Merhaba Aisyah

Surprise For Fatimah

Senja itu hadir tidak terduga sama halnya seperti rasa Aisyah tidak percaya bahwa dirinya bisa memiliki perasaan pada cowok seperti Raka yang mana membuatnya terus merasakan terluka oleh sikap Raka yang selalu memberikan tanda tanda.

 

Dan kini tanpa Aisyah sadari Raka telah mengetahui perasaannya dari sahabatnya sendiri yaitu Ilham, karena Ilham merasa bahwa Raka harus tahu sebelum menyesal di kemudian hari apalagi saat Aisyah pergi itu akan lebih menyakitkan ke dua belah pihak dan akhirnya Ilham terpaksa memberitahu Raka tanpa sepengatuan Aisyah, meski beberapa kali Aisyah bertanya kepada dirinya.

 

"Ilham, sebenarnya sikapku ketara gak sih kaya gini aku takut Raka mengetahuinya?"

 

Ilham menganggukkan kepalanya, "Sedikit," jawabnya. Seperti bangkai yang disimpan rapi pasti akan tetap ketahuan sama halnya dengan perasaan Aisyah yang meskipun sudah disimpan rapi tapi akan tetap terlihat.

 

Aisyah pernah bercerita tentang sahabatnya Hawa yang telah jatuh cinta kepada Raka, dia pun bercerita dan meminta pendapat darinya sebagai kakak atau sahabatnya.

 

"Apa yang harus aku lakukan Ilham? aku sungguh bingung saat ini, apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya atau aku harus menjauh dari Raka?"

 

Saat itu Aisyah memang butuh solusi dari permasalahan yang menimpanya apalagi tentang hati dan perasaan yang begitu lemah karena mendapatkan perilaku lebih dari cowok yang selama ini dia kagumi.

 

"Apa keputusanmu sekarang Syah?" tanya Ilham dengan memegang minuman di tangannya, dia sengaja menarik cewek itu untuk dapat berbicara empat mata.

 

Aisyah diberikan hak dalam memutuskan apa yang harus dia lakukan meski Ilham telah memberikannya saran, "Aku berniat akan menjauhi Raka karena hanya itu cara agar aku bisa melupakannya, aku juga bisa menenangkan hati dan pokus belajar, jujur pikiranku selalu dipenuhi oleh namanya aku lelah karena hati ini tidak bisa dibohongi."

 

"Baiklah jika itu keputusanmu aku tidak akan memaksamu." Ilham tersenyum penuh rasa percaya dia berharap Aisyah akan berhasil dalam rencananya itu.

 

Tiba-tiba ponsel Aisyah pun berdering terdapat panggilan dari Raya membuat dirinya buru-buru langsung menyambungkan panggilan itu.

 

"Syah kamu lagi di mana? acaranya mau di mulai nih kasihan Fatimah nyariin kamu tahu," tutur Raya dengan napas yang terengah-engah.

 

Aisyah melirik Ilham berpamitan untuk pergi ke tempat acara, "Baiklah aku akan segera ke sana," sahut Aisyah lalu menutup sambungannya. "Ilham aku duluan ya oh ya sore ini kau terlihat begitu tampan." Aisyah pun berlalu setelah memberikan pujian kepada sahabatnya itu.

 

"Thanks Syah," teriak Ilham, dia memang berusaha tampil berbeda diacara ini apalagi dia sedang mendekati Aqila.

 

Dengan susah payah Aisyah melewati kerumunan orang-orang untuk bisa berada di barisan pertama menyusul sahabat-sahabatnya yang sudah menunggunya sedari tadi terdengar lagu selamat ulang tahun yang menggema di seluruh ruangan ini ditambah lagi dengan tepuk tangan yang diberikan para tamu undangan.

 

"Permisi!" ujar Aisyah begitu lembut namun nampaknya seseorang itu tidak mau memberikan jalan kepadanya.

 

Saat Aisyah bergeser ke kirinya cowok itu pun malah mengikutinya. "Hey siapa sih kau?" teriak Aisyah dengan begitu sebal.

 

Seseorang itu pun membalikan tubuhnya membuat Aisyah begitu kaget mengetahui siapa yang telah berhadapan dengannya 'Raka'

 

"Apa kabar?" ujar Raka sembari memasang wajah yang nampak santai.

 

"Minggir! aku mau lewat," seru Aisyah dengan nada dingin selama ini dia sudah menghidar dari cowok itu jadi dia tidak mau merusak rencananya dengan kembali berbicara dengannya.

 

Degg!! tentu saja cowok itu kaget melihat sikap Aisyah yang begitu dingin terhadap dirinya dan bukannya Aisyah menyukai dirinya hal itu membuat Raka nampak bingung.

 

"Syah kamu kenapa sih, oh aku tahu ..."

 

"Stop Rak jangan bahas apapun di sini beri aku jalan aku harus ke depan sahabat-sahabatku sudah menunggu tolonglah." Aisyah memohon kepada Raka matanya berlinang, emosinya terpancing oleh ucapan Raka yang bisa-bisa Aisyah menangis di hadapan cowok itu.

 

"Aisyah ya ampun aku mencarimu, oh lo Raka?" Raya terkejut begitu melihat Aisyah yang sedang mengobrol dengan seseorang namun saat dia mendakati ternyata cowok itu adalah Raka.

 

Dewi keberuntungan sedang berpihak kepadanya Aisyah pun melangkah menghampiri Raya, "Maaf," ujar Aisyah kepada Raka sebelum dia berlalu pergi bersama Raya.

 

Raka melihat tangan Aisyah yang menarik tangan Raya agar segera meninggalkannya genggaman Aisyah sangat kuat kepada tangan Raya seperti ada sesuatu yang terjadi kepada Aisyah namun Raka tidak mau mengambil pusing dia berpikir bahwa ada yang Aisyah sembunyikan darinya.

 

"Tiup lilinnya tiup lilinnya!"

 

Semua orang ikut bernyayi dengan begitu meriah sedangkan pikiran Aisyah masih tidak lepas dari Raka yang terus menurus menghantuinya, cowok itu benar-benar telah membuat dirinya menjadi wanita lemah karena mengharapkan sebuah cinta.

 

Selama acara dimulai hingga selesai Aisyah selalu dekat dengan sahabat-sahabatnya dia pun akan mengurus sebuah jebakan untuk Fatimah yang sudah direncanakan oleh sahabat-sahabatnya yang lain.

 

"Syah kamu serius rencana ini akan berhasil?" bisik Raya yang tidak percaya diri dia merasa takut akan kegagalan.

 

"Entahlah tapi kau tahu sendiri kan kalau Fatimah itu begitu peduli dengan sahabat-sahabatnya dia gak mungkin ngebiarin aku bertengkar." Aisyah berkata dengan penuh percaya diri meski dia sangat malas juga harus berpura-pura bertengkar dengan Hawa.

 

"Apa yang harus aku lakukan nanti, aku begitu sensitif denganmu Aisyah jadi aku takut perkataanku akan membuatmu tersinggung," ujar Hawa menatap wajah Aisyah.

 

Bagaimana mungkin dia bisa bertengkar dengan Aisyah yang selama ini menjadi saingannya dalam mendapatkan hati Raka ya ada dia akan mengungkapkan semua perasaannya.

 

"Kita akan berpura-pura bertengkar gara-gara aku mengira bahwa kau berpacaran dengan Raka tanpa sepengetahuanku," seru Aisyah dengan memetikan jarinya.

 

Tiba-tiba Fatimah datang membawa air karena sebelumnya Hawa telah menyuruh Fatimah untuk mengambil minum sebelum dia membahas rencananya, drama pun dimulai.

 

"Kamu kok gitu Haw sama aku? aku gak nyangka loh kamu bakal sembunyiin rahasia ini dari aku," protes Aisyah merasa tidak terima dengan pengakuan Hawa.

 

Hawa menggenggam tangan Aisyah dengan erat, "Aku akui aku salah tapi tolonglah jangan seperti itu Aisyah sekarang kan aku sudah mengakui semuanya."

 

"Aku kecewa sama kamu Hawa! aku sudah katakan lagi aku tidak mau mendengar penjelasan darimu," sergah Aisyah dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

 

Fatimah yang melihat pentengkaran itu langsung meletakan gelas yang dibawanya, "Ada apa ini Ray? mengapa Aisyah dan Hawa bertengkar?" tanyanya begitu panik.

 

Sedangkan Raya berperan sebagai penengah di antara ke dua sahabatnya itu dia berharap rencananya akan berhasil melihat wajah panik Fatimah yang sepertinya mulai terpancing.

 

"Mereka bertengkar Fat gara-gara Hawa bercerita kalau dia sudah pacaran dengan Raka," jelas Raya dengan begitu antusias.

 

Mendengar itu membuat Fatimah langsung terlihat marah, "Hentikan! apa-apaan sih kalian berdua jangan bertengkar di acaraku dan kau Hawa kenapa kau harus bercerita dengan Aisyah tentang Raka tidakkah kamu memikirkan perasaan Aisyah selama ini?"

 

Tanpa diketahui Fatimah mengungkapkan semuanya di depan Hawa membuat Aisyah langsung menghentikan sahabatnya itu.

 

"Sudah Fat, aku tidak pernah mempermasalahkan itu kepadanya aku hanya tidak percaya dia menyembunyikan semuanya kepadaku," sergah Aisyah karena tidak ingin mempermasalah akan hal itu.

 

Kini Raya berganti menenangkan Hawa yang terlihat tersinggung oleh perkataan Fatimah karena bagaimana pun ini hanyalah drama saja tidak ada keseriusan di sana.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!