Pasukan Langit
Membujuk Jinho
Energi berbentuk makhluk muncul dari atas nenek Silvi, itu adalah bentuk-bentuk makhluk seperti burung, dan juga naga yang membentuk energi. Mereka semua bersiap menyerang dengan kekuatan dan menunggu kontrol dari penasehat Silvi.
Gayatri bersiap dengan energi dari kedua tangannya, dan menarik sebuah energi dari kedua tangannya tersebut. Nenek Silvi melihat bahwa Gayatri tidak seperti sebelumnya yang membuat senjata energi untuk melawan balik energi makhluk yang diciptakannya.
Seperti sebelumnya, energi makhluk adalah energi yang membentuk makhluk hidup dan mampu menyerang musuh sebagaimana seorang manusia hidup. Hanya saja, itu berbentuk energi, dan bisa saja hancur jika pemilik dari energi tidak bisa mengontrol dengan baik energi makhluk yang dia ciptakan.
Itu seperti kemampuan seorang necromancer yang memanggil panggilan atau klon. Namun, ini adalah kekuatan dari energi yang dibentuk untuk menjadi seperti kehidupan, dan dapat menyerang lawannya.
”Serang!”
Enam makhluk energi yang diciptakan oleh penasehat Silvi dalam bentuk yang berbeda, dan makhluk besar seperti; naga, burung, dan beruang energi itu menyerang dan semuanya mengarahkan serangan dan mendekati Gayatri.
Nenek Silvi kini menjadi khawatir, karena Gayatri tidak memunculkan senjata energi seperti biasanya. Dia malah memegang sebuah energi yang mirip tali yang dipegang dari tangan kanan ke tangan kirinya. Apakah ini akan berlebihan?
Penasehat Silvi khawatir dan apakah dia akan membatalkan serangannya? Hal ini karena serangan makhluk energi sudah sangat dekat dengan Gayatri, dan Gayatri masih belum menggunakan kekuatan energi, untuk menghadang serangan dari para makhluk yang diciptakannya.
Apakah aku terlalu berlebihan? Pikir penasehat Silvi yang tiba-tiba tersebut. Namun...
Gayatri sekejap kemudian tersenyum, dia menjejakkan kakinya dari tanah, dan terbang ke atas menyambut para makhluk energi yang besar dan berjumlah enam tersebut. Gerakannya meliuk dan terlihat seperti penari, sambil membawa semacam cambuk energi yang dilemparkan dari tangan kanannya dan meliuk diantara serangan para makhluk energi.
Splash! Craaakk!
Kecepatan dari Gayatri, dan sabetan cambuk energi mampu menghancurkan makhluk energi yang menyerangnya sesaat sebelum mereka menyerang Gayatri. Dia meliuk di udara dan terbang dengan cepat. Dia melewati enam makhluk energi dengan cepat, dan saat melewati makhluk energi hancur berantakan oleh cambuk energinya.
Pecahan energi dari enam makhluk energi ciptaan penasehat Silvi, seperti hujan salju yang jatuh lembut.
Penasehat Silvi menyadari satu hal, dia terlalu meremehkan kekuatan dari Gayatri. Hari ini dia tahu, bahwa tingkatan dari Gayatri sudah jauh berbeda dari saat pertama kali mereka bertanding. Makhluk energi yang dikontrol tidak mudah dihancurkan, dan dia akan terbentuk kembali dengan kontrol yang baik.
Namun, belum sempat membentuknya lagi, Gayatri memutuskan penghubung energi dirinya dengan makhluk energi tersebut dan menghancurkannya dengan cepat.
”Baiklah! Cukup cucuku!” penasehat Silvi menyadari bahwa latihan itu dirasakannya cukup untuk mengukur kemampuan Gayatri.
Gayatri pun memberi hormat dan mengucapkan terima kasih. Pertunjukkan yang bagus bagi penasehat Silvi.
”Jinho pasti bangga padamu dan juga kakakmu itu!”
”Terima kasih Nenek!”
Pasukan Langit pun diberikan hidangan oleh pemimpin kota, dan diminta untuk makan siang terlebih dahulu sebelum mereka kembali bertugas.
Di ujung penglihatan dan di atas pohon, Jinho merasa bahwa kekuatan muridnya jauh lebih kuat, dan bahkan mungkin akan mampu menandingi kemampuannya.
”Dari dulu, dia memang jenius!” kakek Jinho mengatakan hal itu lirih sambil tersenyum dan melihat dari kejauhan pertandingan barusan. Dia merasakan bahwa sekarang nenek Silvi itu baru mengerti, murid kesayangannya yang mampu membuatnya tercengang.
”Anda juga guru yang luar biasa bagi mereka Kakek!”
Suara pelan dari belakang Jinho itu benar-benar mengagetkan seorang Jinho, suara siapakah itu? Bahkan dia tidak menyadari kehadirannya sama sekali. Jinho langsung kaget dan menengok ke samping dan mundur sedikit karena waspada.
”Siapa kamu anak muda? Bagaimana...”
Pemuda itu adalah Aji, dan dia tersenyum menatap kearah para anggota Pasukan Langit.
”Melihat pertandingan dari atas sini sangat bagus. Tadi tidak sengaja aku melompat ke sini, untuk melihat pertandingan mereka. Perkenalkan, aku adalah salah satu dari Pasukan Langit dan rekan dari murid anda kakek Jinho!”
Kakek Jinho masih penasaran, dia memang terkenal di seluruh dunia dan orang banyak mengenalnya. Namun, benarkah pemuda ini adalah orang yang mengenalnya dan kedatangannya bahkan dia tak menyadarinya sama sekali.
”Apakah kamu benar bagian dari Pasukan Langit?”
”Benar Kakek, nama saja Aji.”
Pemuda itu tidak berbohong, bajunya memang sama dengan baju para Pasukan Langit yang lain dan coraknya pun sama. Namun, pemuda itu memang sangat misterius bukan karena apapun, hanya saja dia merasakan energi yang pekat di dalam tubuh pemuda tersebut.
”Bukankah lebih baik anda turun dan menemui dua murid anda tersebut Kakek, mereka pasti senang. Sebentar lagi mereka akan menghadapi kekuatan kegelapan Lord Demon, dan bersiap untuk menghentikan mereka mengincar Bunga Bulan. Apakah anda tidak ingin menemui mereka dan memberi mereka semangat?”
Perkataan pemuda itu benar juga, kakek Jinho mengingati nama itu kembali. Aji. Namanya adalah Aji.
”Kamu benar! Setidaknya aku harus menyemangati mereka.”
”Itu bagus! Apalagi anda memiliki pengamatan yang luar biasa karena anda sudah tinggal lama di Frost Line. Artinya, anda pasti punya petunjuk untuk mengetahui letak paling tepat dimana Bunga Bulan akan muncul bukan?”
Kakek Jinho semakin penasaran, meskipun terlihat asal-asalan dalam berbicara dan bahkan terkesan bercanda. Namun, semua perkataannya ada benarnya. Sosok yang sudah menghilang dan bersembunyi lama dari dunia bela diri dan hidup di benua Frost Line, tentu sangat memahami medan dengan baik.
Apalagi, tanda bagi kemunculan Bunga Bulan juga adalah tanda yang bisa dilihat dalam catatan. Bahwa, ada ciri-ciri tempat paling memungkinkan akan munculnya artefak keempat tersebut.
Apakah ini berarti dirinya sedang dijebak secara tidak langsung, untuk memberitahu kepada semua Pasukan Langit bahwa memang ada tempat yang tepat untuk dapat mereka selidiki sehingga mereka tidak harus mencari tempat tanpa petunjuk.
Benar-benar pemuda yang hebat!
”Bukankah pendapat saya benar Kakek?” Aji tersenyum seperti sebelumnya tanpa ada ekspresi yang lain.
”Kamu benar pemuda, mungkin inilah caraku untuk menebus kesalahanku dulu karena tidak ikut dalam perjuangan melawan pasukan Lord Demon! Aku memang menyesal karena aku menghilang, dan tidak datang atas panggilan dari Saint Yonan untuk membantu mereka menghentikan Lord Demon. Dua puluh tahun yang lalu.”
Jinho menyadari hal itu, dia pun kini harus memberi andil dalam perjuangan kali ini. Dia pun menerima saran dari Aji, dan turun dan bersiap bertemu dengan para muridnya dan juga Pasukan Langit. Jinho minta izin duluan untuk kesana dan pergi, Aji pun akan mengikutinya.
Aji melihat punggung lelaki tua itu, ’Benar! Kali ini, berilah kontribusi dan bantu mereka. Kali ini, persatuan para ahli bela diri akan membuat Shura membuka matanya. Bahwa mereka tidak bisa meremehkan kekuatan para pendekar!’
Aji pun mengikuti Jinho Turun, dan menuju para anggota Pasukan Langit yang sedang dijamu oleh pemimpin Ronald.