Naura

22. Dua Hati Wanita

Diandra semakin penasaran dengan sosok Naura. Entah kenapa jiwanya terpanggil untuk mengenal dan melihat bagaimana kehidupan Naura. Diandra harus mengetahui bagaimana Naura itu. Berdasarkan informasi pak Fandi, Diandra pun mencari dimana rumah Naura.

Pagi itu, saat Adam ke Danau kenanga. Diandra mengintai ke rumah Naura, seperti yang diinformasikan oleh Fandi, Diandra mudah menemukan rumah Naura.

Diandra menegaskan dirinya harus kuat maka dia pun mengetuk pintu rumah tersebut. Rumahnya bagus untuk ukuran di tempat itu yaitu di kota kecil yang agak jauh dari desa dimana Adam dan Naura dulu tinggal.

Diandra membunyikan bel rumah, satu kali hingga tiga kali dan jeda beberapa detik. Ada seseorang yang keluar dari dalam dan seorang itu wanita setengah baya yang memakai jilbab biru tua.

Wanita itu adalah bi Fatma yang mengurusi keperluan rumah Sandi dan Naura disana. Namun kali ini, Sandi tak di rumah itu melainkan berada di rumah isteri mudanya dan sudah memiliki rumah baru tentunya. Firla tidak mau serumah dengan isteri tua, dia ingin dibuatkan rumah khusus sendiri. Sandi pun mengiyakan hal itu.

Fatma melihat wanita cantik yang seolah seperti wanita dari kota besar, gaun putih dan juga bawahan yang serba terlihat mewah, ”Nona mencari siapa?” tanya Fatma saat membuka pintu lebar-lebar.

”Naura ada Bu?”

Suaranya demikian lembut dan sopan, ”Non Naura ada, masih di kamarnya tadi barusan bantu beberes rumah. Mbak siapa ya? Nanti saya sampaikan jika ingin bertemu.”

Naura tersenyum lagi, ”Tolong panggilkan ya Bu, nama saya Diandra. Bilang saja teman lama Naura.”

Bi Fatma pun manggut-manggut percaya saya, dia menyuruh Diandra untuk masuk lebih dulu dan duduk di sofa ruang tamu. Fatma memohon izin untuk ke kamar Nonanya yaitu Naura. Diandra ditinggal sendirian dan Diandra melihat sekeliling ruang tamu. Dilihatnya, ada foto pernikahan, pastinya itu Naura dan itu pasti Sandi. Wajah Naura tersingkap sangat cantik dengan balutan baju pengantin.

Bukan hanya wajahnya yang cantik semata, wajah lugu dan juga senyuman yang indah. Namun, Diandra melihat foto pernikahan Naura itu ada yang lain yang dilihat Diandra. Mungkin benar, Naura terpaksa menikahi Sandi hanya karena hutang keluarganya dan dia dikorbankan kebahagiaannya.

Terlihat memang Naura seolah menyimpan segala perasaannya, ada yang dalam yang dilihat Diandra bahwa Naura memang menikah dengan Sandi karena terpaksa. Dan, Adam menjadi korban, Naura pun menjadi korban. Namun, Naura nasibnya lebih bagus karena menjadi isteri Sandi dan hidupnya masih normal dan tinggal di rumah mewah.

”Mbak ini siapa ya?” sebuah suara lembut mengagetkan Diandra yang tengah konsentrasi melihat foto-foto dalam bingkai yang terpajang di dinding ruang tamu itu.

Diandra tersenyum dan menyalami Naura, ”Saya kenal baik dengan mbak Naura. Mungkin anda belum tahu siapa saya.”

Mereka pun duduk bersebelahan dan agak miring. Naura semakin penasaran, siapa wanita itu yang katanya sangat mengenalnya. Namun yang lebih mengagetkan adalah, tampilan wanita itu sangatlah terlihat mewah dan juga wajahnya yang sangat cantik dan senyum serta matanya begitu indah menawan.

”Nama saya Diandra. Saya dari Ibukota pusat, awalnya saya tak pernah terpikirkan akan sering berada di kota kecil ini dan bahkan desa kecil. Namun, takdir yang menuntunku hingga kesini.”

Naura dengan mata bersinar mendengarkan apa yang dikisahkan oleh Diandra. Namun sebelum meneruskan ceritanya, bu Santi datang membawa dua cangkir teh dan ada cemilan makanan ringan. Bu Santi pun menaruh dua gelas itu di meja dan mempersilakan Diandra untuk menikmati tehnya. Diandra pun berterimakasih pada bu Santi.

”Takdir menuntun saya untuk bertemu dengan Adam.”

Seperti detakan jam yang terdengar melambat, seperti dentuman ledakan dan juga seperti angin yang berhembus kencang. Hati Naura kaget mendengar nama Adam didengar dari wanita secantik Diandra. Penasaran di hatinya semakin mendalam, bagaimana hubungan itu? Dan, apakah Adam sudah sembuh dari pesakitannya?

Diandra melihat keterkejutan dari wajah Naura, tidak mengapa. Apa yang menjadi rasa penasaran Diandra soal sosok Naura dan bagaimana cinta mereka di masa lalu bisa sedalam itu membuat Diandra ingin menguak sebenarnya kisah mereka.

”Adam? Ba... bagaimana keadaannya sekarang Diandra? Apakah Adam sudah sembuh dari pesakitannya?” tak kuasa menahan rasa penasaran, kalimat pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Naura.

Diandra tersenyum, ”Ternyata kamu masih memiliki hati ya Naura? Setelah apa yang kau siksakan pada Adam dan kamu masih memikirkannya lalu dimana kamu selama ini?”

Naura kebingungan hendak menjawab apa, tangannya gemetaran tak bisa menahan dirinya. Selama ini dia kemana? Apakah dirinya terlalu bahagia bersama Sandi suaminya dan melupakan Adam? Dan, ketika masalahnya muncul dan dirinya mulai dicampakkan Sandi baru dia memikirkan bagaimana kabar Adam? Sungguh ironi memang.

”Maafkan aku..., Aku  memang...”

”Kamu tidak punya salah dengan saya Naura,” pandangan Diandra teralih dari Naura dan lurus menatap ke depan dan melihat foto-foto pernikahan Naura, ”Kamu yang meninggalkan Adam dan kamu yang bersalah padanya. Harusnya, kamu meminta maaf padanya. Betapa cintanya padamu itu besar dan melebihi luasnya Danau Kenanga.

Saat kamu bersenang-senang dengan suamimu, dia hanya memandangi Danau Kenanga dan membayangkan wajahmu semata. Dia telah gila karena cintanya padamu dan kamu tak memberinya penjelasan atau bahkan menengoknya.”

”Cukup Diandra..., kisah cinta kamu telah dihapuskan. Aku memutuskan untuk meninggalkannya dan memilih kehidupan baruku sendiri. Apakah aku salah jika aku memutuskan jalan hidupku sendiri? Bagaimana jika aku sudah tak mencintai Adam lagi, apakah aku akan bahagia jika terus bersamanya?” Ada serak yang tercipta dari suara Naura, bahkan airmatanya menetes perlahan hingga ke pipinya. Namun, buru-buru Naura mengusapnya agar tak terlihat oleh Diandra.

Keheningan tercipta kembali antara Naura dan Diandra, entah siapa lagi yang akan mulai berbicara keduanya seperti saling menunggu.

”Dulu, saya terpenjara dalam kegelapan dan kelumpuhan. Benar! Dulu, saya buta dan tak bisa berjalan. Sampai orangtuanya memintaku untuk datang ke desa dimana Adam berada. Entah bagaimana takdir Tuhan mengantarkan saya bertemu Adam dan dengan ajaib airmata pesakitannya menyembuhkan saya dari buta dan tuli.

Jika bukan karenamu yang membuat Adam pesakitan, tentu saja tak ada airmata pesakitan dan tak ada kesembuhan bagi saya untuk dapat melihat lagi. Aku tak menyalahkan mbak Naura atas apa yang menimpa Adam. Tapi, lebih baik adalah mbak datang ke rumahnya dan meminta maaf pada Adam. Mungkin itu akan melegakan semuanya.”

Ucapan Diandra kali ini memang ada benarnya. Setelah Naura tahu apa yang terjadi pada Adam, dia tak peduli lagi dan lebih peduli pada kehidupannya sendiri. Padahal, dulu mereka berbagi kisah dan cerita bersama, bahkan berbagi cinta setiap Ahad di Danau Kenanga, saksi cinta mereka.

”Bisakah mbak Diandra menyampaikan salam maaf saya kepada Adam? Biarlah, Adam tak lagi mengenal Naura dan biarlah Adam bahagia tanpa Naura.”

Diandra menghembuskan napasnya perhalah, ”Huffff,” lalu menatap Naura, ”Hal itu malah membuktikan kalau Naura tak bisa melupakan Adam. Naura takut kalau bertemu Adam maka segalanya bisa saja berubah.”

Pandangan Naura langsung teralih menatap Diandra. Entah kenapa, perkataan itu ada benarnya. Cintanya pada Adam memang masih tersisa meskipun dia menjadi isteri Sandi, namun yang lebih lagi adalah ketika Sandi sudah mulai mencampakkannya. Meskipun Naura tak menceritakan kisah rumah tangganya, namun perkataan Diandra tadi seolah benar-benar mewakili jiwanya.

Namun, hutang tetaplah hutang. Hutang keluarganya kepada pak Rodin ayahnya Sandi tetaplah hutang. Bagaimana dengan uang sebanyak itu untuk membuat keluarganya tertolong?

Ah! Naura mencoba menepis pikiran tersebut. Kini, dia telah menjadi isteri Sandi mau tak mau dia akan setia pada mas Sandi dan untuk Adam itu hanyalah kenangan masa lalu dan tak perlu diungkin dan diingat lagi.

Untuk menutupi apa yang sedang dipikirkan Naura, dia pun menyanggupi untuk bertemu Adam dan meminta maaf atas apa yang sudah terjadi selama ini.

”Baiklah mbak Diandra, saya akan mencoba mencari waktu yang tepat untuk menemui Adam dan meminta maaf atas apa yang sudah terjadi. Mungkin dengan itu, Adam bisa lebih tenang dan perasaan berdosa saya bisa dihilangkan sehingga saya bisa tenang menghadapi hidup saya.”

Naura juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Diandra. Kabar sehatnya dan mulai pulihnya Adam juga membuat Naura semakin merasa baik karena dia juga tak bisa tenang dengan kabar bahwa Adam menjadi pesakitan dan hanya tidur di kamarnya semata.

”Bolehkan saya tanya sesuatu yang pribadi pada Naura?” Diandra menyebut nama karena biar akrab, usia mereka juga seumuran walaupun Diandra mungkin satu tahun di bawahnya.

”Silakan Diandra, jika bisa menjawabnya maka saya akan menjawabnya,” kedipan mata lentik dan anggun Naura membuat Diandra menyadari meskipun Naura dari desa namun dia memiliki wajah yang cantik.

”Kamu sudah menikah sekarang, lalu apakah kamu masih memiliki cinta di hatimu untuk Adam?”

Pertanyaan terus terang dari Diandra itu membuat Naura kaget, entah kenapa bibirnya menjadi kelu dengan pertanyaan yang paling mendalam yang tidak mau dijawabnya, atau pertanyaan yang paling dihindari oleh Naura. Kenapa bisa muncul dari seorang asing yang bahkan baru saja bertemu dengan Naura?

”Maafkan saya Diandra, saya tidak bisa menjawabnya kalau masalah ini. Saya takut jika saya salah menjawabnya. Maafkan aku sekali lagi.”

Diandra paham sekarang, pertanyaan mendadak itu ditanyakan pada orang yang pertama kali bertemu dan apalagi itu adalah urusan yang sangat mendalam dan masalah hati. Seorang yang sudah menikah ditanyakan soal apakah masih mencintai seorang mantan maka hal itu adalah tabu. Namun, Diandra sudah bisa menebak dari sorot mata Naura, entah kenapa Diandra bisa melihat bagaimana mata manusia bereaksi pada sebuah jawaban. Mungkin ini juga adalah bagian dari hadiah bagi matanya yang selama ini tak bisa melihat.

”Tidak masalah mbak Naura, yang jelas bahwa saya juga mencintai Adam. Saya tertarik dan mencintainya bukan saja karena dia sudah menjadi penerang bagi saya. Namun, saya merasa nyaman berada di dekatnya. Awalnya mungkin saya hanya merasa kasihan pada nasibnya, namun pribadinya sungguh sangat mulia. Jika demikian, maka saya akan mengejarnya dan jika Adam bersedia maka kami akan menikah.”

Ada senyum yang menimpali pernyataan Diandra, entah kenapa ada sesak yang muncul tiba-tiba dari dalam hati Naura. Namun, bukankah dia sudah menikah dan menjadi isteri orang?

Kenapa perasaan itu muncul tiba-tiba seolah tak rela Adam dicintai oleh wanita lain. Bukankah selama ini dia juga tak peduli bagaimana perasaan Adam saat dirinya meninggalkannya dan lebih memilih Sandi?

Naura meyakinkan dirinya lagi, berusaha untuk tak lemah, ”Adam sangat beruntung, seorang wanita yang begitu cantik mencintai dirinya. Semoga kalian nanti dapat bahagia jika Tuhan mempertemukan kalian dalam pernikahan.”

”Baiklah Naura, terima kasih atas waktunya,” sepertinya sudah cukup, Diandra merasa hari ini cukup untuk mengetahui bagaimana sikap Naura dan bagaimana perasaannya pada Adam sekarang.

”Iya, sama-sama Diandra.”

Diandra pamit. Dia pulang ke Danau Kenanga yang menjadi tujuannya. Meskipun banyak hal yang dibicarakan, dia kini tahu persis bagaimana Naura dan bagaimana perasaannya sekarang pada Adam.

Pernyaaan-pernyataan Naura disimpan dengan melihat ekspresi Naura. Keterpaksaan menikah dengan Sandi dan dia masih berharap kepada kebahagiaan Adam. Naura adalah sosok wanita yang baik dalam tubuh yang terpenjara dan jiwanya terkekang ingin bebas.

Akan ada masanya, dimana ada ending dalam setiap hal. Dan, manusia hanya menunggu endingnya dengan usaha dan doa. Diandra tersenyum dan meninggalkan rumah Naura.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!