Pasukan Langit
Teknik Pamungkas
”Aku tidak mau peduli dengan semua perkataanmu, hari ini kamu hanya akan mati di tanganku!” teriak Draudo dan kekuatannya mengliri seluruh tubuhnya, juga dengan delapan tangan di punggungnya. Dia bersiap untuk memfokuskan dirinya membunuh Aji. Soal Jonas dan Marie itu bisa saja benar.
Kenapa demikian? Karena Draudo sudah merasakan kekuatan dari Aji tersebut. Dia mungkin saja adalah seorang pemuda yang dikatakan laporan selama ini telah membuat banyak rencana dari Lord Demon digagalkan. Bisa jadi, pemuda inilah simbol kunci dari semua hal yang menjadi rusak dalam rencana pasukan kegelapan selama ini.
Draudo mengeluarkan kekuatan penuh, dari tangan delapan di belakang punggungnya keluar metal kuat yang tajam dan semuanya di pedang pada masing-masing tangan yang berjumlah delapan itu. Semuanya membentuk senjata pedang dengan ketajaman yang tinggi dan dipenuhi asap kegelapan.
Senjata milik Draudo menebas Aji yang sudah bersiap. Namun, serangan tebasan dari pedang di tangannya itu mengenai kekosongan. Aji sudah bergerak di sisi belakang Draudo. Kecepatannya seperti seorang asasin yang kuat.
Delapan tangan di punggung Draudo segera menyabet Aji dengan cepat. Namun semua dihindari oleh Aji. Aji mundur beberapa langkah. Draudo melompat salto ke belakang dan menerbangkan tubuhnya mengikuti arah mundurnya Aji. Draudo berputar sambil delapan tangan di belakang punggungnya ikut berputar jadilah seperi gerigi yang berputar kencang mengarah ke arah Aji.
Aji menahan dengan tongkatnya, semua dapat ditahan dan meskipun Aji juga mundur beberapa langkah terus-menerus. Hal itu karena Draudo menggunakan sepuluh tangan untuk menyerangnya sekaligus. Dua tangan di depan dan delapan tangan metal di belakang punggungnya.
Tangan di punggung Draudo bahkan bisa memanjang karena itu adalah kekuatan dari kegelapan yang sudah menyatu dengan pikirannya.
Srak! Klang! Klang!
Benturan antara tongkat dan sepuluh tangan Draudo tarjadi. Mereka bergerak dengan lincah dan cepat. Serangan mereka saling bertemu dan berpindah tempat ke sisi tempat lain. Kadang bertemu di udara dan kadang bertabrakan di tanah.
Serangan demi serangan gencar dilakukan. Semuanya ingin sama-sama mengakhiri pertempuran dan ledakan pun terjadi dimana-mana. Aaman hanya bisa melihat pertempuran kuat itu, dia sendiri akan kesulitan menghadapi satu dari Sepuluh Iblis Pemusnah tersebut.
Aji, dia mampu mengimbangi dengan baik, bahkan bisa jadi Aji lebih tinggi kekuatannya. Hal itu terlihat dari ketengan Aji saat bertarung melawan Draudo tersebut.
Tubuh Draudo yang besar tidak membuat gerakannya lambat, seluruh pergerakannya bahkan meningkat dengan drastis. Di sisi Draudo, dia seperti gelisah pada sesuatu. Benar! Dia sudah dalam ambang keterbatasan menggunakan kekuatan dengan Ultimate Demon Transform. Dia harus melakukan serangan kejutan dan serangan yang kuat untuk mengakhiri pemuda itu. Jika berlama-lama, maka dialah yang akan mendapatkan kerugian dari pertarungan ini.
Jurus terakhir yang sudah dipelajarinya di tempat pengasingannya harus dikeluarkan segera. Banyak jurus yang sudah dilatih oleh Draudo di tempat pengasingan. Namun, beberapa tidak digunakan karena pasti bisa dipatahkan oleh pemuda bernama Aji itu.
Selain itu, melawan pemuda itu denan jurus rahasia pun tidak akan mempan. Maka, dia akan menggunakan satu kekuatan yang sangat kuat yang sudah dipelajarinya. Kekuatan terbesar itu adalah kekuatan tertinggi yang pernah dilatih oleh Draudo.
Sudah cukup sampai disini, Draudo tidak boleh kehabisan waktu. Kalahkan pemuda bernama Aji dan pergi kembali dari dunia aneh ini. Dia akan bisa mendapatkan perlindungan saat keluar dari tempat ini. Begitulah pikiran Draudo saat ini.
Draudo segera mengangkat tangannya, menyatukannya di depan tubuhnya. Sama seperti delapan tangan di punggungnya. Semuanya menyatu dengan pasangan dari sisi lain. Artinya ada lima pasangan tangan yang semuanya saling berhadapan dengan mempertemukan bagian kanan dan kiri.
Energi mulai terlihat kehitaman dan keluar dari tubuh Draudo. Dia hendak mengumpulkan energinya yang kuat dan segera menyelesaikan pemuda itu dengan cepat. Waktunya terbatas, dia tak mungkin sanggup menahan kekuatan ulitmate Demon Transform terlalu lama. Ini harus diakhiri secepatnya.
Klon Kegelapan!
Tubuh raksasa milik Draudo pecah dan membentuk gumpalan hitam berjumlah sepuluh yang terpencar di berbagai tempat. Gumpalan itu sama besarnya dan masih ditutupi selubung pekat dan aura hitam. Gumpalan hitam itu seperti angin yang berputar dan masih membentuk sebuah bentuk yang masih akan berubah.
Benjolan-benjolan menyembul dari semua sisinya dan menjadi bentuk tak beraturan. Semua gumpalan berjumlah sepuluh semakin aktif dan bergerak kacau.
Splash!
Ledakan dari masing-masing gumpalan, pecah berantakan. Dan semuanya dari masing-masing gumpalan hitam itu muncul makhluk besar yang sama bentuknya seperti Draudo sebelum berpecah. Dia mengubah dirinya menjadi sepuluh bagian dan semuanya sama. Sepuluh bentuk monster besar dan semuanya bersiap untuk menghabisi Aji dalam kecepatan waktu.
Draudo hanya akan membunuh Aji, itu targetnya. Sepuluh bentuk dirinya juga sama memiliki masing-masing delapan tangan di belakang punggungnya seperti kaki laba-laba namun berbentuk metal dan memiliki kekuatan yang besar dan ujung yang tajam.
Aji bersiap, dia merasakan aura membunuh yang kuat dari kesepuluh makhluk raksasa itu. Dia merasakan bahwa mereka bukanlah sebuah bayangan atau misalnya satu asli dan lainnya adalah sekedar bayangan atau palsu. Semuanya dilihat oleh Aji, mereka semua memiliki esensi yang sama yaitu energi kegelapan yang hidup dari tiap-tiap makhluk besar itu.
Kekuatan para Iblis Pemusnah memang mengerikan. Sebelumnya, Aji menghadapi Jonas dan Marie sudah kesulitan dengan metode teknik yang mereka gunakan. Aji harus berusaha keras untuk membongkar kekuatan dari Jonas, dengan mengambil kesempatan menggunakan Marie sebagai pemisah dua kekuatan yang bersatu.
Kali ini, Aji menghadapi musuh yang juga kuat. Mampu menggandakan diri dan memiliki kekuatan yang sama besar di antara mereka. Ini akan menjadi pertempuran yang merepotkan baginya. Namun, dia juga tahu satu hal. Kekuatan para penganut kegelapan tidak akan bertahan lama dan kekuatan mereka juga memiliki batas saat menggunakan Demon Transform.
Jika Aji tak bisa mengalahkannya, dia hanya perlu mengulur waktu hingga batas waktu kekuatan dari Demon Transform berakhir. Iya, itu benar. Mengulur waktu jika itu adalah kesempatan baginya untuk bisa menang.
Di sisi lain, Aaman tak percaya dengan kekuatan para pasukan kegelapan. Satu di antara anak buah dari Lord Demon sendiri saja sudah begini susahnya untuk dikalahkan. Dia bisa mengubah bentuk menjadi banyak klon, raga dan jiwa. Semua memiliki raga dan jiwa masing-masing. Bagaimana itu bisa terjadi?
Mereka benar-benar monster!
Tidak ada waktu untuk memikirkan mengalahkan monster itu, Draudo sudah menerjang ke arah Aji. Mereka melunjur bergantian dan beriringan. Mereka manargetkan Aji, Aji menggunakan kecepatan ultimate ghost speed, dia mempelajarinya kekuatan itu yang merupakan langkah dari seorang assassin. Langkah yang sangat cepat namun seolah penggunanya tidak bergerak sama sekali.
Langkah-langkah cepat Aji menghindari serangan dari satu Draudo, Dua Draudo dan tiga lainnya terus menyerang bergantian, mencari titik lemah Aji saat menghindar. Namun, Aji masih saja bisa menghindari setiap serangan, meskipun para Draudo raksasa itu terus menutup pergerakan Aji, dan mencoba melihat pergerakan Aji saat menghindari setiap serangan.
Draudo semakin meradang, bagaimana bisa sepuluh kekuatannya dengan tangan sepuluh tiap masing-masing tubuhnya, masih tidak bisa menangkap tubuh Aji?
Kemurkaan Draudo semakin meningkat. Dia mencoba mengepung Aji yang masih melayang di udara. Para Draudo itu menggunakan delapan tangan di punggungnya sebagai tenaga penggerak booster untuk mempercepat kekuatan dari tubuhnya menjadi delapan kali lebih cepat. Delapan tangan di punggung tiap tubuh Draudo berputar seperti mesin bor, atau kipas yang memberikan dorongan kekuatan kegelapan.
Benar saja, kecepatan dan kekuatan tubuh Draudo meningkat drastis. Mereka menerjang dengan sangat cepat. Aji mulai merasakan bahwa dia ditekan, mereka menggunakan kecepatan tinggi dan kekuatan damage yang besar. Aji menghindari serangan tajam dari salah satu Draudo, dia melompat ke atas. Di atasnya serangan tangan yang sudah membentuk senjata mengarah ke tubuhnya.
Aji meliuk menyambing, dari samping dua lagi tubuh Draudo menghadang Aji dengan masing-masing tangan. Serangan dari dua Draudo yang cepat itu sulit dihindari Aji. Aji menguatkan kedua tangannya untuk menahan serangan dari keduanya.
Bug! Boom!
Serangan itu mengentai kedua tangan Aji yang maju dan dilapisi kekuatan shield pertahanan. Namun, Aji tetap terpental jauh dan membuatnya melesat ke belakang dan membentur tanah hingga Aji bergulingan dan benturan di tanah terdengar keras. Asap mengepul di tempat Aji jatuh, sepuluh Draudo mendekat ke arah Aji jatuh dengan berjejer, dan bersiap melakukan serangan tambahan.
Asap mulai menghilang dan Aji bangun dan bersiap kembali. Sepuluh Draudo masih terlihat memajukan kedua tangannya masing-masing. Delapan tangan di punggung mereka masih saja berputar kencang. Dari tangan di depan mereka muncul energi.
Sepertinya itu adalah serangan kuat yang akan mereka keluarkan. Cahaya kegelapan mulai terlihat dan semuanya menyerang tubuh Aji yang masih berdiri.
Woosh!
Serangan energi kegelapan dari sepuluh Draudo mengarah ke Aji dengan kecepatan tinggi. Bagi Aji, jika ada musuh yang ingin beradu kekuatan, maka tidak ada jalan lain dan tidak boleh lari. Aji mengumpulkan kekuatan dengan menarik tangan kanannya ke belakang. Dia juga harus mencoba jurus teknik baru yang belum pernah digunakannya untuk melawan musuh.
Energi lingkaran cahaya di kepalan tangan kanan Aji bergumpal cepat, di sekeliling energi cahaya itu juga ada sengatan listrik dan juga beberapa warna yang mengitari energi itu. Aji mengeluarkan kekuatannya dan bersiap menerjang kekuatan dari sepuluh Draudo yang mengarah padanya dengan energi kegelapan.
Magic Thunder Fist!
Splash! Boomm!
Energi saling berbenturan dan kekuatan yang dahsyat itu seperti membuat bumi bergoncang dan langit bergetar. Aaman pun terdorong ke belakang dan dia menggunakan kekuatan defensifnya untuk menahan efek ledakan dari dua energi besar itu.
Aaman tak mengira dia akan melihat pertempuran yang begitu dahsyat tersebut. Dia bahkan sulit untuk membantu Aji dalam pertarungan itu. Dia melihat Aji mengeluarkan kekuatan Pemukul Halilintar, dan ditambah dengan magic shield. Itu adalah dua kekuatan yang bisa dibilang penyatuan dari warrior dan mage.
Aji malampaui ekspektasinya. Selama ini dia tidak melihat betapa Aji adalah sosok yang sangat kuat dan seolah dia menyembunyikan kekuatan sebenarnya. Jika saja semua pendekar dari semua ahli di dunia ini satu-persatu melawan Aji. Tidak akan ada yang mengalahkan Aji dan Aji bisa menjadi satu-satunya ahli bela diri terkuat. Itu adalah pujian Aaman dengan kemampuan Aji saat ini.