Pasukan Langit
Keras Kepala, Kamu Butuh Latihan Keras!
Pertempuran di dalam Dompai. Saat-saat terakhir pertempuran Aji dan Jasum. Mereka sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya, dan Jasum merasa dia harus mengeluarkan kekutan puncaknya. Aji melesat dari lantai dan menerjang serangan kuat dari Jasum, yang sudah melakukan perubahan bentuk iblisnya.
Benturan kepalan itu membuat Aji dan Jasum tertahan. Keduanya saling mendorong dengan kekuatan penuh yang dimilikinya. Jasum merasa kepayahan mendorong kekuatan, yang seolah itu adalah bata karang yang sangat besar dan tak bisa didorongnya sama sekali.
Ini mirip seperti..., saat dirinya dikalahkan telak dengan satu pukulan oleh Pemukul Halilintar. Jasum marah, dia jadi teringat dengan sosok yang paling dibencinya itu. Dia pun habis-habisan mengerahkan seluruh kekuatnnya. Tak peduli, hancur tubuhnya tapi dia tak ingin dipermalukan lagi.
Namun, kekuatan Jasum bahkan tak bisa mendorong lagi, meskipun sudah memperkuat seluruh kekuatannya. Bagaimana bisa pemuda itu memiliki kekuatan sekuat itu.
”Siapa kau sebenarnya?”
Jasum kehabisan energi, kekuatan demon transformnya hancur dan pecah. Dia kembali ke tubuh seperti semula, energinya habis dan kekuatannya melemah. Saat itulah, Aji dengan mudah mendorongnya ke atas. Aji mempercepat gerakannya dan sudah berada di belakang Jasum yang menghadap ke bawah.
”Istirahatlah dengan tenang, aku adalah Pemukul Halilintar!”
Mata Jasum membelalak, dan dia hendak menoleh ke belakang. Namun, belum sempat kepalanya menoleh. Pukulan dengan energi besar itu sudah menekan punggungnya dan suara energi besar menabrak punggungnya itu.
BLAAAMMMM!
Jasum tak lagi bangun setelah membentur lantai Dompai, dan perlahan Aji turun di dekat tubuh Jasum yang menabrak lantai dengan keras.
Gayatri dari kejauhan melihat benturan dahsyat itu.
Gayatri cukup samar melihat pertarungan itu, tapi dia mengerti apa yang terjadi saat pertarungan Aji. meski samar, tapi dia masih belum yakin sepenuhnya. Kekuatan mengerikan yang dimiliki Aji, bukanlah kekuatan yang bisa diraih dengan latihan beberapa tahun.
Di sisi lain, Gayatri juga mengingat kejadian saat Aji tengah terperangkap oleh ilusi. Gayatri tidak terlalu terpengaruh oleh ilusi, karena kemampuan beradaptasinya begitu cepat, hingga dia membuyarkan ilusi itu dengan kemampuan matanya.
Energi yang muncul dari sosok-sosok dalam ilusi adalah pasukan kegelapan. Dia mengetahui bahwa mereka tak nyata, setelah bertarung dengan mereka semua. Energi dalam tubuh mereka seolah adalah pantulan dari kegelapan dalam dirinya sendiri.
Saat menyadari bahwa itu ilusi, Gayatri berkonsentrasi dan dapat lepas dari ilusi Heart Dragon. Saat sadar itu, dia melihat Aji yang mengeluarkan energi paling tinggi dan seolah tengah bertarung mati-matian dalam ilusi itu. Aji terus saja memanggil Shura, Gayatri sendiri bingung hendak membangunkan Aji.
Gayatri pun memberanikan diri memanggil Aji, dengan kemampuannya mencoba memasuki alam bawah sadar milik Aji. Aji pun akhirnya sadar, dan mereka berdua melihat yang lain semuanya tengah terjerat dalam ilusi mereka masing-masing. Gayatri menyebut bahwa permata yang diselubungi dengan ukiran emas itu adalah Heart Dragon.
Aji mengangguk. Gayatri memperingati Aji, bahwa tidak mudah mendekati Heart Dragon, karena energi yang besar yang menyelubunginya. Apalagi, segel dari Heart Dragon tengah dilepaskan oleh kakek Nurin.
Gayatri awalnya hanya bisa membantu satu-persatu para peserta Pasukan Langit yang masih terjerat ilusi, dengan membangungkan mereka melalui kekuatan alam bawah sadarnya. Namun, hal itu akan memakan waktu lama. Mendengar hal itu, Aji pun mendekati artefak dan tongkat yang di ujungnya ada Heart Dragon.
Aji meminta Gayatri untuk memberikan padanya Cawan Energi. Gayatri sendiri kaget bagaimana seorang warior seperti Aji mengetahui soal cawan energi? Itu adalah rahasia dari para support atau mage tingkat tinggi.
Cawan energi adalah energi yang dibentuk, dari banyak energi dan disatukan menjadi sebuah wadah kecil untuk menampung energi besar. Membutuhkan konsentrasi tinggi untuk membentuk cawan energi. Aji yakin, bahwa Gayatri mampu membentuk cawan energi tersebut, karena sudah melihat kemampuan Gayatri.
Gayatri pun tak berani membantah. Di saat para peserta Pasukan Langit masih terpenjara dalam ilusi Heart Dragon. Gayatri membentuk ribuan energi, dan menyatukannya menjadi cawan energi, cukup memakan waktu lama. Namun, Gayatri pun akhirnya berhasil.
Cawan energi itu diambil oleh Aji.
Saat itulah, Aji melompat maju ke tongkat yang di atasnya ada Heart Dragon. Dia menggunakan kekuatan tinjunya untuk mengambil Heart Dragon, dan sepertinya dia menahan sakit dan tak peduli akan hal itu.
Dia bisa memasuki barier energi yang menyelubungi tombak itu. Aji memaksa dengan kekuatannya, dia berteriak dan akhirnya bisa memasuki penghalang itu. Gayatri cukup terkejut karena kekuatan Aji mampu menembus penghalang Heart Dragon, yang bahkan dirinya tidak bisa melihat kedalaman penghalang itu. Heart Dragon adalah salah satu artefak dari 3 Rahasia Langit, tidak semua orang bisa memegangnya dengan tangan kosong.
Aji berbeda. Dia misterius!
Aji memegang Heart Dragon sekuat tenaga. Aji cukup kesulitan, tapi dirinya mampu memegang Heart Dragon. Pada saat kekuatannya tengah dilepaskan oleh Kakek Nurin, yang sudah terhubung dengan artefak tersebut.
Aji menaruhnya di telapak tangan kirinya. Dia lalu mengangkat lengan tangan kanannya. Dia menyelimuti tangan kanannya dengan energi dan memukul artefak Heart Dragon dengan kekuatannya, hingga permata yang diselubungi ukiran emas itu hancur.
Percikan dari Heart Dragon pun dikumpulkan dengan energi yang memerangkap pecahan Heart Dragon, sehingga tidak bisa keluar dari lingkaran sihir yang dibentuk Aji.
Aji bisa mengeluarkan kekuatan sihir, bahkan itu adalah penahan dari artefak langit? Dia bahkan bisa memenjarakan percikan lembut dari semua Heart Dragon yang pecah tersebut. Bagaimana bisa Aji yang melatih dirinya dengan kekuatan fisik seperti warrfior, bahkan bisa melakukan sihir tingkat tinggi.
Saat tes pertama, meski tidak yakin. Gayatri juga melihat kelebatan bayangan yang mengambil cakram energi, yang jumlahnya ribuan dan menggunakannya untuk menyerang para penyerang dan menjatuhkan para penguji itu. Gayatri merasa bahwa itu adalah kekuatan dari Aji, meskipun tidak yakin sepenuhnya.
Lelaki itu memiliki banyak misteri, awalnya dia tak pernah dikenal oleh siapapun. Bahkan, dia tidak tahu berasal dari mana. Seharusnya, pendekar dengan kekuatan besar yang dimilikinya sangat terkenal.
Dia seperti orang yang lama di tengah gunung, lalu dirinya baru turun saat ini ke dunia bela diri.
Lelaki itu kini masih berdiri, dan bersandarkan pohon sambil memejamkan matanya. Entah apa yang dipikirkannya.
”Boleh kutahu kenapa kau berniat bergabung dalam Pasukan Langit? Dan kenapa kamu ingin menumpas Lord Demon dan pasukannya?” Aji bertanya pada Gayatri tanpa menoleh kearahnya.
Gayatri pun teringat akan masa kecilnya, jika teringat kejadian pembantaian di desanya yang dilakukan oleh pasukan Lord Demon, hatinya langsung terbakar dendam, ”Aku ingin memastikan, tidak ada lagi orang yang kehilangan orangtuanya karena pasukan Lord Demon. Mereka harus dilawan, apapun taruhannya!”
Aji mengerti, sudah berapa banyak keluarga yang menjadi korban keganasan kelompok Lord Demon, dengan pasukan kegelapannya. Mereka ingin menguasai dunia dan menjadikan dunia di bawah kepemimpinan mereka. Aji sangat mengenal mereka, tak peduli apapun yang menghalangi mereka. Bahkan, rakyat yang tidak mengetahui apa-apa pun akan dikorbankan demi kesenangan mereka.
”Apa kamu tahu kekuatan dari pasukan Lord Demon? Bukankah kamu sudah melawannya tadi, itu hanyalah bagian kecil dari pasukan mereka.”
Gayatri pun berpikir sejenak, ”Aku tidak tahu seberapa kuat mereka dan bagaimana kekuatan mereka. Aku hanya ingin menjadi bagian dari pasukan yang melawan mereka.”
Aji pun tersenyum, ”Keras kepala! Jika kamu memang ingin melawan mereka. Kamu butuh latihan yang intensif dan mengoptimalkan kemampuanmu. Jika kamu memang ingin melawan pasukan kegelapan, maka kamu harus berlatih dengan baik di Pasukan Langit.”
Matahari mulai panas dan mengecup ubun-ubun. Perkataan Aji membuat semangat Gayatri semakin membara, latihan yang keras!