Pasukan Langit

Pedang Kematian dari Shura

Di benua Orpris, dua pemimpin besar dari sepuluh Iblis Pemusnah juga berkumpul. Mereka adalah Hexos dan Zero. Hexos seperti biasa, kapak besar dengan mata tajam di setiap sisi dan tubuh yang besar sudah menemui Zero.

Zero sendiri adalah sosok dari Iblis Pemusnah yang memakai mantel di belakang bajunya seperti baju terbang. Senjata dari Zero adalah tongkat dan ujungnya trisula yang tajam. Kemampuan dari Zero sendiri adalah kekuatan untuk memanipulasi energi kegelapan, dan bisa menciptakan energi monster dengan energi kegelapannya.

Sumber kekuatan dari Zero adalah artefak kegelapan. Dia adalah tipe orang yang memakan artefak dan juga herbal. Kemampuannya dalam mengolah energi dan dinutrisi menjadi energi gelap adalah kemampuan yang membuat Iblis Pemusnah yang lainnya, tidak bisa berkata apa-apa lagi soal kemampuannya.

Zero adalah satu-satunya anggota dari sepulih Iblis Pemusnah yang memiliki daya tahan kuat terhadap efek dari artefak maupun herbal tingkat tinggi yang langsung diserapnya. Meskipun begitu, artefak dan herbal yang diserapnya selama ini adalah artefak biasa dan juga herbal tingkat menengah. Meskipun begitu, itu adalah kekuatan yang luar biasa.

Tidak semua orang bisa menahan efek dari herbal tingkat menengah yang belum dimurnikan, dan juga herbal yang belum dinetralkan. Namun, Zero mampu menahan efek itu dan bahkan menyerapnya dengan mudah.

Akibatnya, energi Zero kuat karena dia mampu menyerap tanpa harus memurnikannya terlebih dahulu.

Di sisi lain, Hexos adalah tipikal penahan serangan. Tubuhnya mampu menahan serangan apapun yang kuat dan menahan itu semua. Bahkan, 10 Iblis Pemusnah tidak ada yang pernah bisa menahan serangan dari Shura. Hanya Hexos yang mampu menahannya meskipun dia juga terluka.

Ketahanan fisik dari Hexos di luar batas kemampuan menahan dari Iblis Pemusnah yang lain. Hexos sanggup bertahan dari serangan yang kuat dan mampu menjadi pelindung besar. Satu hal yang menjadi kelemahannya, damage atau serangan yang bisa dia keluarkan jauh lebih lemah dari sepuluh Iblis Pemusnah lainnya.

”Kamu sudah siap Zero?” tanya Hexos.

”Tentu saja Hexos, aku sudah tidak sabar lagi.”

Mereka langsung bertemu begitu mendapatkan pesan penting dari Nesia. Pesan untuk segera menyiapkan seluruh pasukan mereka untuk segera berkumpul. Mereka akan melakukan perjalanan dengan dimensi portal untuk berkumpul di satu tempat.

Tempat yang akan diserang pertama kali belum ditentukan tempatnya. Itu semua akan menjadi rahasia dari Shura. Para anggota dari Sepuluh Iblis Pemusnah bersiap begitu saja. Jika medan portal sudah terbuka, mereka dengan seluruh pasukannya akan masuk ke portal besar dan bersiap untuk pertempuran besar yang akan memecahkan seluruh dunia.

Keduanya sudah bersiap. Inti dari pasukan sudah mengumpulkan setiap regu dari masing-masing pasukan inti. Mereka pun berpisah dan menyiapkan pasukannya, mereka akan berkumpul setelah portal terbuka untuk mereka.

***

Di benua lain, benua Frost Line.

Seorang wanita dengan baju yang ramping dan menutupi seluruh tubuhnya dengan menampakkan bentuk tubuhnya. Dia sangat cekatan dan dia adalah seorang yang pernah menjadi legenda asasin di seluruh benua.

Tidak ada yang tidak mengenal sosok paling cepat di antara Sepuluh Iblis Pemusnah, Metri. Sosok yang bahkan gerakannya tak akan bisa diikuti oleh mata biasa. Kecepatannya bahkan dipercaya, mampu mengimbangi kekuatan dari saint Ganada, meskipun hanya satu tingkat di bawahnya.

Metri masih saja duduk dan memainkan dua trisulanya di tangan kanan dan kirinya sambil memutarkannya. Saat itulah, gelang komunikasinya menyala dan itu adalah pesan yang penting karena itu dari salah satu pelayan penting dari Shura, Nesia.

Metri bergerak dan berdiri. Dia mengalirkan energinya langsung melalui tangannya, energi terserap dalam gelang artefak komunikasi yang dikenakannya.

”Bersiaplah Metri, satu dari Sepuluh Iblis Pemusnah yang paling cepat. Tuan Lord Demon sudah menyempurnakan penyerapan artefak langit dan dia sudah pulih. Saatnya untuk bergerak dan memusnahkan orang-orang dari aliansi bela diri.”

Metri mencerna kata-kata dari Nesia melalui pesan tersebut. Sudah dua puluh tahun rasanya adalah waktu yang lama. Metri harus bersembunyi dan tidak membiarkan dirinya ketahuan oleh pasukan dari para pendekar aliran putih.

Metri dan para Iblis Pemusnah dilarang keluar karena jika mereka sampai terjebak dan kalah. Maka, kekuatan rahasia dari Shura akan ketahuan. Mereka sudah menyembunyikan kekuatan mereka dari khalayak umum dan jauh dari isu para pendekar putih.

Jika satu dari Sepuluh Iblis Pemusnah keluar sebelum waktunya dan ada yang tertangkap, maka mereka akan ketahuan sebelum dapat menguasai dunia.

Namun, Metri sendiri selalu curiga pada Shura. Pemimpin itu, seolah ketakutan pada para pendekar aliran putih. Entah apa yang masuk ditakuti dari para pendekar oleh Shura. Mereka hanya pendekar dengan kemauan dan tekad yang kuat untuk membela apa yang menurut mereka benar.

Apakah ini semua ada hubungannya dengan perang Shura dan pengikutnya Lima Gerbang dua puluh tahun yang lalu. Apakah Shura mendapatkan pemahaman yang tinggi bahwa para pendekar aliran putih, ternyata memiliki kekuatan yang besar dan bisa menjadi ancaman pasukan kegelapan?

Bukti dari itu semua adalah Shura harus memulihkan diri selama dua puluh tahun. Perang yang dahsyat itu masih menjadi misteri bagi Sepuluh Iblis Pemusnah, karena mereka juga kehilangan peran mereka untuk pertempuran. Mirip seperti dua puluh tahun yang lalu, Sepuluh Iblis Pemusnah juga mendapatkan pesan yang sama dengan hari ini.

Namun, dua hari sebelum mereka berkumpul. Serangan kepada Shura terjadi dan itu hanya dilakukan oleh tiga orang dari aliansi bela diri. Itu adalah pukulan yang telak bagi pasukan kegelapan.

Metri sendiri penasaran dan tak sabar, akankah ada para pendekar dari aliran putih yang memiliki kekuatan besar dan Metri dapat bertarung dengan semangat. Sangat bosan rasanya jika di kalangan para pendekar itu, tidak ada yang hebat dan mampu membuatnya bersemangat untuk bertarung.

Metri pun membalas pesan dari Nesia bahwa dia dan pasukannya sudah siap dan menunggu perintah selanjutnya, untuk berkumpul di tempat mana yang akan dihancurkan terlebih dahulu.

Metri semakin tak sabar, adakah musuh yang akan mampu mengimbanginya dan juga membuat pertempuran nanti menarik?

Masih di benua Frost Line. Lelaki yang memakai pedang panjang yang merupakan pedang dengan kualitas artefak yang tinggi. Dia adalah satu-satunya anggota dari Sepuluh Iblis Pemusnah yang mendapatkan senjata khusus dari Shura, Pedang Kematian.

Pedang Kematian dibuat dengan pandai besi khusus. Pedang itu adalah pedang dengan lubang di tengah pedang yang juga memanjang mengikuti seluruh bagian yang tajam. Lubang dari Pedang Kematian dari pangkal pedang hingga ke ujung pedang. Lubangnya itu terlihat sekali karena cukup besar.

Orang menilai kalau Pedang Kematian tak bernilai, bahkan anggota dari Sepuluh Iblis Pemusnah menyangsikan kekuatan dari pedang itu di tangan Alumero.

Namun, saat Alumero melakukan demo dengan Pedang Kematian. Semua anggota dari Sepuluh Iblis Pemusnah langsung mempercayai kekuatan pedang dan pemiliknya itu.

Benar, saat Alumero memegang Pedang Kematian. Tak perlu ada ancang-ancang atau persiapan. Alumero membuka sarung pedang itu dan lubangnya terlihat dia langsung menggerakkan pelan, dan efek serangan energi dari pedang itu mampu memutus batang pohon di depannya dengan sangat cepat.

Tidak hanya satu atau dua pohon. Tapi ribuan pohon tumbang dalam satu gerakan yang ringan. Lubang yang terdapat dalam pedang adalah kekuatan dari energi pemiliknya untuk dapat menyatu dengan pedang dan tanpa penghalang. Pedang Kematian adalah kepanjangan dari tubuh asli penggunanya.

Pedang Kematian juga dibuat dengan bahan paling kuat di seluruh benua, dan lubang pedang di dalamnya adalah penyatuan yang sempurna antara pedang dan pemiliknya.

Serangan yang cepat dan efek serangan yang menakutkan. Itulah kekuatan terbesar dari ahli pedang dari anggota Iblis Pemusnah, Alumero.

Pedang milik Alumero masih berada di sarung pedangnya. Pedang itu tergeletak di meja di dekat Alumero yang menyandarkan kepalanya pada tangan kanannya. Saat itulah, pesan dari artefak komunikasi menyala di gelang tangannya.

Sebuah pesan? Alumero hanya menerka jika itu adalah pesan khusus dari Shura. Saat energi dimasukkan ke dalam artefak itu, artefak itu menyala dan menyerap energi Alumero. Pesan dari Nesia pun terdengar.

Pesan dari Shura dan meminta Alumero untuk bersiap dengan seluruh pasukannya. Saatnya telah tiba untuk menguasai seluruh benua. Alumero juga sudah mendengar melalui pasukannya yang menjadi intelejen pada satuan di bawah kekuasaannya.

Laporan itu membuatnya kaget karena tiga dari Lima Gerbang telah dibunuh oleh para pendekar dari aliansi bela diri di hutan Tulisma. Hutan Tulisma yang terletak di benua Frost Line tidak terlalu jauh dari kediaman rahasia Alumero.

Perang besar yang terjadi di Hutan Tulisma diketahui oleh Alumero. Benar adanya kekuatan besar yang dimiliki oleh aliansi bela diri dan juga pasukan pertahanan. Ditambah, dengan kekuatan baru yang mereka ciptakan, Pasukan Langit.

Satu hal yang menjadi keanehan dalam laporan dari pasukan milik Alumero. Katanya, saat artefak Bunga Bulan muncul. Pasukan intelejennya bahkan mengalami kehilangan kesadaran dan bangun saat artefak Bunga Bulan hancur dan menghilang.

Pasukan intelejen yang ditugaskan oleh Alumero adalah pasukan inti langsung di bawah kekuatannya. Kekuatannya sangat tinggi, tapi dia yang melihat dan memantau dari jauh bahkan terkena efek dari kehancuran artefak Bunga Bulan.

Itu mirip dengan kekuatan pembekuan yang sudah hilang dari ratusan tahun yang lalu. Energi besar yang mampu meledak dan menciptakan sengatan yang membekukan apapun yang bergerak dalam radius serangannya. Itu bukanlah sebuah kekuatan yang bisa dengan mudah dikuasai oleh pendekar.

Jika memang ada pendekar di aliansi bela diri yang mampu melakukan efek pembekuan dengan kekuatannya. Maka, mereka akan memberikan perlawanan yang kuat dan cukup menantang bagi semua pasukan kegelapan.

Pertarungan dua puluh tahun yang lalu bisa jadi akan terulang, meskipun dua puluh tahun yang lalu Sepuluh Iblis Pemusnah belum muncul dan masih bersiap.

Satu hal sebagai pengingat bagi Alumero. Dua puluh tahun yang lalu, Shura kesulitan menghadapi Tiga Legenda. Jika kali ini ada kekuatan yang setara dengan Tiga Legenda, maka perang ini belum bisa diperkirakan akan dimenangkan oleh pasukan kegelapan.

Semua bisa terjadi.

Alumero berdiri dan mengambil Pedang Kematian dan menariknya, ketajamannya terlihat seperti ingin mengaum dan mengamuk. Saatnya kita beraksi kembali Pedang Kematian! Alumero tersenyum, menang dan kalah itu bukanlah persoalan, menemukan musuh yang kuat adalah sebuah keindahan tersendiri bagi Alumero.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!