Pasukan Langit

Kemunculan Energi Besar

Barsha memulihkan kekuatannya dan turun ke tanah. Energi yang digunakannya benar-benar menguras kekuatan energinya. Menghadapi kekuatan besar pasukan kegelapan memang membutuhkan kekuatan besar. Tidak salah jika pelatihan neraka sudah dilakukan oleh Pasukan Langit dan itu semua diketahui dengan baik oleh pejuang Jiro.

Barsha merasakan bahwa pelatihan neraka itu memang sudah membuat para Pasukan Langit, mampu menghadapi ancaman besar yang mengancam seluruh benua yaitu pasukan Lord Demon.

Barsha melihat rekan-rekannya yang lain, mereka terlihat lelah dan bahagia. Perak dan Perunggu sudah dikalahkan dengan kemampuan mereka. Barsha pun tersenyum kepada; Nanji, Yara, Samuel, Rosa dan Binto. Mereka semua tampak bahagia dan seolah tak percaya, bahwa mereka benar-benar mampu berjuang melawan pasukan kegelapan dan menghabisi mereka semua.

Mereka semua teringat akan pertama kali mereka masuk ke Pasukan Langit dengan tes yang berat. Saat itu, kekuatan mereka bahkan jauh dan tak sebanding dengan kekuatan mereka saat ini. Mereka semua telah merasakan kekuatan mereka mencapai puncak, mereka benar-benar bangga menjadi bagian dari Pasukan Langit.

Lao dan Dasatama menghampiri mereka semua.

Dasatama melihat beberapa orang yang dibawanya untuk membantu para pendekar juga mulai mendekat. Dasatama mengucapkan terima kasih pada 25 pejuang yang dibawanya dari aliansi, mereka semua adalah orang kepercayaannya dan sudah diakui kekuatannya.

Mereka semua tetap saja kagum pada kemampuan para pendekar dari Pasukan Langit. Meskipun mereka masih muda. Namun, kekuatan mereka dapat diandalkan untuk melawan ancaman yang dapat mengganggu kedamaian seluruh benua.

Tidak salah sejak awal para penasehat dari seluruh benua merencanakan membentuk pasukan khusus, untuk melawan ancaman besar pada dunia. Mereka semua juga langsung dilatih oleh pejuang Jiro yang dipercayakan oleh Dasatama, untuk khusus memberikan mereka pelatihan khusus.

Hasilnya sudah terbukti. Mereka semua bisa tenang dengan kinerja dari para Pasukan Langit. Mereka semua mulai sekarang akan menjadi icon pahlawan baru untuk menghadapi banyaknya ancaman pada dunia.

25 orang yang membersamai Dasatama dan merupakan pejuang dengan rank 8 puncak itu memberi hormat pada seluruh Pasukan Langit yang berada di sana. Para Pasukan Langit pun memahami bahwa itu adalah penghargaan bagi mereka dan mereka pun membalas penghormatan dari para aliansi tersebut.

Mereka pun segera berpindah tempat, mereka bersama harus melihat bagaimana peperangan di semua sisi. Namun, mereka percaya bahwa Pasukan Langit yang sudah tersebar pasti akan membawa dampak bagi setiap peperangan melawan pasukan kegelapan.

Mereka yakin karena mereka sudah melihat sendiri kekuatan dari Ketua Pasukan Langit dan juga kekuatan Lao yang mengagumkan. Pasukan Langit yang lain tentu saja juga tidak jauh dari mereka, dan memiliki kekuatan yang bisa diandalkan pada peperangan yang lain di hutan Tulisma.

Dasatama mengirimkan pesan melalui artefak komunikasi dan mendapatkan kabar dan lokasi ketua Yarko. Mereka juga sudah berhasil mengalahkan pasukan kegelapan, dan juga dapat mengalahkan salah satu dari Lima Gerbang.

Mereka semua akan bertemu di ujung hutan dalam satu tempat. Semua kelompok dari pasukan pertahanan yang sudah memasuki hutan Tulisma, diberikan perintah untuk berkumpul di tempat yang sama.

”Ayo kita segera berkumpul, yang lain sudah menunggu kita,” kata Dasatama kepada seluruh pasukannya dan juga kepada Pasukan Langit.

Mereka semua mengiyakan dan mengikuti Dasatama. Mereka menggunakan kekuatan yang agak cepat agar segera sampai, dan mendapatkan kabar terbaru dari perang besar di hutan Tulisma tersebut.

Hutan yang luas sudah memisahkan mereka sangat jauh, mereka tidak memahami bagaimana situasi pertempuran di setiap tempat. Kabarnya, semua anggota dari Lima Gerbang sudah muncul di hutan Tulisma dan banyak pasukan bertempur dengan mereka.

Dasatama harus mendapatkan semua laporan dan berita lainnya agar segera memahami kabar terbaru dalam setiap hal. Terutama, isu pasukan kegelapan yang akan segera muncul dan menyerbu seluruh benua.

Semua bergerak mencapai utara di hutan Tulisma. Mereka akan bertemu di dataran di pinggir lautan. Di sana akan menjadi tempat yang lapang ketimbang di arah pegunungan Aplen, dan juga air terjun Baikra dari sisi yang lain.

Tempat yang bisa dengan mudah bertemunya semua pasukan adalah di dataran luas sebelah utara hutan Tulisma. Mereka menggunakan kecepatan penuh mereka dan melompat di pohon-pohon untuk mempercepat pertemuan itu. Perjalanan yang cepat akan mudah menembus hutan dalam waktu beberapa jam saja. Berbeda ketika mereka hanya berjalan biasa atau naik kuda. Itu akan memakan waktu lama untuk menembus hutan Tulisma.

Dua jam kemudian saat beberapa tim dari Pasukan Langit dan juga dari pasukan pertahanan ada yang sudah berada di luar hutan Tulisma, dan mereka sudah ada yang bertemu dengan para murid dari perguruan tertentu yang sudah keluar duluan.

Saat itu, tim dari Dasatama dan tim dari Barsha yang hampir menembus hutan Tulisma. Saat itu terjadi goncangan yang dahsyat yang terjadi di bumi. Semua tempat seolah bergetar, ada apa gerangan? Mereka semua pun semakin kuat melaju ke luar hutan dan hanya tinggal sebentar lagi. Goncangan semakin kuat dan halilintar menggelegar di langit.

Badai lagi?

Tim Dasatama suda mencapai pinggir hutan, kebanyakan pasukan sudah berkumpul disana dan saling bersiaga. Goncangan masih terjadi dan dari sebuah tempat di sebuah bukit di dekat lautan. Halilintar menyambar-nyambar demikian kuatnya dan saling bersusulan.

Clap!

Clap!

Duar!

Duar!

Bumi bergoncang kembali dan getarannya dapat dirasakan semua orang. Tim Barsha dan tim Dasatama bergabung dengan semua pasukan yang lain yang sudah berkumpul di pinggir pantai. Benar, mereka adalah tim terakhir. Namun mereka segera dialihkan karena petir terus menyambar di atas bukit dan kilatannya susul-menyusul.

Clap!

Duar!

Petir itu tidak berhenti dan saat benturannya menyentuh atas bukit maka bumi terus bergoncang. Begitu selanjutnya, hal itu terjadi berulang kali dan membuat para pendekar mengalirkan energi mereka agar tidak  terkena efek dari dentuman terus-menerus tersebut.

Fenomena apa ini?

Badai besar terjadi, seolah angin menerbang segala sesuatu yang ditemuinya. Pandangan menjadi sedikit tidak jelas karena angin yang kencang seolah ada kabut debu dan pasir yang ikut terbang.

Di ujung bukit, halilintar yang dahsyat tidak berhenti dan terus menyambar. Ketika halilintar dan cabang-cabangnya terlihat dari langit dan menciptakan benturan besar di atas bukit maka bumi bergetar. Belum sempat reda bumi yang bergetar, halilintar datang lagi dan kembali menghantam sehingga bumi terus bergetar.

Semua orang merasakan bahwa halilintar yang terus menyambar memiliki energi yang sangat kuat. Seolah, itu adalah kehadiran sosok yang kuat akan datang. Bahkan, ada salah satu dari para pendekar yang ketakutan dan mengira bahwa itu adalah kedatangan dari Lord Demon.

”Lord Demon datang!” begitu kira-kira yang dia teriakkan tanpa disengaja, dan keluar dari mulutnya karena merasakan energi yang sangat kuat seolah hadir.

Tidak dengan Aji, dia merasakan memang ada energi kuat yang datang dan akan muncul. Namun, itu bukanlah kekuatan dari Lord Demon. Kekuatan Lord Demon jauh lebih menakutkan dari energi yang hadir dan menggetarkan bumi, di mana mereka berpijak. Aji memperhatikan dengan seksama benturan halilintar pada bukit di atas sana.

Menurutnya itu adalah sumber energi, dan bukan kedatangan makhluk hidup yang memiliki kekuatan besar. Mungkinkah itu adalah....

Clap!

Duaarr!

Halilintar terus menyambar tidak berhenti. Dan mulailah sebuah pemandangan yang membuat para pendekar membuka mata mereka, meskipun diantara badai yang terjadi. Mereka menguatkan pandangan mereka dan mencoba menajamkannya dengan energi mereka.

Ledakan besar dari halilintar memecahkan bongkahan di atas bukit, dan pecah hancur berhamburan. Mata dibuat nanar dan sulit melihat ada cahaya yang menyilaukan dari hasil benturan halilintar tersebut.

Cahaya itu semakin kuat dan halilintar seolah berhenti menyambar. Badai sudah mulai hilang perlahan dan kerlap-kerlip cahaya karena halilintar yang saling susul-menyusul berhenti.

Tepat di tempat halilintar tadi terus menyambar, sebuah cahaya yang bersinar terang. Cahaya itu seperti bintang di malam hari. Mereka semua memperhatikan ada sesuatu yang bercahaya muncul dari bekas kehancuran tersebut.

Cahaya itu, adalah sumber energi yang kuat. Bentuknya belum dapat dipastikan. Namun, itu adalah sumber energi yang sangat kuat. Para pendekar dari perguruan bela diri, aliansi persatuan, pasukan pertahanan benua dan juga Pasukan Langit. Mereka semua menerka hal yang sama mulai sekarang.

Itu adalah artefak yang selama ini diperbincangkan di seluruh benua. Artefak langit, Bunga Bulan.

***

Lord Demon keluar dari tempat persembunyiannya. Di ruangan yang besar yang merupakan ruang dari para Lima Gerbang biasa berkumpul, untuk menjaga Shura di tempat pengasingan tersebut. Nesia ada di sana dengan beberapa prajurit pasukan kegelapan.

Langkah Lord Demon menggetarkan dan membuat tekanan pada semua pasukan kegelapan. Mereka semua langsung turun dan menekuk satu lututnya, menunggu apa perintah dari Lord Demon. Nesia sudah pertama turun dan menekuk satu lututnya.

Dari semua pasukan kegelapan, hanya Lima Gerbang yang selalu menemui Lord Demon. Pasukan biasa tidak berani, dan saat ini mereka benar-benar melihat sendiri dengan langsung. Wibawa dan hawa kegelapan yang kuat terpancar dari diri Lord Demon.

Lord Demon mencapai kursi tahta di ruangan itu, dia memegang pegangan kursi besar tersebut.

Nesia pun penasaran pada sesuatu dan memberanikan diri bertanya.

”Tuanku Lord Demon! Apa yang harus kita lakukan pada artefak Bunga Bulan! Laporan menunjukkan tanda-tanda kemunculannya!”

Hal itu harus dilaporkan oleh Nesia. Bukankah itu yang dipersiapkan oleh Lord Demon ketika benturan energi besar terjadi di hutan Tulisma, dan mengutus pasukan dan juga Lima Gerbang untuk menciptakan pertarungan energi dan akan melahirkan artefak langit Bunga Bulan.

Nesia menunggu perintah dari Lord Demon.

Lord Demon tersenyum kecil. Dia sudah merasakan kehadiran dari artefak keempat yaitu artefak Bunga Bulan. Namun, seolah ada yang dipikirkan oleh Lord Demon dan dia pun seolah mendiamkan hal itu.

”Biarkan saja Nesia!”

Nesia tak berani membantah. Apa sebenarnya yang dipikirkan oleh Lord Demon, sehingga dia tidak memerintahkan apapun soal kemunculan Bunga Bulan. Padahal, dia sudah memikirkan untuk memunculkan artefak tersebut.

”Tenang saja Nesia! Biarkan saja mereka bertarung. Jiwa manusia memang serakah, kamu akan mengetahuinya! Ha... ha... ha...”

Tawa Lord Demon menggelegar mengisi seluruh ruangan itu. Lord Demon menyadari sifat alami manusia pada kekuatan. Dia sudah memprediksinya, pertarungan perebutan dan keserakahan mereka akan muncul. Dan, mereka akan saling menghancurkan. Itu akan jadi hal menarik!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!