Pasukan Langit
Teruskan Perjuangan Legenda Ganada
Entah kenapa, kebanyakan dari para anggota Pasukan Langit memilih nama Aji Bagaskara. Aji pun melihat hal itu, dan dia merasa apa mereka takut kepada kekuatannya?
Suara dari yang tertinggi dan terendah; Aji mendapatkan suara 11 orang, suara Barsha 5 orang, suara Alicia 3 orang, Astro mendapatkan 1 suara dan Nagada mendapatkan 1 suara.
Melihat hasil perolehan suara tersebut, mereka semua tidak mengetahui siapa saja yang memilih Aji menjadi pemimpin mereka. Barsha pun memberanikan diri untuk mengatakan bahwa jika sudah demikian maka Aji bisa terpilih menjadi ketua Pasukan Langit, dan adakah seseorang yang tidak setuju akan hal itu?
Semuanya terdiam dan tidak ada yang protes.
”Aji, bagaimana menurutmu? Semua ini adalah demi kebaikan Pasukan Langit, kamu harus memberikan pendapatmu,” Barsha yang berdiri meminta Aji untuk menyampaikan pendapatnya. Barsha pun duduk kembali.
Aji merasa harus menjelaskan sesuatu kepada rekan-rekannya. Dia pun berdiri.
”Aku mengucapkan terima kasih kepada semua rekan-rekan yang memilihku. Namun, aku memilih Barsha untuk menjadi ketua kita.”
Semua orang kaget mendengar hal itu. Semua mata seolah tak percaya, Aji yang sudah mendapatkan suara terbanyak mengatakan hal tak terduga, dan menyatakan hal lain bahwa dia menunjuk Barsha.
”Aku harap kalian mengerti,” Aji menjelaskan pendapatnya, ”Barsha akan menjadi masa depan cerah untuk Pasukan Langit. Aku melihat jiwa kepemimpinan yang baik padanya. Aku sendiri, akan selalu mendukungnya.”
Barsha menatap Aji, ”Apa-apaan kau ini Aji? Kenapa kamu melemparkan tugas berat itu padaku? Sedangkan aku adalah orang yang susah diatur. Bagaimana bisa aku mengatur Pasukan Langit yang diharapkan prestasinya oleh semua orang?”
Aji menatap semua orang dan lalu menatap Barsha, ”Justru, orang yang paling tidak bisa diatur adalah orang yang akan bisa mengatur orang lain dengan baik. Dia sudah belajar bagaimana orang yang tidak bisa diatur, maka dia akan melihat cara untuk membuat orang lain dapat bekerjasama dengan baik.”
Pemikiran Aji sungguh aneh, tapi ada benarnya juga.
”Jika kalian semua setuju, Barsha akan menjadi ketua dari Pasukan Langit dan aku akan mendukungnya dengan menjadi wakil ketua. Aku akan mengingatkan Barsha jika ada yang tidak beres dalam keputusannya.”
Semua setuju, termasuk Alicia.
”Aji benar, Barsha akan bisa menjadi pemimpin kita,” itu tambahan dari Alicia.
Arian dan Astro pun demikian, mereka setuju.
Nagada pun berdiri dan menyetujui pendapat dari Aji, ”Aku mendukung pendapat Aji dan aku berharap Barsha menjadi pemimpin yang akan menguatkan Pasukan Langit.”
Tidak ada lagi pendapat lain, meskipun Barsha sempat akan menolak hal itu. Namun, semua mengatakan persetujuannya dan berucap setia pada Barsha. Mereka akan mengikutinya selama itu merupakan keputusan untuk membuat Pasukan Langit menjadi penegak kebenaran.
Barsha pun tak bisa menolak lagi. Apalagi, Aji juga bersedia menjadi wakilnya. Surat keputusan pun dibuat oleh Gayatri yang ditugaskan dalam hal surat-menyurat dan keberlakuan suatu peraturan.
Masalah selanjutnya adalah kepemimpinan dan tanggung jawab tiap benua. Barsha menjelaskan bahwa akan lebih baik menunjuk seorang yang berasal dari benua masing-masing, untuk menjalankan tugas di benua tersebut sebagai penanggungjawabnya.
Semua setuju dengan usulan Barsha. Diputuskan bahwa, Nagada bertanggungjawab atas Pasukan Langit di benua Orpris. Lao ditugaskan untuk menjadi penanggungjawab untuk benua Frost Line sedangkan Arion ditugaskan bertanggungjawab untuk benua Fosfit. Benua Emerald dipercayakan pada Domar dan benua Denad dipercayakan pada Aria.
Lengkap sudah, mereka adalah orang-orang yang akan mengisi dan bertanggungjawab pada daerah wilayahnya. Mereka berlima akan selalu berkonsultasi pada ketua utama yaitu Barsha dan juga Aji.
Keputusan telah dibuat. Semua menyetujui akan hal itu, tibalah mereka untuk beristirahat. Besok mereka akan menemui seorang yang akan datang, dan ditugaskan khusus oleh Dasatama untuk melatih perkembangan ilmu bela diri mereka.
Seseorang yang ditunjuk langsung oleh Dasatama pasti bukanlah orang yang main-main. Mereka sudah tidak sabar untuk memperoleh pelatihan khusus, untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Mereka dibubarkan oleh Barsha dan kembali ke kamar mereka masing-masing. Kediaman Pasukan Langit sangat luas, bahkan tiap anggota memiliki rumah khusus masing-masing.
Mereka semua kembali, kecuali Aji dan Barsha. Barsha yang masih penasaran akhirnya memberanikan diri bertanya pada Aji soal pilihannya mundur. Dan, untuk menjadikan Barsha seorang pemimpin bagi Pasukan Langit.
Aji masih tenang seperti biasa.
”Aku tahu kamu mampu Barsha,” Aji memberikan jawaban yang kurang memuaskan bagi Barsha.
”Apa yang membuatmu percaya seperti itu?” rambut pendek sebahu Barsha nampak sedikit bergoyang, diterpa angin sepoi di depan kediaman ruangan rapat bagi Pasukan Langit itu.
”Kamu tahu, Ganada pernah berhasil memimpin para pejuang untuk menghadang satuan khusus pasukan kegelapan. Dalam waktu singkat, dia mampu melumpuhkan pasukan kegelapan dengan jumlah pendekar sedikit saat itu.”
Barsha kaget mendengar penjelasn itu. Kakeknya, Ganada sempat tercatat sejarah menahan serangan ribuan orang dengan kelompok kecil aliansi pendekar. Semua orang kagum dengan kepemimpinan singkatnya, meskipun itu adalah pendekar yang dikumpulkan dengan paksa dari setiap benua. Saat itu, bahkan dari tiap benua hanya mengirimkan sedikit pendekar karena saling tidak percaya.
Saat itu, Ganada mampu mengkoordinir semua pendekar dengan baik, padahal mereka baru saja saling mengenal.
Tercatat sejarah bahwa pasukan kegelapan yang dipimpin oleh salah satu Lima Gerbang, mampu dipukul mundur padahal mereka sedang mengincar benua Frost Line. Di mana di benua itu, adalah benua terlemah dibanding benua yang lain.
Pertempuran yang cukup ketat ditunjukkan dan pasukan kegelapan mundur, saat itu Ganada mendapatkan predikat sebagai pemimpin perang yang tangguh.
Namun, saat itu terjadi, Barsha belumlah lahir. Lalu, bagaimana hal itu diketahui oleh Aji dan menjadikannya patokan untuk memilihnya menjadi pemimpin bagi Pasukan Langit?
”Apakah kamu sering membaca sejarah atau mendengarkan kisah tertentu sehingga sepertinya kamu tahu banyak Aji?” Barsha pun menjadi penasaran. Tidak bisa dipungkiri, pesona Aji memang kuat dan sifat tak peduli, dan selalu datar adalah sosok yang bisa membuat wanita manapun menjadi kagum.
”Sejarah itu selalu diceritakan tiap generasi, kita hanya perlu mendengarkan dengan seksama bukan?”
Aji menjelaskan hal itu sambil berlalu, ”Aku lelah, besok kita bertemu lagi untuk latihan pertama kita sebagai Pasukan Langit. Aku harap kamu menjadi contoh bagi anggota yang lain dan mempersiapkan diri dengan baik.”
”Tunggu Aji, apa kamu pikir aku akan mampu memimpin Pasukan Langit dengan baik?”
Aji menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Barsha kembali, ”Kamu pasti mampu, itu semua karena kemampuan Ganada sudah mengalir dalam darahmu. Aku tahu kamu memiliki rasa tanggungjawab dan kekuatan untuk menyatukan dunia bela diri. Ingatlah, kamu adalah cucu seorang legenda yang telah mengorbankan nyawanya demi tegaknya kebenaran di seluruh benua ini. Kamu harus dapat meneruskan cita-cita mulianya.”
Aji pun berlalu, Barsha bergetar mendengarkan penjelasan dari Aji tersebut.