Pasukan Langit
Dimana Ini?
Semua orang kaget dan melihat ledakan kuat yang menggoncang bumi sekali lagi. Pemuda itu, apakah dia sudah hancur berkeping-keping? Kabut nampak mengepul di mana kekutan dahsyat Lord Demo menghantam tubuh Aji.
Gayatri dan Alicia nampak kelelahan, mereka berusaha sekuat tenaga menahan kekuatan serangan Lord Demon. Namun, kekuatan mereka tak sanggup menahannya. Kekuatan yang sangat dahsyat dan mereka tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Lalu, bagaimana dengan Aji?
Ledakan itu masih meninggalkan asap yang mengepul. Lord Demon nampak tersenyum. Pasti, dia mengira bahwa pemuda itu sudah hancur dengan kekuatan besarnya. Selain itu, dia tidak melihat pemuda itu pergi dari serangannya, karena tidak ada energi yang keluar dari serangan itu.
Jika dia memang kuat dan masih hidup, dia pasti menahan serangan itu dan setidaknya dia terluka.
Kabut mulai menipis, semua orang belum ada yang berani bersuara. Mereka semua mengira pasti pemuda itu binasa. Serangan sekuat itu tentu saja akan menghancurkan tubuh pemuda itu. Bahkan, ledakan itu efeknya sangat besar. Semua pendekar bela diri sudah menjauh dan mereka semua dekat dengan penghalang energi yang pecah sebelumnya.
Jika pemuda itu binasa, apakah Lord Demon akan melakukan hal yang sama dan mengurung mereka lagi dalam penghalang yang dibuatnya? Lalu, dia akan menggunakan kekuatan penghancur semesta seperti sebelumnya. Jika demikian, maka nyawa mereka kembali terancam dan mereka harus segera lagi.
Lord Demon mengangkat tengan kanannya ke atas, semua pendekar mulai khawatir. Namun, saat itu juga, sebuah cahaya menyembul kuat dari sisa-sisa kabut, dimana Aji diledakkan sebelumnya. Sesosok manusia bercahaya menerjang cepat ke arah Lord Demon dengan kecepatan tinggi.
Shura kaget akan kekuatan sosok itu, dia pun menarik tangannya dari atas dan menciptakan penghalang energi dua meter di depannya. Persis saat itu sosok yang dipenuhi dengan energi kuat dari tubuhnya itu mendaratkan pukulan kuat di dinding penghalang itu.
Krak! Pyar!
Penghalang itu tembus dan pecah. Tidak mungkin! Lord Demon merasakan bahwa kekuatan pukulan itu mendekat ke arahnya. Penghalang kuatnya bahkan bisa pecah dan tembus. Pemuda itu, kini saat wajah itu teramat dekat. Lord Demon mengingat sesuatu, kenapa dia mirip dengan seseorang yang sangat dikenalnya di masa lalu.
Splash!
Serangan kuat dari sosok itu, tak lain adalah Aji. Tangan kanannya mengepal dan mengarak pada Lord Demon. Lord Demon atau Shura menyelimuti kedua tangannya dengan aura defensif yang kuat, untuk menghadang serangan pukulan dari sosok pemuda itu.
Berbarengan dengan tangan kanan Aji yang menyerang Shura. Tangan kanan Aji menyamping di sisi tubuhnya dan membentuk sebuah portal teleportasi di belakang tubuh Shura. Sebuah portal besar tercipta setinggi lima meter.
Shura menahan serangan pukulan kuat dari pemuda itu. Benturan energi terjadi, tapi bukan itu tujuan dari Aji. Dia mendorong dengan energi besar dan bukan untuk melukai Shura. Dia mendorong tubuh Shura dengan kuat dan mereka berdua masuk ke portal teleportasi yang dibuat oleh Aji, di belakang punggung Shura. Keduanya memasuki portal teleportasi tersebut dan menghilang.
Portal itu menghilang setelah keduanya masuk ke dalam portal, dan meninggalkan keheningan di antara para pendekar di bawah sana yang seolah tak percaya. Apa yang akan terjadi selanjutnya dan apakah ini semua berakhir begitu saja? Atau ..., Lord Demon akan datang kembali dan akan menyebabkan kekacauan lagi.
Apapun yang terjadi barusan, para pendekar masih bertanya-tanya. Apa yang baru saja terjadi, seolah perang besar sejak pagi terjadi tidak dirasakan lagi. Semua serba aneh, ending ini sungguh membingungkan bagi para pendekar bela diri. Mereka juga menemui para pendekar kegelapan yang kini sudah melemah karena kekuatan kegelapan mereka menghilang.
Mereka semua masih terpaku dan masih mencoba menerka, apa lagi yang akan terjadi selanjutnya? Mereka masih belum bisa berpikir jernih untuk melakukan sesuatu setelah kejadian yang menghilangkan Lord Demon dan pemuda itu. Mereka lenyap dan menghilang begitu saja ke dalam sebuah portal yang tiba-tiba terbentuk.
***
Tidak mungkin!
Barsha tak bisa berkata apa-apa lagi. Bagaimana dia begitu keras kepala dan menghadapi Lord Demon sendirian?
Barsha tahu kemana arah portal yang diciptakan oleh Aji untuk menghilangkan Lord Demon dan dirinya bersamaan. Itu pasti adalah portal menuju tempat yang pernah dia masuki bersama dengan Alicia di tempat Mirror World.
Tempat yang merupakan cermin dari kehidupan ini. Di sana, tidak akan ada kerusakan selama dunia nyata disini juga aman. Aji ingin menyelamatkan semua oran dan berkorban membawa Lord Demon masuk ke dimensi kaca tersebut. Dia pasti sekarang tengah bertarung habis-habisan dengan Lord Demon.
Tempat yang dibuka oleh Aji untuk mengirimkan Jonas dan Marie, dan membuat mereka hidup disana bersama.
Barsha mencari Alicia. Dia bergerak cepat dan mencari keberadaan Alicia. Di sana, dia melihat Alicia sedang bersama dengan Gayatri. Keduanya sedang memulihkan diri akibat menahan serangan kuat dari Lord Demon tadi.
”Gayatri, apakah kamu bisa membuat portal ke Mirror World?” tanya Barsha dengan cepat, napasnya masih memburu.
Alicia menatap wajah Barsha, ”Aku tidak bisa menembus portal ke Mirror World, Barsha. Dimensi itu terlalu aneh untuk dibuka, tidak sembarangan orang bisa menembus dimensi cermin itu. Mungkin di dunia ini, hanya Aji yang bisa melakukannya.”
Barsha pun pucat wajahnya. Ini tidak mungkin! Jika Alicia yang memahami kekuatan ruang saja menyerah untuk memasuki portal teleportasi ke dunia cermin, dan tidak bisa menembuskan karena terlalu rumit. Maka, tidak ada peluang lagi bagi para pendekar untuk membantu Aji di Mirror World.
Artinya, semuanya kini bergantung pada kekuatan Aji untuk menghentikan sendiri kekuatan dari Lord Demon. Barsha pun tak bisa berbuat apa-apa lagi, dia menatap langit dan langit teramat cerah. Perang sudah berakhir disini, namun tidak di dimensi yang lain. Di mana kepastiannya, perang besar antara Aji dan Lord Demon sedang pecah.
”Ketua, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita harus membereskan kekacauan ini dan juga menahan para pendekar dari pasukan kegelapan yang tersisa,” ucapan dari Gayatri itu mengagetkan Barsha.
Benar, biarlah Aji berjuang dan berikan kepercayaan. Dia juga mempercayakan sisa pertarungan disini pada para pendekar. Pasukan Langit harus ambil bagian menyelesaikan kekacauan yang terjadi.
Jadi ..., ayo bergerak!
***
Apa yang terjadi? Sebuah tempat yang sangat sunyi dan bahkan tidak ada energi kehidupan dari manusia. Shura didorong begitu jauh hingga dia berada di sebuah tempat yang aneh. Pemuda itu melepaskan tekanan pada serangannya dan mementalkan Shura cukup jauh.
Mereka berdua melayang di udara dan berjarak sekitar 10 meteran.
”Pemuda! Di mana kita berada? Apakah kita sudah mati?” tanya Shura penasaran. Dia benar-benar tidak tahu dimana tempat itu, di atas padag rumput yang sejuk dan dikelilingi hutan serta gunung yang menjulang tinggi.
Tidak energi kehidupan yang dirasakan oleh Shura. Kemana energi semua manusia? Kenapa dia tidak merasakannya. Apakah ini dunia yang disebut dunia kedua setelah kematian? Tidak mungkin! Shura memperhatikan tubuhnya, masih utuh dan kulitnya masih merasakan saat dia menepuknya.
”Tidak usah bingung Shura!” Aji tersenyum pada Shura, ”Ini adalah tempat yang kamu cita-citakan. Dunia yang tidak ada lagi kejahatan. Bukankah itu mimpimu Shura?”
Shura kaget dengan penjelasan pemuda itu. Seolah-olah dia adalah orang yang sangat mengenal dirinya. Dunia ini memang penuh dengan kedamaian dan tidak ada kehidupan manusia. Namun, bukan dunia seperti ini yang diinginkannya. Apakah ini adalah ilusi yang diciptakan pemuda itu?
Ilusi yang seolah-olah ini adalah kenyataan. Apa mungkin dirinya bisa terperangkap dalam ilusi? Sungguh tidak mungkin. Dia juga masih memiliki artefak Blood Supreme, harusnya artefaknya itu memberikan sinyal kalau dirinya dalam ilusi.
Ini bukan ilusi, melainkan dunia nyata.
”Siapa kamu sebenarnya? Katakan, atau aku akan mengakhiri nyawamu disini!” teriak Shura penuh kemarahan.
”Kamu tidak pernah berubah Shura! Bahkan setelah hampir 90 puluh tahun. Kamu masih saja seperti itu.”
”Apa katamau? 90 tahun, siapa kamu sebenarnya?”
Aji tersenyum dan mengaitkan kedua tangannya di belakang pinggangnya.
”Ini adalah tempat yang memenjarakanku selama dua puluh tahun. Saat itu ...” Shura terpaksa mendengarkan cerita pemuda itu. Bagaimana dia tidak mendengarkan karena pemuda itu berkata, kalau dia terkurung dalam dimensi itu selama dua puluh tahun. Dua puluh tahun setelah perang besar yang terjadi antara pasukan Lord Demon dengan Tiga Legenda.
Artinya, benar bahwa pemuda itu mengingatkan Shura pada salah satu sosok yang bertarung, dan menggagalkan pasukan kegelapan saat menginvasi seluruh benua dua puluh tahun yang lalu.
Bermula dari perang besar itu. Shura mengingat hari itu, hari dimana dia sedang menyempurnakan artefak Blood Supreme dan dijaga oleh pasukannya dan juga Lima Gerbang.
Perintah kepada Sepuluh Iblis Pemusnah sudah dikirimkan. Dua hari persiapan para Iblis Pemusnah, untuk dipindahkan pada hari penyerangan oleh para pasukan khusus yang sudah dipersiapkan, untuk melalukan pemindahan dengan portal teleportasi dalam jumlah masal.
Persiapan sudah dilakukan dan Lord Demon sedang melakukan penyerapan bagian akhir dari Blood Suprema. Saat para penjaga dari Lima Gerbang yang melindungi Lord Demon dari serangan apapun.
Dan, saat itu. Ledakan besar terjadi di seluruh tempat. Ada sepasukan orang yang mengamuk dan memghancurkan semua pasukan Lord Demon dari segala sisi. Mereka hanya bertiga dan Lima Gerbang pun menghadang mereka.
Pasukan kegelapan sudah tak bisa menghalangi mereka. Ribuan pasukan kegelapan bahkan sudah dikalahkan dalam waktu yang singkat. Lima Gerbang pun maju dan mereka menyadari bahwa yang datang adalah Tiga Legenda. Lima Gerbang mati-matian menghalangi Tiga Gerbang untuk mendekati ruang khusus bagi Lord Demon menyatukan Blood Supreme. Namun, mereka tetap saja gagal dan bahkan mereka semua terluka.
Kecepatan Ganada, sihir kuat serangan dari Yonan dan pukulan penghancur dari Pemukul Halilintar. Kekuatan mereka sungguh tidak bisa lagi ditahan. Hingga, Lord Demon terpaksa turun tangan dan dia keluar dari tempatnya. Meskipun, dia belum menyerap kekuatan Blood Supreme sepenuhnya. Dia pun turun tangan.
Pertempuran antara Tiga Legenda dan Lord Demon dibantu dengan Lima Gerbang malam itu memecahkan apa saja dan benturan peperangan mereka sampai ke seluruh dunia. Dunia merasakan kekuatan pertempuran itu. Dahsyatnya pertempuran itu menjadi sejarah yang panjang untuk dicatat dalam sejarah. Dimana akhirnya, mereka semua menghilang selama dua puluh tahun. Apa sebenarnya yang terjadi dalam pertempuran itu? Hanya mereka yang berada di pertempuran itu yang mengetahui kisah sebenarnya.