Pasukan Langit

Saatnya Penyerangan

Pasukan kegelapan sudah berkumpul di bagian selatan di ujung benua Orpris. Shura sedang duduk di kursinya yang berada di dalam tenda yang besat. Dia duduk dengan santai dan satu tangan kanannya ditekuk, dan dibiarkan menyangga bagian bawah wajahnya sambil sedikit memiringkan kepalanya.

Nesia sudah ada disana, dia duduk di kuris yang sudah disediakan. Kursi untuk beberapa orang yang disusun saling berhadapan, dan berada di masing-masing jalur jalan yang ada di depan Shura.

Satu orang yang memakai rantai yang mengitari tubuhnya dan ada senjata tajam di ujung setiap rantainya. Itu adalah Tora, satu dari Sepuluh Iblis Pemusnah. Sosok besar itu masuk dan meminta izin pada Shura. Lord Demon atau Shura itu mempersilakan Tora untuk masuk, dan mengambil tempat duduk di sebelah kiri Lord Demon.

Tora pun mengikuti arahan dari Shura. Dia duduk di hadapan Nesia yang merupakan anggota dari Lima Gerbang yang selalu menjadi buah bibir karena kekuatan mereka. Namun, kabar yang didapatkan pasukan Tora mungkin juga ada benarnya. Kabar itu menyebutkan bahwa empat dari Lima Gerbang sudah dikalahkan oleh pasukan bela diri.

Kabar itu mungkin terjawab hari ini, dimana Lima Gerbang yang kuat itu bahkan hanya tinggal Nesia yang kini duduk berhadapan dengannya. Tora bahkan menjadi satu-satunya dari Sepuluh Iblis Pemusnah yang datang pertama kali. Artinya, rekan-rekannya yang lain belum datang dan pasti sebentar lagi akan datang.

”Selamat datang Tora, apakah semua pasukanmu tiba dengan selamat?” tanya Shura sambil melihat kearah Tora tanpa menggerakkan kepalanya.

Tora memberi salam hormat pada Shura, sosok yang dulu pernah menjadi penyelamatnya. Kali ini, setelah lebih dari dua puluh tahun, mereka dipertemukan kembali dan kali ini adalah saatnya pasukan kegelapan untuk menguasai dunia. Di bawah kepemimpinan dari Shura, tentu semua akan sangat baik untuk pasukan kegelapan.

”Semua pasukanku datang dengan kekuatan penuh dan energi yang cukup Tuanku. Kami siap menunggu komando dari Tuan Shura.”

Shura pun tersenyum. Jika saja Sepuluh Pasukan Iblis masih lengkap, maka dia akan mudah untuk melancarkan serangan kepada pasukan bela diri dan menguasai mereka dengan mudah. Apakah para Iblis Pemusnah sudah mengetahui kabar terbaru tentang Jonas dan Marie?

Shura mampu merasakan energi mereka menghilang dan paling kuat mereka terbunuh. Para intelejen sudah dikirim ke tempat mereka berdua, dan mereka melihat kehancuran yang besar dan mayat para pasukan kegelapan sudah seperti tak bisa dikenali semua.

Energi dari Jonas dan Marie merupakan energi yang terhubung dengan energi pusat dari Blood Black milik Shura. Dia langsung bisa merasakan jika para Iblis Pemusnah mengalami masalah karena energi mereka terhubung satu sama lain.

”Baiklah, kita akan menunggu yang lain dan berdiskusi, bagaimana kita akan menghancurkan pasukan bela diri. Strategi perangnya, harus kita diskusikan bersama.”

Ada senyuman kecil yang diperlihatkan oleh Lord Demon, Tora pun tak berani mengatakan apapun. Energi kegelapan dalam tubuh Shura memang sudah mencapai batas yang tidak bisa dicapai oleh manusia biasa. Kekuatan itu dan energi pembunuh, kegelapan yang sangat pekat dan mengerikan. Tora pun diam dan memberi kode dengan tangannya ke dada sebagai bentuk patuh dan menerima keputusan dari Shura.

Tak lama keudian Zero muncul bersama dengan Hexos. Mereka berdua mengucapkan salam pada Shura. Mereka berdua diberikan kode dengan tangan Shura agar duduk di kursi dan bebas hendak di kursi mana. Zero dan Hexos memilih bersebelahan dan duduk setelah kursi Tora. Ketiga Iblis Pemusnah yang datang itu duduk berjejer dimulai dari; Tora, Zero dan Hexos.

Shura kembali menyebutkan untuk menunggu rekan-rekan dari Sepuluh Iblis Pemusnah yang lain baru rapat akan diteruskan oleh Lord Demon. Mereka pun memberi anggukan dan tanda di dada kirinya sebagai tanda persetujuan.

Beberapa saat kemudian muncul lagi salah satu dari Iblis Pemusnah, Draudo di susul Rukio juga datang. Sudah lima dari Sepuluh Iblis Pemusnah dan mereka duduk masih dengan berbaris dengan barisan pertama adalah Tora. Di hadapan mereka, Nesia masih duduk seorang diri.

Beberapa detik kemudian, tiga orang sekaligus datang; Widi, Metri dan Alumero. Ketiganya diminta oleh Shura untuk duduk di barisan Nesia. Mereka bertiga pun meminta izin pada Shura dan mereka duduk di hadapan lima orang dari Iblis Pemusnah. Formasi mereka saat ini, lima berhadapan dengan empat orang.

Apakah tidak yang lain lagi? Mereka saling melihat namun tak berani mengatakan apapun. Mereka pun mencoba menerka jika intel dari masing-masing pasukan mereka sudah melaporkan soal perkembangan terbaru dari Lima Gerbang.

Tapi ..., kemana Jonas dan Marie?

Kedua orang itu, Marie dan Jonas adalah sosok paling tak bisa diatur apalagi jika keduanya sudah menggabungkan kekuatan mereka. Sepuluh Iblis Pemusnah sebenarnya tidak kemudian hanya bersembunyi di Second World, seperti ketika mereka hanya bertemu dengan Shura kali ini saja.

Iblis Pemusnah bisa saling berkunjung dengan mengunjungi anggota Iblis Pemusnah lainnya dengan menggunakan kekuatan portal teleportasi. Hal itu memang diberikan kekhususan oleh Shura dengan memberikan mereka pasukan yang mampu membuat bullet portal. Tapi, itu pasukan biasa yang hanya bisa memindahkan satu atau dua orang saja.

Iblis Pemusnah bisa saling berkunjung ke rekannya. Berbeda dengan saat ini, dimana pasukan khusus yang memang bertugas memindahkan mereka dalam jumlah tak terbatas, dan itu adalah pasukan yang tersembunyi sebagai kekuatan dari Shura.

Mereka tahu kalau Jonas dan Marie selalu bersama dan mereka adalah pasangan yang akan lebih kuat dari siapapun di antara Iblis Pemusnah lainnya. Kekuatan mereka kuat saat bersama namun kemana mereka sekarang? Biasanya, keduanya selalu lebih dulu datang dan juga selalu akrab dengan Shura.

Beberapa orang anggota Iblis Pemusnah saling bertanya dan penasaran soal Jonas dan Marie. Mereka semua hanya merasakan bahwa tadi malam sebuah pertempuran besar sudah dimulai dan terjadi.

Anggota Iblis Pemusnah tidak mengetahui secara pasti pertempuran dahsyat yang terjadi tersebut, dan hanya menerka bahwa itu adalah pertempuran dari orang-orang yang kuat yang ada di seluruh benua ini.

”Ehm ...” Shura berdehem karena ada beberapa anggota Iblis Pemusnah yang saling bertanya soal keberadaan Jonas dan Marie.

”Penaklukkan dunia akan kita mulai. Kita tidak akan menunggu dua rekan kita, Jonas dan Marie,” anggota Iblis Pemusnah kaget mendengar Shura langsung menyebut nama keduanya, seolah dia paham ada sesuatu yang mereka pikirkan. Shura juga paham tentang keduanya kenapa sampai sekarang tidak kelihatan.

”Perlu saya tambahkan, Jonas dan Marie sudah dimusnahkan oleh pasukan bela diri tadi malam. Keduanya telah mengalami kebocoran dengan lokasi mereka. Pasukan bela diri tidak seperti dua puluh tahun lalu yang mereka lemah dan tidak bersatu. Kali ini mereka memiliki kekuatan besar dan bahkan, empat dari Lima Gerbang juga sudah mereka kalahkan!”

Suara Shura nampak sedikit tegas di akhir kalimatnya. Tangan Shura pun nampak mengeluarkan energi gelap yang pekat. Itu artinya, Shura sedang marah dan dia menahan dirinya sebaik mungkin agar tidak terlihat mencolok di depan semua pasukan dan orang-orang pentingnya.

”Sekarang, saya ingin kita membuat keputusan. Kita akan menghabisi pasukan bela diri dengan strategi apa.”

Shura pun mempersilakan para anggota Iblis Pemusnah untuk menggunakan taktik seperti apa dalam pertempuran kali ini. Sebelumnya, Sepuluh Iblis Pemusnah meremehkan kekuatan dari pasukan bela diri, dan menganggap bahwa mereka akan menang dan menguasai tiap benua dengan mudah.

Namun, setelah mendengarkan penjelasan sebelumnya dari Shura. Kini mereka menyadari bahwa para pendekar bela diri itu memang kuat. Tidak mungkin mereka bisa mengalahkan empat dari Lima Gerbang dengan membunuh mereka. Padahal mereka juga memiliki kekuatan Blood Black seperti mereka. Regenerasi akan luka dengan cepat dapat menyembuhkan luka dan tidak akan bisa mengalahkan pasukan kegelapan dengan mudah.

Setidaknya, jika para anggota Lima Gerbang terluka mereka masih sempat melarikan diri dengan kekuatannya dan juga menyembuhkan diri. Kali ini, mereka berempat benar-benar mati. Satu hal lagi, persembunyikan dari Jonas dan Marie bisa terdeteksi dengan baik oleh pasukan bela diri. Bahkan, Jonas dan Marie dibunuh.

Awalnya, mereka tak percaya dengan kabar itu mengingat bahwa Jonas dan Marie bahkan tidak bisa mereka taklukkan. Kekuatan keduanya sangat besar jika sudah menggabungkan kekuatannya, bahkan bisa jadi itu hanya setingkat di bawah Shura atau bahkan bisa seimbang. Tapi, penjelasan dari Shura bahwa mereka telah dibunuh maka itu pasti benar adanya.

Shura yang mengatakannya, artinya informasi itu tidak mungkin salah, dimana energi kegelapan dari Shura juga terhubung dengan semua energi kegelapan dari Sepuluh Iblis Pemusnah.

Ini menandakan bahwa para pendekar bela diri sudah mencapai ketinggian tertentu, dalam hal kekuatan mereka.

Kali ini penyerangan ini tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus menggunakan strategi. Hal itulah yang dibicarakan paling utama dalam rapat kali ini. Mereka pun memberikan ide dan cara dalam penyerangan ke pasukan bela diri.

Pasukan kegelapan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan kekuatan para pendekar bela diri. Pertama; pasukan kegelapan berkumpul dalam satu kekuatan dengan waktu yang cepat. Hal itu karena, kekuatan dari pasukan khusus yang menguasai dimensi portal teleportasi dengan baik. Pasukan khusus bahkan disiapkan hanya untuk itu.

Di sisi pasukan bela diri, mereka pasti akan kesulitan untuk berkumpul mengingat stasiun teleportasi yang mereka miliki di masing-masing kota memiliki kapasitas kecil untuk memindahkan manusia. Kemungkinan hanya sepuluh setiap beberapa menit sekali karena tetap butuh reset dan penghubung yang baik antara satu stasiun dengan stasiun teleportasi lainnya.

Kedua, kekuatan pasukan bela diri tidak ada yang namanya Blood Black, pasukan bela diri hanya punya kekuatan healing dan itupun terbatas. Pasukan kegelapan memiliki kekuatan untuk segera pulih dari luka dan mereka tak akan mati selama kesadaran mereka masih utuh. Beda dengan pasukan bela diri yang akan langsung terbunuh dan luka akan sulit untuk sembuh.

Ketiga, perubahan Demon Transform adalah kunci dari kemenangan yang ada di pihak pasukan kegelapan. Di pihak pasukan bela diri, mereka hanya mengandalkan circle atau kemampuan membuka segel sihir dalam tubuh untuk menyerap energi alam. Meskipun begitu tidak bisa menyerap energi alam sembarangan apalagi dalam jumlah besar. Energi alam yang bisa diserap oleh pasukan bela diri disesuaikan dengan kekuatan fisik mereka. Atau, jika berlebihan tubuh mereka akan rusak dan hancur.

Ketiga hal ini merupakan kelebihan dari pasukan kegelapan. Jadi, ada usulan dari Tora bahwa pasukan kegelapan langsung menyerang pusat benua Orpris, yaitu kota Prisma karena pasti mereka saat ini belum punya persiapan karena bantuan belum datang.

Ketiga kelebihan pasukan kegelapan itu pun dipikirkan kembali oleh Shura, itu ada benarnya. Lalu, kenapa Shura begitu tampak khawatir dalam menghadapi kekuatan dari pasukan bela diri? Apakah itu hanya sekedar perasaan cemas saja? Shura pun berpikir sejenak.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!