Pasukan Langit

Dibalik Rahasia Bunga Bulan

Aji menggunakan stealth-nya, dia melihat pergerakan dari pasukan bela diri yang cukup banyak mereka menggunakan tenda-tenda. Tanda yang mereka pakai dari bajunya, mereka adalah perguruan Badai Angin. Mereka adalah perguruan terbesar di Frost Line. Aji mengingatnya, mereka semua datang pasti juga karena Bunga Bulan.

Ini akan jadi peperangan tiada akhir di Hutan Tulisma. Informasinya sudah menyebar dengan sangat cepat. Semoga saja, para pendekar aliran putih yang saling bertemu tidak saling bertarung dan mereka harus saling membantu.

Musuh sebenarnya adalah pasukan kegelapan, mereka harus menyadari hal itu. Jika mereka masih serakah dengan kekuatan artefak Bunga Bulan untuk dimiliki sendiri, maka mereka jelas akan terpecah belah. Ancaman sebenarnya adalah pasukan Lord Demon. Namun, keserakahan para pendekar menjadi yang utama untuk dihadapi.

Perpecahan dan keserakahan akan menghancurkan para pendekar itu sendiri.

Aji pun pergi dari sana dan kembali kepada kelompoknya. Mereka menunggu Aji, dan Aji pun melaporkan kepada yang lainnya. Kelompok pendekar bela diri sudah banyak di segala tempat, mereka semua juga sedang meneliti dan berharap menemukan Bunga Bulan. Tentu saja, untuk dimiliki perguruan mereka sendiri dan untuk kemajuan perguruan mereka.

Mereka melanjutkan perjalanan dengan mengambil sisi yang berbeda dari para pendekar. Mereka semua menggunakan stealth dan bersembunyi dari atas-atas pohon.

Mereka berjalan cukup jauh, hingga menemukan ada mata air yang cukup untuk mengisi wadah-wadah air mereka. Namun, saat mereka tengah mengisi air mereka bertemu dengan kelompok beberapa pendekar yang juga mengambil air.

Aji pun memberikan salamnya dan memberi hormat, lelaki paling tua diantara mereka pun menyambut salam hormat Aji. Mereka juga dari perguruan bela diri dan bermaksud untuk memeriksa tempat di Hutan Tulisma. Mereka juga mengatakan pada Aji sudah bertemu dengan pasukan pertahanan di pinggir hutan.

Artinya, Pasukan Pertahanan juga sudah memasuki hutan. Itu jauh lebih baik dan lebih mudah bekerja dengan persatuan banyak pendekar.

Mereka pun berpamitan kembali. Terlalu banyak pasukan bela diri yang sudah memenuhi hutan Tulisma. Saat melakukan perjalanan lagi, mendung kembali muncul. akan hujan badai lagi?

Mereka pun mendapatkan Goa, ternyata di dalam gua juga terdapat beberapa pendekar bela diri. Mereka berbagi gua yang sama, mereka dari perguruan Mawar Merah. Semua anggotanya perempuan.

Gayatri mencoba melihat kemampuan dari para pendekar yang ada di dalam gua yang berteduh bersama mereka.

Kemampuan mereka sederhana, pemimpin dari kelompok itu bahkan memiliki kemampuan rank 8 dan rekan-rekannya ada di rank bela diri 6 hingga 7. Mereka semua datang ke Hutan Tulisma karena informasi yang mereka dapatkan bahwa Bunga Bulan akan muncul.

Aji semakin curiga dan bicara pada rekan-rekannya di ujung tempat di gua itu.

”Sepertinya, ada yang memancing semua pendekar untuk masuk ke hutan Tulisma. Kenapa informasi rahasia seperti Bunga Bulan, bahkan menjadi informasi publik yang bisa didapatkan oleh semua orang?” kata Arion yang masih memegang tombaknya sambil bersandarkan padanya.

”Benar,” Nagada menimpali, ”Ini tidak seperti biasanya, dalam dua hari ini hutan Tulisma seolah penuh dengan para pendekar dari berbagai tempat. Semuanya juga terlihat saling mencurigai antara satu kelompok perguruan dengan kelompok perguruan yang lainnya. Apakah mereka semua berharap untuk memiliki Bunga Bulan sendirian?”

Alicia menggenggam erat pedang yang masih disarungkan, ”Apakah ini ada hubungannya dengan pasukan kegelapan yang memang menyebarkan informasinya. Jika itu benar maka mereka ingin agar pasukan satu dengan lainnya saling menghunuskan pedangnya!”

Gayatri pun menyutujui dalam pikirannya apa yang menjadi pendapat dari Alicia. Jika itu benar, maka pasukan pertahanan dan Pasukan Langit harus mampu menjadi penengah, agar hubungan para pendekar tidak hancur gara-gara artefak Bunga Bulan.

Para pasukan kegelapan pasti punya intrik yang mereka siapkan. Mereka ingin membuat artefak Bunga Bulan sebagai umpan untuk menghancurkan persatuan bagi para pendekar.

Gayatri mengambil langkah, dia menuju kepada pendekar dari perguruan Mawar Merah. Gayatri meminta izin untuk berbincang. Ketua dari mereka Aruni yang paling dituakan sebagai senior dari rombongan yang berjumlah 20 orang itu pun mempersilakan Gayatri untuk berbincang dengannya.

”Apakah kalian ke hutan Tulisma untuk mencari keberadaan Bunga Bulan?” tanya Gayatri pada Aruni yang dirasa lebih tua beberapa tahun dengan Gayatri.

Aruni agak sedikit ragu menjawab. Namun, Gayatri menyebutkan bahwa dirinya adalah Pasukan Langit. Akhirnya Aruni pun berterus terang.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya satu bulan. Perguruannya yang merupakan perguruan Mawar Merah dan masuk pada kategori tingkat tiga, atau perguruan dengan tingkat popularitas rendah mendapatkan sebuah surat entah dari mana.

Surat itu adalah surat tentang kekuatan dari artefak Bunga Bulan. Surat itu ditujukan kepada perguruan Mawar Merah. Surat itu memberitahu bahwa artefak Bunga Bulan merupakan artefak yang dapat membuat perguruan menjadi terkenal dan stabil, karena kekuatan artefak dari Bunga Bulan memiliki kemampuan tinggi; dari segi kekuatan maupun dari segi harganya.

Siapapun yang mendapatkan artefak itu, maka dijamin bahwa mereka akan mendapatkan kekuatan besar dan mampu membuat pemiliknya memiliki pengaruh besar bagi dunia bela diri. Hal itu cukup memancing dari perguruan Mawar Merah, dan mengutus beberapa orang yang paling ahli untuk menyelidiki ke hutan Tulisma dan mencari tahu soal artefak Bunga Bulan.

Badai mulai berhenti, halilintar berhenti menyambar. Pasukan Langit mohon pamit duluan kepada beberapa kelompok pendekar wanita dari perguruan Mawar Merah. Mereka pun berpisah dan pasukan dalam kelompok Gayatri melanjutkan perjalanan sambil mengirimkan sinyal komunikasi, dan akan bertemu sebentar lagi dengan dua kelompok yang lainnya.

Sore harinya, mereka bertemu sesuai titik koordinat dari artefak komunikasi yang sudah ditetapkan bersama. Mereka saling menyapa, butuh beberapa hari untuk menembus seluruh hutan dengan jalan kaki.

Mereka pun segera berembuk dan saling memberikan informasi apa yang sudah dilihatnya dari arah masuk mereka masing-masing.

Keadaan yang sama dan informasi yang hampir sama. Mereka masing-masing kelompok juga bertemu dengan banyak pendekar dari perguruan bela diri, yang datang untuk memeriksa artefak Bunga Bulan. Mereka semua juga seperti mendapatkan undangan dan pemberitahuan bahwa Bunga Bulan akan muncul di hutan Tulisma.

Selain itu, banyak para korban yang juga dilihat oleh tiap kelompok, pembantaian terjadi di beberapa tempat yang mereka lewati. Pada pasukan kegelapan juga sudah bertindak secara terpisah untuk mulai menghabisi kelompok pendekar yang terpisah atau kelompok yang sedikit.

Semua serba mencurigakan. Sepertinya ada setingan di mana para pendekar dari seluruh benua dan terutama di benua Frost Line seolah dikumpulkan di hutan Tulisma yang sangat luas ini.

Intensitas dari badai dan hujan lebat serta halilintar juga terjadi dimana-mana. Kakek Jinho memberitahu pada semua Pasukan Langit, bahwa menurutnya artefak Bunga Bulan sebentar lagi akan muncul.

Hal itu karena fenomena alam yang begitu liar sudah dapat menjadi pertanda bahwa artefak itu akan muncul. Pasukan Langit pun bersiap dengan apapun yang terjadi, mereka juga memasang energi dan menyebarkannya agar mengetahui letak keberadaan para pendekar di sekitar mereka, atau bahkan dapat merasakan energi gelap yang seolah mengintai di semua hutan.

Selain itu, mereka juga merasakan adanya pertempuran di banyak tempat, tapi mereka tidak mungkin akan mendatangi intensitas pertarungan yang cukup banyak terjadi. Jika hal ini terus terjadi, maka pasukan dari bela diri akan mengalami banyak kerugian, di mana mereka hanya mengandalkan para pendekar setingkat rank biasa yang ditugaskan oleh perguruan mereka.

”Apakah ini ada hubungannya dengan Blood Supreme?” kakek Jinho mencoba menerka-nerka.

Blood Supreme adalah artefak milik Lord Demon. Artefak tersebut merupakan artefak yang seolah dikhususkan untuk menjadi milik pasukan kegelapan. Bagaimana tidak, Blood Supreme menyedot kekuatan energi dari orang yang mati, dan menjadikannya nutrisi bagi tubuh orang yang memiliki artefak tersebut.

Kekuatan penyerapan lewat Blood Supreme mengontrol dengan baik energi yang diserap dari makhluk hidup yang mati. Energi itu akan dimurnikan dengan cepat oleh Blood Supreme, dan akhirnya energi itu akan menjadi milik orang yang memiliki Blood Supreme.

Jika benar bahwa ini semua demi memperkuat Lord Demon, maka hal itu berbahaya bagi para pendekar aliran kebenaran. Mereka seolah akan dijebak dengan iming-iming dari artefak Bunga Bulan, padahal mereka sedang diperalat dan akan dibantai di dalam hutan.

Energi mereka semua akan disedot dan dimurnikan oleh artefak Blood Supreme. Jadi, apakah analisa dari kakek Jinho ini benar? Para Pasukan Langit pun akhirnya mulai berpikir bahwa jika itu benar. Maka, mereka harus segera menghubungi pasukan pertahanan yang sudah dikirimkan masuk ke hutan Tulisma.

Segera! Barsha langsung menghubungi Dasatama melalui cincin komunikasi. Dasatama sendiri masin di kota Prisma. Namun, di sudah mengirimkan ketua Yarko dan ketua Gonan untuk masuk ke hutan Tulisma.

Pasukan pertahanan sudah masuk dalam jumlah yang besar ke dalam hutan. Mereka akan menajadi bantuan yang tepat untuk memberitahukan persoalan yang menjadi analisa dari kakek Jinho.

Barsha segera menghubungi ketua Yarko, dia dan seluruh pasukan sudah masuk ke hutan dan letak mereka masih sehari perjalanan. Mereka memutuskan untuk bertemu dan membicarakan strategi apa yang akan mereka lakukan.

Pasukan pertahanan juga pasti sudah mendapatkan informasi yang mutlak, dimana para pendekar sudah berkumpul di semua tempat di hutan Tulisma. Jadi, mereka akan membahas apa yang akan mereka lakukan.

Pagi harinya, tim dari seluruh Pasukan Langit bertemu dengan pasukan pertahanan. Ada Aaman di antara mereka. Pasukan pertahanan bahkan membawa begitu banyak ahli bela diri, dan mereka seperti konvoi yang panjang dan semua merupakan ahli bela diri yang minimal memiliki rank 6 dalam pasukan terendah mereka.

Jumlah mereka juga ribuan, mereka benar-benar serius untuk perjuangan ini dan membantu Pasukan Langit untuk menyelesaikan misi mereka kali ini yaitu, untuk mencegah pasukan kegelapan merebut Bunga Bulan.

Aliansi dari para ahli bela diri juga bergabung dalam pasukan pertahanan karena sukarelawan, dan mulai menyadari bahwa pasukan kegelapan sudah mulai menyusup ke semua lini pemerintahan dan juga perguruan bela diri.

Mereka sudah menunjukkan tajinya, hal itu menunjukkan bahwa mereka akan bergerak lagi dengan terencana setelah gagal dua puluh tahun yang lalu.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!