Pasukan Langit

Apa Keputusan Terakhir Kalian?

Jonas terus menekan dengan kekuatanya, semakin besar dan semakin besar. Aji masih tetap bertahan, dan mengeluarkan energi cahaya untuk menahan serangan kuat dari Jonas. Prajurit inti dari Jonas dan Marie bahkan terpental, dan menabrak tenda dan roboh di beberapa tempat.

Marie adalah satu-satunya yang bisa menahan efek dari benturan kekuatan dua orang yang sedang beradu energi di depannya. Itu semua karena kekuatan Marie mampu tidak terpengaruh dengan benturan energi tersebut.

Jonas merasakan bahwa Aji layak untuk mendapatkan pertarungan yang serius. Dia pun segera menghentikan dorongan terhadap kekuatannya, dan mundur beberapa langkah dengan melompat ke belakang. Bukan untuk menyerah, tapi energi kegelapan menyelimuti kakinya. Sekejap kemudian, energi besar kembali menerjang ke arah Aji.

Itu bukan serangan untuk kekuatan energi. Itu adalah sabetan yang merupakan sambaran dari pedang yang bertubi-tubi dilancarkanya. Apakah kali ini Aji bisa mengimbangi kecepatan, dan kekuatan dari Jonas. Jonas pun penasaran.

Klang!

Klang!

Klang!

Aji yang menggunakan tongkat, ternyata bisa dengan mudah membalikkan setiap sisi. Tongkat adalah senjata dengan kelemahan bertarung dengan gaya cepat. Pedang bisa diayunkan dan saat terpental bisa langsung menyerang dengan sisi berbeda. Pedang yang berat pasti di bagian gagang, itu memudahkan untuk menyerang dengan cepat dan bertubi-tubi.

Berbeda dengan tongkat. Tongkat yang panjang dan seimbang di segela sisi akan kesulitan manakala menangkis serangan, dan kemudian menahan dengan sisi yang lain. Tongkat adalah jenis pertarungan jarak jauh, pedang dengan jangka pendek.

Jonas menekan dengan mengambil jarak dekat, dia akan melihat kecepatan Aji dalam menggunakan tongkat dalam jangka pendek. Itu adalah peluang baginya dan melihat celah kelemahan secara umum dari pendekar yang memegang tongkat.

Jonas menambah kecepatan serangannya, dan seolah tak memberikan kesempatan bagi Aji untuk menangkis dengan tongkat. Hal itu pasti sulit. Namun, Jonas dan Marie dibuat tak percaya. Aji bisa mengimbangi kecepatan serangan dari Jonas, dengan efek damage yang kuat dari serangan pedangnya tersebut.

Tongkat Aji terus saja bisa menghadang serangan Jonas dari segala arah. Tongkat itu seolah sudah menyatu dengan tubuh Aji. Seorang pemuda yang mampu menggunakan senjata dengan sangat baik dan menyatu dengan senjata. Itu adalah kemampuan yang tidak bisa didapatkan dengan pelatihan beberapa tahun.

Pemuda itu mampu membangkitkan semangat bertempur dari Jonas, selama dua puluhan tahun terakhir tidak menggerakkan kekuatannya untuk bertarung. Selama ini hanya berlatih dan berkumpul bersama dengan Marie.

Melihat kemampuan pemuda ini, Jonas nampak bersemangat untuk mengeluarkan kemampuannya. Setidaknya untuk melakukan pemanasan sebelum pertarungan besar bersama Shura pecah.

Marie masih melihat situasi terlebih dahulu. Sepertinya Jonas sedang mendapatkan kesenangan dengan pertempuran kali ini. Marie pun tidak akan ikut campur terlebih dahulu dan melihat perkembangan dari pertarungan tersebut.

Serangan bertubi-tubi dari Jonas gagal dan Aji masih saja hanya menangkisnya. Jonas pun melompat mundur kembali. Kali ini, energi besar terkumpul dari pedangnya. Dia menggunakan energi dari langit yang seolah turun dengan kabut tebal, dan seolah menyatu dalam pedang yang berwarna gelap kebiruan tersebut.

Energi dari langit itu bahkan menembus atap tenda dan membuat lubang besar dan dan merusak atap tenda itu seperti tersambar halilintar. Energi itu terus masuk dan menggumpal pada pedang Jonas. Gumpalan kegepan berputar bagai angin dari pedang Jonas menuju langit. Putaran itu seperti badai yang akan menggulung apa saja yang ditemuinya.

Energi yang menggulung dari pedang Jonas ke atas itu terus semakin pekat dan semakin pekat. Seolah mengumpulkan energi besar untuk menciptakan serangan yang kuat. Aji masih memegang tongkatnya. Dia tidak terlihat mempersiapkan energi besar untuk menahan serangan dari Jonas.

Energi yang dilihat pada diri Aji, hanyalah energi tipis yang menyelimuti tubuhnya dan juga tongkat yang dia pegang.

Apakah pemuda itu ingin menahan serangan kuat itu hanya dengan energi tipis yang nampak tersebut? Pemuda yang aneh dan meremehkan kekuatan dari Jonas.

Jonas bersiap. Dia mulai menggerakkan energi besar dan terlihat berat itu. Jonas bahkan memegang pedangnya dengan energi pekat yang menggulung dan menjulang ke langit, itu terasa berat karena pekatnya energi yang dikumpulkannya.

Jonas memundurkan salah satu kakinya dan bersiap, untuk menghempaskan pedang itu ke arah Aji. Dia pun bersiap dan segera mengarahkan kekuatan penuh dari serangan pedang itu. Pedang itu diayunkan oleh Jonas, dan energi gulungan yang menjulang ke atas itu turun sebagaimana sebuah pohon besar yang tumbang.

Energi besar dan berat akan menimpa tubuh Aji. Aji masih tenang dan hanya memutar tongkatnya, dan bersiap menghadang serangan itu dengan mensejajarkan tongkatnya ke atas kepalanya.

Pemuda itu gila! Dia pasti gila karena ingin menahan serangan besar itu dengan santai?

Blaammm!

Duaarr!

Energi besar dari pedang dan gulungan pekat energi itu, seolah membelah langit dan mengayun menerjang tubuh Aji. Kabut hitam bergumpal dan menutupi pandangan karena ledakan besar itu. Di luar tenda bahkan para pasukan kegelapan yang kaget segera melompat, dan menghindari serangan pedang yang dahsyat dan membuat garis panjang pada bumi.

Bumi bahkan bergetar hebat begitu pedang itu meledak di tanah dengan energi yang diciptakannya. Tenda tempat Jonas dan Marie bersama itu pun hancur dan terbelah.

Pemuda itu pasti mati! Namun, sekejap tadi energi pemuda itu seolah tidak dirasakan oleh Jonas. Dia pasti kena karena itu serangan besar dan dia tak melihat perginya pemuda itu. Kabut pun mulai menipis dan akhirnya mulai memperlihatkan apa yang dipandang oleh mata.

Kabut menipis dan dari garis tanah yang menjadi akibat serangan dahsyat itu. Bahkan lubang di tanah mencapai panjang hingga ratusan meter membentang di sepanjang penglihatan. Para pendekar kegelapan yang berada di luar, bahkan menyingkir begitu serangan dahsyat itu meledak di tanah.

Seorang lelaki dengan tongkat di pundaknya masih berdiri setelah kabut menghilang. Bagaimana bisa? Aji masih tegap berdiri, tapi dia berada beberapa langkah ke kanan dari lubang besar akibat serangan dari Jonas tadi.

Bagaimana bisa?

”Bagaimana bisa kamu melakukannya?” tanya Jonas penasaran dan geram.

Marie menggelengkan kepalanya, dia merasa bahwa pemuda yang bernama Aji itu cerdas. Tidak seperti kekasihnya, Jonas. Terkadang pemikirannya tumpul saat dia tengah bahagia. Kali ini pun, dia merasa senang karena bisa bertemu musuh kuat sehingga harus dimanfaatkan untuk menjajal kekuatan tempurnya.

”Jangan bodoh sayang!” Marie bersedekap, ”Pemuda itu hanya menghindari seranganmu. Dia sejak awal tidak ingin menahan serangan besarmu. Itu menghabiskan energinya semata. Jadi, dia lebih mudah dengan menghindari efek serangan dan melompat ke sisi lain.”

Curang! Begitulah gerutu Jonas. Jonas ingin beradu kekuatan dan dia berharap pemuda itu, mau menahan serangan kuatnya sehingga dia dapat tahu seberapa kuat kekuatan Aji itu. Lalu, jika dia menghindari serangan kuatnya. Itu bisa dilakukan oleh siapapun. Dia tak perlu menggunakan kekuatan besar dan hanya fokus untuk menghindari serangan itu.

”Apakah kamu tadi hanya menghindari seranganku, seperti yang dikatakan kekasihku, Marie?” Jonas pun bahkan bertanya pada pemuda itu karena penasaran.

Aji pun tersenyum. Dia pun berpikir, ternyata ada satu dari Sepuluh Iblis Pemusnah yang bahkan bisa ceroboh seperti itu. Kekuatannya memang besar, tapi dia bahkan tak mengira bahwa musuh tak perlu beradu kekuatan dengannya. Cukup menghindari serangan itu dan melompat di sisi yang lain.

Bukankah itu mudah?

”Benar! untuk apa aku menahan serangan kuatmu. Aku bisa menghindarinya dengan mudah dan tak perlu membuang energiku,” jawab Aji.

”Sial!” Jonas pun geram. Ternyata ada seorang pendekar yang tidak mau adu kekuatan dan hanya bermain trik semata. Dia kira, pertandingan ini harus adil sehingga sejak tadi dia bersemangat dan menyerang Aji. Aji pun menahan serangan energi dan mereka pun mampu saling menahan energi.

Karena itulah, Jonas mengeluarkan kekuatan besar dan berharap Aji menahannya dengan kekuatannya. Kenapa malah menghindarinya saja?

”Kamu sudah membuatku marah! Kini karena kamu sudah membuatku geram karena trik licikmu. Kamu harus menghadapi sepuluh pasukan khususku. Setelah kamu dapat mengalahkan mereka baru kita akan bertempur lagi.”

Jonas masih nampak marah karena merasa diabaikan saat bertarung. Dia sudah berharap beradu kekutan, ternyata pemuda itu hanya menghindarinya dengan melesat di lain tempat. Benar-benar sia-sia dia mengeluarkan energi besar tersebut.

”Sepuluh Kapten!” Jonas berteriak, sekejap kemudian sepuluh orang yang dimaksud melesat dan sudah menekuk satu lututnya di tanah dan bersiap menerima perintah.

”Lawan dan habisi pemuda itu!”

Sepuluh orang suruhan itu langsung paham. Mereka juga tahu kekuatan pemuda itu bukanlah kekuatan seorang pendekar biasa. Mereka bersiap dengan senjata-senjata mereka. Tiap anggota dari Sepuluh Iblis Pemusnah memiliki sepuluh orang pasukan khusus, yang menjadi pemimpin bagi semua pasukan mereka.

Sepuluh orang itu bahkan langsung menggunakan Demon Transform karena pasti pemuda itu adalah sosok pendekar yang kuat. Mereka pun menerjang Aji dari segala arah dan menyerang. Aji menghindari serangan-serangan dari pasukan inti Jonas tadi. Pada pasukan inti Jonas mencoba melihat celah sembil terus menyerang bergantian.

Pasukan inti dari Jonas terus mendesak Aji dari berbagai sudut. Aji terus menghindari dengan tongkatnya. Aji mundur sampai keluar dari tenda dan pasukan kegelapan melihat pertarungan tersebut. Itu adalah tontonan yang menarik.

Aji melompat, menggunakan kekuatan tongkatnya dan melompat kembali dengan memanfaatkan tongkat. Dia terus menghindari serangan baik pedang maupun tombak para pasukan inti Jonas tersebut. Pasukan penyerang melihat celah, dari belakang. Namun, Aji langsung mengantisipasinya. Gerakannya sangat gesit dan mampu menghindar dan menahan serangan dengan tombaknya.

”Wahai Jonas dan Marie,” Aji pun berteriak sambil terus menghindari serangan dari pasukan Jonas itu, ”Pilihlah keputusan kalian. Aku tanya sekali lagi. Apakah kalian ingin pergi ke suatu tempat, di mana kalian tidak akan diganggu lagi. Atau ..., kalian masih ingin tetap bertarung bersama Shura?”

Jonas melihat ke arah Marie. Marie meyakinkan dengan mangangguk. Artinya, mereka akan tetap setia pada Shura dan akan berjuang bersamanya.

”Kami akan setia pada Shura dan kami akan berperang melawan pasukan bela diri!”

Aji pun melihat kemantapan keputusan dari Jonas, ”Baiklah kalau begitu! Aku sudah tidak punya waktu lagi untuk bermain-main.”

Aji memegang tongkatnya dengan kuat. Serangan datang dari segala penjuru. Aji mempersiapkan kekuatannya, sejenak suasana menjadi hening dan seolah tak ada suara di telinga Aji.

Saat serangan pasukan inti dari Jonas itu mendekat. Aji memegang gagang tongkat dengan kedua tangannya tepat di ujung masing-masing tongkat.

Sudah cukup! Saatnya bersih-bersih!

Sring! Tongkat Aji terbuka dan dua senjata keluar dari tongkat itu.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!