Pasukan Langit

Ledakan di Mirror World

Tubuh Barsha menyala dan matanya terlihat bercahaya, tanda halilintar muncul dan menghiasi kepalanya. Kecepatan ditingkatkan hingga berkali lipat, energi alam yang diserapnya sudah menjadi suplai tenaga besar.

Barsha belum pernah mengeluarkan energi sekuat itu sebelumnya. Dia menyilangkan kedua belatinya dan menerjang bagai angin super cepat. Dia mengarah pada kedua fisik dari dua saint yang sedang ditahan pergerakannya oleh Alicia. Alicia bahkan sampai kesulitan dan menahan untuk keduanya terkurung.

Pendar-pendar cahaya seolah ribuan kilatan senjata. Kilatan itu saling menyilang dan seolah memenuhi semua tempat di sekitar dua fisik saint yang dihidupkan jasadnya oleh Lord Demon. Serangan kuat itu bahkan bagi suasana di sana seperti siang dan malam bergantian. Gelap dan terang seperti jutaan halilintar yang membelah malam dan begitu seterusnya.

Barsha menggunakan kekuatan penuh sedangkan Alicia menahan dengan energi yang memerangkap kedua fisik saint. Jaring energi yang dibentuk Alicia bahkan pecah dan terputus karena serangan Barsha yang kuat.

Duaarr!

Ledakan besar terjadi dan membuat Barsha segera mundur, demikian dengan Alicia yang segera menjauh karena ledakan itu sangat luar biasa. Energi yang dikerahkan Barsha itu bertahan lama dan menimbulkan goncangan di sekitarnya. Barsha dan Alicia menunggu dari jauh, apakah serangan mereka berhasil atau tidak. Mereka belum melihatnya lebih jauh lagi.

Mereka menunggu sambil menyerap energi alam kembali untuk memulihkan kekuatan mereka.

***

Sepasang manusia tengah duduk di pinggir sebuah danau yang bening, tidak ada kehidupan lain di sekitar mereka kecuali hewan-hewan. Dunia mereka kini hanya terisi mereka berdua dan tidak ada yang lainnya lagi di dunia yang mereka tempati.

Mereka berdua tengah memancing dengan santai dan angin sejuk mengipasi kedua wajah mereka. Dunia memang miliki mereka berdua, mereka merasakan kedamaian tak terkira dan berharap akan mengalami hal ini selamanya. Bersama hanya berdua dan tidak ada lagi keributan dan juga masalah dunia apapun.

Kail milik Jonas ditarik oleh ikan, dia tersenyum dan langsung menariknya. Ikan yang berukuran selebar kelima jarinya yang terbuka. Ikan yang besar, cukup untuk makan mereka berdua sore nanti, pikir Jonas.

”Kamu sudah dapat duluan sayang?” Marie tersenyum sambil menggoyangkan kayu yang sudah diikat dengan benang. Umpannya belum disentuh ikan sama sekali sedangkan Jonas sudah mendapatkan dua ikan.

”Iya Marie, dua ikan ini sudah cukup untuk makan kita berdua nanti.”

Jonas juga tersenyum menatap wajah indah Marie, tidak akan ada yang menyangka bahwa dua orang jahat dari Sepuluh Iblis Pemusnah berada di tempat itu. Mereka berdua seolah kehilangan akses dengan siapapun di dunia sebenarnya. Mereka juga merasakan bahagia dan tenang di tempat yang sudah dibuka oleh pemuda bernama Aji itu.

Entah harus berterima kasih seperti apa pada pemuda itu. Kini, keduanya tidak lagi memikirkan soal peperangan dan juga soal pasukan mereka yang selalu berbuat onar dan mengganggu penduduk atau pun bahkan membunuh para pendekar bela diri. Kini, mereka benar-benar tenang bisa hidup berdua saja tanpa ada beban sama sekali.

Marie sendiri meskipun pernah hidup dengan berlumuran darah, namun dalam lubuk hatinya dia ingin menjauhi hal itu. Entah kenapa, harusnya sebagai seorang Iblis dia tak akan gelisan berada di tempat terpencil dan tak ada lagi kesempatan untuk membuat onar. Di sini, dia benar-benar merasa tenang bersama dengan Jonas. Jika mereka meninggal bersama disini, maka Marie tidak akan menyesal seumur hidupnya.

”Kita pulang saja Jonas ...”

Jonas tersenyum dan menatap wajah Marie, belum sempat dia mengatakan sesuatu. Ledakan besar mengagetkan keduanya.

Duar!

Suara yang sangat keras dari kejauhan, ledakan apa itu? Kenapa di tempat yang tak ada kehidupan kecuali mereka berdua ada ledakan demikian kuat. Jonas pun menatap Marie dan menganggukkan kepalanya. Dia tahu apa yang menjadikan  Jonas penasaran, Jonas pun berdiri dan menuju arah ledakan. Marie pun mengikuti dari belakangnya.

Mereka berdua masih heran, sebelumnya mereka tidak merasakan adanya energi yang kuat ada disana dan seolah hanya ada mereka berdua. Namun, saat mereka lengah, ledakan besar itu terjadi saat keduanya sedang memancing ikan.

Mereka pun bergegas pergi. Mereka ingin memastikan apakah itu adalah sebuah pertempuran. Mereka juga harus bersiap jika saja mereka harus terlibat dalam pertempuran lagi. Namun kali ini ledakan itu seperti berbeda, ledakan dari kekuatan yang sangat dahsyat. Bahkan, mereka sempat mengira itu adalah Shura yang masuk ke dimensi tersebut.

Marie pun demikian, dia baru saja merasa tenang dan tidak ada yang dipedulikan. Namun, dia merasakan bahwa itu adalah kekuatan yang besar yang tentu saja bisa berbahaya. Marie pun bersiap, mereka berdua memiliki kekuatan tempur yang kuat jika menyatukan kekuatan. Jadi, tidak perlu ada yang ditakuti.

Benar saja, Marie juga sudah memutuskan bahwa mereka tak akan menyesal jika harus hidup atau mati dengan bersama-sama.

Mereka mempercepat kekuatannya untuk segera sampai ke tempat ledakan itu. Kecepatan tinggi ditunjukkan keduanya karena mereka penasaran sebenarnya siapa yang tengah bertarung di dimensi yang aneh ini.

Ledakan itu mulai terlihat dari kejuahan. Ledakan yang sangat besar bahkan seperti meledaknya sebuah gunung. Saat keduanya sekitar satu kilo meter, mereka melihat dua sosok yang berada di luar ledakan yang sudah reda. Asap masih terlihat membubung. Sepertinya, Jonas dan Marie menerka bahwa dua sosok itu menyerang musuh yang sama dan mereka meledakkan musuh tersebut dengan kekuatan keduanya.

Jonas dan Marie berhenti dan memperhatikan dari balik batang pohon. Mereka ingin memastikan dengan baik, siapa yang tengah berperang di tempat aneh ini.

Mereka pun menyadari bahwa kedua sosok yang saling menunggu musuh mereka itu adalah dua sosok wanita. Dari baju yang mereka pakai, ada tanda yang cukup familiar. Itu adalah tanda bahwa mereka adalah bagian dari Pasukan Langit. Jika tidak salah, Aji yang melawan mereka berdua juga adalah anggota Pasukan Langit.

Hal itu karena Aji yang mengatakannya sendiri. Lalu, siapa musuh yang mereka hadapi tersebut. Dan, bagaimana mereka bisa masuk ke dalam dimensi ini?

Mereka menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya tentang pertempuran di depan mereka tersebut. Keduanya menunggu sambil berusaha menyembunyikan kekuatan energi mereka. Energi gelap yang dilatih puluhan tahun oleh mereka.

Ledakan sudah reda dan efeknya sudah hilang, asap putih yang sebelumnya bergumpal mulai hilang. Sebuah pemandangan yang mengerikan membuat Barsha dan Alicia kaget melihatnya.  Di depan mereka setelah asap menghilang. Sosok manusia yang pecah bentuknya dan energi gelap menyelimuti tubuh dua sosok itu. Sosok itu kini berbentuk tak wajar, sosok-sosok itu seperti tak beraturan dan seperti ada ulat-ulat besar sebesar lengan orang dewasa. Ulat tanpa kepala dan hanya bergoyang-goyang dan mencoba saling mengait dengan ujung ulat yang lain.

Gulungan seperti usus atau ulat itu sungguh menjijikkan. Mereka terus bergoyang dan saling menyambung dan terus menyambung. Itu semua membentuk fisik ulang sebuah tubuh manusia yang dipenuhi aura kegelapan.

Alicia tahu kalau itu adalah salah satu kemampuan yang dimiliki orang-orang yang masuk ke pasukan kegelapan, yaitu Blood Black. Namun, apa yang dilihat di depan mereka adalah Blood Black dalam bentu yang lebih tinggi. Gulungan usus-usus itu saling mengatit dan membentuk badan dengan cepat dan kini hampir ke atas membentuk bagian kepala.

Alicia tidak mau lengah, dia mengangkat pedangnya ke atas. Energi sinar cahaya seperti pendar-pendar halilintar mauk ke dalam ujung pedang Alicia. Alicia mengambil kekuatan alam dengan energi halilintar yang diserapnya dengan cepat. Kekuatan sudah terbentuk dan ada percik energi listrik di ujung pedang hingga ke pangkal yang dipegangnya.

Sekuat tenaga, Alicia mengayunkan pedangnya, di belakangnya energi dahsyat bergemuruh dan kekuatan pedangnya memanjang seperti ada energi yang meliuk seperti halilintar. Energi dari pedang panjang itu membela udara dan menuju ke arah dua sosok yang hampir saja terbentuk kepalanya itu.

Dari peperangan dimensi lain di dunia nyata. Lord Demon merasakan kalau kedua saint yang dihidupkannya kembali mengalami luka yang parah bahkan hancur. Saat merasakan bahwa keberadaan mereka entah dimana namun dia merasakan tubuh mereka hancur dan sulit untuk bangkit kembali.

Lord Demon mengeluarkan jurus pamungkas tentang pembangkitan mayat yang sudah mati. Keduanya yaitu fisik dari Yonan dan Ganada sudah diberikan kekuatan segel. Ketika segel itu diangkat maka keduanya akan memiliki kekuatan penuh, sebagai seorang saint dan juga kekuatan kegelapan yang masuk dalam tubuhnya.

Lord Demon akan kehilangan kontak setelah membuka segelnya pada dua mayat dari Dua Legenda tersebut. Tapi, hal itu akan sepadan kerena Lord Demon tak ingin kedua wanita anggota Pasukan Langit itu bisa tersenyum, karena sudah menang melawan dua pasukan kegelapan yang diciptakannya tersebut.

Mereka harus merasakan kengerian karena berani menghina dirinya sebelumnya. Segel ikatan antara dirinya dan dua fisik Dua Legenda itu akan terputus setelah membuka segel. Tapi tak masalah, Lord Demon ingin memberi kedua wanita itu pelajaran karena sudah meremehkan kekuatan Lord Demon.

Pedang Alicia mengayun dan hampir saja mengenai fisik Dua Legenda yang tengah membentuk kepala mereka, dengan energi kegelapan seperti suluran ulat-ulat yang menjijikkan yang keluar dari bagian tubuhnya. Suluran ulat itu terus bergerak dan menyambung agar fisik mereka kembali utuh.

Serangan Alicia tiba-tiba ditahan dengan sangat kuat oleh sebuah shield yang menghentikan serangan kuat dari Alicia.

Booom!

Shield itu adalah energi yang keluar dari kedua tangan para mayat itu dan energi itu keluar melindungi tubuh inti mereka. Serangan Alicia dapat ditahan meskipun sudah meledak kuat, dan saat Barsha akan menyerang untuk membantu Alicia. Kepala bagian dua mayat dari saint Legenda itu sudah terbentuk kembali dan seolah utuh seperti sebelum terkena sarangan dari Barsha dan Alicia.

Ini tidak mungkin! Kecepatan penyembuhan yang mustahil!

Mata kedua dari fisik dua saint itu menyala, mereka melesat masing-masing dan memecahkan shield yang sebelumnya tercipta untuk melindungi mereka dari serangan Alicia. Kekuatan itu kembali bertemu dan ledakan dimana-mana.

Jonas dan Marie memperhatikan pertempuran itu, Jonas sendiri tak peduli dengan pertempuran anggota pasukan bela diri dan pasukan kegelapan. Jonas sudah tak ingin terlibat lagi dan hanya ingin hidup bahagia bersama Marie.

Namun, tidak dengan Marie. Dia memegang kedua pundak kekasihnya itu.

”Kita bantu dua pendekar bela diri itu, setidaknya kita sudah bukan penjahat lagi!”

Jonas hendak menyanggah, tapi dia tak bisa lagi bersuara karena senyuman indah dari Marie kepadanya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!