Legenda Tombak Halilintar

Bertemu Orang Penting

”Siapa sebenarnya player yang beruntung itu? Bahkan, dia didatangi langsung oleh Menteri Olahraga?” kata Rana yang terus melihat ke semua penjuru arah. Dia begitu penasaran ingin tahu siapa yang akhirnya memasuki ruang rektorat.

”Benar, siapa dia! Dia pasti sangat beruntung bahkan dia akan menjadi terkenal setelah ini!” jawab Beti menanggapi kata-kata Rana.

Keduanya adalah teman satu kelas, mereka juga sering bertarung bersama di dalam Sky Legend. Keduanya adalah dua di antara begitu banyak orang yang berdesakan di depan ruang rektorat. Mereka benar-benar penasan, siapa dia  yang akan bertanding mewakili Indonesia dalam ajang paling bergengsi di seluruh dunia.

Di dalam kampus, mahasiswa sangat ramai dan penasaran. Siapa mahasiswa yang akan dipanggil dan akan diminta menjadi perwakilan Indonesia tersebut. Di luar Kampus, ramai para Player dan juga media. Semua penasaran, siapa orang yang beruntung tanpa ikut seleksi dan langsung dicari oleh Menteri Olahraga tersebut.

Riki berdesakan hendak keluar dari keramaian, dia hendak pulang. Dia bersama Evans yang menengok ke arah ruang rektor, dia penasaran siapa yang akan dipanggil.

Bruk!

Evans bertabrakan dengan sepasang lelaki dan perempuan. Mereka adalah Marcel dan Nadine. Sepasang kekasih itu terlihat cukup marah. Itu adalah mantan kekasih dari Riki. Evans paham betul wanita itu meninggalkan sahabatnya, karena Marcel memiliki uang dan juga seorang pemain pro player di Sky Legend.

Player yang memiliki level tinggi dan juga uang banyak, biasanya mereka selalu egois dan sombong. Dan, hal itu terjadi juga padanya, Evans dilabrak setelah tabrakan itu.

”Player Rendahan, kenapa kamu tidak melihat saat berjalan!” teriak Marcel, dia arogan seperti biasanya. Kini, dia di level 121. Dia juga terlihat penasaran, mungkin saja dirinya adalah Player yang dicari oleh Menteri tersebut.

”Maafkan aku, aku tidak sengaja,” kata Evans santai sambil meminta maaf.

”Pemain payah akan selalu berteman dengan pemain payah!” ungkap Nadine, dia melihat ke arah Riki yang ada di dekat Evans. Sorot matanya seolah sudah bosan, dan tak ingin lagi bertemu dengannya. Memang, dunia berputar begitu cepat. Setiap orang bisa berubah kapan saja.

”Kita tinggalkan mereka, Sayang. Buat apa meladeni mereka!” kata Nadine lagi.

”Riki!” kata Marcel tegas, ”Aku selalu mencarimu di Sky Legend, nama usermu Penghancur Semesta seperti yang dikatakan Nadine. Namun, aku tidak pernah mendapatkan akun usermu. Apakah kamu sudah menyerah dan tidak bermain lagi?” tanya Marcel masih penasaran. Dia memang ingin membalas dendam di dalam game. Dia ingin membalas kejadian lalu ketika dia dan rekan-rekannya dihajar oleh Riki.

Benar! Evans juga tahu kejadian itu. Dulu, saat mengalahkan Marcel dan memberikannya pukulan. Riki menunggu tantangan Marcel di dalam game, dan menyuruhnya berlatih lebih keras lagi jika ingin mengalahkannya. Jika Marcel ingin balas dendam, maka Riki menunggunya di dalam game.

Riki tersenyum, ”Akhir-akhir ini aku sibuk dengan persiapan tugas akhir. Aku sedang sibuk, jadi ...!” Riki menghentikan kata-katanya, hal itu karena Nadine sudah mengajak Marcel pergi dari sana. Nadine penasaran dan ingin melihat siapa Player yang beruntung tersebut. Player yang sedang dicari oleh pihak kementerian olahraga.

”Sudahlah, Sayang! Dia memang Player payah, sudah pasti dia tidak akan bisa menjadi apapun di Sky Legend. Pasti dia akan lari dan keluar karena malu dan tak mau bermain lagi!” Nadine mengajak Marcel pergi dan melihat ke arah ruangan rektorat. Mereka pun berlalu begitu saja karena Nadine menarik tangan kekasihnya itu.

”Hhhhhh!” Riki menghirup udara dalam-dalam. Tak masalah! Riki tak lagi mempedulikan hal itu, bahkan ketika berbicara dia tak dianggap sama sekali.

Evans melihat Riki yang menghembuskan napasnya.

”Sudah Riki, tidak usah dipikirkan! Ayo kita maju lebih dekat, dan kita akan tahu siapa Player yang diinformasikan akan menjadi salah satu perwakilan Indonesia itu!” kata Evans terlihat bersemangat.

”Kamu saja yang melihatnya, Evans. Aku tidak tertarik!”

”Baiklah, Riki. Apakah kamu akan langsung pulang?” tanya Evans.

”Iya seperti biasanya, jam kuliah juga sudah berakhir.”

”Baik, hati-hati di jalan, Riki.”

”Oke!”

Riki mencoba keluar dari banyaknya mahasiswa, dan orang luar kampus yang penasaran. Evans meninggalkan Riki, dan memilih berdesakan ke arah rektorat. Orang–orang dari luar masuk ke kampus, apalagi mereka yang senang memburu berita dan juga ada wartawan dari media massa terkenal maupun online.

Saat suasana semakin riuh, dan ada seorang Mahasiswa yang dipanggil oleh Dewan Dosen ke ruang Rektorat. Semua orang kaget melihat siapa yang dipanggil; dan berita online, foto, media informasi merekam hal itu. Riuh orang semakin padat, semua orang sangat antusias dan penasaran dan berdesakan untuk melihat lebih dekat. Mereka juga masih penasaran, kenapa mahasiswa itu yang dipanggil oleh rektorat? Apakah benar dia akan mewakili Indonesia dalam turnamen global nanti?

Riki yang mencoba keluar dari kerumunan dan berdesakan, dia sudah bisa keluar dan bernapas lega. Hanya sedikit yang tersisa untuk dilewati. Riki pun hendak pergi ke arah parkir motornya.

”Saudara Riki, maaf mengganggu waktu anda,” seorang yang asing dan berbicara dalam bahasa Inggris. Riki paham dengan kata-kata sosok asing itu, seperti orang Asia juga. Riki melihatnya lagi, dan Lelaki itu memakai kacamata, dan tubuhnya sedikit gemuk. Wajahnya putih seperti orang China atau Korea.

”Siapa anda?” Riki berbicara dalam bahasa Inggris, dan kenapa dia bisa tahu nama Riki. Ada sesuatu yang sedang terjadikah?

”Bisakah kami memiliki waktu sebentar dengan anda, ini sangat penting. Kami tidak punya niat buruk, hanya sebentar saja.”

Riki pun mengangguk dan mengiyakannya.

[”Mereka tidak punya niat jahat, Riki,”] kata Tombak Halilintar.

Mereka menuju jalanan, semua orang masih fokus pada sosok yang dipanggil Rektor. Tidak ada yang mengira dan menduga, Riki diajak seorang asing. Tidak ada yang menyadari dan mereka masuk ke sebuah mobil yang cukup besar. Riki masuk ke mobil dan di sana, ruangan yang sejuk dan AC yang nyaman. Riki diminta duduk.

Dua orang sudah duduk, Lelaki setengah baya dan seorang yang lebih muda darinya. Salah satunya seumuran dengan Riki. Lelaki yang mengantar Riki tadi keluar dari mobil, dan dia pindah ke tempat supir.

Riki duduk dan memperhatikan kedua sosok di depannya.

”Maaf mengganggu waktu anda, Player Riki. Perkenalkan saya, Ji Won dan di sebelah saya adalah, Pak Dae Jung,” lelaki bernama Ji Won itu menggunakan bahasa Inggris. Riki memahaminya. Riki masih penasaran siapa mereka, dan ada apa mencarinya?

”Baiklah, Player Riki. Panggil saja saya, Paman Dae Jung. Saya adalah salah satu dari lima Developer Sky Legend. Maaf sudah membuat anda penasaran. Namun, kami datang karena kami membutuhkan bantuan anda!”

Sorot mata Dae Jung seperti biasanya, bersemangat dan to the point. Ji Won sudah memahaminya. Riki melihat keduanya. Jadi ..., apa yang sedang terjadi saat ini? Benarkah lelaki itu adalah salah satu pemilik dari permainan Sky Legend?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!