Pasukan Langit
Senyuman Barsha
Serangan dari saint Ganada semakin cepat dan kuat. Setiap benturan yang disebabkan serangan fisik Ganada melalui belati hitamnya, dan mengenai belati Barsha maka saat itu di sekeliingnya hancur berantakan. Kecepatan yang mereka perlihatkan sungguh luar biasa. Dari jauh, Jonas dan Marie bahkan merasa bahwa ini adalah pertarungan antara para saint karena sangat cepat dan kuatnya.
Di setiap pertemuan kedua serangan itu, menimbulkan areal ledakan dan tekanan yang kuat. Angin di sekeliling mereka bahkan seperti badai yang tak tentu lagi arah fokusnya. Tekanan demi tekanan membuat suasana di sekitar mereka seperti malam dan siang yang terus bergantian.
Pertarungan yang sangat dahsyat. Barsha berputar dan mengayunkan dua belatinya mencoba membalas. Namun seranganya kosong, fisik Ganada sudah ada di atasnya cukup jauh.
Barsha hanya membatin bahwa kecepatan itu sangat luar biasa. Pantas kakek disebut sebagai seorang saint, dan Legenda di dalam catatan sejarah dan menjadi icon bagi pahlawan pasukan bela diri. Kekuatannya sungguh luar biasa, Barsha sampai kehabisan energi namun berkat circle puncak dan juga penyerapan artefak Heart Dragon. Kecepatan pemulihan energi milik Barsha juga sangat cepat.
Jika bukan karena hal itu, Barsha sudah kehabisan energi sejak tadi saat melawan kekuatan dari fisik Ganada tersebut
Fisik Ganada yang masih di atas membentuk lingkaran dengan kedua belati hitamnya, lingkaran yang mengeliling tubuhnya. Lingkaran itu dikelilingi energi hitam yang memiliki api kebiruan. Lingkaran itu semakin pekat dan lingkaran itu membesar dan menutupi semua arah yang tadi dibidik oleh fisik Ganada.
Itu seperti sebuah jala ikan, semua tempat yang di bawah fisik Ganada seperti diselimuti kegelapan. Itu adalah ruang hampa yang menjadi penghalang semua hal di luar perangkap hitam yang menutupinya tersebut.
Barsha terkurung dalam ruang hampa yang dibentuk fisik Ganada, dan dia bersiap karena fisik Ganada bersiap menyerang dengan kekuatan penuh. Energi kegelapan yang diselimuti energi halilintar mundul di kedua belati hitamnya. Tangannya membuka dan langit di belakangnya seolah berputar karena ilusi kekuatan milik fisik Ganada.
Barsha merasakan kekuatannya tertahan oleh kekuatan kegelapan. Tubuhnya merasakan adanya tekanan yang berat dari atas dan membuat tubuhnya sulit bergerak. Seperti ada ribuan tangan dari kegelapan yang memegangi seluruh bagian tubuhnya.
Apa-apaan ini? Kekuatan aneh yang mampu membuat gerakan kita tertahan. Di atas sana, fisik Ganada bersiap melakukan serangan kejut kembali dan matanya menyala merah. Dia menarik kedua pisau hitamnya ke belakang tubuhnya.
Kedua tangan yang memegang belati hitam itu memancarkan energi yang sangat kuat, dan dia meluncur dengan kecepatan penuh dan bersiap melakukan penghancuran total pada Barsha. Barsha bahkan sulit menggerakkan tangan dan kakinya. Dia hendak menggunakan kekuatan pertahanan namun itu sesuatu yang sulit.
Tangannya perlahan bergerak tapi sangat lambat, begitupun kakinya. Sangat lambat dan dia merasakan tidak akan bisa menahan serangan fisik Ganada itu dengan kecepatan lambatnya itu. Barsha memejamkan matanya sejenak.
”Barsha!”
Barsha teringat kata-kata Aji sebelumnya. Ada pesan dari Aji untuknya yang baru dia ingat. Saat itu ketika perang hampir saja pecah.
”Kamu tahu bagaimana kakekmu, saint Ganada menggunakan kekuatannya dengan level tertinggi?”
Aji seperti biasa bersandar di sebuah pohon besar, dan dia berpesan untuk Barsha bersiap menghadapi kekuatan dari kakeknya sendiri. Barsha hampir tak percaya dengan apa yang dikatakan Aji. Namun, Barsha tidak menemukan wajah Aji dalam kondisi bercanda.
”Bukankah kekuatan seorang assassin adalah kecepatan yang super tinggi dan tidak bisa diikuti oleh lawannya. Lalu, serangan mematikan dengan damage yang kuat!” Barsha menatap Aji dari sampingnya.
Aji mendesah pelan, ”Kakekmu itu berbeda dengan assassin paling kuat sekalipun. Kekuatan paling tinggi yang dimilikinya adalah Magic Assasin. Kekuatan itu mampu membuat areal yang dikuasainya membuat orang lain melambat dengan sangat baik, dan sulit bergerak. Saat itu, kakekmu akan membunuh musuhnya dengan cepat.”
Barsha masih belum paham, bagaimana bisa membuat gerakan musuhnya melambat? Bukankah dengan kecepatan yang tinggi saja sudah cukup bagi pembunuh, untuk menyelesaikan pertarungan meskipun musuhnya tidak dibuat melambat.
Tidak perlu memperlambat gerakan musuhnya, jika assassin sudah mengeluarkan kecepatannya, maka musuh sudah dapat dikalahkan dengan mudah melalui kecepatan tertinggi yaitu kecepatan seperti dark shadow, kemampuan gerakan yang tak terlihat.
”Kecepatan yang lebih tinggi pasti mengalahkan kecepatan yang berada di bawah levelnya. Itu teori yang mudah, Aji. Kenapa harus memperlambat gerakan musuhnya lagi?” tanya Barsha penasaran.
”Kamu masih belum mengerti Barsha. Seorang assassin dengan level lebih tinggi, bisa mengalahkan satu assassin yang levelnya sedikit lebih rendah. Tapi, bagaimana jika musuhnya banyak atau levelnya sama. Apakah pertarungan itu hanya mengandalkan keberuntungan?” Aji menatap langit dan menambahkan penjelasannya lagi.
”Kekuatan dari saint Ganada pada tingkat tertingginya bukanlah memperlambat musuhnya, sehingga dia mudah membunuh musuhnya. Tapi, dia memperlambat waktu yang ada di areal serangan sihirnya. Semua orang di dalam lingkup kekuatannya, tak akan bisa bergerak bebas dan mereka tertahan oleh waktu yang melambat. Itulah Magic Assasin milik saint Ganada. Cara lepas dari belenggu itu adalah, kamu harus meledakkan waktu dan memutarbalikkan putaran waktunya.”
Mata Barsha langsung terbuka, itu adalah pesan yang terakhir diberikan Aji pada Barsha. Pesan itu baru dipahaminya sekarang. Jadi waktu di sekelilingnya melambat dan itu adalah kekuatan yang sangat kuat untuk dipelajari.
Kakeknya memang luar biasa! Itu adalah rasa bangga Barsha pada kakeknya. Tapi kini bukan saatnya untuk kagum. Namun ..., saatnya untuk mengalahkan kekuatan tidak masuk akal milik kakeknya.
Meledakkan waktu dan memutarbalikkan putarannya! Benar, energi memiliki pusat dan memutar kembali putaran energi itu adalah dengan membalikkan kekuatan yang menjadi sumbu asalnya. Kekuatan dilawan dengan kekuatan. Jika dia ingin melakukannya, maka dia harus menjadi lebih kuat dari kakeknya.
Ini seperti kekuatan yang harus ditempuhnya. Barsha menyerap energi alam, dia melepas segel circle rank 8 nya. Energi terus masuk ke dalam tubuhnya, dan dia tak peduli lagi dengan batasan fisiknya.
Fisik yang tidak bisa menampung energi yang terlalu kuat, maka dia akan hancur dan tubuhnya akan rusak karena semua organ tubuh bisa pecah. Tapi, Barsha harus melampaui kekuatan batasannya. Fokus menjadi kuncinya, mata Barsha menyala. Ini pertama kali bagi Barsha untuk memanipulasi tubuhnya, dan menerima energi besar dari alam tanpa dibatasi.
Hiaatt!
Ledakan energi karena energi yang masuk dapat disaring dengan cepat terjadi. Barsha fokus pada kekuatan penyerapan energi dan mengeluarkan energi yang tidak baik. Itu semua adalah booster atau kecepatan fokus yang sangat baik. Energi buruk adalah energi kegelapan yang ikut masuk. Barsha mampu menyaring energi tersebut.
Energi tak terkendali masuk dari semua sisi, energi itu terserap sangat cepat. Bantuan dari pelatihan dan juga artefak Heart Dragon mampu memberi imun yang kuat pada diri Barsha. Barsha semakin yakin kalau dia bisa melakukannya.
Energi yang terus masuk itu mulai memecahkan kurungan waktu, dan energi gelap yang diciptakan oleh fisik Ganada. Bahkan, fisik Ganada yang sebelumnya sudah meluncur untuk menyerang seolah ditahan oleh energi yang meluap-luap, dan bergulungan masuk ke tubuh Barsha. Hal itu menyusahkan fisik Ganada untuk mencari celah, untuk melewatinya karena energi itu bisa menghancurkan apa saja.
Barsha mulai bergerak bebas, pengaruh manipulasi waktu di areanya mulai hilang. Barsha memutar tangannya dan mengatur energi yang masuk dari alam yang luar biasa banyak, dan itu adalah energi yang maha dahsyat. Barsha terus menyerap energi alam, di samping dia mempersiapkan serangan balasan.
Mungkin, inilah penentuannya. Barsha akan berjuang untuk melampuai kekuatan kakeknya dan membuatnya bangga di alam akhirat sana.
Ledakan energi terjadi. Dan, energi yang meledak tidak boleh kecil karena itu tidak akan bisa menjebol kekuatan fisik Ganada yang mampu memperlambat waktu di area yang dikuasainya.
Duar!
Dalam hitungan yang tepat, Barsha meledakkan kekuatan energi yang dikumpulkan di depannya. Itu adalah penguasaan energi yang terkumpul di luar tubuhnya dan meledak dengan sangat kuat.
Splash!
Suasana menjadi terang di sekitar Barsha, karena efek ledakan energi tersebut. Barsha masih menyerap energi alam dan mampu mempertahankan kekuatannya. Di atas sana, fisik Ganada terpental. Areal hitam yang diciptakannya hilang dan waktu kembali normal.
Saatnya mengakhir ini semua. Barsha melesat terbang ke arah kakeknya yang sudah dibangkitkan oleh Lord Demon. Kenangan masa kecil Barsha saat berumur empat tahunan tiba-tiba teringat jelas. Sejak kecil, kekak Ganada selalu menemani Barsha kecil.
Bahkan, saat Barsha masih kecil, kakeknya sudah menghadiahi sebuah belati yang dibuat oleh Ganada sendiri. Barsha teringat hal itu. Tiba-tiba airmatanya menetes tanpa dia sadari. Dia terus melesat dengan kekuatan yang sangat dahsyat, seperti meteor yang menghancurkan. Kecepatannya besar diiringi energi di belakangnya yang sangat kuat.
Kedua belati milik Barsha bersiap mengakhiri pertempuran ini. Fisik Ganada yang terpental dan dia juga langsung bersiap kembali di udara. Dia hendak menyerang kembali.
Tapi tidak untuk saat ini. Kecepatan Barsha sudah melampaui kecepatan sebelumnya.
Wuuushh!
Belum sempat fisik Ganada mengayunkan kedua belati hitamnya Barsha sudah melewati tubuhnya dengan kilatan energi yang berpendar, dan mampu membuat alam menjadi seterang ketika berada di dekat matahari.
Splash!
Barsha sudah melewati tubuh fisik Ganada. Dan saat sudah melewati sekitar 10 meter. Jutaan sarangan saling bertabrakan dan mengoyak tubuh fisik Ganada.
Trang! Klang! Tring!
Jutaan serangan yang dilakukan dalam sekali tebasan. Efek luar biasa yang dimiliki seorang assassin tingkat tinggi. Itu tidak akan bisa dilakukan tanpa pelatihan yang keras, dan juga kekuatan mental yang kuat.
Ledakan energi terjadi dan membuat alam seperti berkedip-kedip karena kuatnya serangan yang dilakukan oleh Barsha. Barsha tidak melihat ke belakang, melainkan matanya menatap lurus ke arah langit dan membelakangi ledakan energi yang besar yang menghancurkan fisik Ganada tersebut.
Mata Barsha terpejam sejenak sambil tubuhnya tetap melayang di udara. Dia merasakan langit yang seolah begitu dekat dengannya. Dan, dia tersenyum sebagai salam terakhir untuk kakeknya, Ganada.
”Selamat tinggal Kakek, terimakasih karena selama ini sudah menjaga kedamaian dunia. Serahkan semuanya pada generasi selanjutnya.”
Dan, matahari di mirror world itu kembali bersinar terang dan awan yang menutupinya menghilang ditiup angin.