Pasukan Langit
Kesempatan Tiga Serangan
Gayatri mundur beberapa langkah, para anggota Pasukan Langit mundur ke belakang. Ketua Yarko dan ketua Gonan juga mundur dan seolah memberikan ruang agak terbuka, untuk penasehat Silvi dan juga Gayatri untuk beradu kekuatan.
Penasehat yang lain juga tidak berani melakukan apapun, mereka paham dengan Silvi yang memang selalu begitu. Dia ingin selalu melihat kemampuan orang lain, untuk mengukur kemampuannya dan menilainya secara langsung. Bahkan, semua penasehat pernah ditantangnya untuk beradu kekuatan.
Bisa dibilang, nenek tua itu, Silvi adalah sosok yang sangat suka dengan tarung atau bimu. Tarung atau Bimu adalah adu kekuatan untuk melihat kemampuan dan mengukur kedalaman ilmu bela diri seseorang. Bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan hanya sebagai pijakan untuk mengukur kemampuan diri sendiri sebatas mana perkembangan ilmu bela dirinya.
Penasehat Silvi masih melayang di udara, Gayatri masih berdiri dan mengambi kuda-kuda. Mereka berdua bersiap untuk melakukan adu kekuatan. Saat Silvi mengumpulkan energi dari atas, Gayatri pun demikian dengan memunculkan energi membentuk senjata yang jumlahnya ribuan muncul di sekitar Gayatri.
”Tunggu!” suara penasehat kakek Nurin menahan keduanya beradu kekuatan.
”Apa lagi kakek Nurin?” Silvi merasa tak sabar.
”Tenanglah penasehat Silvi, aku pikir ini tidak benar,” kakek Nurin memberi kode kepada Silvi untuk turun terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian, nenek Silvi pun merasa tak enak dan akhirnya turun ke daratan, dan mendengarkan apa yang ingin disampaikan kakek Nurin.
”Tidak adil kalau penasehat baradu tanding dengan anggota baru Pasukan Langit. Saya ingin menyampaikan sebuah usul, jika memang kamu ingin melihat kekuatan Gayatri untuk membuktikan apakah memang dia bisa menghancurkan Heart Dragon. Jadi begini.”
Kakek Nurin kembali meneruskan penjelasannya. Dia merasa akan adil jika Gayatri menyerang nenek Silvi dengan segenap kekuatannya, sedangkan penasehat Silvi cukup menahan serangannya. Jika sampai kekuatan Gayatri mampu melukai atau membuat penasehat Silvi terpojok, maka artinya kekuatan Gayatri memang mungkin bisa menghancurkan Heart Dragon.
Kekuatan yang mampu menghancurkan artefak Rahasia Langit, tentu saja adalah kekuatan yang setara dengan rank 9. Memang sulit dipercaya, jika seorang pendekar yang masih di rank 7 atau bisa menghancurkan artefak Rahasia Langit.
Namun, tidak menutup kemungkinan jika kekuatan rank tidak berpengaruh melainkan jurus atau keahlian khusus yang kuat. Hal itu adalah, kekuatan yang dimiliki seorang pendekar yang bisa menyaingi kemampuan seorang pendekar dengan rank 9.
Masuk akal untuk adu tanding kali ini. Semua penasehat menyetujui hal itu, itu cukup melegakan bagi anggota Pasukan Langit dan tentu saja Gayatri. Jika penasehat Silvi menyetujui itu, maka tidak perlu ada pertarungan adu kekuatan.
”Baiklah, aku terima usulanmu kakek Nurin. Mereka adalah talenta baru dan belum dilatih secara ketat. Tidak pantas rasanya jika langsung beradu kekuatan dengan kita.”
Benar juga, nenek Silvi akhirnya menerima usulan itu. Hal itu tentu membuat anggota Pasukan Langit menjadi lebih tenang. Namun, apakah serangan Gayatri mampu membuat penasehat Silvi bisa terpojok? Semuanya mereka serahkan pada Gayatri.
”Serang aku Gayatri, aku berikan kau tiga kesempatan mengeluarkan jurusmu!”
Setelah mengatakan hal itu, nenek Silvi memperkuat seluruh tubuhnya dengan energi. Dia siap memblokir semua serangan dari Gayatri.
Gayatri pun bersiap, dia ingin menjajal kekuatannya sendiri, tanpa membuka energi alam seperti yang dinasehatkan Aji. Dia ingin mencoba kekuatannya terlebih dahulu, untuk memojokkan dan membuat nenek Silvi terpojok harus mengerahkan seluruh kemampuannya.
Saat itu, Gayatri melayang terbang di udara. Ini adalah adu kekuatan dari dua orang yang sama-sama berasal dari benua Frost Line. Keduanya memiliki kemampuan support elemental, di mana mereka bisa menggunakan kemampuan jarak jauhnya dengan baik. Mereka spesifikasi kekuatan yang mampu membantu pertarungan rekan mereka dari jarak jauh.
Meski mereka adalah tipikal menyerang dengan kemampuan jarak jauh, mereka juga membekali dengan damage dari jarak dekat. Tentunya, mereka harus berlatih defensif yang lebih kuat, sehingga tidak terperangkap dalam pertarungan jarak dekat dalam waktu lama.
Defensif mereka gunakan, hanya ketika terjebak dalam pertarungan jarak dekat dan sulit menjauh dari pertempuran itu. Itulah yang dilakukan oleh nenek Silvi sekarang, dia memfokuskan pada defensif untuk menahan serangan dari Gayatri.
Gayatri yang melayang kembali memunculkan ribuan energi berupa senjata seperti pisau yang mengelilinginya. Gayatri langsung membuat gerakan sehingga pisau energi yang berjumlah ribuan itu bergetar seluruhnya. Mereka selain terkait seperti ada benang energi yang meliuk pada setiap energi pisau tersebut.
Gayatri mengerahkan seluruh kekuatannya, dia membuat kedua tanganya bergantian dan pisau energi seluruhnya berputar mengelilinginya. Semuanya berputar sangat cepat, hingga seperti badai lingkaran energi mengelilingi Gayatri.
”Maafkan aku nenek Silvi, ini adalah serangan pertamaku!”
Nenek Silvi tersenyum, dia melihat bahwa Gayatri memiliki potensi besar. Energi yang dikeluarkannya itu setara dengan rank tingkat 8, itulah yang dirasakan nenek Silvi dari besaran energi yang hendak dilepaskan oleh Gayatri.
Penasehat Silvi membentangkan tangannya, dia membentuk barier lingkaran penuh. Dia siap menahan serangan dari Gayatri.
Gayatri tidak ragu lagi, dia memajukan kedua tangannya ke depan. Memberi perintah pada semua energi lingkaran yang besar itu, untuk menyerang membabi-buta pada nenek Silvi.
Wosshhhhh!
Booommm! Booommm! Booommm!
Pecahan energi bertubi-tubi menghantam barier dari nenek Silvi. Nenek Silvi tetap menjaga kestabilan bariernya dengan kedua tangannya. Serangan Gayatri sungguh dahsyat dan menimbulkan percik energi ke semua tempat.
Nenek Silvi merapatkan kedua telapak tangannya, dia mengambil energi di sekitarnya dan memerangkap seluruh energi yang menyerangnya itu. Tekanan kuat diberikan oleh nenek Silvi dan menghancurkan seluruh serangan energi yang diarahkan padanya tersebut.
Blaaaaarrrr!
Seluruh serangan dari Gayatri meledak begitu saja, hancur menjadi debu-debu yang gemerlapan dan menyebar ke semua tempat. Serangan pertama berhasil ditahan dengan mudah oleh nenek Silvi.
”Lanjutkan Gayatri!”
Gayatri kembali mengatur napasnya. Kali ini dia ingin menggunakan saran dari Aji, dari atas dan dirinya masih melayang. Dia memutar kedua tangannya, Gayatri berkonsentrasi dan membuka circle di dalam tubuhnya. 8 circle dalam tubuh manusia adalah kunci seseorang membuka kemampuan dirinya dalam menyerap energi alam.
Kekuatan membuka circle 8 titik, sulit dilakukan dan harus dilakukan dalam latihan terus-menerus. Butuh waktu lama untuk mempelajarinya. Itu adalah kekuatan dengan level satu hingga delapan. Level yang ditunjukkan untuk bisa menyerap dan menyatu dengan kekuatan alam, setiap menaikkan rank pada circle, butuh pelatihan yang panjang. Jika sudah mencapai tingkat per tingkat, maka kekuatannya pun berbeda dengan kekuatan energi alam yang bisa diserap.
Untuk pil yang dimaksud Aji, maka itu membuka circle pada tubuh tanpa latihan panjang. Tenaga yang bisa dikumpulkan dari alam pun menyesuaikan dengan kemampuan penggunanya.
Gayatri berkonsentrasi dan merasakan dirinya bisa menyatu dengan alam, energi meluap dari alam dan memenuhi tubuhnya. Kekuatan itu dirasakan Gayatri mengalir dalam tubuhnya. Dalam pikiran Gayatri, dia tergambar pola serangan apa yang bisa dicobanya.
Dia membentuk senjata besar, itu adalah kekuatan yang ingin dicapainya jika sudah memiliki kekuatan internal yang besar. Selama ini, dia hanya bisa mementuk jarum atau belati energi. Kali ini, dia ingin mencoba membentuk spear atau tombak energi, dia selama ini berlatih dan belum berhasil.
Kali ini, mencoba apa yang dikatakan Aji. Gayatri semakin konsentrasi dan mencoba membentuk spear energi.
Wuuunggggg!
Perlahan, energi semakin berkumpul dan membesar di tubuh Gayatri. Semua mata menatapnya, kekuatan besar keluar dari tubuh Gayatri. Energi terus berkumpul dan membentuk pola, pola itu pun semakin jelas terlihat.
Spear energi terbentuk, tidak hanya satu, melainkan lima spear energi. Gayatri menstabilkan energi spear tersebut. Dia bersiap menyerang dengan kestabilan spear energi tersebut, spear energi bergetar dengan benang-benang energi yang membalutnya.
Di sisi lain, nenek Silvi cukup kaget dan terkejut melihat pemandangan itu. Lima spear energi cukup besar dan panjang dibentuk oleh Gayatri, dan berada setengah melingkar di atas tubuh Gayatri dan bersiap menyerangnya. Ini luar biasa!