ujung tombak dengan cepat. Energi tusukan halilintar menjadi sangat membara dan menyala. Tombak menyala dan siap menghancurkan apapun di depan mereka.
”Maju Tombak Halilintar!”
[”Tentu saja, Legenda!”] kata Tombak Halilintar.
Brusshhh!
”Tidaaaakkk mungkiiinnn!”
Boooommmm! Booom! Booomm! Booom! Brush!
Tubuh Raksasa Genom hancur dan pecah, Riki menembus tubuh Genom dan dia melihat cahaya bersinar. Dia melayang di udara dan menikmati udara segar yang menghempaskan tubuhnya. Akhirnya sudah berakhir! Ini adalah rasa bahagia karena bisa melewati pertarungan menegangkan.
[Genom dikalahkan, Dungeon Genom hancur dan menciptakan sinyal buruk bagi Oracle. Rasson menyadari kematian Genom. Dia marah dan bersiap mencari siapa yang membunuh salah satu prajurit terbaiknya]
[Anda menyelesaikan Dungeon tersembunyi Genom]
[Anda naik level]
[Anda naik level]
[Hadiah item, Kapak Regent dan Kapak Sonya]
[”Itu milikku, Riki!”]
”Makan saja, dasar berisik! Ha.. ha.. ha..!”
Riki tertawa, dan dia ingat. Saatnya untuk pulang dan makan, dia tidak mau membuat Ibunya khawatir lagi. Baru setelah itu, Dungeon terakhir dari Kaukatus akan dimasukinya. Tak ada jalan mundur bagi seorang Legenda!