Legenda Tombak Halilintar
Mengikuti Turnamen!
Riki merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik, tubuhnya terasa dipenuhi energi. Energi berkumpul dalam tubuhnya, dan di sisi lain tubuhnya juga merasakan rasa sakit. Kekuatan besar terus mengalir dalam tubuhnya, dia kini memiliki data lengkap dari kekuatan legenda Marsen yang sudah ditransfer ke tubuhnya.
Player Riki mendapatkan informasi lengkap mengenai kemampuan dari warisan legenda Marsen. Selain itu, Riki kini dapat menggunakan Tombak Penghancur Langit.
[Kekuatan berhasil ditransfer]
[Spear Breaker! Skill penyatuan tombak, Tombak Penghancur Langit menjadi bagian dari diri anda dan kekuatan lemparan energi pedang mampu kontrol sepenuhnya oleh Player]
”Terima kasih untuk meneruskan misi kami, Legenda baru! Percayalah pada hati dan kebulatan tekadmu, selamat tinggal Legenda Riki! Kami akan selalu melihatmu dari langit, kami sudah mempercayakan harapan dan kekuatan kami padamu.”
Splash!
Tubuh Legenda Marsen buyar dan tersisa serpihan cahaya.
”Pahlawan, selamanya akan dikenang dan didoakan. Selamat jalan, Legenda Marsen! Warisanmu akan selalu diteruskan oleh orang-orang yang tulus!” Riki melihat pecahan Marsen hingga tersisa cahaya-cahaya kecil yang menyebar ke seluruh penjuru.
Riki sudah melihat dalam ingatan dan sistem, kekuatan tempur dari Marsen memang kuat. Tombak Penghancur Langit masih dipegangnya. Riki tahu cara menggunakan kekuatan tombak tersebut. Riki, akan menggabungkan kekuatan Tombak Halilintar dan Tombak Penghancur Langit sekaligus. Keduanya akan menjadi dua senjata kuat dengan kombo kekuatan yang bisa memperkuat semua kekuatan Riki.
[Dungeon Zephyr diselesaikan, pintu Dungeon terbuka untuk anda]
Srak!
Tombak Halilintar berputar-putar di udara, dia sepertinya gelisah menunggu Riki keluar dengan membawa kemenangan. Tombak Halilintar tak bisa masuk ke dalam dungeon menemani Riki, dia bahkan berharap bisa menjebol dinding dungeon dan berjuang bersama dengan Riki.
”Kamu kembali, Riki! Kamu membawa kemenangan ...!”
Tombak Halilintar menghentikan kata-katanya, saat pintu portal Dungeon terbuka maka Tombak Halilintar memastikan kemenangan Tuannya tersebut. Riki yang baru keluar, tampak membawa senjata yang memiliki aura energi yang kuat. Riki membawa sebuah senjata energi kecil, belati energi yang melayang dikendalikan dengan tangan kanan Riki. Jarum energi itu melayang di atas tangan kanan Riki.
Jarum bercahaya itu terus melayang di atas tangan Riki yang terbuka, dan Riki berjalan mendekati Tombak Halilintar.
”Kamu tidak perlu khawatir, Tombak Halilintar! Aku datang membawa kemenangan, kamu bisa mengandalkanku. Dan ini adalah, Jarum Halilintar kelima yang akan membuatmu bertambah kuat!” kata Riki dan mengarahkan senjata berkilauan itu, untuk menempel pada ujung Tombak Halilintar.
”Luar biasa! Tidak sia-sia kita berjalan dan menyusuri Dungeon Kaukatus dan mendapatkan jarum kelima!” Tombak Halilintar nampak girang.
Riki membentuk Tombak Penghancur Langit menjadi item Jarum Halilintar. Dia tidak ingin, Tombak Halilintar terus bertanya dan cerewet sepanjang jalan. Jarum Halilintar ke lima adalah bentuk baru dari Tombak Penghancur Langit yang dibentuk dengan energi, yang mampu dibentuk dan dikontrol oleh Riki dengan penyatuan energi keduanya.
[Proses penyatuan senjata, gabungkan!]
”Gabungkan!” kata Riki dan item dari Tombak Penghancur Langit itu masuk menjadi salah satu Jarum Halilintar. Lima Jarum Halilintar itu terus berputar di ujung Tombak Halilintar. Perputarannya singkron dan tidak ada masalah. Penyatuan dan pembentukan berhasil, Riki sudah memperhitungkan hal itu dengan mengontrol energi dari Tombak Penghancur Langit.
[Penyatuan berhasil, Tombak Halilintar dan Lima Jarum Halilintar. Semua kekuatan ditingkatkan!]
”Ayo pulang, Tombak Halilintar. Aku butuh istirahat! Besok, kita akan lanjutkan petualangan kita!”
”Tentu saja, Riki! Aku tahu, kamu pasti lelah karena bertarung sendirian dengan musuh kuat di dungeon terakhir!”
”Log Out!”
***
Tut! Tut! Tut!
Suara chat dari hp Riki, Riki pun membukanya. Dari Suci? Dia memang sudah menyimpan nomor Suci.
”Kita harus bertemu, Riki!” pesan dari Suci, Riki melihat pesan tersebut. Ada apa hingga Suci menghubunginya?
”Aku akan menemuimu sepulang dari kampus. Saya hari ini berangkat,” jawab Riki dalam pesan tersebut.
”Sebelum kelas dimulai, aku menunggumu!” pesan Suci kembali.
”Baiklah,” jawab Riki.
Riki tidak tahu, mungkin sesuatu yang penting! Apakah Suci akan membahas, kapan dirinya melamar pada keluarga Suci? Entahlah! Riki bersiap ke kampus. Apa ada masalah lagi dengan bibinya? Riki masih penasaran.
Riki memarkir motornya, seperti biasa dia ingin bersantai meskipun dia sangat mampu untuk membeli mobil sekarang. Hari ini, Riki akan melihat rumah yang sudah dipesannya, rumah itu tidak jauh dari rumahnya sekarang. Kata marketing property yang lama, harganya adalah 10 Milyar rupiah. Riki tentu sudah mempersiapkan uangnya, sepulang kuliah dia akan melihatnya terlebih dahulu, apakah rumah itu cocok atau tidak. Baru setelah itu, dia akan kembali ke Sky Legend.
Riki melihat pada gelangnya, Tombak Halilintar sedang Shut down. Sepertinya, dia terlalu bahagia mendapatkan kekuatan kelima dari Jarum Halilintar. Hal itu tentu akan membuat kekuatan dari Tombak Halilintar menjadi overpower lagi.
Huft!
Tut! Tut! Tut!
Pesan lagi?
”Kafe Green House, sebelum kampus. Aku tunggu,” pesan dari Suci lagi.
Sebenarnya ada hal pentingkah? Riki akhirnya keluar kampus dengan motornya kembali, jarak dengan Kafe Green House tidak terlalu jauh. Riki sampai dan memarkirkan motornya. Dia masuk ke dalam Kafe, dilihatnya sebuah tangan melambai dan wajahnya ditutupi dengan buku menu makanan. Wanita itu, dia sedang menutupi dirinya?
Riki menuju ke meja tersebut dan duduk di depan Suci, Suci pun membuka wajahnya perlahan.
”Terima kasih sudah datang, aku bingung mau bicara dengan siapa. Aku ..., tidak punya teman untuk berbagi,” suara Suci lirih.
Riki paham sekarang, Nyonya Prilly juga sempat menceritakan tentang Suci yang merupakan anak dari sahabat baiknya. Kedua orangtuanya sudah meninggal, dan Suci seorang diri sedangkan keluarganya hanya ingin harta peninggalan orangtuanya. Riki memahami hal itu, dan sepertinya dia memang tidak punya banyak teman karena selalu sendirian dan tertutup.
”Baiklah, anggap saja aku teman baikmu. Kamu bisa cerita masalahmu, padaku.”
”Terima kasih, Riki. Ini tentang hari kemarin, apakah kamu tahu kalau aku dipilih oleh Pak Rektor untuk menyetujui usulan Menteri Olahraga. Aku diminta mewakili salah satu Player Indonesia untuk turnamen global dalam pertandingan global Sky Legend. Apakah aku harus menerimanya?” tanya Suci yang kemudian menundukkan pandangannya dari Riki, hal itu karena Riki menatapnya tak berkedip.
”Apa! Jadi ..., kamu adalah mahasiswa yang dicari Menteri Olahraga kemarin! Ha.. ha.. ha.., dunia ini memang sempit! Haahhh!” Riki menutup wajah dengan telapak tangannya. Dia sempat mengira bahwa beruntungnya mahasiswa yang didatangi Menteri Olahraga, untuk mewakili Indonesia. Riki berpikir pasti itu adalah Player pria yang kuat, dan sudah malang-melintang di dalam permainan Sky Legend. Nyatanya, itu adalah Dark Shadow?
Kenapa Suci? Apakah itu karena kemampuan skill Assasin? Bukankah, Suci juga tidak mengungkap jati dirinya. Dan, dia selalu bermain solo dan bersembunyi dari popularitas di Sky Legend?
”Jadi ..., kamu tidak tahu siapa yang dipanggil kemarin dan baru tahu sekarang?” tanya Suci.
”Tentu saja!” Riki membuka tangannya, ”Aku tak peduli dengan apapun, aku hanya peduli tentang levelku naik di dalam game. Aku sibuk bermain Sky Legend, untuk mengejar ketertinggalanku selama ini.”
”Hmmm... ” Suci menggigit sedikit bibirnya, ”Lalu, apakah aku harus menolaknya?” tanya Suci. Dia ragu untuk memilih menerima atau menolak. Baginya, menjadi wakil Indonesia untuk turnamen dunia tidak penting baginya. Namun, dia ingat bahwa negara juga sedang membutuhkan keahliannya.
Suci tahu bahwa Riki adalah Player kuat, tapi tidak ada yang tahu kesungguhannya. Dia begitu menikmati permainan, dan tak peduli dengan peringkat maupun turnamen. Dia selalu berjuang untuk terus maju. Mungkin saja, dia mendapatkan saran yang tepat dari Riki untuk permasalahannya saat ini.
”Kamu tidak boleh menolaknya, Suci. Kamu adalah Dark Shadow, kamu ingat itu kan? Saat Negara membutuhkanmu. Maka, kamu tidak boleh menolaknya. Berjuanglah untuk membanggakan nama orangtuamu.”
Suci berpikir sejenak, ”Mereka sudah melihat dataku dan mengawasiku dengan baik, tanpa aku menyadarinya. Aku kurang bisa bermain tim, dan selalu bermain solo player. Mereka memintaku untuk bertanding karena kemampuan personalku sebagai Assasin. Aku takut tidak bisa bekerjasama dengan tim Indonesia nantinya!” Suci menundukkan pandangannya. Selama ini, dia memang tidak terbiasa bekerjasama dan selalu tertutup.
”Tenang saja!” kata Riki, ”Kamu akan melakukannya dengan baik, Suci. Kamu hanya perlu percaya pada dirimu sendiri. Setidaknya, kita hidup sekali saja di dunia ini. Maka, sebelum kita mati sebaiknya kita menjadi orang yang berguna di dunia ini. Benar bukan?” kata Riki menyemangati Suci.
”Hidup sekali ya,” Suci tersenyum sekarang, ”Kamu benar Riki. Kadang-kadang, kamu dewasa juga ya. Bahkan, kamu bisa menasehatiku.”
Keduanya tertawa, pelayan datang dan mereka memesan minuman. Jus buah. Minuman pun datang, Riki dan Suci berbincang lagi. Suci menemukan dunia baru sejak bertemu dengan Riki. Dulu, semuanya terasa hampa dan dia bahkan bosan untuk hidup. Riki telah mengubah sedikit bagian dari dirinya.
”Baiklah, aku akan mengikutinya. Aku akan berusaha yang terbaik. Jika aku pikir, sebenarnya, kamulah yang lebih pantas menjadi perwakilan Indonesia. Aku tahu, kekuatanmu sebagai Player dan keteguhanmu itu!”
Riki tersenyum, ”Dunia ini memiliki takdirnya sendiri-sendiri. Kita hidup dan mati sudah dituliskan oleh Tuhan. Mungkin dalam catatan, kamulah yang akan menjadi legenda dalam turnamen nanti, Suci!”
Suci tersipu malu, dia melihat sesuatu dan mengambil tisu di atas meja. Dia tergerak untuk mendekatkan tangannya yang memegang tisu ke arah wajah Riki. Riki sempat kaget dengan gerakan tangan Suci tersebut.
”Kamu ..., kamu mau apa?”
Srak!
Riki terdiam, Suci mengusap air yang terciprat dari jus yang diminum oleh Riki. Air itu menempel di bawah pipi Riki tanpa disadarinya. Riki membiarkan hal itu, mereka pun berpandangan sejenak. Mereka baru menyadari dan segera tersadar dan mengalihkan pandangan mereka kembali.
”Oke, baiklah! Aku akan kembali ke kampus. Berjuanglah mulai sekarang, Suci!” kata Riki sambil berdiri.
Suci tersenyum, ”Aku mendapatkan cuti kuliah dari Rektor dan mempersiapkan pertandingannya. Aku mungkin tidak akan ke kampus untuk satu atau dua bulan hingga kompetisi berakhir.”
”Baiklah, aku akan selalu mendoakan perjuanganmu.”
”Riki!”
Riki yang hendak pergi berhenti, sepertinya masih ada yang ingin disampaikan Suci padanya.
”Jangan lupa untuk tetap datang ke rumahku. Kamu sudah berjanji untuk bertemu keluargaku dalam minggu-minggu ini.”
Riki baru ingat sekarang, janji untuk melamar Suci. Meskipun, itu semua hanya permintaan Suci untuk menolong dan membebaskannya.
Riki berbalik, ”Aku akan mengusahakannya. Aku juga sudah bicara dengan Ibuku.”
”Terima kasih, Riki!”
Riki tersenyum dan menuju kasir, dia membayar biaya minuman yang tadi dipesannya bersama Suci. Kebersamaan yang singkat, Riki tidak paham dengan masa depan. Apapun bisa terjadi. Semua berganti siang dan malam pun bergantian. Takdir benar-benar tertutup.
Riki hanya ingin menjadi yang terbaik di masa depan, tak akan lari lagi. Dan, tentu saja menjadi Legenda.
Masih banyak tugas yang harus diselesaikan ...., dan jangan lemah sedikitpun untuk menghadapi apapun di depannya.
Saatnya untuk bersenang-senang!
***
”Apakah anda menyukainya, tuan Riki?” kata Marketing rumah ketika memperlihatkan rumah besar yang kini ada di depannya.
”Aku menyukainya, dan aku membelinya tunai!” Riki deal dengan rumah seharga 10 Milyar rupiah, hadiah untuk keluarganya. Semua ini hasil keringatnya bermain game dan berusaha dengan sungguh-sungguh. Tak peduli rasa sakit dan perjuangan yang melelahkan.
Riki mentransfer uang setelah tanda tangan selesai dengan akta notaris. Semuanya selesai, Saka pun tersenyum.
Dia pun pulang, legenda akan dimulai kembali. Saatnya kembali bersenang-senang.
[Selamat datang di permainan Sky Legend]
”Berisik!”
Ha.. ha.. ha..!