Pasukan Langit
Lao dan Gulungan Angin
”HUUUUUAAAAA!” Suara Samoa memekakkan telinga siapa saja yang berada di sana. Kematian Emas yang melindungi tubuhnya, saat Dasatama mengeluarkan kekuatan pedang kuatnya telah menghancurkan tubuh Emas.
Samoa marah dan melakukan Full Demon Tranform, dan membuatnya menjadi raksasa kadal yang besar dengan ekor yang sangat panjang. Tangannya berubah seperti sisik-sisik naga yang keras, dan teriakannya barusan seolah mampu menggetarkan bumi dan seluruh hutan Tulisma.
Barsha dan Dasatama yang melihat perubahan mendadak Samoa, harus mundur untuk sejenak ke masing-masing sisi. Mereka mempersiapkan diri kembali sambil menyerap energi dan memulihkannya. Mereka baru saja menggunakan kekuatan yang banyak menguras energi dengan menyerang secara sporadis dan menggunakan banyak energi.
Saat akan berakhir, sosok anak buah dari Samoa menghalangi mereka.
Kini, Samoa sudah menggunakan kekuatan terakhirnya, dan bahkan energi kegelapannya seolah meluap-luap, seolah seperti energi matahari yang terus memancarkan energi panas. Kekuatan yang luar biasa, rumor Lima Gerbang memang benar bahwa mereka adalah raja dari para pasukan kegelapan.
Samoa menjadi semakin besar dan bahkan melampaui pepohonan tinggi. Dia benar-benar seperti naga yang berdiri dengan tegak. Hembusan napasnya saja seperti angin kencang, Dasatama pun bersiap dengan serangan tiba-tiba dan mencoba melihat keadaan terlebih dahulu sebelum melancarkan serangannya.
Perak dan Perunggu masih menghadapi para Pasukan Langit yang lain, dan mereka pun terdesak bersama para pasukan kegelapan lainnya. Perak dan Perunggu setelah melihat pengorbanan dari Emas kepada Tuan mereka. Samoa yang kini sudah melakukan Full Demon Transform, mereka pun melakukan hal yang sama.
Mereka akan habis-habisan. Lao melihat bahwa rekan-rekannya akan cukup menghadapi kekuatan Perak dan Perunggu serta pasukan kegelapan yang lain. Dirinya bergabung ke dalam pertempuran dengan Samoa yang sudah bertransformasi.
Lao mendekati Barsha dan memegang kedua cakram yang sudah teraliri energi.
”Hati-hati Ketua, kali ini Samoa terus memendarkan energi kegelapan dan terus-menerus berlipat ganda.”
Kata-kata dari Lao ada benarnya, Barsha juga merasakan energi yang seolah menekan sekelilingnya, dia bahkan harus menahan daya energi tersebut dengan energi defensif.
”HOOOOOAAAA!”
Samoa mengamuk, dia membuka mulutnya. Semburan energi kegelapan dan kebiruan muntah dari mulutnya demikian dahsyat, kearah Dasatama yang masih memegang pedangnya. Dasatama segera menggoncang pedangnya dan menebas energi semburan besar dari mulut Samoa.
Benturan energi pedang dengan semburan energi gelap dari Samoa berbenturan.
Booommmm!
Dasatama sekuat tenaga menahan semburan energi dari Samoa, energi pedangnya dapat menahan serangan itu hanya saja pecahan energi semburan itu membuyar kemana-mana. Energi itu pecah setelah terhalang energi pedang Dasatama. Pecahan itu mampu meledak ke tanah dengan menyemburkan tanah dan pecah berhamburan ke atas.
Kesempatan bagi Lao dan Barsha, keduanya harus sigap dalam membantu ketua aliansi bela diri tersebut. Barsha mempersiapkan kedua belatinya yang sudah teraliri energi, Lao pun demikian dan menyilangkan cakram keduanya ke sisi yang berbeda, satu cakram di kiri kenan dan tangan kanan ke kiri. Energi meluap di keduanya dan mereka bersiap untuk menggunakan kekuatan energi alam yang sudah terkumpul.
”HIIIIIAAAAA!” Barsha lebih dulu melesat, kemampuan Ghost Steep dikeluarkan. Tentu saja, Lao tertinggal jauh namun dia memiliki kekuatan untuk memanipulasi udara sehingga dia melompat terbang ke atas.
Barsha lebih dulu mencapai tubuh Samoa yang besar itu. Dia mencapai di dekatnya dan menggunakan energi besar pada belatinya sebagai pemantik. Serangannya seperti kilat, satu serangan seperti ribuan energi belati yang menyerang seluruh sisi tubuh besar Samoa. Barsha memaksimalkan energinya sehingga damage yang dihasilkan juga besar.
Samoa merasakan serangan itu dan langsung memutar serangan semburannya menyambing dan meledakkan apapun yang ditemui. Tangan Samoa mencoba menghantam Barsha dengan cepat, tangan kanan dan tangan kiri bergantian mencoba memberikan serangan pada Barsha. Barsha meliuk dari tangan ke atas dan berputar demikian cepat. Samoa kesulitan untuk mengenai Barsha.
Di sisi Dasatama yang sudah lepas dari semburan kekuatan Samoa pun menerjang Samoa yang sibuk menyerang Barsha.
Dasatama menciptakan pedang energi dari pemantik pedangnya. Pedang energi yang menanarkan mata yang memandang, dan panjangnya memanjang demikian jauh. Dasatama bersiap membelah tubuh Samoa dengan kekuatannya. Energinya terkumpul demikian cepat, seorang yang disebut paling kuat di seluruh penjuru benua itu mengerahkan kekuatan pedangnya.
Great Sword Thunder!
Serangan pedang yang sangat kuat itu mulai menerjang ke tubuh Samoa. Daya damage yang dirasakan kuat itu membuat Barsha mundur, Samoa menyadari kekuatan besar yang akan mencabik tubuhnya. Dia pun memunculkan perisai pertahanan berlapis-lapis dengan kekuatan gelapnya. Bersiap menghadang serangan dari Dasatama tersebut.
Lao dari atas langit, dia semakin ke atas dan hanya berjarak puluhan meter dari kepala besar Samoa. Keningnya menyala dengan tanda seperti angin yang membuat lingkaran di keningnya. Dia mencapai ketinggian tertentu sebagai seorang elemental support. Kekuatan alam diserapnya, energi angin adalah kekuatan yang besar baginya.
Saat latihan sejak kecil. Lao lebih senang memanipulasi angin, meskipun selalu kalah dengan Gayatri. Namun, Lao memaksimalkan pengendalian angin agar dapat fokus pada salah satu kekuatannya itu.
Hal itu diketahui oleh pejuang Jiro sehingga menambah wawasan tentang fokus pengendalian salah satu kekuatan yang besar yang harus dimiliki. Saat itu, kekuatan angin yang merupakan kekuatan besar dari alam selalu dilatih oleh Lao setiap harinya. Pengendalian anginnya mencapai taraf tertinggi.
Saran dari pejuang Jiro, jika kita tak bisa mengendalikan secara banyak hal, cukup satu dan fokus padanya. Itu akan membuat seseorang mampu mencapai ketinggian tertentu.
Saatnya menunjukkan kekuatan pengendalian angin terkuatnya. Lao mengangkat kedua cakramnya menyamping dan keningnya sudah menyala dengan lingkaran seperti bulatan-bulatan yang saling bersingungan. Ada helai energi dari keningnya dan menjalar ke semua tubuh Lao, di tangan sampai ujungnya dan di kaki sampai ujungnya.
Kekuatan dari kening energi itu menyatu ke seluruh tubuh dan membuat garis-garis cahaya di sekujur tubuh Lao. Angin seolah berkumpul seperti kekuatan gulungan-gulungan topan dan berputar seperti torpedo di sekitar Lao.
Energi besar yang berputar-putar di atas itu mengagetkan banyak orang di bawah. Kekuatan masing-masing dari Pasukan Langit sudah mencapai ketinggian tertentu. Angin topan yang menggulung-gulung berputar mengelilingi Lao dan angin itu seolah mematuhi perintah dari Lao.
Angin yang menggulung semakin banyak dan semuanya dipenuhi energi listrik. Mata Lao bercahaya.
Saat pedang energi Dasatama menyerang Samoa dan menabrak dinding energi hitam yang merupakan perisai yang dibentuk oleh Samoa. Benturan itu terjadi begitu kuat dan menghempaskan apa saja di sekelilingnya dengan energi pecahan yang kuat.
Dasatama dan Samoa saling mendorong dengan kekuatan mereka, kekuatan Dasatama yang kuat itu dapat ditahan begitu baik oleh Samoa. Jika dihitung secara energi, bisa jadi Dasatama dan Samoa merupakan dua sosok yang seimbang, dan mungkin mereka memiliki kemampuan yang setara.
Namun kali ini berbeda, Samoa harus menghadapi banyak orang. Saat dia menahan serangan Dasatama energi lesatan dari Lao menyerangnya dari udara. Gulungan-gulungan angin berputar demikian deras dan membentuk cakram besar di setiap lingkaran gulungan angin tersebut.
Ada energi listrik dan sengatan yang mengatukan semua gulungan dan menyerang Samoa dari penjuru atas. Konsentrasi Samoa pun menjadi pecah, dia juga mengeluarkan energi perisai di sisi serangan yang ditimbulkan oleh Lao dan menciptakan dinding perisai baru.
Dasatama merasakan energi defensif dan dorongan dari Samoa melemah. Dia semakin dapat mendorong kekuatan energi pedangnya lebih dalam untuk menyerang Samoa.
Craak!
Dinding perisai milik Samoa mulai pecah. Samoa berusaha sekuat tenaga untuk tetap mendorong. Energi gulungan dari Lao juga semakin gencar menyerang seperti roda-roda angin yang terus menggulung.
Lao menguasai angin, gulungan angin itu meliuk dan berpencar menyerang Samoa dari segala sisi. Dan gulungan angin itu menahan kaki dan tangan Samoa yang besar. Gulungan itu menyelinap dan menggulung lengan serta kaki Samoa dan menahan gerakannya.
Samoa kesulitan menggerakkan tubuhnya, semuanya dililiti dengan gulungan angin. Samoa tetap memaksa untuk menggerakkan seluruh organ tubuhnya, dan dia hanya bisa sedikit bergerak dan kesulitan karena energi gulungan angin menahan gerakannya. Lao terus memaksa dengan kekuatan anginnya dan sebisa mungkin menahan gerakan dari Samoa.
Lao melihat kearah Barsha, dia memberi isyarat dengan anggukannya. Artinya, serangan terakhir akan menyelesaikan segalanya, serangan dari Dasatama juga sudah mulai menembus pertahanan Samoa dan hampir mengenai tubuh Samoa.
Barsha pun paham dia menerik kedua tangannya ke belakang sambil memegang terbalik kedua belatinya. Ujungnya ke belakang dan dia melesat dengan kecepatan tinggi, energinya diluapkan pada serangan kuat kedua belatinya.
”Ghost Shadow!”
Kekuatan kecepatan, bayangan dan damage dikumpulkan dalam serangan terakhirnya. Bagai lesatan meteor dengan energi besar dan melesat tanpa ampun dan membuat areal sekeliling dari kecepatan Barsha bergejolak.
Serangan itu menciptakan angin yang kacau, dan tanah yang menciptakan areal yang menyembur dari tanah karena energi yang besar.
Serangan dari Dasatama dapat menembus pertahanan dari Samoa dan menembus semua penghalang. Hal itu karena Samoa tertahan kekuatannya oleh Lao dengan kekuatan gulungan dan kekangan angin yang terus menahannya.
Dasatama dapat mencapai tubuh Samoa dan membelah tubuh Samoa dengan pedangnya, tebasan besar itu menembus tubuh dan tidak hanya sekali. Dasatama mengulanginya lagi dan lagi hingga membelah tubuh Dasatama menjadi banyak bagian dengan energi pedang Dasatama.
Samoa merasakan tubuhnya bergetar dan sakit luar biasa, dan belum selesai dia mencoba meregenerasi tubuhnya. Serangan meteor dari Barsha dengan kecepatan tinggi menembus dada Samoa yang sudah terkoyak. Serangan itu memiliki efek serangan dengan areal yang cukup luas dan jantung kehidupan dari Samoa ditembus dengan kedua belati dan hancur karena areal ledakannya juga sangat besar.
Woosshhhh!
Wajah Barsha nampak seperti cahaya, di keningnya juga memiliki tanda seperti liukan halilintar. Kecepatan dan damage yang diberikan dapat diketahui bahwa dia adalah seorang pembunuh yang sangat cepat. Itulah keahlian seorang asasin, kecepatan dan damage serangan yang mampu membunuh dan menembus apapun.
Tubuh Samoa membuyar dan menyisakan kabut awan gelap. Energi kehidupannya juga sudah menghilang. Lao turun dari atas, kekuatannya kembali normal dan dia menstabilkan kekuatannya. Dia tersenyum pada pemimpin Dasatama, ”Kita berhasil pemimpin Dasatama.”