Pasukan Langit
Pertemuan Pertama dengan Aji
Splash!
Ada dimana ini? Draudo merasa kebingungan, sebelumnya dia berada di antara medan perang yang sangat sengit. Namun kenapa, sekarang berada di sebuah tempat yang penuh dengan rumput dan di pinggir pegunungan. Dimana ini? Draudo yang masih menjadi perubahan iblis itu menengok kesana dan kemari.
Di hadapan Draudo, ada dua pemuda yang tadi bertempur dengannya. Keduanya masih melayang di udara dan mereka berhadapan dengan Draudo.
”Apa yang terjadi barusan, kenapa kita berada disini?” suara besar Draudo nampak kebingungan dan menatap Aji yang yang masih tenang menatapnya.
Sebelumnya, Aji menarik baju Aaman ke belakang. Dan, saat Draudo yang berbentuk besar itu menerjang ke arah mereka berdua. Sebuah portal teleportasi muncul di belakang tubuh Draudo yang besar, dan portal itu bergerak sendiri dikendalikan oleh Aji untuk segera maju ke arahnya.
Jadi, mereka semua masuk ke dalam dimensi yang disebut Dunia Cermin. Tubuh Draudo yang besar itu menutui Aji dan Aaman yang ikut menghilang. Jadi, seolah yang hilang hanyalah Draudo karena kedua pemuda itu kecil, dan seperti tak terlihat karena saat itu Draudo sedang menghantam mereka berdua dan amat dekat.
Saat memasuki portal teleportasi, Draudo yang kaget tak menyangka bahwa mereka bertiga sudah berada di sebuah tempat yang aneh. Draudo bahkan merasakan bahwa itu adalah tempat yang bukan berasal dari dunia sebenarnya. Dia tidak bisa merasakan adanya energi dari kegelapan ataupun energi Lord Demon, Shura. Lalu, dimanakah dia sebenarnya berada?
”Tenanglah Draudo, kita berada di dunia yang tak terjamah. Kamu punya pilihan saat ini,” Aji melangkah di udara dan seolah berjalan di atas tanah, ”Kamu pilihlah, mati disini dengan tenang atau hidup disini dan berhenti melakukan kejahatan?”
Pemuda itu berani menawari seorang dari Sepuluh Iblis Pemusnah dengan tawaran aneh, pilihan untuk tetap disini dan berhenti berbuat jahat atau memilih mati? Apakah dia sedang bercanda?
”Aku tidak peduli dengan apa yang kamu katakan!” Draudo terlihat marah, ”Aku hanya perlu membunuhmu dan aku pasti kembali ke duniaku. Aku akan kembali menguasai seluruh dataran bersama Shura!”
Aji tersenyum, ”Kamu memang keras kepala, tidak seperti Jonas dan Marie yang memilih hidup dengan tenang disini.”
Draudo kaget dengan penjelasan Aji barusan, bagaimana bisa dia membicarakan soal Jonas dan Marie. Artinya, Jonas dan Marie apakah masih hidup dan berada di alam ini? Itu adalah pertanyaan yang tiba-tiba langsung keluar dari pikiran Draudo. Jika memang keduanya hidup dan memilih di sini, artinya mereka mengkhianati Shura.
”Kamu pasti bicara sembarangan, bagaimana mungkin kamu mengatakan soal Jonas dan Marie, mereka sudah mati! Jadi, jika kamu mengatakan bahwa mereka disini, itu adalah kebohongan!”
Benar juga, Draudo kemudian sadar pasti pemuda itu sedang berbohong untuk mengulur waktu agar dia kehilangan kemampuan perubahan iblisnya. Hal itu akan membuatnya kehilangan waktu untuk akhirnya kembali ke kekuatan awal, karena durasi Perubahan Iblis menggunakan waktu.
Pemuda itu, tentu tidak akan bisa mengalahkan Jonas dan Marie dalam pertempuran. Draudo paham, jika kedua orang itu bersatu maka mereka bahkan setara dengan kekuatan dari Lord Demon, Shura. Jika pemuda itu bisa mengalahkan mereka berdua, maka pemuda itu tentu akan seimbang jika bertarung dangan Lord Demon. Jadi, apakah hal itu mungkin? Itu pasti kebohongan!
”Ternyata, kamu masih tidak percaya. Jonas dan Marie sudah aku kalahkan. Mereka berdua menggunakan penggabungan dua kekuatan dan Marie memberikan kekuatannya dan dirinya bersembunyi dalam penghalang energi. Itu adalah kekuatan penyatuan mereka, tapi aku memecahkan penghalang milik Marie dan mengalahkan Jonas sekaligus.”
Bagaimana pemuda itu bisa tahu? Bahkan dia paham kekuatan Jonas dan Marie. Jonas dan Marie selalu berada di tempat persembunyiannya seperti mereka. Di dunia, Second World. Tidak mungkin mereka berkeliaran. Artinya, benarkah pemuda itu mengalahkan mereka berdua dan mengirim keduanya ke alam ini?
Aaman yang sejak tadi berada di sebelah Aji dan mendengarkan penjelasan Aji semakin bingung. Namun, dia sedang menerka sebenarnya apa yang sudah terjadi. Beberapa saat lalu, saat malam, Aji memang menghilang dari Pasukan Langit. Apakah itu berarti dia bertarung seorang diri melawan dua orang dari Iblis Pemusnah sekaligus?
Jika itu benar, Aji juga mengirimkan kedua Iblis Pemusnah ke dimensi ini. Aaman juga tidak paham dimensi apa yang mereka pijaki sekarang ini. Hanya saja, semua terasa damai dan tidak ada energi buruk di dalam dimensi ini. Bahkan, dia tidak merasakan adanya energi dari manusia dan hanya ada beberapa titik seperti tempat yang jauh yang memiliki energi.
Selepasnya, semuanya kosong dan seolah dunia yang tidak berpenghuni.
Aaman jadi berpikir sesuatu, jangan-jangan, menghilangnya sepupunya Barsha karena portal juga dipindahkan oleh Aji ke tempat ini. Itu bisa jadi benar, karena sebelumnya dirinya yang juga berpindah sangat mirip kejadiannya dengan kejadian Barsha dan juga Alicia.
Jadi, Aji. Dia adalah utusan dari dewa yang memang diutus untuk membantu para pendekar bela diri untuk menghadapi kekuatan dari kegelapan, Lord Demon. Seperti sebuah kisah legenda, dia adalah Pemukul Halilintar yang ditarik oleh Tuhan, dan ditugaskan untuk membantu umat manusia. Apakah hal seperti itu mungkin terjadi?
Sejak awal bertemu dengan Aji, saat itu Aaman mengingat sesuatu.
***
Kejadian itu berasal di sebuah tempat rumah makan yang ramai. Aaman sedang menikmati makanannya. Dia sedang bersantai dan menikmati makanannya. Dia sendiri sedang menyamar sebagai pasukan khusus pertahanan dan di bagian intelejen. Dia sedang menyelidiki perguruan Singa Hitam yang menurut laporan mereka bertindak semena-mena.
Perguruan Singat Hitam dilindungi oleh perguruan besar yaitu Bangu Emas, yang merupakan perguruan nomor dua di benua Orpris setelah perguruan milik Dasatama. Pasukan intelejen mencurigai kalau perguruan Singa Emas, adalah para pengikut dari Pasukan Kegelapan dengan menjadi Mondu.
Brak!
Seorang pendekar terbang dan membentur sebuah meja makan dan meja itu berantakan. Keributan terjadi lagi, Aaman berusaha tetap tenang dan tidak terbawa emosi. Dia kali ini sedang bertugas dan jangan sampai terlibat atau dia akan terbongkar identitasnya.
”Maafkan aku Tuan!” lelaki yang terlihat tua itu menuju ke tempat seseorang yang terluka setelah menabrak meja dan berantakan. Sosok yang dihajar adalah pelayan rumah makan itu, pemilik rumah makan paham dan memajukan kedua tangannya, meminta maaf kepada lima orang yang berlagak dan membawa senjata mereka semua. Mereka adalah para murid di perguruan Singa Hitam.
Seperti biasa, pasti mereka meminta uang pada rumah makan itu untuk upeti bagi mereka. Seolah-olah mereka yang menjaga keamanan di seluruh tempat itu. Semua orang yang berusaha harus menyetorkan sejumlah uang keamanan. Mereka selalu mengatakan akan menjaga daerah itu dan mengusir setiap penjahat. Jadi, itu adalah uang keamanan.
Para pedagang tak punya pilihan atau mereka akan diminta menutup usahanya, jika tak mampu membayar pajak yang dibebankan pada mereka.
Bug!
Pemimpn dari lima murid perguruan Singa Hitam itu menendak pundak pelayan tua itu hingga terjengkang ke belakang, ”Bayar sekarang tagihanmu! Telat satu hari maka kamu terkena denda dan harus membayar dua kali lipat!”
”Kami tidak punya Tuan, biarkan saya ambil sebentar,” pemilik rumah makan yang sudah tua itu ke dalam sebentar dan mengambil beberapa uang dan memberikannya pada pemimpin utusan itu. Pemimpin dari lima orang itu melihat uangnya, tagihan hari kemarin saja belum cukup. Dia terlihat marah dan wajahnya memerah.
”Kamu mempermainkan kami, Lelaki tua! Aku akan menghancurkan rumah makanmu ini!”
”Tapi Tuan, kami memang belum mendapatkan keuntungan, hari-hari ini sepi ...”
”Omong kosong!” pemimpin dari lima orang itu mengangkat tangannya dan bersiap memukul lelaki tua itu dengan sangat kuat. Energi yang meluap di tanganya bukti jika dia menggunakan kekuatan yang cukup besar.
Aaman tak kuasa lagi menahan hal itu, jika dia bergerak. Penyamarannya bisa ketahuan dan misinya bisa saja gagal. Namun, melihat ketidakadilan membuat tangannya segera mengepal dan aliran energi sudah terlihat tipis menyelimuti tangannya. Dia bersiap membantu pelayan tua itu.
Snap!
Sebuah tangan kekar sudah mencengkeram tangan pemimpin lima orang tadi. Tangan kekar itu sangat kuat bahkan murid dari Singa Hitam sulit untuk menariknya kembali. Seorang pemuda dengan baju sederhana sudah berdiri dengan tegap. Untunglah ada penolong, Aaman membuang energi di tangannya dan seolah tak terjadi apa-apa.
”Beraninya kamu menghalangi perguruan Singa Hitam! Ra ...”
Bug!
Belum selesai berbicara, lelaki itu sudah terpental beberapa meter dan terpental keluar rumah makan dan bergulingan di tanah. Empat orang sisanya maju dan menarik pedang mereka. Namun, hasilnya sama. Pemuda kekar itu maju dan sangat cepat, seolah dia diam saja namun dia sudah berada tepat di depan empar orang itu.
Wush!
Keempatnya sudah terpental dan bergulingan ke luar. Mereka semua terluka dalam yang serius karena dada mereka terasa sesak.
”Pulang kalian atau aku akan menghabisi kalian! Katakan pada pemimpin perguruan Singa Hitam. Hari ini, kalian akan dimusnahkan!”
Kelima orang itu tergopoh-gopoh berdiri dan pergi begitu saja. Pemuda itu berbalik dan duduk di dekat Aaman. Dia mengambil gelas dan menuang minuman putih, dia meneguknya perlahan.
”Kenapa kamu tidak membantu lebih cepat?”
Aaman kaget, dia merasa bahwa dia diperhatikan sebelumnya, ”Maafkan saya, saya sedang dalam penyelidikan dan jika terlibat masalah. Kami bisa gagal.”
Pemuda itu tersenyum, ”Namaku Aji, apakah kamu dari pasukan pertahanan lima benua dan di bagian intelejen?”
Aaman kaget, bagaimana dia bisa tahu, ”Na..., nama saja Aaman. Darimana anda tahu saya seorang pasukan pertahanan bagian intelejen?”
Aji tidak menjawab, dia minum air putih lagi, ”Bantu aku, aku butuh seseorang yang menghubungkanku dengan pemimpin asosiasi bela diri dan seluruh pendekar. Kita harus menghancurkan Lord Demon. Dia akan segera menyerang lima benua sebentar lagi.”
Apa-apaan ini, bertemu dan langsung mengutarakan soal Lord Demon yang bahkan itu hanya sekedar mitos. Atau setidaknya dua puluh tahun yang lalu sudah dikalahkan oleh Tiga Legenda.
”Bagaimana kamu bisa mengatakan hal ...”
”Ikut aku,” Aji tak peduli dengan perkataan Aaman, ”Kita akan memusnahkan perguruan Singa Hitam hari ini juga!”
Aaman teringat hal itu. Hari pertama dia bertemu dengan Aji. Dia datang dan hanya mengatakan satu hal, memusnahkan pasukan kegelapan. Dia juga berhasil memusnahkan perguruan Singa Hitam dalam hitungan menit. Dia adalah, Legenda Pemukul Halilintar. Itu yang dia katakan. Maka, kini Aaman mempercayainya.