Legenda Tombak Halilintar

Menghindari Tim Raid

Solo Leveling seperti yang dikatakan Tombak Halilintar, Riki harus bisa mengalahkan Elephant Box seorang diri bersama Tombak Halilintar? Ini bukanlah sesuatu permainan yang mempertaruhkan kekalahan. Elephant Box setidaknya harus dikalahkan oleh 5 orang dengan kemampuan skill role berbeda, dan mereka setidaknya level 30 ke atas semuanya.

Riki tidak lagi bisa menolak, dia sudah banyak mendapatkan arahan dari Tombak Halilintar. Meskipun ini terlihat gila, tapi untuk bertarung dan menjadi Legenda. Elephant Box tidak boleh menghalangi langkah Riki.

”Apakah kita punya kesempatan menang melawan Elephant Box, dengan kekuatan kita saat ini?” tanya Riki pada Tombak Halilintar.

[”Jangan bertanya pada Kucing, apakah dia bisa menangkap tikus atau tidak, Riki. Jawabannya hanya kucing yang berani atau kucing yang malas dan hanya tidur saja!”]

Riki tak percaya, bahkan Tombak Halilintar memberikan jawaban filosofis. Dia benar-benar adalah senjata yang dibekali AI. Bagaimana dia bisa menganalogikan sesuatu tentang level rendahnya, dan juga kucing yang malas?

Biar sajalah, kalau memang harus bertarung ya bertarung saja!

Mereka pun memulai berburu, jika terbunuh dan log out ketika menghadapi Elephant Box. Maka, biarlah itu terjadi. Setidaknya, Riki sudah mendapatkan gambaran bagaimana bertarung dengan Elephant Box, dan di lain waktu akan mempersiapkannya lebih baik lagi.

Tempat lokasi, lebih jauh memasuki hutan. Tombak Halilintar menggunakan kamuflase dan Jarum Halilintar menempel pada ujung tombak. Riki bertemu dengan banyak Player, dan mereka ada yang berburu Big Rabbit dan ada yang berburu Bajra, ada yang berburu Burung Pencakar.

Mereka kebanyakan Player pemula.

Di tempat yang nampak tanda peringatan. Tempat ketika masuk, mereka memasuki wilayah Elephant Box. Jumlah Elephant Box tidaklah banyak, namun mereka memiliki kemampuan kuat dalam pertarungan dan pertahanan. Butuh tim raid untuk dibentuk dalam mengalahkannya. Mereka akan mendapatkan hadiah besar, dan akan membagi hadiah tersebut dengan masing-masing anggota tim tersebut. Biasanya, tim  yang dibentuk baru atau mereka memang adalah Player yang saling mengenal untuk selalu raid dalam tim yang sama.

Selama ini, Riki hanya bermain Sky Legend masih di tahap permulaan dan hanya berkeliling di kota Mercury. Dia hanya fokus mencari kristal, mengumpulkan dan menjualnya menjadi uang ketika keluar dari game.

Riki melihat kerumuman dari tiap Player yang berkelompok. Mereka sedang merekrut anggota untuk melakukan Raid.

”Ayo bergabung bersama kami, kami butuh 10 Player. Kita kalahkan Elephant Box dan kalian akan diberikan 100 kristal gratis asalkan spesifikasi kalian memadai!” teriak salah satu Player gemuk, dan ada dua wanita di sampingnya. Spesifikasi Tank, level 33. Dia bernama Toni. Dua wanita di sebelahnya, Fitri di level 34 spesifikasi penyihir. Satu lagi, Hana di level 33 dengan spesifikasi Support.

Mereka membutuhkan Fighter dan juga Assasin, dan tambahan tank.

Mereka sudah mendapatkan 9 Player dan tinggal satu lagi setelah lama mencari. Mereka melihat ada Riki yang memegang tombak. Namun, mereka melihat level rendah pada Riki dan armor yang sederhana. Mereka bisa mengambil Player itu, dan menjadikanya Agro untuk mengalihkan atau membuat Elephant Box datang. Dengan kata lain, mereka memikirkan untuk membuat Riki menjadi umpan atau tumbal dari raid. Seorang Porter!

”Apakah kamu mau bergabung?” tanya Hana pada Riki, ”Aku akan memberikanmu 75 kristal karena kamu levelnya masih di bawah 30. Kami juga akan memberikanmu bagian dari item drop jika Raid kita berhasil.”

”Sudah ikutlah, tawaran yang menarik bagimu bukan!” desak Toni. Seharusnya, Player sepertinya harus mau mendapatkan bonus kristal dengan mudah, dan mendapatkan tim raid yang kuat seperti mereka.

Jika berhasil, mereka semua akan mendapatkan poin pengalaman.

”Tidak! Aku hanya ingin berjalan-jalan dan berburu Beast yang mudah saja. Saya paham karena level saya masih kecil,” Riki menolak sambil tersenyum.

Mereka meninggalkan Riki, dan mendapatkan Player lainnya yang levelnya tidak jauh dengan Riki. Mereka pergi sambil mengatakan umpatan pada Riki. Mungkin, mereka menghina Riki dengan senjata tombak biasa dan hanya seorang Player yang lemah.

[”Pilihan yang bagus, Riki. Kamu harus tahu, mereka hanya mencari korban dengan mengumpulkan tim raid”]

Tombak Halilintar mengatakan itu, karena melihat dari mimik wajah mereka. Dia menandai bagaimana melihat wajah seseorang, apakah mereka tulus atau tidak! Riki masih heran, tapi dia ingat bahwa Tombak Halilintar dibekali AI atau kecerdasan buatan. Jadi, mungkin dia benar juga.

Riki paham dengan tipe-tipe para Player, mereka kadang hanya mementingkan dirinya sendiri dalam permainan ini. Keuntungan adalah segalanya. Riki ingat, bagaimana saat melakukan raid Kretos, dia hanya dibayar untuk dibakar oleh oleh Fire Dragon. Mereka hanya ingin mengalihkan Fire Dragon demi item yang mereka inginkan. Mereka tak peduli dengan mengorbakan Player untuk tujuan mereka.

Baiklah, saatnya untuk berburu sendiri. Tidak perlu mengumpulkan Player lainnya.

”Apakah kamu tahu posisi Elephant Box, Tombak Halilintar?” tanya Riki.

[”Kamu masih saja naif. Jangan terlalu baik di dalam game, kamu akan banyak dimanfaatkan Player lainnya jika kamu naif. Jadi, ambillah kesempatan”]

”Apa maksudmu adalah ..., mencuri buruan?” Riki penasaran.

[”Tentu saja, apalagi kalau tidak mengambil kesempatan. Sekali menyelam, lima pulau kita lalui!”]

Senjata gila! Bagaimana dia bisa mengubah istilah seenaknya sendiri! Namun, dia memang benar. Menjadi legenda adalah melompat lebih tinggi.

[”Jangan salah, aku mengatakannya untuk mencuri karena tim raid mereka tidak akan bisa mengalahkan Elephant Box dengan kemampuan mereka. Mereka hanya terlalu bersemangat dan bahkan belum pernah bertarung dengan Elephant Box”]

”Bagaimana ..., bagaimana kamu bisa tahu segalanya?” tanya Riki penasaran. Bahkan, kenapa seolah Tombak Halilintar tahu semua hal tentang permainan Sky Legend, dan semua player di dalamnya?

[”Sudah kubilang, aku adalah senjata terkuat yang diciptakan di dalam game ini. Ada tiga senjata terkuat di level Legendary. Sayangnya, aku dibiarkan dibuang dengan random dalam hadiah penyelesaikan di sebuah raid. Dan, kamu menemukanku. Semua informasi sudah aku masukkan dalam dataku”]

Riki paham, setiap senjata memang diberikan rank item sejak awal masuk dalam Game Sky Legend. Dan, semua item baik itu di level normal, maupun Epic misalnya. Senjata itu bisa ditingkatkan level dan ranknya, hal itu membutuhkan Blacksmith atau penguatan melalui item tambahan yang disambungkan.

Berbeda dengan item yang merupakan Legendary sejak awal dimasukkan dalam Game, hal itu artinya masih bisa dilakukan peningkatan upgrade, dari kekuatan rank Legendary pada senjata tersebut.

Entahlah! Riki masih bingung, bahkan Riki seperti sedang bicara dengan developer game ini. Tombak Halilintar tahu segala hal. Mereka pun berjalan lagi, Tombak Halilintar menuntun langkah mereka untuk menuju perburuan.

Tombak Halilintar mengatakan bahwa lima ratus meter di depan, tim raid yang mereka ikut sedang bertarung dengan Elephant Box. Riki diminta menunggu sejenak, bahkan beberapa Player sudah terlog out terkena serangan kuat dari Elephant Box.

Ketika Riki bertanya bagaimana Tombak Halilintar mengetahuinya, dia menggunakan energi sense miliknya yang dapat menjangkau 1 kilometer dari titiknya berada ke setiap penjuru. Jika hal itu benar, maka Riki bisa memanfaatkannya saat kondisi apapun di dalam game.

[”Bergerak! Hanya tersisa satu Player saja!”] kata Tombak Halilintar tiba-tiba

Apa! Riki bahkan hampir tidak percaya, 13 Player kuat dengan level di atasnya, dan mereka semua dikalahkan hanya dalam waktu tidak lebih dari satu menit?

Tombak Halilintar meminta Riki untuk cepat, sebelum Elephant Box pulih kembali dan dia memiliki kekuatan sprint yang cepat.

Riki berlari menuju ke arah depannya, dia mengunakan Skill God Speed. Dan, saat lima puluh meter di tempat Elephant Box itu berada. Beast itu tengah melambung tinggi dan berputar cepat di udara. Dia menghempaskan tubuh besarnya itu menabrak Player terakhir yang sedang melarikan diri. Player itu adalah, Player wanita Hana yang merupakan Support.

”Tolong!”

Brush!

Player Logout! Dia sempat meminta bantuan pada Riki. Namun serangan dari Elephant Box langsung menghantamnya. Artinya, 13 Player sudah terlog out dan dikalahkan Elephant Box.

[”Kalahkan Elephant Box, dia sudah cukup lelah setelah pertarungannya tadi!”] teriak Tombak Halilintar.

”Transform!”

Riki mempersiapkan tombaknya, energi menyala dan Jarum Halilintar muncul mengitari ujung tombak. Saatnya untuk bertarung!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!