Pasukan Langit
Perjalanan Panjang
Perjalanan panjang dilalui oleh Aji Bagaskara. Dia hanya terus berjalan dan menemui banyak makhluk hidup, kecuali manusia. Setiap permberhentian dan istirahat, Aji akan melakukan latihan bela diri dan mengembangkan kekuatannya. Setiap kehancuran yang diciptakan karena efek damage dari kekuatannya. Semua di alam itu kembali lagi normal
Misalnya pukulannya yang menghantam gunung dan hancur, gunung itu kembali lagi seperti semula setelah beberapa lama.
Seperti lautan yang dihempaskan hingga menciptakan air bah tsunami, kemudian kondisi alam kembali lagi separti semula. Awalnya, Aji merasa bahwa ini seperti dunia dongeng namun lama-kelamaan dia pun terbiasa dan meneruskan perjalanannya menuju ujung dari dunia ini.
Hanya itu kata-kata yang diingat oleh sahabatnya Yonan, ujung dunia. Aji harus mencapainya, cepat atau lambat dan dia akan terus meneruskan perjalanan sambil mempelajari bela diri dengan tekun dan sungguh-sungguh untuk menghadapi kekuatan Shura nantinya.
Aji membuka gulungan dari Yonan, dia pun mulai mempelajari teknik dasar menjadi seorang penyihir tingkat 9. Yonan mencapai tingkat tertinggi, kekuatan ruang dan kekuatan serangan dengan menyatukan energi alam. Kekuatan 8 circle dan kemampuan menyerap energi alam dan menjadikannya sebagai bagian dari kekuatannya.
Kekuatan berbeda juga didapatkan dari gulungan yang ditinggalkan Ganada di balik bajunya. Kecepatan penuh diserta serangan cepat dan kuat. Kecepatan yang seolah tak terlihat, bagaimana seorang bela diri terlihat berdiam diri namun serangannya sudah mengenai musuhnya. Seperti tak bergerak namun kecepatannya mampu membunuh lawan dengan sangat cepat dan tanpa terlihat.
Aji terus berlatih dan hanya itu yang bisa dilakukannya. Sambil tetap melakukan perjalanannya di dunia cermin tersebut. Kesendirian dan juga kerinduan pada dua sahabatnya. Dia selalu menguatkan tekadnya untuk tidak menyerah pada apapun keadaan yang menimpanya.
Sesekali, Aji menggunakan kekuatan sihir untuk membentuk makhluk energi dari kekuatannya. Seperti yang mampu dilakukan Yonan, dia menciptakan dua makhluk seperti Yonan dan Ganada untuk menemaninya berjalan dan juga berlatih. Setidaknya, hal itu bisa mengobati kerinduan dan mengobati kesepian Aji.
Terkadang, dirinya harus berbicara pada dua makhluk energi itu meskipun dia tahu bahwa dirinya hanya berbicara seorang diri.
Perjalanan panjang, melewati hutan tandus yang berjarak ribuan mil. Melewati lautan dan membuat sebuah kapal yang bisa menyeberangi lautan. Menemui padang pasir, kedinginan di kutub, hingga semua hal sudah dilewati oleh Aji.
Dia tak putus asa, ujung dari dunia masih belum muncul meskipun sudah bertahun-tahun melakukan perjalanan panjang itu. Namun, dia yakin pada satu hal. Sahabatnya, Yonan tak pernah berbohong padanya. Ujung dunia itu pasti ada dan itu penghubung antara dunia ini dengan dunia nyata.
Aji sebelumnya juga dipesankan tentang cucunya, Alicia yang masih kecil. Yonan berpesan jika dalam pertarungan melawan Lord Demon dirinya tidak selamat. Katakan pesannya untuk Alicia nanti, bahwa kakeknya sangat mencintainya. Karena cintanya pada Alicia, kakeknya itu Yonan harus berkorban untuk membuat dunia yang aman ditempati oleh cucunya.
Pertarungan Yonan itu juga demi cucunya, karena jika sampai Lord Demon menguasai dunia maka dunia akan berada dalam kehancuran. Maka, sebelum Lord Demon mencapai puncak dari penyempurnaan artefak Blood Supreme, maka mereka para Legenda harus dapat menyelesaikan misi dan menggagalkan rencana Lord Demon.
Aji harus bertemu dengan Alicia dan menyampaikan pesan itu. Tugas terbesarnya adalah menggagalkan dan menyelesaikan pertempuran Tiga Legenda dan mengakhiri ancaman dari Shura. Aji berjanji tidak akan lemah lagi dan bisa dimanipulasi oleh Shura. Sosok yang pernah hidup bersama dan berlatih bersama.
Hanya saja, keserakahan dan mimpi anehnya tentang dunia ini membuatnya lupa diri dan membunuh Guru mereka sendiri.
Aji terus melakukan perjalanan, bertahun-tahun terlalui. Dia tetap tak berhenti dan akan terus mencari ujung dunia itu. Dia harus menyempurnakan kekuatannya juga, kekuatan seorang warrior, kekuatan penyihir dan kecepatan. Semuanya dilatih untuk dapat disatukan. Hingga, dia nanti akan menghadapi kekuatan pasukan kegelapan dengan semangat dari Tiga Legenda yang menyatu dengan dirinya, sepenuhnya.
Saat itu, saat yang akan tiba dan kekuatan yang sudah dipersiapkannya, akan membuat Shura tidak akan bangkit lagi untuk selamanya. Peperangan itu akan terjadi, dan Aji mempersiapkan segalanya dalam perjalanannya menuju perjalanan tiada henti. Yaitu ujung dunia.
Setiap saat setiap tidur, Aji selalu bermimpi tentang kedua sahabatnya. Mimpi itu juga yang membuat Aji selalu bersemangat untuk terus berjuang dan setidaknya, dia harus menemui keluarga mereka berdua dan mengabarkan pada mereka serta memberikan warisan terakhir dari kedua rekannya tersebut.
Siang dan malam, selalu dilewati oleh Aji dengan perjalanan yang panjang. Latihan tanpa henti dan terus saja tak pernah melewatkan waktu yang tersisa untuk bersantai. Dia mempelajari kecepatan Ganada, dia mempelajari kekuatan energi alam dari Yonan serta kekuatan untuk membuka portal teleportasi.
Portal teleportasi yang dibuat oleh Aji tidak pernah bisa menembus dunia cermin itu. Dia mencoba berulang kali untuk pergi dari dunia cermin dan kembali ke dunia asli. Namun sayangnya, dia tidak bisa berhasil sama sekali.
Aji kemudian berlatih dengan latihan yang lain. Dan begitu seterusnya. Perjalanan seorang diri itu dilakukannya untuk mencapai ujung dunia. Selama dua puluh tahun perjalanan yang tanpa kenal lelah dan terus berlatih. Tibalah Aji di sebuah laut yang memiliki aliran menuju sebuah goa.
Goa itu sangat aneh, dia seperti sebuah portal dengan bentuk yang sangat besar. Goa itu terletak di pinggir lautan dan goa itu nampak penuh kemilau disana. Setelah perjalanan dua puluh tahun, Aji merasakan ada energi kekuatan yang sangat besar dari goa besar tersebut. Dia sepertinya yakin bahwa goa itu adalah sebuah portal karena memiliki kepekatan energi yang sangat besar.
Dia pun menuju ke goa tersebut. Goa itu sangat indah karena di bawahnya ada aliran air yang sangat jernih. Bahkan sangat bening hingga mata takjub melihatnya. Aji melihat wajahnya di atas air di pingir aliran air itu.
Wajahnya telah sangat tua, jenggotnya panjang terurai. Wajah keriput dan rambut panjang yang terikat dengan kuat.
Dengan tubuh yang sudah sangat tua, apakah Aji bisa melewati dunia cermin dan kembali ke kehidupan nyata? Lalu, bagaimana jika di harus bertarung melawan Shura dalam kondisi lemah seperti itu?
”Kamu tidak perlu khawatir anak manusia?”
Sebuah suara mengagetkan Aji. Bukan karena itu adalah suara asli manusia, tapi selama dua puluh tahun dia melakukan perjalanan. Tidak pernah ada energi manusia atau manusia yang ditemuinya. Lalu, dari manakah suara itu berasal?
Aji langsung menoleh dan melihat seorang lelaki berbaju putih dengan tongkat pendek di tangan kanannya. Dia tengah duduk di sebuah batu besar, batu itu bulat dan indah. Lelaki itu tampak tenang dan bersila dengan santai. Wajahnya menatap ke depan dan matanya terlihat memandang dengan sejuk ke arah lautan lepas.
Siapakah dia?
”Apakah saya boleh tahu, siapakah anda ini?” Aji tidak mau menunggu lebih lama. Dia harus bertanya dan setidaknya ada manusia yang bisa ditanyakan oleh Aji. Ada teman berbicara dan Aji bisa bertanya tentang ujung dunia itu.
Lelaki yang terlihat berumur setengah baya dan berbaju putih itu menengok ke arah Aji. Lelaki itu tersenyum menatap wajah Aji yang sudah menua, ”Aku adalah penunggu dunia ini, aku yang menjaga kehidupan di Dunia Cermin ini.”
Benar saja! Tidak mungkin ada manusia di tempat ini. Jadi, diakah orang yang selama ini menjaga dunia cermin ini? Artinya, dia bisa bertanya kemana dia harus pergi untuk kembali ke dunia asal Aji.
”Saya..., saya ingin bertanya pada anda Tuan. Jika anda adalah orang yang menjaga dunia ini, lalu dimana ujung dunia itu? Saya benar-benar harus kembali ke dunia saya, mereka semua membutuhkan saya,” kata Aji.
Lelaki berbaju putih itu masih melihat ke Aji, ”Ini adalah ujung dari dunia. Ada segel penghalang antara duniamu dan dunia cermin. Bolehkah aku bertanya, apa tujuanmu kembali ke dunia asalmu?” tanya lelaki itu. Sepertinya, Aji bertemu dengan orang yang tepat.
”Aku ..., aku akan menghentikan Shura. Itu saja!”
Lelaki yang duduk itu pun berdiri. Dia turun dengan sangat santai dan seolah berjalan di udara dengan sangat tenang menuju tempat Aji di pinggir aliran air yang bening.
”Aku sudah lama menunggumu. Tujuan muliamu itu diberkati oleh Tuhan. Kamu akan dikembalikan ke dunia asalmu. Di depan sana itu adalah batas antara duniamu dan dunia cermin. Kamu sudah berjuang sejauh ini dengan kesungguhan dan ketegaran. Pergilah untuk menyelesaikan tugasmu!”
Aji kaget, jadi selama ini dia memang sudah ditunggu? Jika itu benar, maka bisa jadi lelaki itu adalah seorang malaikat atau semacamnya.
”Terima kasih Tuan, kalau begitu saya harus segera pergi sebelum kejahatan dari pasukan kegelapan mengambil alih dunia!” Aji memberi salam dan hendak berbalik untuk melompat ke depan dimana ada sebuah lorong menuju arah cahaya.
”Tunggu dulu manusia!” kata lelaki itu dan membuat Aji segera berhenti dan berbalik.
Aji yang hendak melangkah melewati aliran air pun berhenti. Lelaki berbaju putih itu mendekati Aji dan berada di pinggir aliran air tersebut. Dia mengambil sebuah wadah kecil di balik bajunya. Lelaki itu kemudian mengambil air dari aliran air di depannya. Dia menyodorkan air tersebut kepada Aji.
”Minumlah, kamu butuh kekuatan baru untuk menghadapi ancaman duniamu,” lelaki itu menyerahkan wadah dan berisi air itu pada Aji.
Aji tak bisa menolaknya. Dia mengambil wadah air itu dan meminumnya. Dahaganya langsung hilang berganti kesegaran yang mengisi tubuhnya.
”Pergilah manusia,” lelaki itu mengarahkan tangannya pada portal dimensi di tengah aliran air, ”Jika kamu sudah menjalankan tugasmu. Kamu punya pilihan, antara hidup atau memilih pulang kembali. Karena ini adalah air kehidupan. Dan aku, adalah penjaga air kehidupan. Ambillah keputusan setelah menjalankan tugasmu.”
”Tapi ...,” belum sempat menyelesaikan ucapannya. Lelaki berbaju putih itu telah pergi. Aji tak bisa menemukannya dimanapun. Dia adalah sosok penjaga air kehidupan? Entahlah. Aji kemudian melangkah melewati batu-batu besar menuju ke arah pintu dimensi. Dia pun masuk ke dalamnya, dia berharap itu adalah dunia tempat dimana Shura berada. Di ujung dunia, perbatasan dengan dunia cermin.
Splash!
Aji keluar dari pintu itu, dia berada di sebuah hutan yang luas. Dia berada di pinggir hutan. Saat dia keluar dari hutan itu, sebuah desa telah nampak dalam pandangannya. Dia melihat tangannya, tangannya seperti tangan seorang pemuda!
Aji kaget dan menyentuh wajahnya, jenggot dan wajah keriputnya telah hilang. Wajahnya berubah menjadi seorang pemuda berusia dua puluh lima tahunan. Apa yang terjadi padaku! Aji pun penasaran.