Pasukan Langit
Yomura dan Drakos
”Ayah!” mata Nagada berbinar dan berair. Dia duduk di dekat ayahnya. Ayahnya mulai sadar setelah muntah darah, energinya mulai membaik. Energi dari Nagada tadi diserapnya sehingga dia benar-benar kehilangan energinya sendiri.
”Sudah berapa lama aku tertidur puteraku?” suara Yomura lirih, tenaganya belum pulih sepenuhnya. Nagada bahkan membantu ayahnya untuk berpindah dari kamar tidur ke kursi di sebelah kamar.
”Sudah hampir dua tahun Ayah,” Nagada menjelaskan pada Ayahnya.
”Siapa yang menyembuhkan Ayah?” tanya Yomura.
Nagada menjelaskan bahwa dirinya yang menyalurkan energi ke dalam tubuh ayahnya tersebut. Ayahnya memang mengetahui bahwa energi dari luar dapat dimasukkan, dan mengusir racun dalam tubuhnya.
Saat bicara racun, Nagada jadi penasaran jadi selama ini Ayahnya sudah mengetahui kalau dirinya diracuni? Ayahnya diracun dan bahkan tidak bisa bangun sama sekali. Dia seperti mayat yang tertidur semata.
Yomura mencoba untuk berdiri, dia mulai terbiasa. Dia pun menatap puteranya itu, ada kerinduan yang dirasakannya dan sudah lama sekali dia tak bertemu dengan puteranya itu.
”Apakah ada orang yang memberikanmu air pemurni jiwa?” Yomura hanya mengetahui bahwa racun yang menggerogoti tubuhnya berasal dari kekuatan sihir kegelapan. Hal itu hanya bisa dibuka segelnya dengan air pemurni jiwa. Penawar racun kegelapan itu yaitu air pemurni jiwa, hanya bisa dibuat oleh orang yang mampu membuka energi alam secara penuh.
Jika ada orang yang memiliki air pemurni jiwa, maka dia adalah seorang penyihir alkemis yang sangat hebat. Orang yang bisa memiliki atau membuatnya maka dia bisa setara dengan saint Yonan atau salah satu dari Tiga Legenda.
Hal itulah yang dipahami oleh Yomura.
”Aku hanya mendapatkannya dari seorang teman. Dia pun hanya menyuruhku untuk memberikannya pada Ayah. Sisanya... kata dia, aku yang harus meneruskan penyembuhannya.”
Nagada menjelaskan hal itu sekaligus heran. Apa itu air pemurni jiwa, bahkan dia sendiri baru mendengarkannya dari ayahnya tersebut.
Soal racun yang telah melumpuhkan kekuatan dan fisik ayahnya, bahkan Nagada baru tahu hari ini ketika ayahnya bercerita. Kemudian, persoalan Aji yang secara pribadi menyerahkan air dalam botol itu juga Nagada juga dirasakan Nagada seperti memberikan jimat air semata. Jika berhasil maka bagus.
Nyatanya, ayahnya menyebut bahwa hanya air pemuni jiwa yang dapat membuka segel racun kegelapan yang ada dalam tubuhnya.
”Sebenarnya apa yang terjadi Ayah? Ceritakanlah pada kami,” Nagada penasaran dengan apa yang dialami oleh ayahnya selama ini. Sejak kapan sakitnya dan bagaimana bisa ada racun yang masuk dalam tubuhnya. Sanjo dan Yara pun penasaran dan duduk di sekitar raja Yomura.
Nagada memperkenalkan dua sahabatnya itu adalah Sanjo dan Yora, mereka termasuk dirinya sekarang tergabung dalam Pasukan Langit. Raja kerajaan Hanusan pernah mendengar dulu soal akan dibentuknya Pasukan Langit.
Kini, dia bangga karena puteranya menjadi salah satu anggota Pasukan Langit. Pasukan Langit yang dibentuk khusus untuk menghentikan gerakan dari Pasukan Lord Demon.
Yomura menatap atap sejenak. Dia pun memulai kisahnya. Saat itu, dia kedatangan tamu di kerajaannya. Tamu tersebut berasal dari perguruan Bangau Emas. Perguruan Bangau Emas sendiri merupakan perguruan terbesar setelah perguruan Dasatama.
Mereka memiliki reputasi yang tinggi di seluruh benua. Saat kedatangan mereka, tentu saja Yomura melayani mereka dengan baik. Hingga, mereka makan bersama saat malamnya. Saat itu, Drakos, ketua dari perguruan Bangau Emas menawarinya suatu tawaran rahasia.
Yomura mengingat percapakan saat makan malam tersebut, dan menceritakannya kembali pada Nagada.
”Kami ingin anda bergabung bersama kami. Pertempuran sebentar lagi terjadi dan kami pasti akan memenangkan pertempuran ini. Jika kamu mau bergabung, maka kekuasaanmu akan kami jaga dan juga kekuatanmu pasti akan semakin besar.”
Drakos menawari Yomura untuk bergabung dengan pasukan kegelapan Lord Demon. Meskipun tidak membantu perang secara langsung. Cukup menjadi pendukung, maka keselamatan kerajaan dan kekuasaan dari Hanusan akan dijaga oleh Lord Demon.
Yomura cukup kaget mendengar tawaran dari Drakos tersebut. Keduanya dulu pernah menjalankan misi bersama. Tidak disangka oleh Yomura, bahwa Drakos sudah menjadi bagian dari pasukan Lord Demon.
Yomura tak ragu lagi dan menjawab dengan lugas, ”Maafkan aku Drakos. Aku tak bisa bergabung dengan pasukan Lord Demon. Jiwaku aku berikan untuk keadilan dan menjaga hak orang yang tertindas Drakos.”
Drakos pun sudah menyadari bahwa mungkin saja Yomura tidak akan menerima ajakannya.
”Kamu akan terus bersama dengan pasukan putih yang kini hanya diisi oleh orang-orang yang tamak. Setiap dari mereka yang memiliki kekayaan dan kekuasaan, mereka akan menjadi Tuhan-Tuhan kecil sebagaimana pasukan kegelapan. Mereka memeras pada orang miskin pada hakikatnya, itu sama saja bukan?” Drakos menyanggah.
Yomura pun tetap menolak ajakan dari Drakos. Dia tetap mempercayai bahwa nanti akan ada generasi yang meneruskan perjuangan suci, dan tidak mengharapkan apapun kecuali kedamaian dan senyuman dari tiap orang. Orang-orang itu akan menggantikan orang-orang tamak dan serakah. Namun, jika mereka menyerah pada pasukan kegelapan, maka hanya kehancuran dan tidak akan harapan lagi hidup dalam ketenangan.
”Jika perang itu terjadi, bisa jadi kita akan menjadi musuh Yomura,” ancaman dari Drakos pun seolah dikumandangkan.
”Jika kita bermusuhan dan berperang. Maka, itu adalah jalan yang memang harus dilalui Drakos. Kita memperjuangkan apa-apa yang menurut kita benar. Itulah tujuan dari hidup kita, memperjuangkan sesuatu yang kita anggap benar. Apapun resikonya.”
Mendengar hal itu, Drakos pun ingin menikmati masa bersama mereka sebelum perang terjadi.
”Baiklah jika itu keputusanmu Yomura. Untuk itu, perang belum terjadi. Bagaimana kalau kita makan bersama untuk terakhir kalinya. Ini juga akan menjadi kenangan saat kita nanti bertemu di medang perang.”
”Baiklah,” Yomura pun menyetujui hal itu, ”Untuk persahabatan kita!”
Saat itu, mereka makan dan menikmati makanan bersama. Saat malam datang, Drakos memberikan sesuatu dalam makanan yang akan dimakan oleh Yomura. Saat Yomura sudah mulai terasa efek dari minuman yang dicampurkan sesuatu oleh Drakos.
Drakos pun mengatakan sesuatu sebelum kesadaran Yomura hilang.
”Aku tak ingin menjadi musuhmu dalam perang besar nanti Yomura. Jadi, kamu tidur saja dan biarlah orang-orangku yang akan meneruskan kepemimpinanmu di kerajaan Hanusan ini!” saat itu sosok dari Toda yang merupakan adik dari Yomura datang, dan tersenyum pada Yomura dan juga Drakos.
Dia datang, adik dari Yomura adalah orang dari Drakos dan menjadi perwakilan atau Mondu dari Pasukan kegelapan. Saat itulah, racun menyebar ke seluruh tubuh Yomura dan dia tak sadarkan diri sejak saat itu.
Toda hendak mengambil kesempatan menjadi penerus raja setelah Yomura sakit. Namun, beberapa orang tidak menyukainya termasuk beberapa dari penasehat kerajaan yang berjumlah delapan orang.
Ada usulan bahwa menunggu dua tahunan lagi, menunggu kesiapan dari Nagada. Ketika Nagada siap, maka akan dipilih siapakah yang akan menjadi raja diantara Nagada dan Toda. Saat itu, Nagada pun memilih untuk menjadi bagian dari pendaftaran Pasukan Langit dan ingin mengabdikan dirinya pada negara dan seluruh benua.
Jika ayahnya bisa sembuh, maka ayahnya yang tetap menjadi raja. setelah itu, Nagada akan mengabdi untuk nama seluruh benua, untuk membawa kebenaran dan melawan pasukan kegelapan. Kini, semua terungkap dari cerita yang baru saja diceritakan oleh Yomura. Anggota Pasukan Langit yang mendengar itu menjadi tahu, bahwa kekuatan dari pasukan kegelapan memang sudah masuk ke semua pemerintahan. Mereka mempengaruhi segala sistem di setiap pemerintahan, dan juga perguruan bela diri.
Perang besar itu pun tidak bisa terelakkan lagi.