Pasukan Langit

Munculnya Lima Gerbang

Kelompok yang dipimpin oleh Barsha juga mendapatkan panggilan, bahwa kelompok dari Aji bertemu dengan pasukan kegelapan dan mereka beradu kekuatan. Barsha pun meminta rekan-rekan yang bersamanya untuk segera menyusul. Namun jelas saja, butuh waktu untuk menuju kearah mereka. Namun, setidaknya mereka menggunakan kecepatan energi, dan menyerap energi alam. Kecepatan mereka bahkan seperti kecepatan angin yang bertiup sangat kencang.

Mereka tidak merasa susah dan kelelahan, mereka mampu mengontrol dengan baik kekuatan mereka.

Hanya saja, mereka harus berhenti karena di depan mereka. Ratusan mayat baru saja dibantai, dan pasukan kegelapan memenuhi tempat di atas mereka dan segera menghadang mereka.

Mereka baru saja menyerap energi dari orang-orang dari perguruan bela diri yang sudah mereka serap kekuatannya. Namun, kekuatan itu hanya diserap oleh satu orang yang berada di udara di atas para mayat para pendekar.

Pasukannya hanya menunggu dan berdiri di atas-atas dahan pohon, dan ada juga yang di bawah sambil terus memperhatikan sekeliling. Dan, kini semuanya memperhatikan tujuh orang yang baru saja berhenti dari kecepatan penuh mereka.

”Semua waspada!” ucap Barsha kepada enam rekannya yang lain.

Di satu sisi mereka juga menyadari bahwa tim yang lain mungkin saja sedang berjuang habis-habisan. Kali ini pun mereka juga harus menemui para pasukan kegelapan, dan perjuangan mereka untuk menyelamatkan banyak pendekar bela diri harus terhenti disini.

Mereka sudah menemukan musuh yang membunuh banyak pendekar bela diri.

”Datang lagi mangsa, sepertinya kalian memiliki kekuatan yang cukup hebat sehingga kalian bisa sampai kesini dengan kecepatan yang tinggi. Ha.. ha.. ha.., itu menarik! Kekuatanku akan semakin kuat, dan aku akan bisa mencapai ketinggian seperti kekuatan tuan Lord Demon!”

Teriakan orang itu sungguh memekakkan telinga. Tubuhnya yang besar bahkan seperti besarnya dua manusia normal, ditambah kegelapan yang menyelimutinya. Dan, dia baru saja menyerap kekuatan manusia yang sudah mati di sekitarnya.

Ini adalah penyerapan energi yang hanya bisa dilakukan oleh Lord Demon! Apakah itu Lord Demon? Tujuh Pasukan Langit gemetar, jika itu Lord Demon artinya mereka menghadapi makhluk yang paling ditakuti seluruh pendekar bela diri?

Jika itu benar Lord Demon, mereka harus mampu menahannya sampai bantuan datang.

”Kalian sudah bersiaga rupanya,” suara lelaki besar itu kembali bersuara lebih pelan, ”Perkenalkan, namaku adalah Samoa. Aku adalah salah satu dari Lima Gerbang yang paling tamak dan serakah! Ha.. ha.. ha...”

Samoa? Barsha dan kelompoknya mulai menyadari kondisinya sekarang. Jika salah satu dari Lima Gerbang juga mampu menyerap energi orang yang sudah mati. Mereka memang merasakan tekanan energi kegelapan yang besar dari lelaki besar tersebut. Senjatanya adalah tombak dengan pedang di ujungnya.

Barsha dan rekan setim yaitu; Lao, Nanji, Yara, Samuel, Rosa dan Binto. Semuanya mempersiapkan senjata mereka dan bersiap dengan kemungkinan terburuk. Mereka menyimpan energi, dan menyerapnya mulai dari pertemuan mengerikan dengan salah satu dari Lima Gerbang tersebut.

Mereka bisa menyerap energi alam berkat artefak Heart Dragon dengan baik, bahkan seolah mereka menyatu dengan energi alam itu sendiri.

Barsha juga mengirim sinyal bahwa mereka bertemu dengan salah dari Lima Gerbang. Pasukan pertahanan di sekitar mereka yang jaraknya paling dekat pun, merespon dan menuju titik dimana pasukan dengan kelompok Barsha berada.

”Sebelum kami menghancurkan kalian, dari perguruan mana kalian berasal. Itu akan menjadi catatan kami, meskipun kami akan lupa karena betapa banyaknya para pendekar yang sudah mati di tangan kami!”

Semuanya menunggu aba-aba dari Barsha, mereka menunggu para pasukan kegelapan menyerang dan mereka bersiap dan mencari celah. Pasukan mereka jumlahnya sangat banyak, hal itu akan merugikan pertarungan besar-besaran jika semua pasukan kegelapan itu mengeroyok mereka semua.

”Baiklah, wahai salah satu dari Gembong kegelapan! Catatlah nama kami sehingga kamu nanti dapat meninggalkan dunia ini dengan tenang!” Barsha mencoba mengulur waktu sehingga bantuan bisa datang tepat waktu, ”Kami adalah anggota dari Pasukan Langit. Kami datang untuk menghancurkan pasukan kegelapan hingga ke akar-akarnya!”

”Ha... ha... ha...! ternyata kalian adalah Pasukan Langit yang telah menghancurkan rencana kami semua! Kali ini, kalianlah yang akan mati dengan mengenaskan dan kami akan memberikan luka yang fatal pada kalian!”

Pasukan Langit saling bersiaga dan membuat formasi berkeliling, mereka saling melindungi sesama dengan berkeliling.

Apapun rencana penyerangan pasukan kegelapan, mereka harus bersiap dengan baik untuk menghadang serangan mereka.

”Emas! Perak! Perunggu!” teriakan dari Samoa, memanggil tiga orang kepercayaannya yang selalu setia dan prajurit paling kuat yang dia miliki. Tiga orang itu tiba-tiba muncul di depan Samoa, dan dengan pakaian seperti pakaian para prajurit perang atau gladiator. Mereka semua memakai pedang, mereka memakai mahkota kepala seperti helm dengan warna berbeda.

Emas, Perak dan Perunggu. Jadi itulah tiga tangan kanan Samoa yang paling kuat, lalu mereka dipanggil untuk menghabisi 7 pemuda sombong yang mengaku sebagai bagian dari Pasukan Langit.

”Hancurkan mereka semua Tiga tanganku!”

Saat Samoa memerintahkan tiga orang pasukan terbaiknya itu, mereka bertiga seperti kesumat dan anergi gelap kemerahan mengelilingi mereka dan mereka menerjang kearah tujuh orang yang sedang bersiap siaga.

Samoa berpikir tiga orang kepercayaannya saja sudah cukup untuk mengalahkan tujuh pemuda sombong yang mengaku sebagai Pasukan Langit tersebut. Mungkin hanya butuh beberapa menit saja sehingga mereka bertujuh akan menjadi mayat dan energinya akan diserap olehnya. Pasti akan sangat nikmat!

***

Di sisi lain di dalam hutan. Kelompok ketiga dari Pasukan Langit yang diketuai Astro dan juga ada kakek Jinho di dalamnya. Saat mereka terus bergerak dan memberi informasi pada pendekar bela diri untuk segera keluar dari hutan. Mereka memberitahu siapa saja pendekar dari perguruan yang ditemuinya yang masih tertahan di hutan.

Sayangnya, kakek Jinho segera menyadari bahwa ada penghalang yang sangat besar dan luar biasa menutupi seluruh hutan, dan tidak bisa ditembus dengan kekuatan energi. Itu seperti array tingkat delapan yang melegenda, atau bahkan lebih tinggi tingkatan kekuatan pertahanannya.

Kakek Jinho menyadari sekarang, bahwa ini semua jebakan untuk para pendekar dari perguruan yang masuk ke hutan. Mereka memang dijebak untuk dibunuh dan diserap energinya sebagai nutrisi oleh kekuatan Lord Demon. Dia menyadari adanya intensitas penyerapan energi gelap dan dia merasa energi dari para pendekar seolah padam di setiap tempat.

Artinya, banyak pasukan kegelapan yang sudah membunuh para pendekar yang ditemuinya di dalam hutan Tulisma tersebut.

”Tunggu sebentar!”

Kakek Jinho mengagetkan tujuh Pasukan Langit yang bersamanya. Kakek Jinho merasakan sesuatu, ya pertempuran yang besar terjadi di setiap tempat di hutan Tulisma. Intensitasnya bukan lagi pertarungan kecil, ini sudah seperti pertarungan yang menggunakan energi sangat besar.

Apakah Lima Gerbang sudah masuk ke pertarungan dan menyebabkan bencana!

Kakek Jinho perlu melakukan sesuatu, tujuh Pasukan Langit menunggu aba-aba dan keterangan dari kakek Jinho. Kakek Jinho mengangkat kedua tangannya dan membuka ke langit. Energinya lepas seperti sebuah kembang api dan terbang ke atas. Energinya meledak di atas dan menyebar ke seluruh penjuru.

Kakek Jinho terpedam matanya, dia merasakan energinya menyebar. Dia kemudian menghadapkan telapak tangan kanannya ke tanah dan merasakan getaran di bumi. Seorang elemental support memahami energi alam lebih baik, mereka bahkan bisa memanipulasi energi alam seperti; air, tanah, udara dan angin. Kali ini, Jinho memanfaatkan energi alam dan mencoba mendeteksi apa yang terjadi.

”Kesana!” Jinho menunjuk kearah lurus di depannya, dia merasakan ada pertarungan besar yang jaraknya paling dekat. Mereka bisa membantu pertarungan para pendekar melawan pasukan kegelapan dan setidaknya memberikan bantuan.

”Ada apa disana Kakek?” tanya Astro

”Pertarungan besar, sepertinya pertarungan dalam jumlah yang sangat banyak!” terang kakek Jinho.

Pasukan Langit pun mengangguk, mereka telah bersiap. Mereka melesat dengan cepat sambil menyerap energi alam, agar dapat bersiap dan kakek Jinho merasakan bahwa mereka semua mampu membuka circle di dalam dirinya dengan sangat baik.

Dia tersenyum, ’Generasi muda memang menakjubkan,’ itu kalimat tulus dalam hati Jinho. Di usia mereka, mereka sudah mampu menyatu dengan alam bahkan sampai tingkat tertinggi seperti juga dirinya. Namun, pencapaian mereka itu bahkan di saat mereka masih di usia muda dan perkasa seperti sekarang.

Kali ini, semua akan berbeda. Kakek Jinho pun semakin bersemangat, dia juga mengikuti para Pasukan Langit di belakangnya sambil menyerap energi alam, sehingga energinya tidak berkurang saat bertemu musuh nantinya.

Benar saja, sekitar satu kilo meter perjalanan dengan kecepatan penuh mereka. Di depan sana, mereka melihat perang yang berkobar dan api dimana-mana, karena ledakan demi ledakan dan benturan energi antara energi bercahaya dan energi kegelapan.

Itu adalah peperangan antara pasukan pertahanan dengan pasukan kegelapan. Pasukan pertahanan sepertinya terdesak, bukan karena jumlah mereka yang kalah. Namun, karena para pasukan kegelapan sudah menggunakan perubahan iblis, dan mereka mengamuk dengan membantai para pasukan pertahanan.

Pasukan pertahanan saling membantu, jika ada yang terluka maka para healer yang bertugas segera memberikan penyembuhan dengan baik. Namun, kekuatan para pasukan kegelapan bahkan semakin mengganas, dan di samping itu ada pemimpin mereka yang belum bergerak dan masih bersedekap di udara. Dia memperhatikan pertarungan para bawahannya. Dia segera menyadari kehadiran para Pasukan Langit dan Jinho.

Matanya menyadari bahwa bantuan dari para pendekar datang, sehingga dia merasa harus menghadang kekuatan bantuan yang jumlahnya kecil tersebut.

”Berhenti! Siapa kalian?”

Astro terhenti dan mengambang di udara, tujuh orang di belakagnya juga ikut berhenti.

”Apakah kamu salah satu dari Lima Gerbang?” tanya kakek Jinho yang maju dan melewati tubuh Astro.

”Ha... ha... ha...! ada juga yang mengenaliku rupanya! Kamu seorang tua yang punya pengalaman ternyata! Benar! Akulah Zagar. Penguasa dari Lima Gerbang. Akulah yang terkuat di antara mereka semua!” suaranya menggelegar, tubuhnya kecil dan tinggi serta janggutnya hitam memanjang. Ada mahkota yang megah mengelilingi keningnya.

Zagar, salah satu dari Lima Gerbang yang paling sombong dan selalu mengatakan paling kuat di antara Lima Gerbang. Jinho mengenal sosok itu dari cerita dan catatan kuno para pendekar. Mereka akan menghadapi pertarungan yang sengit, kakek Jinho tidak akan mundur lagi!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!