Pasukan Langit

Blood Supreme

Yarko dan Gonan saling berpandangan, mereka lalu melihat Kakek Nurin yang masih santai duduk di depan Dompai. Yarko dan Gonan seolah gelisah dan masih berdiri.

”Kalian tenang saja, para peserta Pasukan Langit tidak sesederhana seperti yang kalian pikirkan. Mereka adalah para pendekar yang hebat.”

Kakek Nurin mengatakan hal itu untuk menenangkan Gonan dan Yarko. Kakek Nurin percaya bahwa para peserta Pasukan Langit akan bisa menyelesaikan tes ketiga ini, meskipun mungkin tidak semuanya.

***

Blaaaamm!

Serangan dari lelaki bermata merah yang merupakan Lord Demon itu menghantam dengan keras. Serangan jarak jauh, dengan cepat Aji menghindarinya dengan gerakan yang sudah dia latih dari lama.

Kecepatan Aji mampu menghindari dengan mudah, serangan cepat dari kejauhan tersebut. Serangan itu bahkan menghancurkan sebuah bukit besar di belakang Aji. Area pertempuran itu semakin tak beraturan dan kehancuran di sana-sini. Tak ada lagi rumput tersisa, semuanya terbakar, dan pepohonan terlihat hangus oleh dentuman demi dentuman, akibat pertarungan dua pendekar besar itu.

”Pemukul Halilintar!” Lord Demon berteriak sambil menyeringai, ”Sekuat apapun dirimu berlatih, kamu tidak akan bisa mengalahkanku, selamanya! Ha.. ha.. ha..!” tawa Lord Demon itu sangat diingat oleh Aji. Senyuman yang persis ketika menghadapi dirinya dan kedua rekannya yang kini sudah meninggal dalam pertempuran sebelumnya.

”Jangan sombong Shura!” Aji berdiri tegak setelah melompat ke belakang, tangannya dikepalkan dan energi pun terpusat pada tangan kanannya. Nama Shura, hanya diketahui sedikit orang. Orang yang mengenal Lord Demon dengan nama Shura, pasti sangat paham akan masa lalu Lord Demon atau orang dekat dengannya.

Energi terpusat pada kepalan tangan Aji. Aji memutar tangan kannnya dan energi seperti membayang mengikuti kepalan tangannya, setengah putaran dan serangan dilancarkan.

Wooooossshhhh!

Energi besar dari segala penjuru seperti tersedot ke satu titik, itu mengarah ke pusat genggaman Aji.

Energi yang terkumpul semakin mengerucut dan kepalan tangan Aji, seperti bola matahari yang menyilaukan. Aji menggerakkan kepalan tangannya dan bersiap menghantam.

”HIIIIIAAAAAAA!”

Aji menghantamkan kepalannya pada tanah di depannya. Ledakan pun menggelegar seperti bumi akan hancur.

Blaaaaarrrr!

Bumi tempat Aji berpijak seperti hancur pecah tak beraturan. Bumi berpijak seperti tergoncang dengan dahsyat. Saat bumi berderak hancur, Aji melesat kearah Lord Demon dengan kecepatan yang bahkan melebihi kecepatan anak panah yang dilesatkan.

Lord Demon kaget dengan goncangan bumi yang sangat besar itu, dia menahan serangan cepat dari Aji dan menangkisnya dengan lingkaran barier yang super tebal. Aji memutar tangan kirinya, dari telapak tangan kiri Aji yang maju mencul bola besar energi dan juga aliran listrik di sekitarnya.

Gelombag energi itu menghantam barier milik Lord Demon, Shura. Benturan kembali terjadi, kilatan, sambaran, percikan, penghancuran. Itulah kata-kata yang bisa muncul dari efek benturan dua energi besar itu.

Kilatan menyala-nyala, percikan energi memancar dan menghancurkan apapun yang ditemuinya.

Boooomm! Krataakk! Blaaarrr!

Segalanya hancur akibat pertarungan Aji dan Shura atau Lord Demon itu. Saat kabut mulai tersingkap dan hanya bersisa tipisnya saja. Aji melihat Lord Demon Shura masih tersenyum dan bariernya hanya retak sedikit saja.

Aji maju kembali, jarak mereka juga dekat. Aji menghantam dengan tinju yang dialiri listrik dan kilatan halilintar seperti berkumpul dari langit.

”Mati kau Shura!”

Aji melompat diiringi sengatan halilintar yang terus memancar dari kepalan tinjunya. Ini adalah pertarungan yang sudah ditunggu-tunggunya setelah puluhan tahun. Untuk inilah Aji hidup dan bertahan, untuk inilah dirinya harus membuat kedua sahabatnya bisa hidup tenang. Dan, untuk inilah jalan sulit yang sudah dilaluinya, penuh latihan dan pengorbanan.

Aji terbang dari tolakannya itu, mengarah ke barier yang mulai retak milik Lord Demon. Sekuat tenaga kepalan Aji di belakang kepalanya dan siap menyambar Lord Demon. Ini adalah titik dalam tujuannya, di mana hidupnya sudah difokuskan untuk tujuan ini. Menghentikan Shura hingga tak tersisa.

Blaaarrrrr!

Aji menghantam barier setebal satu meter energi itu, pukulan Aji berbenturan dan seperti tertahan dengan barier milik Shura. Energi terpercik dahsyat ke seluruh penjuru tempat hingga menghasilkan cahaya yang berkobar-kobar.

Aji terus mendorongkan pukulannya itu, semakin besar tenaga energi yang diserap dari sekitarnya. Semakin tersedot kekuatan dahsyat yang berkumpul di kepalan tangan Aji. Terus merangsek, perlahan dan melesat mencoba menghancurkan barier.

Praanngggg!

Barier tebal itu pecah, kepalan tangan Aji masih menyala marah dan penuh energi. Kepalan tangan itu langsung menuju kearah Shura. Matilah kau Shura! Itulah yang menjadi inti dari pikiran Aji.

Inilah cita-cita tertinggi Aji, menghentikan Lord Demon hingga musnah. Itulah alasan Aji bertahan hidup. Kepalan tangannya mendekati tubuh Lord Demon. Lord Demon pun bersiap dan menarik kedua tangannya ke dada, dan saat kepalan tangan Aji dengan penuh energi itu satu meter dari tubuh Lord Demon.

Cahaya gemerlapan memancar dari tubuh Lord Demon. Tubuh Lord Demon pecah seperti pecahnya cahaya dan tubuh itu seperti berpisah demikian banyak. Ada kehidupan dari masing-masing pecahan itu dan menyebar ke segala penjuru.

”Blood Supreme,” itu adalah artefak yang disadari oleh Aji sebagai bentuk dari salah satu dari Rahasia Langit. Itu adalah kekuatan gelap yang mampu menyerap setiap jiwa yang mati dibunuhnya, energi makhluk yang dibunuh oleh pemilik Blood Supreme akan dapat diserap dan menjadi kekuatannya.

Ini seperti mengumpulkan energi dari jiwa-jiwa yang dibunuhnya. Pecahan yang pecah dari Lord Demon itu jumlahnya sangat banyak, dan semua seperti kepala tak sempurna dan memiliki ekor yang meliuk-liuk.

Jumlah pecahan itu memenuhi langit dan segala penjuru. Suara mereka seperti jeritan yang saling bersahutan. Seperti tangisan dari ribuan manusia yang saling tindih bergantian. Entah berapa jiwa yang sudah menjadi korban dari keserakahan Lord Demon.

Jiwa-jiwa itu seperti kehilangan kesadarannya dan hanya menangis tak tenang. Aji melihat kesana dan kemari, semuanya dipenuhi pecahan jiwa yang meraung, menangis dan merintih.

Aji mengepalkan kepalan tangannya.

”Dimana kau Shura! Tunjukkan dirimu!”

Aji siaga dan menghadap ke kanan dan ke kiri. Rintihan pecahan-pecahan jiwa itu seperti suara yang memekakkan telinganya.

”Ha.. ha.. ha.., Pemukul Halilintar! selanjutnya kaulah yang akan menjadi jiwa yang kehilangan kesadarannya. Aku akan mengambil energi hidupmu dan aku akan menguasai dunia!”

Suara Lord Demon membahana memenuhi seluruh tempat. Jiwa-jiwa semakin beterbangan mengelilingi Aji di seluruh penjuru tempat.

Aji segera memutar kedua tangannya, ada hologram merah tercipta di depan Aji. Itu seperti jaring-jaring hologram. Aji memutarnya, menarik kedua tangannya untuk dibentangkan. Jaring itu membesar. Aji mengarahkan jaring energinya membesar dan membungkus seluruh jiwa yang beterbangan menjadi terperangkap dalam jaringnya, yang kini ukurannya memenuhi seluruh pandangan.

Aji merapatkan jaring-jaringnya, semakin sempit dan semua pecahan jiwa itu memberontak tak berdaya, hingga Aji mempersempitnya terus-menerus hingga menjadi sebesar rumah saja. Aji melesat ke arah Lord Demon.

Kekuatannya dikerahkan. Semuanya harus selesai di sini!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!