Naura
49. Lelaki itu?
Rumah sakit sudah sepenuhnya ada di Mata Air Surga. Adam juga sering berkunjung kesana dan mengawasi jalannya kinerja Rumah Sakit tersebut.
Rendra ternyata juga ketika liburan selalu datang ke Mata Air Surga dan bertemu dengan Adam. Mereka menjadi sahabat yang baik, Rendra belajar banyak dari Adam dan dia selalu mendapatkan ilmu dan pemahaman baru saat bertemu dengan Adam.
Rendra yang setiap hari kerja begitu sibuk dan saat liburan dia datang untuk menenangkan diri di Mata Air Surga. Soal Diandra, Rendra dapat mengontrol dirinya dengan baik. Dia sudah percaya jika jodoh tidak akan lari kemana pun. Meskipun dia takjub dengan kecantikan Diandra. Tapi lebih dari itu semua, dia sedang menemukan Tuhan, maka semuanya akan menjadi takdir Tuhan.
Perubahan sikap dan sifat Rendra menjadi jelas. Bahkan, keluarganya heran dengan perubahan Rendra yang drastis. Dia tak lagi marah-marah dan bahkan sangat menghormati orangtuanya.
Kata Rendra, semua karyawannya menjadi kagum dengan perubahan Rendra. Semua suka dengan pemimpin yang membaur dan tidak lagi memikirkan penghormatan dan gila pujian.
Adam pun senang mendengar hal itu. Kali ini, Adam mengunjungi Rumah Sakit dan mencatat apapun yang akan ditemuinya. Apakah itu permasalahan keluhan dari pasien ataupun pelayanan yang kurang baik.
Rumah Sakit terlihat ramai. Adam memeriksa di kantor dan juga bertemu beberepa dokter dan perawat, mereka bertegur sapa. Adam didapuk penasehat dan dia juga sering bertemu setidaknya dengan musyawarah bersama demi kemajuan dan perkembangan Rumah Sakit lebih baik, terutama hal pelayanan.
Adam adalah pemilik utama dari proyek Mata Air Surga, maka semua usaha di bawah naungannya pasti sudah pernah bertemu dengannya. Bagaimana tidak, Adam sendiri selalu menyempatkan waktu untuk datang ke semua tempat untuk mengunjungi dan mengontrol.
Adam tak mau sekedar usaha berdiri, namun tidak ada loyalitas yang baik dengan disiplin waktu dan juga pelayanan yang baik dari semua bidang. Jika Adam menemukan kesalahan, maka mereka akan memanggil orang tersebut dan menasehatinya dengan bijak.
Setidaknya, Adam berkeliling dalam sebuah lorong Rumah Sakit dimana dirinya menengok beberapa yang bertugas shift baik di bagian Penyakit Dalam, THT, Anak, Syarif dan lain sebagainya. Saat melewati ruang Radiologi, beberapa orang nampak sedang menunggu antrean.
Mereka ada yang berpasangan dan ada juga yang sedang menunggu sendirian. Rata – rata mereka ingin memeriksakan bayinya dengan melakukan USG. Yah, tentu saja itu bukan sekedar melihat calon bayi mereka dengan melihat bayi laki – laki atau perempuan. Tapi lebih pada posisi bayi, apakah posisinya normal atau tidak? Sehingga dengan itu bisa dilakukan penanganan selanjutnya untuk memudahkan saat persalinan.
Adam tersenyum pada mereka semua, Adam menyapa mereka untuk sabar dalam antrean tersebut. Adam juga memberi motivasi kepada mereka dengan sabar dalam kehamilan mereka dan menunggu bayi lahir. Bayi yang akan mereka lahirkan nantinya akan menjadi penerus mereka dan juga untuk menjaga kebaikan dunia ini. Mereka pun seolah tersihir dengan perkataan Adam yang bijak dan mendengarkan dengan seksama.
Adam memang bisa bergaul dengan siapapun, bahkan dengan ibu – ibu hamil pun dia mampu mengurangi ketegangan mereka dan juga membuat perasaan mereka menjadi tenang.
Adam memberi motivasi pada mereka karena terlihat mereka gelisah dan memegangi perut mereka. Mungkin ada juga rasa sakit yang sedang dirasakan. Adam pun berpamitan kepada mereka dan meminta mereka tetap semangat karena mereka tengah memberi contoh kesabaran pada anak mereka secara langsung.
Saat Adam meninggalkan mereka sekitar beberapa meter, dua orang juga baru keluar dari ruang Radiologi. Si lelaki nampak memapah perlahan isterinya yang berambut panjang diikat. Pasangan yang mesra.
Ada yang tiba-tiba membuat mata Adam terpaku melihat sepasang pasangan suami-isteri yang tengah saling tersenyum dan hendak melakukan pelayanan di Rumah Sakit tersebut. Sepertinya, dia sangat mengenal salah satunya. Dia seperti mengingat sesuatu dalam memorinya.
Tapi tunggu!
Mata adam tak bisa lepas dari sosok lelaki yang tengah memapah isterinya keluar dari ruang Radiologi itu. Bukankah itu? Tapi benarkah matanya yang melihatnya, atau salah orangkah?
Wanita yang dipapah itu terasa agak berat berjalan. Usia kandungannya mungkin sudah 8 bulan, atau bahkan sebentar lagi melahirkan. Namun, wajah lelaki itu diingat kuat oleh Adam dari kejauhan. Benarkah wajah itu adalah wajah Sandi? Sandi yang merupakan suami dari Naura?
Adam mencoba mengingat dengan keras, dulu dia hanya melihat sekali saat mereka berkunjung ke rumahnya saat dirinya pesakian. Saat itu selang beberapa lama setelah pernikahan Naura dan Sandi. Mereka menengok dirinya yang tengah pesakitan di kamar tidur.
Saat itulah, Adam melihat sekilas lelaki bernama Sandi yang menjadi suami dari Naura. Apakah dirinya yang salah melihat? Jika itu Sandi maka siapakah wanita yang tengah hamil dan dipapahnya itu? Atau mungkin memang banyak orang yang wajahnya mirip dan inilah salah satunya. Ada orang yang memang mirip secara wajahnya dengan Sandi.
Mungkin!
Di dunia ini wajah yang mirip itu sangat banyak. Bisa jadi mata Adam salah untuk melihat kali ini. Kemiripan seseorang itu tentu saja bisa terjadi dimanapun karena manusia ini berjumlah milyaran.
Tentu saja! Adam pasti salah lihat, itulah yang dipikirkan Adam kali ini. Sandi sudah menikah dengan Naura dan pasti mereka hidup dengan bahagia. Tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak perlu.
Itulah yang dipikirkan Adam, antara mirip saja atau benar Sandi.
Namun, hal itu sedikit membuat penasaran dalam pikiran Adam. Meskipun Adam sudah berjuang melupakan Naura, dan dia sudah mengikhlaskan bahwa Naura bukan tertakdir untuknya. Namun, kisah cinta di masa lalu memang sulit sekali untuk dilupakan.
Cinta yang amat membekas itu. Cinta yang harus dilupakan oleh Adam. Naura dan Sandi adalah pasangan yang bahagia. Mereka pasti sedang berbahagia dan Adam tidak mau larut lagi dalam kesedihan berlarut-larut seperti dulu.
Adam adalah seorang pria yang kuat, dia tidak akan lagi membuat Ibunya menangis walaupun sedetik. Adam tidak rela lagi untuk kalah dari perasaannya, Allah juga sudah memberikan kehidupan yang baik untuknya. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk lemah dari perasaannya pada Naura.
Naura hanya menjadi cerita di masa lalu, kini sudah berbeda. Adam harus kuat untuk membuat banyak perubahan dan kebaikan bagi semua orang. Adam kali ini ingin hidup demi kebaikan dirinya sendiri dan kebaikan orang banyak.
Adam pun berlalu dari sana, dengan membawa rasa penasaran. Namun, Adam menepisnya dengan cepat lagi. Kehidupannya kini sudah berbeda, dia juga bukan Adam yang dulu lagi, kini tanggung jawabnya semakin besar. Banyak orang dalam naungannya yang kini membutuhkannya.
Dan, dia harus membahagiakan keluarganya, yaitu Ibunya.
Namun tetap saja, Adam penasaran. Apakah itu Sandi? Lalu, siapa wanita hamil yang sedang dibawanya? Kembali, Adam menepis perasaan ingin tahunya. Itu semua bukan masalahnya lagi bukan!