Pasukan Langit
Tunggulah Shura, Aku Akan Datang!
Pelatihan bagi Pasukan Langit dan Aaman terus berlanjut, mereka seperti setiap kali melakukan latihan dan kelelahan mereka semedi sejenak. Pejuang Jiro telah mengajarkan pada mereka, untuk membuat keletihan mereka berdamai dengan baik.
Mereka meningkatkan kemampuan menyerap latihan dengan cepat. Setiap latihan keras mereka lakukan, mereka akan menyerap energi alam di sekitar mereka dan recovery terhadap rasa lelah dan menyerap hasil latihan dalam waktu singkat.
Kecepatan dalam melakukan penyerapan sudah menjadi jurus ajaib mereka. Aaman pun merasakan bahwa latihan kali ini benar-benar berbeda. Aji! Semuanya pasti karena dia. Seorang legenda yang menghilang dan sampai sekarang Aaman belum berani bertanya, apa yang terjadi dengannya hingga mendapatkan tubuh seorang pemuda.
Sosok Pemukul Halilintar yang menghilang dua puluh tahun yang lalu, saat itu dia sudah tua dan kembali dalam wujud muda dengan kekuatan yang sempurna. Bahkan, dia mengalahkan Drapuda hanya dengan sekali hempasan pukulan, dan menghancurkan perguruan Singa Hitam hanya dalam waktu setengah hari.
Itu bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan oleh seorang pendekar saja. Kali ini pun, dia menjalani latihan khusus di dalam Dompai. Tapi, Aaman tahu bahwa itu adalah latihannya sendiri dan bukan karena dilatih oleh pejuang Jiro.
Aaman yakin akan hal itu.
Latihan mereka pun berlanjut, latihan menata kestabilan membawa empat ember dalam pikulan mereka, menuruni gunung. Lama-lama mereka sudah terbiasa, sebulan pelatihan yang mereka lakukan mampu membuat mereka dapat merasakan keseimbangan tingkat tinggi.
Saat akan terjatuh, mereka mendorong kekuatan dengan refleks cepat untuk mendorong tubuhnya dapat seimbang kembali.
Mereka seperti sedang terbang sambil menuruni gunung tersebut. Saat condong dan akan jatuh ke kiri maka kaki kiri seolah menghentak dan mengeluarkan energi dan mendorong tubuh untuk stabil. Begitupun ketika akan jatuh ke belakang maka tubuh bagian belakang reflesk menyalurkan energi pendorong sehingga menahan tubuh mereka jatuh.
Kekuatan itu mereka sadari setelah latihan yang tak henti, pejuang Jiro melihat hal itu. Meskipun masih ada yang masih kesulitan, tapi pada akhirnya mereka mampu mengolah energi internal dengan baik.
Ini adalah jalan yang harus ditempuh agar refleks energi yang mereka keluarkan tepat. Saat serangan mendadak menyerang mereka. Refleks itu secara alami akan menahan serangan dari musuh itu dengan cepat. Mereka akan menjadi sosok-sosok orang hebat di masa depan, pejuang Jiro yakin akan hal itu.
Saat sampai di bawah gunung, mereka kembali melakukan olah napas. Mereka menyerap hasil latihan dan membuat kelelahan mereka menghilang. Mereka istirahat untuk makan dan minum.
Rute latihan selanjutnya pun sudah dibuat. Mereka akan berlari dengan kecepatan yang mereka miliki. Melewati beberapa rintangan dan juga melompati jalanan terjali, melewati sebuah gunung dan turun hingga membelah jauhnya gunung. Mereka naik dan turun melaluinya.
Bukan tanpa halangan, mereka dibebani dengan sebuah gelang tangan dan kaki yang masing-masing memiliki bobot lima kilo pergelang, selain itu pundak mereka juga diberikan pemberat. Jadi, mereka membawa beban tambahan 30 kg setiap orang.
Mereka awalnya kesulitan melakukan hal itu, tapi tak ada satupun di antara mereka yang mau menyerah. Mereka semua saling menyemangati satu sama lain.
Kadang, mereka masih bercanda ketika ada rekan mereka yang kelelahan dan terjatuh. Bagi yang kelelahan dan terjatuh mereka akan melakukan olah napas. Mereka mengembalikan kelelahan mereka dengan menyerap energi alam sesuai kemampuan rank mereka. Saat itu mereka akan pulih kembali dan meneruskan latihannya.
Pejuang Jiro mengawasi mereka dari udara. Mereka benar-benar sosok-sosok pahlawan muda yang terpilih di antara semua pendekar. Pasukan Langit! Benar, mereka adalah pasukan yang akan membawa perubahan besar pada dunia bela diri. Mereka akan melampaui generasi tua saat ini.
Pejuang Jiro menantikan hal itu, dan pelatihan bagi mereka tinggal satu bulan lagi. Setelah itu, dia tahu Aji akan melakukan sesuatu dengan kesiapan para Pasukan Langit dan juga Aaman. Aji mungkin akan melakukan transfer sesuatu yang telah diturunkan oleh Tiga Legenda.
Aji pasti tahu kalau mereka sebelumnya belum mampu menerima kekuatan itu, sehingga dia memintanya untuk melatih fisik dan internal mereka sampai ke puncaknya. Meskipun kasihan melihat para Pasukan Langit yang berlatih mati-matian. Itu akan setara dengan hasil yang akan mereka raih nantinya.
”Tetaplah bersemangat Pasukan Langit! Kekuatan kalian sedang ditunggu oleh penduduk dunia. Mereka akan melihat hasil latihan kalian saat melindungi mereka dari pasukan Lord Demon!”
Teriakan membahana dari pejuang Jiro selalu mereka dengar dari udara. Benar-benar guru yang berisik! Mereka yang mendengar malah saling mengejek dan semakin bersemangat. Entah kenapa, kini mereka menganggap pejuang Jiro sebagai suara yang berisik yang membangkitkan semangat mereka untuk menghancurkannya.
Mereka pun saling tertawa dalam latihan mereka, tidak berbeda dengan Pasukan Langit yang merupakan wanita. Mereka pun berlatih sama persis, sehingga mereka menjadi sangat terlatih dan tubuh mereka menjadi sangat kuat.
Inilah resiko menjadi Pasukan Langit. Ini adalah pasukan yang belum pernah ada dalam sejarah yang akan mengukir sejarah.
Mereka harus meyakinkan diri mereka bahwa merekalah yang akan menghabisi pasukan Lord Demon yang sebelumnya belum pernah ada yang bisa mengalahkannya. Kali ini, semangat mereka terus berkobar dan latihan neraka mereka hanyalah jalan yang harus mereka lalui.
Di dalam Dompai, Aji berada di salah satu ruangan latihan tertutup. Dia sedang menstabilkan kekuatan dari artefak langit Heart Dragon. Artefak itu tidak bisa sembarangan diserap, artefak yang mampu menggoyahkan pikiran seseorang.
Artefak Heart Dragon sebelumnya memang dikatakan hancur. Namun, Aji menyimpannya di dalam wadah energi yang dibuat oleh Gayatri. Gayatri yang tahu soal itu, Aji menaruh Heart Dragon di depannya dan mengeluarkannya dari wadah energi.
Pecahan Heart Dragon terus saja ingin meledak, tapi sekuat tenaga Aji melindunginya agar tidak pecah berantakan. Sambil menahannya, Aji menstabilkan kekuatan dari ledakannya dan berusaha menjinakkan kekuatan dari Heart Dragon.
Orang dengan kemampuan biasa akan langsung hancur, begitu mendapatkan transplantasi dari Heart Dragon. Aji bisa saja menyerapnya sendirian, tapi untuk apa? Dia akan memberikan kekuatan ini pada Pasukan Langit ketika mereka sudah siap. Aji sudah merasa bahwa dirinya cukup dalam hal kekuatan. Apalagi, salah satu artefak langit sudah ditanamkan Yonan pada tubuhnya.
Tugasnya kali ini untuk meneruskan perjuangan rekan-rekannya sudah hampir mendekati ujungnya. Dia tidak ingin kejadian dua puluh tahun lalu terulang, kali ini semua akan berbeda. Persiapan dari para pendekar harus dapat mengantisipasi pasukan dan para Lima Gerbang.
Aji mengingat bahwa saat pertarungan dulu, mereka menyadari bahwa kekuatan Lima Gerbang bukanlah kekuatan yang bisa diatasi dengan mudah. Bahkan, satu dari Lima Gerbang bisa setara dengan satu dari Tiga Legenda.
Saat itulah, Aji menyadari bahwa mereka berjuang untuk mati.
Aji menguatkan kekuatannya dan menghilangkan aura energi negatif dari artefak Heart Dragon. Sudah satu bulan dia melakukan hal itu, dan untuk meminimalisir kekuatan efek buruk saat transplantasi kekuatan Heart Dragon pada Pasukan Langit, yang sedang disiapkan kesiapannya oleh pejuang Jiro.
Tunggulah, Lord Demon! Aku akan datang!