Pasukan Langit
Informasi dari Aaman
Aji berjalan keluar dari penginapan, dia ingin menemui seseorang di pinggir danau. Aji mempercepat langkahnya, orang yang ingin ditemui Aji adalah Aaman, Aaman sendiri tadi menitipkan surat pada pelayan di penginapan untuk Aji. Aaman baru saja selesai melakukan inspeksi dan laporan pada beberapa cabang pasukan keamanan antar benua.
Sebelum pergi jauh, seseorang berjalan dari arah berlawanan dengan Aji, seorang perempuan. Di depan penginapan itu, wanita itu yang tak lain adalah Alicia. Alicia memiliki rambut panjang, dan sebagian tergerai dan sebagian dikepang melilit. Wajahnya sangat anggun dan cantik. Mereka pun berpapasan.
Alicia terhenti sejenak, Aji masih berjalan meninggalkannya.
”Maaf Pemuda!” Alicia yang bersama dua rekannya, Rosa dan Yara itu menatap punggung Aji. Rosa dan Yara kurang peduli pada Aji, tapi mereka ikut terhenti karena Alicia memanggil lelaki itu.
Aji menghentikan langkahnya dan berbalik, ”Ada yang bisa aku bantu Nona?”
Beberapa orang yang lalu-lalang merasa sedikit iri pada Aji. Wanita itu Alicia, dia adalah primadona di seluruh negeri, dan dia adalah cucu dari pejuang legenda paling kuat, cucu dari Yonan.
”Ehmm...” Alicia agak ragu hendak meneruskan kata-katanya, dia melihat bahwa lelaki itu adalah lelaki yang sederhana dalam penampilan. Namun, dia merasakan bahwa lelaki itu memiliki kemampuan yang sangat berbeda dan unik dibanding orang lain. Alicia merasakan bahwa orang ini bisa diandalkan suatu saat, pancaran energi tipis saat lelaki itu berjalan memang jarang dirasakan oleh orang lain.
Berbeda dengan Alicia yang mampu merasakan kekuatan dari internal seseorang. Dia sendiri waktu masih kecil sekira 4 tahunan sudah selalu bersama kakek yang disayanginya, Yonan.
”Maafkan aku, aku adalah Alicia. Kamu adalah peserta Pasukan Langit yang setim dengan Barsha bukan?” Alicia tersenyum, dan sungguh bagi siapapun lelaki normal yang melihat senyuman itu. Maka, dia akan terpesona dengan senyum cantik milik Alicia itu.
Aji pun kurang peduli dengan hal itu, tapi dia tahu bahwa wanita di depannya itu adalah cucu dari Yonan. Maka, Aji pun sedikit tersenyum meskipun kaku, ”Baiklah, namaku adalah Aji Bagaskara, panggil saja aku Aji.”
Dingin, kalimat itu datar dan kaku. Alicia merasa lelaki bernama Aji ini memang spesial, ”Baiklah Aji, mohon bantuannya di masa depan. Kita akan bekerja sama dengan baik jika kita lulus dalam ujian Pasukan Langit besok.”
Senyuman Alicia membuat Aji teringat pada sahabat baiknya, Yonan. Aji pun mengangguk begitu saja, ”Baiklah Alicia, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik di kemudian hari. Dan...,” Aji seolah terhenti dari ucapannya itu, ”Kamu sangat mirip dengan kakekmu Yonan. Kalau begitu, sampai jumpa lagi di ujian besok.”
Aji berbalik dan meneruskan langkahnya dengan sigap. Alicia masih saja tertegun dengan sosok pemuda, yang seolah tak begitu meresponnya tersebut. Bagaimana tidak, Alicia selalu mendapatkan perhatian dari siapapun. Dan, lelaki itu begitu saja pergi darinya, dia memang sangat sederhana dari pakaian yang dikenakannya. Namun, sosok Aji teramat membekas di hati Alicia.
Tapi... bukan hanya itu yang membuat Alicia terpesona. Melainkan ucapan terakhir dari Aji tadi. Aji berkata bahwa dirinya sangat mirip dengan kakeknya, Yonan. Apakah memang Aji adalah penggemar dan pengagum dari kakeknya, sehingga paham karakter kakeknya itu dengan baik?
Ah sudahlah!
Rosa dan Yara sudah menunggu dari tadi, Alicia pun mengajak mereka masuk ke rumah makan dan mereka akan sarapan pagi mereka.
Aji terus meneruskan langkahnya. Dia memasuki sebuah hutan dan di ujung hutan itulah rekannya menunggu. Aji menyelinap di hutan, dia bergerak dengan sangat cepat dari pohon ke pohon dan terus menyelinap.
Aji tahu jika ada yang mengikutinya sejak tadi. Orang yang mengikuti Aji pun merasa kehilangan jejak Aji, dia mencari-cari dengan kecepatan gerakannya dan menyelinap dari dahan pohon di atas, matanya mengedar dan dia pun tak menemukan Aji sama sekali.
”Cepat sekali bajingan itu!” itu adalah suara wanita. Wanita itu adalah Barsha, dia merasa kesal, dan ingin mencari tahu soal jati diri Aji. Barsha sendiri merasa kesal juga karena dia melihat kalau Aji sudah mengobrol demikian akrab pada Alicia.
Apakah itu kecemburuan? Tidak! Barsha menggelengkan kepalanya, itu bukan soal cemburu, itu adalah soal kecurigaan Barsha pada Aji. Metode serangan terakhir dalam tes kedua Pasukan Langit membekas dalam diri Barsha.
Sebagai seorang assassin tingkat 7, Barsha sempat merasakan kekuatan dahsyat assassin tingkat tinggi bergerak dengan sangat cepat. Bahkan, matanya seolah tak bisa mengikuti kecepatan gerakan dan benturan energi yang terjadi.
Saat tersadar, Barsha hanya melihat tiga orang tersisa dari tim penyerang yang masih tersisa, dan mereka seolah kaget dan tak bisa berbuat apa-apa. Hingga, Barsha dengan mudah melumpuhkan mereka dengan cepat saat kabut energi sudah hilang, terang benderang sehingga Barsha melumpuhkan tiga orang yang tersisa dengan mudah.
Barsha curiga kalau serangan super cepat itu dilakukan oleh Aji. Namun, dia belum bisa yakin karena kecepatan seperti itu hanya bisa dilakukan oleh super asasin dengan tingkat kemampuan mungkin 9. Aji yang dikenal Barsha selama ini, adalah sosok dengan kekuatan warior dan kekuatan basic attack-nya.
Warior terkenal dengan serangan yang sangat besar hingga kekuatan area, bukan serangan cepat mematikan namun tak memiliki defensif yang kuat. Apakah ada manusia yang memiliki kemampuan warior dan assassin sekaligus?
Sepertinya tak mungkin.
Lalu, saat serangan kilat itu terjadi dan menjatuhkan puluhan orang penguji yang menyerang itu, memiliki durasi waktu yang sangat cepat atau satu detik. Saat itu, bahkan Barsha masih merasakan kalau energi Aji masih berada di dekatnya. Artinya, itu bukan Aji yang melakukan serangan assassin super cepat.
Ataukah memang ada orang yang ikut campur, atas permintaan Aji dan membantu mereka menyelesaikan ujian kedua itu?
Misteri-misteri itu membuat kepala Barsha agak pusing. Aji juga tiba-tiba menghilang, sepertinya dia mengetahui bahwa dia diikuti.
Barsha semakin yakin ada yang disembunyikan Aji dari semua orang. Siapakah Aji sebenarnya, sosok yang katanya baru turun gunung dan tidak memiliki identitas tentangnya. Seolah, dia adalah manusia yang tiba-tiba muncul begitu saja.
Dan, soal dirinya berteman baik dengan Aaman sepupunya, itu adalah sesuatu yang janggal. Karena, dirinya baru mengetahui kalau Aaman berteman dengan Aji?
Barsha harus tahu, siapa Aji sebenarnya.
***
”Sudah lama menunggu Aaamn?” Aji mendekati Aaman yang bersandar pada pohon di pinggir danau yang jernih.
Aaman yakin bahwa Aji akan segera datang menemuinya setelah surat itu. Ada informasi yang harus disampaikan oleh Aaman, bahwa informasi ini juga sangat penting bagi Aji.
”Kamu terlalu cepat datang sahabatku, Aji,” Aaman mulai menyapa Aji dengan sapaan akrab, Aaman belajar untuk berbicara biasa sebagai seorang teman, ”Duduklah, ada sesuatu yang penting yang harus aku informasikan kepadamu.”
Wajah Aaman tampak serius, Aji pun menyadari bahwa ada hawa yang serius yang ingin disampaikan oleh Aaman padanya. Ini bukanlah soal main-main, apakah soal pasukan gelap? Aji pun mengikuti Aaman yang duduk di pinggir air bening danau tersebut. Aaman mencoba merasakan energi di sekeliling mereka, aman!
”Berhati-hatilah Aji, aku mendapatkan informasi penting, bahwa para pasukan gelap akan mencampuri tes besok,” Aaman sedikit memelankan ucapannya, dia tak ingin ada siapapun yang mengetahui informasi penting tersebut.
”Apakah Mondu sudah bergerak?” Aji menatap mata Aaman.
Aaman pun keheranan, dari mana Aji mengetahui soal Mondu? Artinya, memang benar bahwa sosok di depannya itu adalah Pemukul Halilintar yang sebenarnya. Percaya atau tidak percaya, kini Aaman semakin yakin kalau sosok pemuda di depannya adalah benar-benar Pemukul Halilintar.
Istilah Mondu adalah istilah rahasia yang tidak semua orang boleh mengatakannya, hal ini karena Mondu sudah menyebar di seluruh negeri, dan keberadaan mereka merupakan rahasia besar. Para satuan keamanan aliansi dari seluruh benua paham akan hal itu, tapi mereka tak berani sembarangan menyebut dan menghakimi seorang pejabat apapun sebagai Mondu.
Mondu benar-benar ada dan menyelinap dalam tubuh pemerintahan di seluruh benua, namun jika salah menuduh maka ancamannya pun besar karena berani memfitnah.
”Informasi yang valid menyebutkan, orang-orang penting dari Pasukan Gelap akan masuk dan menyelinap pada ujian ketiga Pasukan Langit. Entah mereka akan menyamar atau apapun. Namun, kepastian apa yang mereka inginkan kami belum dapat mengkonfirmasinya.”
Aaman menyampaikan apa yang menjadi bahan penyelidikan anggota keamanan, hal itu karena informasi terbatas yang mereka dapatkan. Tes ketiga sendiri belum diketahui dan baru para Tetua yang mengetahuinya. Aaman pun menceritakan soal hal itu pada Aji. Spesifikasi tes ketiga belum diketahui, namun soal konfirmasi ada pasukan gelap yang akan menyelinap sudah didapatkan.
Apa yang diinginkan oleh pasukan gelap memasuki, dan menyelinap pada ujian ketiga, belum diketahui. Misi mereka belum diketahui karena spesifikasi tes ketiga juga belum diketahui.
Jadi, tebakan para anggota keamanan menyebutkan, kemungkinan para penyelinap dari pasukan gelap ingin agar mereka menggagalkan seluruh peserta sebagai Pasukan Langit. Mungkin, itulah yang bisa mereka berikan kesimpulannya. Merasa berbahaya itulah, Aaman memberikan informasi ini kepada Aji, agar berhati-hati dalam menghadapi kemungkinan yang terjadi.
Bahkan, Aaman juga berpesan agar menjaga Barsha jika terjadi sesuatu saat tes berlangsung.
”Mereka sejak dulu masih suka bersembunyi selama ketua mereka, Lord Demon belum bersiap untuk menguasai dunia. Jika mereka datang, tinggal hancurkan saja mereka.”
Keyakinan Aji itu membuat Aaman merasa benar, sudah menginformasikan hal itu secepat mungkin pada Aji. Aji adalah harapan besar bagi dunia persilatan saat ini, kekuatan Aji sangat dibutuhkan jika Lord Demon benar-benar datang dan ingin menguasai dunia.