Pasukan Langit
Melepaskan Diri dari Ilusi
Tak ada yang bisa menghentikan Aji lagi saat ini. Dia membombardir Lord Demon dengan kekuatan serangan halilintar dari jarak jauh. Halilintar menyembar-nyambar dari seluruh penjuru dari atas langit kearah Lord Demon.
Lord Demon menghindar ke arah kanan yang jauh, namun serangan halilintar langsung menyambarnya. Dia menghindar di sisi jauh lagi sepanjang setengah kilometer, namun Aji dapat merasakannya. Dia menerjangkan serangan halilintar kembali.
Kemampuan Aji melalui sihirnya mampu menghancurkan apapun dari jarak yang jauh. Aji tidak memperlihatkan kemampuan sihir dan assasinnya sembarangan, dia hanya ingin menggunakan hal itu saat melawan Lord Demon. Inilah saatnya, selama ini, Legenda Pemukul Halilintar hanya diketahui akan kekuatan wariornya yang mampu menghancurkan apapun dengan tinjunya.
Berbeda kali ini, karena musuh yang memang menjadi target hidupnya selama ini adalah Lord Demon.
Suara gemuruh semakin menggelegar dan menghancurkan apapun. Bumi tempat dimana Lord Demon dan Aji bertempur sudah seperti rupa dataran tanpa kehidupan dan lubang kehancuran dimana-mana. Mereka benar-benar monster yang bisa menghancurkan apapun.
Lord Demon semakin menyeringai sambil menghindari seluruh serangan Aji. Aji pun turun ke tanah, dan memulihkan tenaganya sambil mempersiapkan kekuatan baru untuk menghancurkan Lord Demon.
Saatnya menggunakan kekuatan assassin.
Sebuah cahaya muncul dari kedua tangan Aji, muncul dua belati sepanjang setengah meter dari kedua tangan Aji. Energi sihir memancar dari kedua belati energi itu, kecepatan sudah dipersiapkan dengan tingkat tinggi, dan daya serangan sudah dimasukkan dengan kekuatan warrior.
Mungkin, inilah cara agar bisa menjatuhkan Lord Demon! Sedetik kemudian, Aji seperti menghilang dari pandangan. Itu bukanlah ilmu menghilang, melainkan kecepatan yang sangat tinggi diperlihatkan oleh Aji. Lord Demon pun terlihat kaget dengan menghilangnya Aji. Dia pun juga bersiaga.
Dari kanan!
Wooossssshh! Duag!
Serangan Aji dengan bilah belati sudah berada setengah meter dan akan mengenai Lord Demon. Reaksi Lord Demon juga tidak terlambat, barier energi pun muncul namun Lord Demon tidak bisa menahan serangan efeknya. Tubuh Lord Demon terpental jauh. Lord Demon merasa kesulitan dengan serangan kejutan itu.
Saat Lord Demon terpental itu, matanya melihat dan Aji sudah menghilang kembali. Hilang kemana dia?
Aji muncul sangat cepat di belakang Lord Demon, saat Lord Demon menengok ke belakang dan menyadari ada Aji di belakangnya. Lord Demon hendak berbalik untuk menahan serangannya tapi masih terlambat.
Duaagg!
Pukulan deras melalui dua belati mendekati tubuh belakang Lord Demon. Reaksi Lord Demon pun cepat dan melapisi punggungnya dengan energi perisai. Serangan itu pun membuat Lord Demon kembali terpental ke depan.
Lord Demon yang terpental berbalik arah, dan segera disusul Aji yang melesat dengan kekuatan besar mangarah pada Lord Demon. Lord Demon menajamkan matanya saat Aji sepersekian detik hendak mendaratkan serangan dengan dua belati energinya.
Splash!
Tubuh Lord Demon menghilang, Aji mendapatkan serangan kosong karena tubuh Lord Demon hilang di hadapannya. Lord Demon juga memiliki kecepatan yang tinggi sehingga dia kini sudah berada di atas tanah yang hancur berantakan, dan Aji masih berada di atas cukup jauh. Jarak mereka berkisar 30an meter.
Tentu saja, Lord Demon bukanlah musuh yang akan kalah dengan mudahnya. Dia juga sudah menyerap ribuan, bahkan mungkin ratusan ribu jiwa dari energi makhluk yang sudah dibunuhnya. Energi yang begitu banyak itu tentu memiliki energi yang menumpuk dalam jiwa Lord Demon. Selain itu, Lord Demon adalah makhluk tertinggi yang diakui semua pasukan gelap.
Berhadapan satu lawan satu saja sudah demikian sulit, apalagi jika dia bersama Lima Gerbang yang selalu melindunginya.
Iya! Lima Gerbang!
Aji tersadar akan sesuatu. Ada yang aneh dengan semua pertempuran ini, memang ini terasa nyata, dan Aji merasa sudah terjebak dalam pertarungan yang aneh ini. Benar, Lima Gerbang tidak mungkin meninggalkan tuannya.
Aji memejamkan matanya dan ingin berkonsentrasi.
”Mana nyalimu Pemukul Halilintar! Aku sudah membunuh dua rekanmu, Yonan dan Ganada sudah aku lumatkan. Kamu juga akan aku buat menyusul mereka segera! Ha.. ha.. ha...” tawa Lord Demon menggelegar.
Tawa itu semakin membuat Aji tersadar, bahwa ini adalah sesuatu yang janggal. Aji membuka matanya penuh ketenangan. Kehancuran dimana-mana dilihat olehnya. Bumi di bawah mereka terbakar dimana-mana, semua tempat seolah berasap dan ini seperti kiamat.
Ini pertarungan hidup dan mati, ini adalah tujuan hidup yang diinginkan oleh Aji. Aji merasa bahwa tujuan hidupnya selama ini sudah berada di hadapannya. Namun, kenapa semua seolah berbeda? Di ujung sana, Lord Demon masih tertawa terbahak-bahak mengejek Aji.
Satu lagi, kenapa Lord Demon mengetahui identitasnya sebagai Pemukul Halilintar. Aji sudah berubah penampilannya, seharusnya tidak ada yang mengetahui dirinya sebagai Pemukul Halilintar. Berkat air kehidupan dan juga Soul Deep, tidak ada lagi yang harusnya mengetahui identitasnya, kecuali hanya Aaman yang pasti menjaga identitasnya.
Ini adalah keganjilan, tapi apa ini? Aji masih berpikir cukup berat untuk mengembalikan ingatan dari semua hal tentang dirinya.
”Aji! Aji! Sadarlah!”
Suara seorang wanita? Itu suara seorang wanita yang Aji kenal, suara itu adalah suara Gayatri! Benar, Aji memejamkan matanya sekali lagi. Dia menyadari satu hal sekarang, ini adalah ilusi, dan dirinya terperangkap dalam ilusi artefak Heart Dragon.
Saat matanya terbuka, sosok Lord Demon menyerang dengan deras mengarah padanya dengan pedang besar yang berukiran naga, dan diselimuti awan kegelapan di semua bagian pedang itu.
”Matilah Pemukul Halilintar! Beristirahatlah dengan tenang bersama dua rekanmu!” teriakan Lord Demon tidak dihiraukan Aji, hingga beberapa meter di hadapan Aji. Aji masih tenang dan hanya memajukan telapak tangan kanannya ke depan, kearah serangan Lord Demon yang deras mengarah kepadanya dengan energi yang sangat gelap.
Serangan dengan kekuatan maksimal penuh kegelapan itu hendak melumat Aji, beberapa detik dan hanya berjarak sangat dekat. Aji tersenyum dan tak melawan energi besar dari Lord Demon itu.
Saat kesadarannya pulih itulah, tubuh Lord Demon menghilang bagaikan debu yang tipis dan menyebar ke depan dan melewati Aji. Ini adalah sebuah ilusi, di mana ilusi Heart Dragon membuat seseorang masuk dan terperangkap. Ketenangan adalah jalan untuk melawan ilusi yang membuat seseorang yang terperangkap masuk ke dunia ilusi itu. Dan, kelemahan mental akan membuat seseorang tertahan dalam ilusi Heart Dragon.
Dimensi dimana Aji berada seolah terbakar dari semua sisinya, hilang seperti kertas yang terbakar dan dirinya mulai melihat satu-persatu kondisi ruangan baru yang ada di sekelilingnya. Itu adalah ruangan di dalam ruangan besar tempat tes ketiga untuk Pasukan Langit berada.
Aji telah keluar dari ilusi Heart Dragon.
Dilihatnya, beberapa orang seperti tengah terpejam dan mengigau. Bahkan, dua penyusup yang baru saja bertarung dengannya juga terpengaruh. Keringat masing-masing orang nampak mengucur, dan mereka seolah merasakan sesuatu dalam kegelisahan wajahnya.
Hanya satu orang yang kini melihat ke arah Aji dengan sadar, dia adalah Gayatri. Suara wanita dalam ilusi tadi yang menyadarkan Aji. Perempuan itu, tersenyum pada Aji dan mengangguk.