Naura

66. Cinta yang Hilang

Bu Halimah merasa bahagia. Adam sudah menemukan cintanya, dia akan segera menjalin hubungan dengan Diandra. Pernikahan yang hanya seperti mimpi bagi Halimah untuk anaknya.

Hari pernikahan Adam, begitu ditunggu oleh Halimah. Dia hanya menunggu hari itu di seluruh sisa hidupnya.

Saat dimana Adam akan mendapatkan cintanya, akan ada seorang isteri yang mengurusi semua keperluan Adam. Halimah hanya akan tersenyum bahagia melihat kehidupan puteranya Adam.

Jika menengok masa lalu, maka hanya kesedihan dan airmata yang menetes luruh ke bumi. Halimah hanya selalu ingat pada kehancuran hidup Adam. Dia tak rela dan tak bisa menahan tangisnya, manakala melihat Adam sakit dan terluka hatinya. Cukuplah luka itu jika bisa diterima, maka Halimah yang akan menerima luka sakit yang diderita anaknya.

Adam yang akan segera menikah dengan Diandra. Gadis itu sangat tepat untuk puteranya. Dia mampu bersabar dan juga sosok yang dewasa karena pemikiran bijaknya.

***

Rendra sudah mendengar kabar akan dilangsungkannya pernikahan antara Adam dan Diandra. Entah kenapa, Rendra tak masalah mendengar hal itu. Kini, hatinya lebih tenang ketika dia sudah dekat dengan Allah swt.

Rendra bahkan sudah mengajak seluruh keluarganya untuk lebih dekat dengan Tuhan dengan jangan sekalipun lupa pada shalat lima waktu. Meskipun mereka sangat sibuk dan sesibuk apapun.

Rendra telah menjadi sosok yang berbeda dan sangat dewasa. Kebiasaan buruknya sudah lama dihilangkan.

Di hari libur, Rendra mencoba pergi berlibur. Dia datang ke Danau Cinta. Danau yang disebutkan oleh Adam sebagai danau yang mampu menciptakan cinta di dalamnya. Ketika seseorang mencermati dengan seksama, dia akan merasa tenang dan seolah dia melihat kebesaran Tuhan di sana.

Kini, Rendra pun merasakan hal itu.

”Apakah ..., anda teman dari pak Adam?” tanya seorang wanita yang ternyata sudah duduk di salah satu kursi yang memiliki jarak dengan Rendra.

Rendra kaget dan menengok ke arah wanita itu. Dia masih muda dan wajahnya sangat cantik.

”Benar ..., saya sering berkunjung ke sini saat liburan. Bagaimana anda bisa tahu kalau saya berteman dengan Adam?” tanya Rendra.

”Beberapa kali, saya melihat anda berbincang dengan pak Adam.”

Rendra pun mengangguk tanda paham. Tapi ..., siapa wanita cantik di sebelahnya itu. Dia belum mengenalnya.

”Baiklah, siapa anda? Saya adalah Rendra, dari kota. Rumah saya dekat dengan Diandra.”

”Oh, jadi anda adalah orang yang dekat dengan pak Adam sekaligus juga teman baik mbak Diandra. Saya adalah Nada Naura. Saya bekerja di Mata Air Surga ini.”

Keduanya terlibat obrolan akrab dan mereka saling berbincang tentang segala hal. Termasuk kisah hidup Adam yang ternyata baru disadari oleh Rendra tentang perjuangan berat Adam hingga sakit dan kehilangan cintanya.

Betapa besar penderitaan Adam setelah kejadian sakit dan ditinggalkan kekasihnya. Kini, dia sudah menemukan jalan baru untuk memulai hidup dan cinta yang baru. Dia menemukan Diandra dan Diandra menemukan Adam.

Itu adalah ketentuan dari Allah swt. untuk mereka. Jadi, Rendra pun mendoakan agar semuanya berjalan lancar untuk mereka di dalam hatinya. Mereka sangat cocok dan serasi, semoga mereka benar-benar dijodohkan oleh Allah.

Memang benar, jodoh itu memang di tangan Tuhan. Sekuat apapun kita berlari, kita tak akan bisa berlari jika memang sudah berjodoh dengan seseorang.

Bicara masalah jodoh, lalu siapa jodohnya sendiri?

Rendra tersenyun sendiri, saat dia memikirkan jodoh dirinya. Dia jadi melihat senyuman manis wanita yang ternyata belum lama lulus kuliah dan bekerja di Mata Air Surga. Entah kenapa, ada desir halus di hatinya. Wanita itu masih muda dan cantik, gaya bicaranya yang khas serta penutup kepalanya yang sudah mencerminkan bahwa dia adalah wanita yang taat beragama.

Rendra pun tersenyum sekali lagi, melihat permukaan danau dan juga langit yang biru. Jodoh itu tidak akan kemanapun selama Tuhan sudah menghendaki. Kini, Rendra percaya. Jodohnya sedang dipersiapkan Tuhan, dia hanya perlu mendekat pada Tuhan agar jodohnya juga dibukakan untuknya, segera.

***

Pernikahan Adam dan Diandra Naura seminggu lagi akan dilaksanakan akad di rumahnya di Ibukota. Kemudian, keduanya akan pulang ke Danau Kenanga untuk melakukan malam pertama dan bulan madu disana saja.

Mereka memiliki hotel sehingga untuk apa jauh – jauh, mungkin di lain waktu saja jika ingin pergi jauh di tempat yang lain. Sekarang di Mata Air Surga sudah lengkap, mulai dari mall, rumah sakit, hotel, tempat di pinggir danau. Semuanya lengkap.

Adam pun kembali dulu mempersiapkan segalanya juga baju pengantin dia memesan kepada rekannya di kota di dekat desanya. Adam merasakan kebahagiaan karena sebentar lagi semuanya akan berakhir dan Ibunya teramat bahagia mempersiapkan pernikahan terindah puteranya itu.

Bu Halimah akan segera merindukan seorang cucu dan dia akan bisa menimang – nimangnya. Itulah kerinduan besar dalam sisa hidup Halimah.

Terpenting bagi Halimah, Adam menemukan cinta dan kehidupannya sendiri. Jika nanti Halimah pergi menyusul suaminya, maka dia sudah tak menyesal meninggalkan Adam bersama pendamping hidupnya.

Ituah kebahagiaan terpenting bagi Halimah. Halimah pun tersenyum dan dunianya semakin indah saja. Dan dia selalu mendoakan yang terbaik untuk Adam puteranya itu.

***

Sandi merasakan kemenangan bertubi – tubi menyertainya, selain bebas dari hutang – hutangnya. Sandi juga sudah memiliki seorang bayi lelaki yang amat diidamkannya.

Sandi sudah mengirimkan uang transfer kepada pihak bank dan pinjamannya sudah selesai. Sandi pun bebas dan tidak ada aset yang akan disita pihak bank. Kini, dia menikmati hidupnya.

Soal Naura, sudahlah! Dia tak mau memikirkannya. Baginya, kehidupan dan uang lebih baik dari Naura. Namun, Sandi merasa ada benarnya dia menikahi Naura dengan alasan cinta dan uang 500 juta sebagai utang bagi keluarga Naura.

Buktinya, uang 500 juta sudah berkembang demikian baik menjadi 5 miliar rupiah. Sungguh, itu sebuah keberuntungan yang besar bagi Sandi.

Sandi ingin bepergian ke rumah orangtuanya dan mengabarkan bahwa dia telah menceraikan Naura dan mengatakan utang mereka sudah mereka bayarkan. Meskipun sudah menelepon bapaknya, Rodin. Namun, Sandi ingin menunjukkan bayi kecilnya itu dan berharap orangtuanya bisa tersenyum melihat cucunya.

Sandi membonceng isterinya Firla bersama bayi mungilnya di belakang dengan dipan kecil. Firla dan bayinya duduk di belakang.

Firla sangat bahagia, pada akhirnya ternyata kini dia menjadi isteri tunggal satu – satunya untuk Sandi. Bahkan, anaknya sudah akan menjadi pewaris dari keluarga Rodin atau ayahnya Sandi.

Sekali lagi, Firla akan merasa paling berkuasa dan bisa meminta apapun dengan kehadiran dari anaknya tersebut. Firla melihat bayi mungilnya, senyumnya teramat menyejukkan dan menjadi bukti bahwa dirinya lebih baik dari Naura.

Naura sudah diceraikan oleh Sandi dan dirinya adalah isteri sah satu – satunya bagi Sandi.

”Kita cari oleh – oleh dulu Mas, buat Kakek dan Nenek,” Firla berbicara demikian mesra dan seolah penuh kasih sayang, hal itu untuk menunjukkan bahwa dia adalah seorang menantu yang baik dan perhatian.

”Baik sayang,” merasa bahagia, Sandi pun sudah tak lagi pusing dengan hutang dan saatnya bersenang – senang. Dia juga merasa kalau Firla sangat mengerti dirinya, dia selalu mendukungnya dan tak pernah protes.

Hidupnya kini merasa sempurna bagi Sandi.

Mereka mampir ke sebuah toko oleh – oleh kue, mereka membeli cukup banyak dan Firla yang memilihan semuanya. Mereka membeli cukup banyak dan kembali menjalankan mobil mereka menuju rumah pak Rodin atau ayah dari Sandi.

”Cukup sayang belanjanya?” Sandi menyetir sambil sesekali melihat ke belakang melihat buah hati yang sangat tampan lagi lucu.

Benar kata orang, bahwa setiap orang yang memiliki anak akan mengubah segala hal dalam hidupnya. Termasuk kebiasaan buruk, kadang seorang ayah yang memiliki kebiasaan buruk akan berhenti ketika melihat anak bayinya.

Hal ini karena dia sudah mulai memahami bahwa tingkah lakunya akan diikuti oleh anaknya. Ayah yang ingin anaknya di masa depan menjadi baik maka dirinya harus berubah.

Itu yang dialami oleh Sandi. Dia berhenti meminum minuman keras dan berhenti ke bar. Dia sekarang mulai sering bersama buah hatinya dan menggendongnya meskipun Firla terkadang khawatir karena Sandi kadang menggendong dengan terburu – buru.

Meski tiba – tiba ada perasaan bersalah pada Adam yang menyelimutinya. Benar saja, dia telah merebut Naura dahulu, mereka amat mencintai dan dia telah memisahkan cinta mereka.

Dulu, dia tak peduli namun semenjak uang Rp 5 Milyar diberikan padanya, dan mengusir Naura. Perasaan bersalah pun menghampirinya.

Selagi ada kesempatan, Sandi pun meraih hanphone – nya segera. Dia menghubungi nomor Naura. Firla tak melarangnya dan paham mungkin dia ingin mengucapkan selamat tinggal.

Telpon berdering, meski di dalam mobil Sandi ingin mengucapkan ucapan maaf dan berharap Naura bisa bahagia nantinya dengan Adam. Itu untuk menebus kesalahannya.

Telpon tersambung.

”Naura... Naura... kamu dimana sekarang?” Sandi berbicara agak terburu – buru.

Belum ada kata – kata dari Naura, di seberang dia masih membisu meskipun ada tanda bahwa telepon tersambung.

”Naura maafkan aku, Adam selalu menunggumu di Mata Air Surga. Dia tak bisa melupakanmu dan belum menikah hingga sekarang karena selalu menunggumu. Satu hal lagi, Adam kini sudah menjadi bos di Mata Air Surga. Dia membayar hutang keluarganya dengan uang Rp 5 Milyar. Usaha di kompleks itu adalah milik Adam semua. Jadi.....”

Dooorrr!

Ciiiiitttttttttt!

”Awas Mas!” teriak Firla keras di dalam mobil.

Sebuah mobil besar di depan mereka kehilangan kendali, ban meletus dan dia mengambil melintang menutup jalan. Bak mobil besar itu oleng dan bagian depan mobil rem sangat kuat. Lalu bak belakang maju dan mendekat dengan sangat cepat kearah mobil Sandi dan Firla.

Sandi mengerem dengan kuat.

Ciiiiitttttttt!

Jantung mereka berpacu dengan cepat, dan tak terhindarkan jika bak mobil itu menghantam mobil Sandi dengan cepat.

”Naura... maafkan aku...”

Braakkkk! Brooommmm! Nggaakkkk!

Setelah itu yang ada adalah suara teriakan demi teriakan. Banyak orang di sekitar sana berteriak minta tolong karena mobil besar yang pecah ban itu menghantam dua mobil dan satu motor dari arah berlawanan.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!