Pasukan Langit

Wanita yang Istimewa

Pasukan kegelapan yang sudah diserap energi kegelapannya menjadi lemah. Mereka tak lagi kuat untuk membantu pasukan bela diri, untuk menahan kekuatan dari energi pekat yang kini masih ditahan oleh pasukan bela diri.

Pasukan kegelapan yang semula sombong dan bahkan membunuh para pendekar. Kini, mereka malah menjadi beban dan harus dilindungi oleh mereka. Betapa malunya mereka, kejahatan yang mereka lakukan benar-benar membuat mereka tak lagi memiliki muka, karena sekarang mereka dilindungi oleh para pasukan bela diri.

Penyesalan selalu datang belakangan. Mereka baru menyadari bahwa kesombongan yang selalu mereka banggakan adalah sebuah fatamorgana. Saat terjatuh, mereka ternyata menyadari begitu lemah dan butuh bantuan orang lain. Kini, nyawa mereka bahkan terancam, dan kekuatan kegelapan seolah akan melahap mereka.

”Sempurna! Ha... ha... ha...!” tawa Lord Demon menggelegar, kekuatan yang meluap-luap dalam dirinya sudah ditunggunya puluhan tahun. Kekuatan yang tiada taranya. Kekuatan yang dikumpulkan lebih dari satu juta pengikut kegelapan, dan mereka semua hanya wadah. Kekuatan mereka menyatu dalam diri Lord Demon saat ini.

Kekuatan maha dahsyat yang akan mengguncang dunia dan membuat sejarah baru bagi peradaban di Lima Benua.

Lord Demon mengepalkan kedua tangannya. Kekuatan tersalurkan dan semua penghalang dari energi kegelapan yang dikumpulkan oleh semua pasukan bela diri. Kekuatan yang menahan kekuatan gelap milik Lord Demon itu pecah berkeping-keping dan semua pendekar terpental dan energi mereka terasa tak lagi kuat menahan kekuatan dari Shura.

Krak! Blaarr!

”Mulai sekarang, menyerahlah dengan sukarela. Kematian kalian semua tidak akan menyakitkan lagi. Dan, selamat datang di dunia yang penuh dengan keadilan!”

Kekuatan ledakan energi kembali disalurkan oleh Shura. Ledakan energi kegelapan mulai menyebar seperti angin dari tubuh Lord Demon. Energi itu terus menyebar dan kembali mengisi seluruh tempat di sekitarnya dan terus bergerak menuju para pendekar kegelapan dan pendekar bela diri.

Energi yang menyebar itu membentuk areal meluas dan tujuan dari Shura adalah mencapai semua tempat yang sudah ditutupnya dengan kekuatan penghalang. Mereka yang terkena serangan energi kuat dari perpaduan energi kegelapannya ditambah dengan kekuatan artefak Blood Supreme. Semuanya akan musnah dalam beberapa waktu yang singkat.

Dasatama yang melihat hal itu sebagai seorang pemimpin bela diri. Dia seolah bertanggungjawab atas semua kekacauan yang terjadi. Dia melompat ke depan dan dengan segenap kekuatannya. Dia menyalurkan kekuatan tertingginya.

Pedang yang diangkat ke langit oleh Dasatama menciptakan energi besar dan halilintar yang terlepas hingga ke langit. Kekuatan itu seolah adalah tingkatan tertinggi dalam kekuatan seorang pendekar bela diri dengan tingkat yang melampaui surga. Pedang itu memanjang dan  menembus penghalang milik Shura.

Shura merasakan kekuatan besar itu. Tidak salah, sosok yang akan melakukan serangan itu adalah sosok God of War. Sosok yang paling disegani di seluruh pasukan bela diri. Sayangnya, dia harus berhadapan dengan Shura. Sosok yang sudah lebih lama menyerap energi kegelapan. Ditambah, kini dia memiliki kekuatan dengan sempurna. Penyerapan artefak Blood Supreme yang sempurna ditambahk kekuatan penyerapan dari energi para prajuritnya.

Kekuatan yang bahkan melampuai seluruh pendekar di seluruh dunia ini. Jadi, bagi Shura. Prajurit yang sudah dilatih dan diajarkan kekuatan kegelapan semenjak puluhan tahun yang lalu tidak lain hanyalah bidak. Mereka semua disiapkan untuk mengumpulkan energi kegelapan dari seluruh dunia untuk dirinya.

Semua prajurit dari Shura, tidak lebih berharga dari apapun. Kecuali, mereka adalah budak yang dia pelihara untuk menyerap energi dari seluruh tempat. Lalu, mereka akan dikorbankan dan menjadi tumbal bagi kekuatan sempurna miliknya. Itu semua pelengkap, untuk menjadi Tuhan bagi dunia ini dan hidup dengan titel sebagai Raja dunia dan mengatur kehidupan dengan penuh kedamaian.

Serangan yang kuat dihempaskan oleh Dasatama. Dia mengarahkan pedangnya ke depan dan berharap energi yang dahsyat dari seluruh kekuatan yang dipersiapkannya dapat memberikan efek pada Shura, Lord Demon.

Serangan itu bergerak dengan energi yang sangat panjang menembus awan. Udara bergemuruh mengelilingi energi yang dilesatkan ke arah Lord Demon. Serangan dengan pendar cahaya yang membuat mata silau dan memekakkan telinga karena gemuruh dahsyat suaranya.

Bruush!

Serangan energi mengarah ke arah Lord Demon. Terus begerak dan mendekati dengan energi yang sangat besar. Enegi kegelapan yang semula menyebar dan ingin menghancurkan siapapun yang terkena efek kekuatan dari penghancur semesta milik Lord Demon. Energi kegelapan itu tersibak dengan tekanan energi kuat dari Dasatama.

Dari atas, energi itu terus merangsek ke arah Lord Demon dan kegelapan yang menyebar. Awan dari energi kegelapan seolah pecah dan buyar karena efek energi. Semua orang berpikir bahwa itu berhasil.

Kabut gelap yang meleburkan raga itu tersibak energi Dasatama, dan energi pedang milik Swordmanship Dasatama kini mengarah pada Lord Demon.

Lord Demon tidak bergerak sama sekali dan seolah ingin menahan kekuatan besar dari serangan Dasatama itu.

Klap!

Saat energi besar dari kekuatan tertinggi Dasatama itu mengarah dan dekat dengan Lord Demon. Lord Demon bahkan hanya mengangkat satu tangannya untuk menahan energi panjang dan besar dari Dasatama. Dia menangkapnya dan menahan dengan kekuatan kegelapan dari tangan kanannya dengan mudah.

Energi serangan dari Dasatama tertahan dengan kekuatan energi Lord Demon. Enegi besar itu tertahan di atas kepala Lord Demon yang bentuknya energi besar memanjang tersebut.

”Masih butuh waktu lama bagimu, War of God! Butuh waktu puluhan tahun lagi untukmu bisa berjalan seimbang denganku! Kali ini, kamu harus mengakhiri perjuanganmu disini!”

Kratak!

Energi yang ditahan oleh Lord Demon mulai retak.

Dasatama terlihat mempertahankan kekuatannya agar bisa menghempaskan Lord Demon dengan kekuatan besar itu. Dia terus menekan dan menguatkan kekuatannya dengan penyerapan energi alam yang terus-menerus dilakukannya.

Namun, Lord Demon bahkan seolah tidak kesulitan sama sekali. Dia bahkan menguatkan tangannya dan memecahkan energi pedang besar milik Dasatama. Dan, energi pedang itu pecah berkeping-keping hingga membuat Dasatama kehilangan aliran energi pedangnya dengan sambungan energi yang besar itu.

Dasatama kelelahan, butuh waktu untuk memulihkan kekuatannya kembali. Bahkan, kekuatan yang sangat kuat dan dipersiapkannya dengan baik. Tak bisa menggores sedikitpun pada tubuh Lord Demon.

”Sudah cukup perlawanannya! Kali ini, biarkan aku yang menggunakan kesempatan balik menyerang. Kalian semua, istirahatlah dengan tenang! Aku akan membangkitkan kalian kembali dan menjadikan kalian semua budakku!”

Tengan kanan Lord Demon mengepal ke langit. Energi kegelapan pekat di genggaman tangan kanannya. Energi dipersiapkan dengan baik, energi itu seperi meledak-ledak, menciptakan tekanan yang dirasakan oleh semua seniman bela diri yang terkurung dalam lingkaran energi perangkap yang dibuat oleh Lord Demon.

Tekanan itu juga mampu dirasakan semua orang. Shura menarik tangan kanannya itu ke belakang dengan menarik sikunya. Dia bersiap menghempaskan energi yang sangat besar bagi kekuatannya. Lord Demon bersiap dan tubuhnya mengeluarkan energi kegelapan yang terus berpendar-pendar.

Lord Demon melompat turun ke tanah dan menghantamkan pukulan kekuatan kegelapan dengan segenap kekuatan penuhnya.

Pukulan Lingkaran Kegelapan, Black Hole Fist!

Boooommm!

Ledakan kuat terjadi dan tanah di sekitar Lord Demon pun pecah. Gemuruh yang luar biasa, langit yang seolah penuh kekacauan, bumi bergetar dan goncangan maha dahsyat terjadi. Kekuatan itu seperti kekuatan penghancur yang bisa meledakkan satu benua sekaligus.

Saat goncangan terjadi dan semua pendekar kehilangan pondasi dari tempatnya berdiri. Saat itulah, kegelapan menyebar dengan sangat cepat. Semua pendekar melihat hal itu, awan gelap mulai menyebar dari ledakan dimana Lord Demon menghantamkan pukulannya di tanah tadi.

Energi gelap menyebar dan  menyapu bersih apapun yang ditemuinya. Para pendekar dalam jangkauannya yaitu pasukan kegelapan yang paling dekat dengan Lord Demon kini menjadi sasaran utama. Mereka mulai hilang ketika dilewati oleh kegelapan yang disebarkan Lord Demon.

Teriakan dan juga hancurnya tubuh mereka dilihat oleh semua orang. Kengerian terus menyebar dan semua pendekar mulai panik. Tak adakah yang bisa mereka lakukan? Apakah mereka semua akan menerima kematian mereka dengan pasrah dan tak usah melawan lagi karena melawan kekuatan itu seperti mustahil bagi mereka.

Semua pasukan bela diri tertahan di dekat penghalang yang tak bisa ditembus. Mereka seolah bersiap menghadapi kematian mereka. Namun, mereka tak mau menyerah. Mereka bersiap dengan kekuatan yang mereka miliki. Semuanya, kini hanya berharap keajaiban dan mempersiapkan kekuatan mereka untuk menahan kekuatan kegelapan yang sedang mengarah pada mereka semua.

Kegelapan itu terus melahan pasukan kegelapan satu demi satu, dan teriakan mereka cukup memprihatinkan. Teriakan minta tolong menggema di semua tempat. Dan tawa Lord Demon terdengar dalam kegelapan kabut dan dia pun melompat ke atas kembali. Dia terlihat tertawa di atas gumpalan awan hitam tersebut.

”Gayatri, ini sudah saatnya bagiku untuk pergi! Tolong jaga rekan-rekan kita untuk ke depannya. Aku akan coba menghentikan Shura!” Aji menoleh ke arah Gayatri. Dalam kekacauan yang terjadi dan teriakan minta tolong yang menggema disana-sini. Aji menganggukkan kepalanya pada Gayatri sebagai bentuk rasa percaya dirinya, dan berhadap Gayatri bertindak dengan bijaksana.

”Tapi ..., apa yang akan kamu lakukan Aji?” tanya Gayatri penasaran. Dia tahu, tak ada yang bisa dilakukan saat ini. Bahkan, Dasatama tak bisa sedikitpun menggores Lord Demon. Kekuatan mengerikan yang dikeluarkan Lord Demon adalah energi kuat yang dahsyat, dan seolah tidak ada lagi yang bisa menghentikannya.

Aji tersenyum, ”Ingatlah ini Gayatri, selama manusia hidup. Mereka tidak boleh kehilangan harapan. Jika harapan itu sudah dirasa tidak ada, maka dia sendiri yang harus menciptakan harapan itu.”

Aji, tanpa disadari oleh siapapun. Dia mengeluarkan energi dengan kekuatan penuh yang terkumpul dari tangannya. Aji memejamkan matanya sejenak, lalu matanya membuka kembali. Saatnya untuk mengakhiri semuanya, itu adalah apa yang dipikirkan Aji saat ini.

Kekuatan terkumpul. Itu adalah kekuatan yang besar. Apa yang dipikirkan Gayatri selama ini terjadi. Kekuatan Aji memiliki warna seperti pelangi. Itu sangat kompleks. Kekuatan yang bahkan seperti sudah dilatih selama seratus tahun. Kekuatan yang ada dalam diri Aji itu adalah kekuatan yang sulit dicerna oleh pikiran Gayatri.

Energi yang meledak di dalam tubuh Aji seolah meresonansi semua energi alam dan menyatu dengan sangat kuat. Aji..., apakah kamu adalah seorang pendekar bela diri yang kembali dari masa lalu, dan ditugaskan untuk membersihkan kekacauan yang disebabkan Lord Demon?

”Tunggu Aji, apakah ..., kita akan bertemu lagi?” pertanyaan itu tiba-tiba keluar begitu saja dari bibir Gayatri.

Aji sudah membelakangi Gayatri dan berjalan perlahan, ”Aku tidak tahu Gayatri, aku senang dalam sisa hidupku. Aku pernah bertemu dengan wanita sepertimu. Itu akan menjadi kenangan yang indah untuk bisa dilupakan.”

Angin berhembus, kekuatan besar terhubung ke tubuh Aji. Dan dia pun melompat ke arah kegelapan kabut yang mulai terus menerjang. Di udara, Aji menarik tangan kanannya dan tangannya mengalirkan energi cahaya yang menyilaukan, dan percikan halilintar terlihat mengelilingi Aji.

Misi hidupnya, detik ini akan dimulai. Saatnya menyelesaikan tugasnya!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!